NovelToon NovelToon
GOD OF RINGS

GOD OF RINGS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:552
Nilai: 5
Nama Author: Rein.Unknown

MARVA RAVARA adalah seorang pemuda miskin yang hidup di dunia yang memuja status dan kekayaan. Berkat jalur beasiswa, ia dapat bersekolah di sebuah sekolah elit berskala internasional—tempat yang seharusnya membuka jalan untuk masa depannya, justru berubah menjadi neraka baginya.

Di sana, Marva dipandang sebagai noda: dihina, dikucilkan, dan menjadi sasaran perundungan oleh mereka yang merasa lebih “Layak”.

Segalanya berubah ketika Portal Misterius muncul dan menyeret semuanya ke dunia lain. Di hadapan mereka berdiri sebuah Menara Tinggi dan sebuah suara misterius menggema: Siapa pun yang mencapai puncak menara ini akan memperoleh kekuasaan serta keabadian.

Di dalam menara, para siswa dipaksa memilih peran—menjadi Seorang Player yang bertarung demi naik ke puncak, atau menjadi Seorang Guardian yang terikat pada sistem. Demi meraih kebebasan, Marva memilih jalan paling berisiko: Menjadi Seorang Player.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rein.Unknown, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lantai 5 [TEMPLE OF MINOTAUR]

Setelah berjalan beberapa saat, mereka akhirnya sampai di lantai 5. Penampakan lantai 5 terlihat seperti Kuil Kuno. Sepasang Sconce menghiasi pintu Gerbang kuil yang tertutup rapat. Notifikasi sistem pun muncul:

[TEMPLE OF THE GREAT MINOTAUR]

“ENTER”

Suasana membeku. Red menelan ludah. Meriel dan Keala mulai merasa terintimidasi.

“I... i...ni Penjaga.... Lantai Lima? Lawan Banteng…?” ucap Red bergetar.

Kaela lalu mengencangkan sarung pisaunya.

Meriel menggenggam shield-nya lebih erat.

Marva menguatkan tekad dan melangkah maju. “Jangan gegabah. Formasi seperti biasa. Kali ini

Meriel akan didampingi oleh Red depan karna ini adalah pertarungan tim pertamamu.”

Meriel mengganguk, Kaela dan Red bersiap. Mereka pun mengkonfirmasi pada sistem untuk memulai pertarungan.

“MEMASUKI KUIL MINOTAUR AGUNG”

Pintu kuil lalu tertutup. Langkah mereka berat tapi tekad telah bulat. Dari balik bayangan, sosok besar muncul. Tubuh manusia raksasa dengan kepala banteng. Otot-ototnya tebal seperti baja. Kapak dua sisi tergenggam di tangannya.

Notifikasi kembali muncul:

“MINOTAUR – GUARDIAN OF FLOOR 5”

Level: 30

Red berkedip. “Level tiga puluh?”

Kaela menyipitkan mata. “Serius?”

Kuil lalu menyala terang. Minotaur langsung mengaum dan menghentakkan kaki.

THE STOMP OF THE EARTH CRUSHER!

Gelombang kejut menyebar. Red terdorong.

-112

“Lumayan,” gumam Red. “Tapi tidak separah yang kupikir.”

Minotaur langsung menerjang mereka.

MINOTAUR RAMMING!

Minotaur itu berlari lurus ke arah Marva. Marva bersiap. Di detik terakhir, ia menghindar ke samping.

Tapi Kapak Minotaur menghantam pilar batu. Pilar itu retak dan runtuh, tepat mengarah pada Kaela.

“Kaela!” teriak Marva.

Shadow Step. Dan berbalik menyerang minotaur. Pisau Kaela menusuk belakang lutut Minotaur.

-254

Minotaur mengaum kesakitan. Meriel mengangkat tangannya.

“Land Prison!”

Tanah di sekitar kaki Minotaur mengurungnya, menghambat gerakan sang Minotaur.

Red mengangkat palunya.

“MOUNTAIN CRUSHER!”

BOOOM!

Kapak Minotaur terlepas dari genggamannya.

Marva lalu menghela napas panjang. “Leo Sekarang!”

Pedang Leo menyala penuh.

LION’S ROAR!

Serangan api menyapu dada Minotaur.

-648 (CRITICAL HIT)

HP Minotaur: 43%

HP Minotaur turun drastis. Red terdiam beberapa detik.

“Wauw…Darah Minotaur turun drastis.”

Minotaur memasuki Mode Rampage. Matanya memerah. Attack speed meningkat. Pertahanan meningkat. Semua aspek meningkat signifikan. Namun itu hanya membuatnya semakin mudah dibaca.

Kaela memotong jalur geraknya. Meriel mengikat dengan Earth Spike. Red menghantam sisi tubuhnya. Marva melompat.

BASIC STRIKE!

Minotaur terhuyung.

HP tinggal 28%.

Minotaur semakin mengamuk dan mengeluarkan skill pamungkasnya.

MINOTAUR RAMPAGE!

Sang Minotaur menyerang secara membabi buat tanpa jedah sedikitpun. Saat semua terdesak, Marva muncul di depan dan…...

FLAME OF IMMUNITY.

Kapak yang dari tadi menghujani mereka, setika tidak memberikan damage sama sekali pada Marva. Marva lalu menatap mata banteng itu.

“Sudah selesai.”

SKY… OF… FIRE!

Api turun seperti hujan meteor. Minotaur roboh.

Semua terdiam.

Sunyi.

Notifikasi berbunyi:

[GUARDIAN OF FLOOR 5, DEFEATED]

Lalu Red tertawa. “Hahahaha! Serius? Cuma segini?!”

Untuk pertama kalinya, Kaela juga ikut tertawa karena bisa melewati sebuah tantangan yang cukup mudah.

“Padahal PvP kemarin lebih menyakitkan.” Ucap Meriel terduduk di lantai sambil tersenyum lebar.

“Ternyata cuman segini, kekuatan Guardian pertama?” olok Red

Marva hanya tersenyum tipis. “Kita beruntung karna lv. Bos lantai ternyata dibawah kita.”

Di atas tubuh Minotaur muncul cahaya biru. Tanda drop item telah didapatkan.

[EXP: +12.450]

[GOLD: +20.000 Xilo]

Guardian of Fragment [1/3]

Minotaur Axe (Tier B) — Senjata Milik Minotaur

Minotaur Horn (x2) — Material crafting langka

…dan Satu Cincin retak bercahaya biru pucat.

Marva lalu mengambilnya.

"Bos itu dia, Ring of Aquarius."

Marva mengaktifkan Cincin Aquarius dengan memasukkan ke jarinya.

Tapi tidak terjadi apa-apa. “Lah, nggak ada senjata yang keluar Leo?” tanya Marva kebigungan.

"Seharusnya dia bereaksi Bos. Tumben Aquarius diem aja."

Setelah diperhatikan, ternyata ada retakan di cincin Aquarius.

[NOTIFICATION]

Ring of Aquarius – Damaged State

Status: Seal Incomplete

Condition: Cracked, Restoration Required

“Leo, cincinnya rusak. Apakah Aquarius sudah mati?” Marva kembali bertanya.

"Kami adalah Cincin Dewa, tidak semudah itu membinasakan kami. Pasti Kakek tua itu tahu sesuatu, makanya dia menyuruh kita untuk kembali setelah mengalahkan GOF."

Setelah selesai dengan semua urusan, mereka lalu bersiap untuk keluar dari kuil sambil terus tertawa.

Tapi Gerbang menuju lantai berikutnya terbuka.

Red yang masih terbawa suasana lalu menepuk bahu Meriel. “Kalau tahu begini, kita tidak perlu latihan kemarin.”

Kaela lalu menegur mereka. “Liat pintu menuju Lantai 6 sudah terbuka!”

“Anjir Lantai 6 donk. Berarti kita orang pertama yang menaiki lantai 4, lantai 5 dan juga lantai 6.” Ucap Red dengan semangat.

Marva yang dari tadi kepikiran soal Cincin Aquarius hanya diam sambil terus memperhatikan Cincin Rusak itu.

“Va, gimana? Kita langsung ke lantai 6,” tanya Kaela sambil menyadarkan Marva.

“Eh, kenapa? Bagi Xilo nya? Atur aja Key,” refleks Marva menjawab walaupun tidak nyambung.

“Bukan sayangku. Apakah kita langsung ke lantai 6 saja,” tanya Kaela sekali lagi.

Marva lalu berfikir sejenak sambil berdiskusi dengan Leo didalam pikiran. “Leo kalau kita tidak kembali apakah ada cara lain untuk mengembalikan keadaan Aquarius?”

"Kamu tahu Bos, setiap menara melakukan GREAT RESET dan memanggil lagi para calon player baru. Maka sebagian besar ingatan kami akan dihapus, itu mencegah agar informasi penting soal menara tidak bocor untuk pengguna cincin selanjutnya."

Marva kurang paham apa yang dimaksudkan Leo tapi itu cukup mengkonfirmasi bahwa mereka harus kembali pada Kakek Dorobo.

“Kita harus kembali ke lantai 3,” jawab Marva singkat, padat dan jelas.

Red yang biasa ribut, kali ini lebih diam karena senjata Minotaur diberikan kepada. Itu membuatnya sangat senang. Mereka lalu turun ke lantai 4 dan kembali ke pintu, dimana mereka berteleportasi lalu kembali ke rumah Kakek Dorobo.

Dorobo sedang duduk santai diluar. "Oh, kalian kembali lebih cepat dari dugaanku."

Tanpa bertele-tele Marva lalu bertanya: "Apakah Kakek tahu soal Cincin ini? "

Mata Dorobo langsung berbinar." Ah... ini dia yang kubutuhkan. Kamu masih menyimpan Fragment yang sebelum nya kukasih?"

Marva lalu memberikan Fragment itu bersamaan dengan Cincin Aquarius yang retak. Dengan skill khusus miliki Dorobo, dia mulai memperbaiki Cincin Aquarius. Begitu selesai.

TING! Cincin itu dibuang kedalam sumurnya.

Sunyi, semua orang terpaku karena binggung. Lalu......

“Dasar Kakek sialan.....! Apa yang kau lakukan pada Cincinku,” esmosis Marva tiba-tiba memuncak.

Gantian, kini Red dan Meriel yang menahan Marva.

Sementara Marva lagi marah, tiba-tiba air menyembur keluar dari dalam sumur dan membasahi semua yang ada disitu. Kakek Dorobo basah, Marva, Meriel dan juga Red basah. Bahkan hampir saja rumah Kakek Dorobo jadi kolam mini. Dari dalam sumur muncul sebuah tongkat misterius.

"Yuhu....... akhirnya aku Kembali. Kenapa kalian lama sekali? Ini juga Kakek tua, harusnya bisa langsung memberitahukan saja pada mereka. Waw, ada wanita, tapi aku lebih cantik darimu. Sadar diri ya! Siapa dari kalian yang menjadi Penerus GOR? Apakah aku yang pertama dipanggil.... ???? Oh ya, aku lupa kenalin diri, Akulah Sang Elemen Air, Ring of Aquarius. Kalian harus menghormatiku sebagai Cincin Dewa!!! Ingat itu!!! Bla.... bla.... bla...."

Sementara Tongkat itu terus nyerocos. Marva, Meriel, Red dan juga Kaela hanya bisa terbelalak.

Leo tepok jidat, sesuai dengan prediksinya Aquarius akan selalu menjadi biang keributan.

Dorobo lalu tertawa ngakak. "Hohohohoho, lama tidak melihatmu Aquarius."

[RING OF GOD, SUMMONED: RING OF AQUARIUS]

Tier : S+

Durability : ∞

Type : STAFF OF WATER

Skill Unlocked: [Water Cannon] - Meriam Air lv. 1, Area/Single Attack

[Basic Strike of Water] - Serangan Air Berdasarkan STR Pengguna lv. 1, Single Attack

Passive Unlocked: [Heart Of Water] - Ketahanan Terhadap Elemen Air lv. 1

Kaela yang dari tadi kebingungan, mulai bertanya: “Sejak kapan item bisa berbicara?”

Leo yang sudah tidak tahan, terpaksa harus keluar dan menjelaskan semuanya.

"Ya, aku tahu ini akan menjadi cerita yang panjang. Dia adalah Rekan ku, seperti yang dikatakan tadi, kami adalah Cincin Dewa dan kami memang memiliki kesadaran sendiri."

“Wait, wait, wait! Jadi selama ini Pedang Marva bisa berbicara,” tanya Red yang juga kaget.

"Ya..... begitulah, seharusnya ini tetap menjadi Rahasia antara Pengguna Cincin dengan kami."

Kaela lalu menatap tajam Marva sambil mencubitnya: “Kok nggak pernah ngomong?”

Marva sudah paham arti tatapan itu dan hanya bisa tertawa kecil karena sudah tidak bisa menutupi rahasia ini lagi. Air pun berhenti menyembur dan notifkasi muncul.

[DOROBO’S QUEST IS COMPLETE]

“Ring Of AQUARIUS didapatkan”

Leo lalu melanjutkan penjelasannya. Keheningan pun mengapit mereka, hingga siang berganti malam.

“Wauw! Ternyata Rahasia Menara ini sangat luas,” tanggap Red.

"Oh ya donk, orang yang memiliki kami harus memiliki Kemurnian Hati." Aquarius berkomentar.

“Apakah kami bisa mendapatkan salah satu Cincin Dewa juga,” tanya Meriel penasaran.

"Tentu saja bisa tapi dengan syarat yang kusebutkan tadi. Mendapatkan bukan berarti bisa menggunakan, masih ada 11 Cincin lain yang tersebar di menara ini. Dan kalian juga bisa menantang pemilik Cincin agar.......," ucapan Aquarius langsung dipotong.

"Seharusnya kita beristirahat agar besok bisa kembali ke safe zone untuk memperbaiki altar. Sehingga jalan menuju lantai 4 bisa terbuka, betul kan Bos." Leo sambil menyenggol Marva agar Aquarius tidak terus membongkar rahasia yang seharusnya hanya diketahui Pemilik Cincin.

“Oh ya betul, seharusnya kita istirahat dulu. Ini adalah hari yang melelahkan dan buat kamu Aquarius, sekarang akulah Tuanmu,” refleks Marva menjawab.

"Kurus juga kamu, beda jauh dari pemilikku sebelumnya." sindir Aquarius.

“Hehehehehe, betul katamu Leo. Dia sangat cerewet,” bisik Marva ke Leo.

Kaela yang mendengar itu ikut esmosis, tapi Marva menahan nya karena tahu, Aquarius masih baru. Aquarius lalu menjadi Cincin dan menghiasi jari Marva. Didalam hati, Marva cukup senang, karena kekuatan tempur mereka bertambah. Malam itu, mereka semua numpang tidur dirumah Kakek Dorobo. Sebelum melanjutkan perjalanan.

"Pagi semua, bangun, bangun, bangun...!!!" teriak Aquarius. Matahari belum terbit tapi Aquarius sudah ribut.

“Apaan si, masih mau tidur nhe,” keluh Red.

Aquarius yang tidak senang perkataan nya dibantah, langsung mengeluarkan sihir airnya dan membanjiri kasur Red.

WATER CANNON!

“Tolong banjir, banjir.......” teriak Red.

Aquarius hanya tertawa melihat itu. Hari-hari mereka, jauh lebih ribut daripada biasanya. Mau tidak mau, Marva segera bangun walau masih lelah dan membagi tugas kepada mereka.

“Udah, udah, kami udah bangun Aquarius,” ucap Marva.

"Nah gitu donk."

Marva lalu bertanya pada Kakek Dorobo, bagaimana cara memperbaiki Altar rusak yang ada di safe zone itu. Ia hanya menjawab, bahwa salah skill milik Aquarius adalah penyembuhan. Tidak hanya menyembuhkan makhluk hidup tapi benda sekalipun bisa perbaiki menggunakan skill milik Aquarius.

Setelah mendengarkan perkataan Dorobo, Marva lalu menyuruh yang lain untuk deluan ke lantai 6 melalui pintu teleportasi milik Sang Kakek. Ia menjelaskan bahwa Dia, Leo dan Aquarius akan menyusul mereka setelah memperbaiki Altar.

“Sebaiknya kalian deluan saja ke lantai 6 biar aku yang kembali ke safe zone. Lagipula kita hanya membutuhkan Aquarius untuk memperbaiki Altar itu,” ucap Marva.

Kaela sempat menolak dan tetap ingin bersama Marva tapi ia meyakinkan bahwa dirinya hanya sebentar. Lagipula dengan adanya Aquarius, debuff dari lantai ini tidak akan berpengaruh lagi karena 2 elemen sudah ada bersama nya saat ini.

“Baiklah kalau begitu Va, aku menunggu di lantai 6. Leo, Aquarius jaga Marva baik-baik,” ucap Kaela.

"Oke Nyonya." Jawab Leo, Aquarius hanya mengangguk karna belum akrab dengannya.

“Baiklah Kek, aku rasa kami tetap harus berterima kasih padamu,” ucap Marva.

“Dengan senang hati anak muda, aku punya firasat kita akan bertemu lagi,” jawab Dorobo.

Marva tidak begitu yakin dengan ucapan Sang Kakek, tapi dia lalu melambai dan beranjak pergi. Begitupun dengan Red, Kaela dan Meriel segera masuk kedalam pintu.

“Sampai ketemu lagi Kakek menyebalkan,” ucap Red sambil melangkah pergi.

Setelah berjalan cukup lama, akhirnya Kaela, Red dan Meriel sampai didepan pintu lantai 6.

Notifikasi muncul:

[FLOOR 6: THE FIRST CITY]

“ENTER”

Saat membuka pintu itu, betapa kagetnya mereka. Di depan mata, terbentang kota yang sangat luas. Jalanan batu tersusun rapi. Ada bangunan satu lantai, dua lantai bahkan bertingkat. Toko-toko berjajar dimana-mana. Asap dapur mengepul. Orang berjalan kesana-kemari, ada juga yang membawa keranjang belanja.

Anak kecil berlarian sambil tertawa.

Pedagang berteriak menawarkan barang.

Suara sendok dan piring beradu.

Red berkedip. “…Kita di mana?”

[BERSAMBUNG]

1
Ara putri
bagus ceritanya
Rein Unknown: Terimakasih Kak sudah support dan mampir 😇😇😃😃
total 1 replies
Ara putri
Hay kak jika berkenan saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Rein Unknown: okok Kak, sudah mampir ya😇🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!