NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit

Gerhana Sembilan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Timur
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

Seorang pembaca muak dengan novel bacaannya yang dimana para antagonis jenius dengan latar belakang tragis selalu kalah konyol oleh Long Tian, protagonis yang menang hanya bermodal "Keberuntungan Langit".

Saat bertransmigrasi ke dalam novel, dia menjadi Han Luo, NPC tanpa nama yang ditakdirkan mati di bab awal, ia menolak mengikuti naskah. Berbekal pengetahuan masa depan, Han Luo mendirikan "Aliansi Gerhana". Ia tidak memilih jalan pahlawan. Ia mengumpulkan para villain yang seharusnya mati dan mengubah mereka menjadi senjata mematikan.

Tujuannya satu: Mencuri setiap peluang, harta, dan sekutu Long Tian sebelum sang protagonis menyadarinya.

"Jika Langit bertindak tidak adil, maka kami akan menjadi Gerhana yang menelan Langit itu sendiri." Ini adalah kisah tentang strategi melawan takdir, di mana Penjahat menjadi Pahlawan bagi satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjinakkan Api Bumi

Di dalam ruang alkimia yang panas dan pengap, Han Luo berdiri di depan tungku kuno. Wajahnya diterangi oleh cahaya merah berkedip dari lubang ventilasi di bawah tungku, tempat Api Bumi bersemayam.

Api itu bukan api biasa. Warnanya oranye pekat dengan inti keunguan, bergerak-gerak liar seolah memiliki nyawa sendiri.

"Api yang memiliki kesadaran..." gumam Han Luo. "Di novel, api jenis ini biasanya membutuhkan teknik tingkat tinggi atau konstitusi tubuh khusus untuk diserap. Jika aku menyerapnya ke dalam dantian-ku sekarang dengan kondisiku yang cuma Pembentukan Qi Tingkat 5, aku akan terbakar menjadi abu dari dalam."

Tapi Han Luo tidak berniat menyimpannya di dalam tubuh.

Dia mengangkat gulungan Benang Sutra Es-Api yang baru saja dia panen. Benang itu berkilauan dengan dua warna: biru es dan merah api.

"Teorinya sederhana," Han Luo menyusun hipotesis. "Benang ini kebal api dan es. Jika aku bisa menggunakan benang ini sebagai 'konduktor', aku bisa mengalirkan Api Bumi ini keluar dan menggunakannya sebagai senjata cambuk api, tanpa harus menyentuhnya langsung dengan kulitku."

Ini adalah metode curang. Bukan penguasaan sejati, tapi peminjaman kekuatan.

Han Luo mengikat ujung benang ke sebuah belati besi. Dia kemudian menyalurkan Qi-nya ke benang itu, membuatnya kaku dan lurus seperti kawat.

"Masuk."

Dia memasukkan ujung benang yang terikat belati itu ke dalam lubang ventilasi tungku, memancing sang api.

Wush!

Api Bumi itu langsung menyambar belati besi tersebut. Dalam hitungan detik, belati itu meleleh menjadi cairan logam pijar.

Tapi benangnya?

Benang itu bersinar terang. Sisi merahnya menyerap panas, sementara sisi birunya mengeluarkan hawa dingin untuk menyeimbangkan suhu agar benang tidak putus.

"Tahan..." Han Luo berkeringat deras. Qi-nya terkuras dengan cepat untuk mempertahankan struktur benang.

Api itu merambat naik melalui benang, mencoba menyerang tangan Han Luo.

"Berhenti!"

Han Luo memutus aliran Qi ke ujung benang, menciptakan "sekat" energi. Api itu terperangkap di ujung benang sepanjang tiga meter, tidak bisa maju, tidak mau mundur.

Sekarang, Han Luo memegang seutas benang sutra yang ujungnya adalah cambuk api cair yang berkobar-kobar.

Dia mengayunkan tangannya ke arah dinding batu.

CTAR!

Suara ledakan keras terdengar. Bukan goresan, tapi sebuah parit hangus sedalam lima inci tercipta di dinding batu yang keras itu. Batu itu meleleh seperti lilin.

"Daya hancurnya mengerikan," mata Han Luo terbelalak kagum. "Ini jauh lebih kuat daripada Tebasan Bayangan. Ini bisa menembus perisai Qi kultivator Tingkat 8 atau 9 dengan mudah."

Tapi ada kelemahannya.

Han Luo melihat benang di tangannya mulai bergetar tidak stabil. "Aku hanya bisa menahannya selama sepuluh detik sebelum Qi-ku habis atau benangnya mencapai batas toleransi suhu."

Sepuluh detik.

Itu cukup. Dalam pertarungan hidup mati, satu detik saja sudah menentukan.

"Aku akan menamai teknik improvisasi ini: Tarian Naga Merah."

Han Luo menarik kembali benangnya, memadamkan api dengan memutus koneksi ke tungku, dan membiarkan benang itu mendingin. Dia menyimpan gulungan benang itu di dalam kotak khusus di Cincin Penyimpanannya.

Sekarang dia punya kartu as baru: Serangan jarak jauh elemen api yang mematikan.

Keesokan Paginya - Kebun Herbal.

Han Luo, dengan wajah murid luar yang lelah, berjalan melewati pinggiran kebun herbal.

Dia melihat Long Tian sedang duduk di bawah pohon, meminum cairan bening dari sebuah botol porselen kecil.

Itu adalah Cairan Penguat yang dibicarakan pelayan Peri Lin semalam.

Long Tian meminumnya sampai tetes terakhir, lalu wajahnya tampak segar bugar. Aura kultivasinya berfluktuasi.

BOOM.

Debu di sekitar Long Tian berhembus keluar.

"Pembentukan Qi... Tingkat 3!" seru Long Tian gembira. "Aku naik tingkat! Akhirnya aku menjadi kultivator sejati!"

Dia melompat kegirangan, meninju udara. "Terima kasih, Peri Senior! Obat ini ajaib!"

Han Luo mengamati dari kejauhan dengan tatapan analitis.

"Naik ke Tingkat 3 dalam waktu kurang dari sebulan dengan bakat sampah... obat itu memang manjur. Tapi..."

Han Luo mengaktifkan Sutra Seribu Wajah pada matanya, memfokuskan pandangan untuk melihat aliran Qi Long Tian.

Di balik aura yang kuat itu, Han Luo melihat sesuatu yang janggal.

Qi di dantian Long Tian tidak murni. Ada benang-benang hitam halus yang terjalin di dalamnya. Benang-benang itu tampak seperti akar parasit yang perlahan mencengkeram fondasi kultivasinya.

"Itu bukan obat penguat biasa," batin Han Luo. "Itu Racun Gu jenis lambat. Obat itu memberikan kekuatan instan dengan membakar potensi masa depan dan menjadikan tubuhnya wadah yang patuh."

Tetua Agung dan Peri Lin tidak membesarkan murid. Mereka membesarkan korban.

Han Luo merasa sedikit kasihan, tapi segera menepisnya.

"Setidaknya kau bahagia sekarang, Long Tian," gumam Han Luo. "Nikmatilah masa bulan madumu dengan kekuatan palsu itu. Karena saat kau sadar nanti, kau akan butuh bantuan iblis sepertiku untuk membuang racun itu."

Saat Han Luo hendak pergi, dia melihat Manajer Ma datang dengan wajah pucat dan ketakutan. Di belakangnya, ada seorang diakon dari Aula Luar.

"Long Tian!" panggil Diakon itu.

Long Tian segera berdiri tegak. "Ya, Diakon!"

"Atas perintah Divisi Misi, karena kontribusimu menemukan mayat penyusup kemarin, kau dipromosikan menjadi Murid Luar. Kau tidak perlu lagi merawat kebun ini. Kemasi barangmu dan pindah ke Asrama Murid Luar Blok C."

Mata Long Tian berkaca-kaca. "Benarkah? Saya... saya bukan kuli lagi?"

"Cepatlah. Jangan buang waktu."

Long Tian bersorak dalam hati. Dia akhirnya diakui!

Han Luo, di balik pohon, menyeringai tipis.

"Blok C? Itu blok di sebelahku. Kita akan jadi tetangga, Long Tian."

Perpindahan ini menguntungkan Han Luo.

"Stok pakanku masih cukup untuk dua minggu," hitung Han Luo. "Dalam dua minggu itu, aku harus mencari sumber pendapatan baru atau... menguasai pasar gelap."

Tiba-tiba, lonceng sekte berbunyi panjang.

TENG... TENG... TENG...

Suara itu bergema ke seluruh pegunungan. Itu bukan lonceng bahaya, tapi lonceng pengumuman besar.

Suara seorang Tetua bergema melalui formasi pengeras suara:

"PERHATIAN SELURUH MURID LUAR! TURNAMEN SEKTE LUAR AKAN DIAJUKAN MENJADI SATU BULAN LAGI! 10 BESAR AKAN MENDAPATKAN KESEMPATAN MASUK KE 'RERUNTUHAN LEMBAH NAGA' BERSAMA MURID DALAM!"

Han Luo tersentak.

Lembah Naga.

Di novel asli, turnamen ini seharusnya tiga bulan lagi. Kenapa diajukan?

"Tetua Agung tidak sabar," Han Luo menyimpulkan cepat. "Mereka ingin segera mengirim 'Wadah' mereka (Long Tian) ke dalam reruntuhan itu."

Ini mempercepat segalanya.

Han Luo hanya punya waktu satu bulan untuk mempersiapkan diri. Dia harus masuk 10 besar. Tapi dia tidak boleh terlalu mencolok. Peringkat 9 atau 10 adalah target terbaik.

"Satu bulan..." Han Luo menatap tangannya. "Waktunya untuk meningkatkan Anggrek Wajah Hantu ke tahap selanjutnya agar aku bisa menggunakan wajah lain saat bertarung di turnamen, jika perlu."

Permainan dipercepat. Han Luo harus berlari lebih kencang.

1
Budi Andrianto
g8
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hentooopz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Cerdik🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔥🌽Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Njoooooost 🔥🌽
Jeffie Firmansyah
Ahhhh.... lagi seru seru nya .... abis cerita nya... tunggu update.. terimakasih Thor 💪💪💪💪
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
Jeffie Firmansyah
jadi tdk sabar tunggu update nya 😄👍💪
Jeffie Firmansyah
kasian amat Han luo..... pendekar miskin ,dan terpaksa menjarah kekayaan cincin orang 2 kaya🤣🤣🤣
Efendi Riyadi
cerita macam apa ini guru, season 1-3 sangat menarik knapa season ke 4 jdi gini ceritanya
Deevy Tresiyana
parah parah si autor kereeen coy😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!