NovelToon NovelToon
Ibu Yang Tak Pernah Dipanggil Mama

Ibu Yang Tak Pernah Dipanggil Mama

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Tiri / Ibu Mertua Kejam / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aure Vale

Helena kira setelah ia memilih menikah dengan seorang duda beranak 3 dan juga menjadi seorang mualaf kehidupannya akan membaik, namun ia salah, karena setelah menikah pun keluarga dan saudaranya tidak pernah berhenti mengusik kehidupannya belum lagi kedua anak tirinya tidak pernah menyukai keberadaannya bahkan Helena tidak pernah mendengar kata 'mama' keluar dari bibir mereka.

Dan suatu ketika, ia mengetahui niat Farhan menikahi dirinya, bahkan alasan mengapa tidak ada satupun keluarga besar Farhan menyukak dirinya. Hatinya benar-benar terluka, cinta yang tulus ia berikan kepada Farhan ternyata hanya dianggap sampah yang menjijikan olehnya.

Helena bertekad, ia akan membalas semua orang yang melukai hatinya agar mendapatkan hal yang setimpal dengan dirinya, karena mulai saat itu, ia akan berpura-pura menjadi lemah dan memaklumi banyak hal demi bisa membalas semua rasa sakit hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aure Vale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam ketika Helena mengikuti Farhan

Lagi-lagi tidur Helena terganggu suara berisik memenuhi indra pendengarannya.

Helena membuka matanya dan menemukan Farhan yang sedang mengobrak-abrik isi lemari, entah apa yang sedang di carinya. Helena mengerutkan dahinya heran melihat pakaian suaminya yang masih rapih sama seperti saat ia pulang kerja.

otak Helena langsung menangkap ke arah dimana Farhan sering keluar malam, sepertinya untuk malam ini, Helena akan diam-diam mengikuti suaminya, ia masih curiga jika Farhan sering kali keluar makan untuk bertemu dengan seorang wanita.

Helena langsung kembali pura-pura tidur saat Farhan menutup pintu lemari pakaian dan melangkah keluar dari dalam kamar tanpa melihat sekelilingnya lagi.

Helena cepat-cepat memakai pakaian panjang dan juga hijab instan, ia harus mencari ide agar bisa ikut satu mobil dengan suaminya tanpa ketahuan, diam-diam Helena berjalan ke arah dapur dan dengan sengaja menjatuhkan dua piring beling untuk mengecoh perhatian Farhan.

Farhan yang saat itu masih berada di dalam ruang keluarga terkejut mendengar suara benda terjatuh dengan nyaringnya, cepat-cepat, Farhan menutup laci yang ada di dalam ruang keluarga dan melangkah keluar untuk melihat apa yang terjatuh.

Kakinya melangkah menyusuri lorong yang sedikit gelap hingga sampailah Farhan di dapur, terdapat pecahan piring yang tersebar sedikit berjauhan, dahinya mengerut, tidak mungkin jika itu kucing, ia mulai sedikit panik dan berjalan cepat ke arah kamarnya untuk melihat apakah istrinya masih terlelap atau tidak.

Farhan bernapas lega melihat istrinya yang masih terlelap dengan rambut yang sedikit acak-acakan, dengan gerakan yang sangat pelan dan hati-hati, Farhan kembali menutup pintu kamar dan melangkah ke luar rumah, ia sudah sedikit telat karena harus mencari beberapa beberapa benda penting yang tidak bisa ia temukan.

Lagi-lagi Farhan mengerutkan dahinya bingung karena ternyata mobilnya tidak terkunci, ia mencoba mengecek jok penumpang dan tidak menemukan hal aneh di dalamnya, Farhan menggelengkan kepalanya, mungkin saja saat ia pulang kerja ia lupa menguncinya.

Dengan perasaan yang tidak curiga lagi, Farhan langsung membawa mobilnya ke luar gerbang, dan seperti biasa satpam yang berjaga malam akan langsung membukakan gerbang dan langsung kembali menutupnya.

Helena yang berada di bagasi sedikit membenarkan posisinya, benar-benar sangat sempit, beruntung tubuhnya yang tidak terlalu besar sehingga pas jika tiduran di bagasi dengan posisi kakinya yang ditekuk.

"Kena kau, mas," ucap Helena tersenyum kecil.

Farhan yang duduk di depan, terlihat fokus mengendari mobilnya, tidak curiga dengan mobil yang sedikit bergoyang-goyang kecil akibat Helena yang terus-terusan mengganti posisinya, karena jujur saja tubuhnya mulai sedikit keram.

Begitu mobil berhenti bergerak, Helena sedikit mengintip ke luar, memastikan jika mobilnya benar-benar berhenti, ia lihat di sekelilingnya banyak sekali kendaraan mobil dan motor, Helena mencari waktu yang pas untuk dapat keluar dari dalam mobil tanpa ketahuan dan sebelum Farhan benar-benar keluar dan mengunci mobilnya dari luar.

Begitu mobil kembali bergerak, Helena langsung membuka pintu bagasi dengan sangat hati-hati, tanpa perlu di buka lebar, Helena berhasil keluar setelah mobil benar-benar berhenti.

Cepat-cepat ia mencari tempat persembunyian agar tidak terlihat oleh Farhan.

Helena mengintip dari celah mobil yang berada di sebelah mobil Farhan, begitu Farhan keluar dan terdengar bunyi mobil terkunci, Helena langsung mengambil ancang-ancang untuk mengikuti kemana suaminya pergi.

"Restoran? Jadi mas Farhan sering pergi tengah malam hanya untuk ke restoran?" tanya Helena menatap heran suaminya yang melangkah masuk ke dalam sebuah restoran yang terlibat sangat mewah, di depannya tertulis jika restoran tersebut buka 24 jam.

Begitu Farhan sudah masuk, Helena sedikit berlari agar ia tidak kehilangan jejak suaminya, katakanlah ia sangat nekat karena banyak sekali mengambil resiko.

Helena menyipitkan matanya melihat Farhan yang duduk satu meja dengan dua perempuan dan satu laki-laki, ia pura-pura menjadi pelanggan di sana dengan memesan menu dessert, lalu duduk membelakangi meja yang diduduki oleh Farhan.

"Istri kamu enggak curiga kamu hampir setiap hari keluar malam?" suara seorang perempuan terdengar mengalun begitu lembut di telinga Helena yang sedang menguping.

"Loh kamu memangnya bukan istri aku," Farhan terkekeh kecil mendengar pertanyaan yang baru saja ia katakan sebagai istrinya juga.

'deg'

Jantung Helena rasanya mau copot mendengar Farhan mengatakan 'loh memangnya kamu bukan istri aku' Helena ingin berpikir jika Farhan sedang mengatakan hal yang tidak serius tapi suara berikutnya mampu membuat Helena melotot tidak percaya.

"Mama marah karena kamu mengajak aku ketemuan di restoran, kenapa tidak di tempat seperti biasa saja?" tanya suara yang tadi pertama kali Helena dengar.

Farhan terkekeh lagi, "abaikan saja, mama memang seperti itu, lagi pula memangnya kita tidak bosan bertemu di tempat yang sama, aku tahu kami sedang ingin makan dessert di restoran ini, jadi aku sengaja mengajakmu bertemu di sini, sia g hari aku benar-benar tidak bisa meninggalkan pekerjaan kantor, kamu pun sibuk dengan pembukaan butikmu itu,"

"Kalian pergi saja, aku sudah aman bersama mas Farhan!"

Entah siapa yang wanita itu usir, tapi tidak lama kemudian, Helena mendengar suara kursi berdecit panjang sebelum akhirnya ia melihat satu orang pria dan satu wanita pergi keluar dari dalam restoran.

Helena kembali memutar otaknya, bukankah beberap waktu yang lalu, saudara dari suaminya mengatakan jika Farhan baru saja dijodohkan dengan seorang wanita? Mengapa kini Helena mendengar seakan-akan mereka sudah menikah, terlebih pembahasan mereka yang sangat meyakinkan jika mereka memang sudah resmi menjadi suami istri.

"Mas, aku takut anak kamu tidak suka sama aku," lirih si wanita.

"Caela, aku sudah pernah bilang, Freya dan Kenzo pasti suka sama kamu, kamu lupa bagaimana senangnya Freya waktu kamu datang ke rumah dan membawakan beberapa desain khusus untuk Freya?"

Helena menganggukkan kepalanya, jadi namanya Caela. Tunggu? Apa tadi? Freya sudah bertemu dengannya? dan katanya Freya sangat suka dengan baju yang di desain khusus untuk Freya? Jadi mereka sudah saling mengenal dari awal? Kalau memang Farhan akan menikahi wanita bernama Caela itu, lalu mengapa Farhan menikahi dirinya dan membuat dirinya terjatuh ke dalam sebuah lubang yang membungkus dirinya dengan luka.

"Lalu bagaimana dengan Helena?"

Bahkan Caela sampai tahu nama Helena, apa yang sebenarnya Farhan inginkan darinya? Helena benar-benar tidak pahan dengan isi pikiran suaminya.

"Kamu masih mengkhawatirkan dia?" suara Farhan yang bertanya kepada Caela benar-benar sangat lembut dan penuh perhatian, dan itu sedikit membuat Helena iri.

"Aku menikahinya bukan untuk menjadi pendamping hidup aku, bukan juga untuk menjadi ibu dari anak-anak aku, tapi aku ingin membalas perbuatan mamanya yang sempat membuat keluargaku retak,"

'deg'

Ada apa lagi ini?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!