Sebuah kisah cinta yang berakhir sia-sia, dimana ketulusan cinta Reina yang awalnya begitu penuh kebahagiaan bersama dengan Kevin yang diawali dari kisah LDR hingga pada tahun ketiga, tiba-tiba Kevin lost contact yang membuat Reina begitu kecewa dan sakit hati sehingga tak lagi bisa membuka hati untuk siapapun. Cinta Reina serasa habis dikisah cinta yang dia anggap akan berakhir bahagia. Apakah Reina bisa melupakan Kevin? Apakah Reina bisa membuka hati lagi? atau cintanya benar-benar habis dikisah 3 tahun yang sia-sia itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calon Kakak Ipar
Bara sedang sibuk di depan layar laptop. Ada banyak kerjaan yang harus ia selesaikan hari ini.
TOKK,,TOKKK,,,
Suara ketukan pintu terdengar.
"Masuk!"
CEKLEKK,,,,
seorang gadis mengenakan kemeja putih dan celana jeans hitam serta berparas cantik berdiri di depan pintu. Senyum indah yang selalu Bara tunggu-tunggu.
Bara yang dari tadi sibuk dengan layar laptopnya pun mengangkat pandangannya.
"Viona!" Ucap Bara.
Viona adalah kekasih Bara. Tahun ini mereka berencana untuk menikah. Viona seorang dokter ahli kandungan. Mereka sudah berpacaran kurang lebih 1 tahun.
"Bara, Adik kamu sudah datang?" tanya Viona dan berjalan masuk keruangan Bara. Ia meletakan tasnya di sofa dan duduk.
Bara pun berdiri dari tempat duduknya dan berpindah ke samping kekasihnya itu.
"iya, dia KKN di kantor ini" Ucap Bara
"Oyaaa,,aku pengen dong ketemu langsung sama adik kamu. Aku penasaran" ucap Viona antusias.
"Nanti aku kenalin, mungkin dia,,,," ucapan Bara terhenti
CEKLEKK
Pintu ruangannya terbuka, dan tiba-tiba Reina muncul.
"Abang,,,Reina Cap,,,,," Reina kaget melihat ada perempuan cantik diruang kerja Abangnya.
Bara berdiri dan menghampiri adiknya itu yang tiba-tiba langsung masuk Tampa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Abang itu siapa? Hayooo,,, aku laporin Papa loh kalau Abang bawa cewek keruang kerja". Ucap Reina mengancam Abangnya dengan muka jahilnya itu.
Bara sontak menepuk jidat Adiknya itu.
"Aaaaa,,,,ABANGGG" Pekik Reina
"Dasar bocah tengil" Bara ketus
Viona yang dari tadi memandangi kelakuan kakak beradik itu pun berdiri dan tersenyum.
"Kamu pasti Reina ya, Adiknya Bara?" Teba Viona
"Iya kak aku Reina, Kakak pacarnya Abang Bara ya?" Reina dengan wajah penuh tanya.
Viona hanya tersenyum.
"Kenalin ini Kak Viona, Pacaran Abang" Bara memperkenalkan kekasihnya itu. Viona tersenyum lebar ke arah Reina.
"Waahh,,,Abang pinter juga cari pacar, cantik, tinggi baik lagi. Tapi kok kak Viona mau sama Abang aku, Abang aku kan jelek?" Ucap Reina dengan tatapan meledek ke arah Bara.
Bara yang hanya berdiri mendengar celotehan adiknya itu dengan menahan rasa keselnya.
Viona tertawa kecil mendengar apa yang Reina katakan soal Bara.
"He'eee,,,Bocah kamu ada perlu apa?" Tanya Bara
"Bang, Reina capek.. Bisa nggak Reina pindah posisi aja sebagai asisten Abang gitu" Ucap Reina dengan wajah memohon.
"NGGAK,,,," Ucap Bara tegas .
"Abangggg,,,,Tapi ini sus,,," ucapan Reina terhenti
"Keluar, aku lagi sibuk" Tegas Bara sambil menunjuk ke arah pintu.
Reina dengan bibir yang mengerucut pun melangkah dengan kesel.
"Dasar Abang jahat,,," Celoteh Reina
-
-
-
"Kamu dari mana Reina? Lesu banget muka kamu" Tanya Lala
"Aku dari ruangannya Abang, tadi aku memohon untuk dipindahin posisi tapi Abang menolak" Reina menghela nafas berat.
Sepertinya percuma saja ia berbicara dan memohon-mohon pada abangnya itu. Tetap saja Bara tidak akan merubah keputusannya.
"Ya ampun Reina" Lala menggelengkan kepalanya melihat apa yang sahabatnya itu lakukan.
Dilain tempat Wiwi dan Dea yang sedang berada di ruang resepsionis pun bekerja dengan tekun tanpa mengeluh sama sekali. Apalagi mereka di bimbing oleh pak Broto yang bisa dikatakan orangnya cukup baik dan sedikit humoris. Sehingga tidak ada rasa takut dan canggung diantara mereka.
Jam menunjukkan waktu makan siang. Viona yang masih duduk di sofa kini beranjak ke meja tempat dimana Bara sedang sibuk dengan kerjaannya.
"Bar,,,Kamu nggak laper?" Tanya Viona
Bara melihat jam tangannya.
"Oiya ya waktu makan siang, kamu mau makan apa?" tanya Bara balik.
"Mmmm gimana kalau kita makan diluar saja, tempat biasa kita makan".
"Yaudah ayo" Bara menutup laptopnya dan berjalan keluar bersama kekasihnya itu.
Reina, Dea, Wiwi dan Lala pun berjalan bersama menuju kantin. Mereka ingin mencari makanan untuk mengisi perutnya yang sedari tadi sudah kelaparan. Cacing-caring di perut mereka sudah memberontak.
Langkah mereka terhenti.
"Itu Abang Bara sama siapa, Reina?" tanya Wiwi
"Itu pacarnya Abangku" Jawab Reina dengan santai.
"Wahhh wahhh sepertinya kamu sudah punya calon kakak ipar nih Reina, Mana cantik lagi" Jelas Dea dengan ekspresi kagum melihat Viona berjalan di belakang Bara.
Bara dan Viona pun menghilang dari pandangan mereka.
Keempat sahabat itu pun tiba di kantin dan memesan beberapa makanan untuk mengisi perutnya.
-
-
-
Viona dan Bara pun tiba di sebuah restoran tempat biasa mereka makan. Viona pun memesan makanan dan minuman yang selalu mereka pesan.
tak perlu tunggu lama pesanan mereka sudah datang. Mereka pun menikmati makan siangnya.
"Adik kamu lucu Bar" Ucap Viona diselah-selah makannya.
"Bocah tengil seperti dia kamu bilang Lucu,,,yang ada malam selalu buat aku pusing setiap hari dengan ocehannya yang tidak penting itu" jelas bara menghela nafas berat.
Viona tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu.
"Oiya Viona, apa kamu sudah siap kalau kita tunangan?" Tanya Bara tiba-tiba.
Viona yang sedang makan pun langsung terhenti, ia berpikir sejenak.
"Apa kamu sudah siap membangun rumah tangga berasa aku Bar,? Tanya Viona dengan wajah serius.
Bara menatap kedua bola mata kekasihnya itu.
"Iya aku sudah siap Viona, aku tidak ingin hubungan kita berlarut-larut tanpa ikatan apapun. Aku ingin ke jenjang yang lebih serius lagi" Jelas Bara dengan wajah penuh yakin.
"Mmmm, kalau itu mau kamu, aku siap, Bar" Jawab Viona setuju .
Bara tersenyum. Hal yang ia nantikan sejak dulu kini hampir tiba. Viona adalah wanita baik-baik, sederhana dan mandiri. Itulah yang membuat Bara cinta mati kepadanya.
"Makasih ya sayang" Ucap Bara sambil menggenggam kedua tangan kekasihnya.
Mereka kembali melanjutkan makan siangnya.
Sementara itu, Reina dan sahabatnya itu kembali ke ruang kerja mereka masing-masing.
Jam menunjukkan pukul 16.00. Menandakan waktu pulang kerja. Reina dan ketiga sahabatnya itu kemudian membereskan meja kerja mereka dari semua barang-barang yang berserakan diatasnya.
Setelah itu mereka pulang dengan dijemput oleh Pak Dani.
-
-
-
Sesampainya di rumah, Reina langsung menuju ke kamar begitupun teman-temannya.
Reina memeriksa ponselnya dan ada chat yang masuk dari Kevin, kekasihnya. Reina memutuskan untuk menelpon Kevin dan menceritakan hari pertamanya di Tempat KKN.
"Hallo sayang" ucap Reina
"Gimana KKN nya lancar?" tanya Kevin.
"Huuufffd,,,sangat melelahkan sayang" Reina menghela nafas
"Aduh,,,aduhhh kenapa itu? Coba cerita"
"Itu loh sayang, Abang Bara. Masa aku ditempatkan di bagian keuangan perusahaan. Reina nggak bisa setiap hari berhadapan dengan angka terus. Bisa-bisa Reina botak nanti kalau harus berpikir keras setiap hari" Keluh Reina.
"Sabar sayang, jalanin aja nanti juga mengerti" Kevin meyakinkan kekasihnya itu.
"Iya sayang, semoga aja aku bisa ngerti" Jawab Reina pasrah.
"yaudah kamu istirahat pasti capek abis kerja seharian"
"Iya sayang, kamu juga ya" Reina mengakhiri percakapan mereka di telepon.
-
-
-
Heppy Reading gaesss🥰🤗