NovelToon NovelToon
Dikira Musibah, Nyatanya Berkah.

Dikira Musibah, Nyatanya Berkah.

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / One Night Stand / Cinta setelah menikah
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: cucu@suliani

Mutiara mengira kalau dikhianati oleh kekasihnya adalah hal yang terburuk di dalam hidupnya, musibah yang akan membuat di hidupnya terpuruk. Namun, ternyata hal itu merupakan berkah di dalam hidupnya.

"Kenapa kamu tega, Fajar? Kenapa aku hanya dijadikan lelucon saja di dalam hubungan kita ini?"

Bagaimana kehidupan Mutiara selanjutnya?

Kuy baca, jangan lupa kasih komen yang baik jika suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DMNB 34

"Perasaan rumah kok sepi banget ya? Ayah sama Tiara ke mana? Kenapa pas dari makan malam aku cuma sendirian?"

Fajar sedang berada di dalam kamarnya, dia merasa tidak bisa tidur karena terus saja mengingat Mutiara. Bayangan senyum wanita itu terus saja muncul, bayangan ketika wanita itu bersamanya terus saja muncul.

Namun, dia merasa heran karena sejak pulang bekerja dia tidak melihat wanita itu. Bahkan, dia tidak melihat ayahnya.

"Apa mungkin mereka tadi pergi makan malam di luar ya?"

Karena merasa penasaran akhirnya Fajar keluar dari dalam kamarnya, dengan sangat hati-hati dia naik ke lantai 2. Lantai dua itu biasanya hangat, tapi malam ini terasa seperti lorong es.

Fajar melangkahkan kakinya dengan begitu perlahan, dia melewati deretan bingkai foto yang seolah-olah menatapnya dengan pandangan menghakimi.

Ada juga foto yang seakan mengejek dirinya, foto pernikahan antara Mutiara dan juga Arkan. Walaupun keduanya tidak mengadakan pesta besar-besaran, tetapi di salah satu dinding yang ada di lantai dua itu ada foto Arkan dan Mutiara yang sedang berpelukan sambil memegang bunga.

Foto itu diambil di dalam ruangan di mana mereka melakukan pernikahan, tiba di depan kamar Arkan, Fajar melihat kalau kamar utama itu tertutup rapat.

"Apa mungkin mereka sudah tidur? Tapi kenapa terasa sunyi? Kaya nggak ada penghuninya," ujar Fajar.

Dia sudah seperti orang gila, pria itu menempelkan telinganya pada pintu kamar tersebut. Tak ada suara sama sekali, Fajar yang penasaran akhirnya mencoba untuk menyentuh daun pintu.

Saat dia mencoba membuka pintu itu, ternyata pintu kamar tersebut tidak dikunci. Fajar membuka pintu itu sedikit, lalu menyembulkan kepalanya untuk mengintip.

Ruangan itu benar-benar terasa sunyi dan juga sepi, tidak ada suara orang yang sedang mengobrol dan juga tidak ada suara suara elektronik yang berbunyi.

"Sepertinya benar-benar tidak ada orang, masa mereka belum pulang? Ini sudah larut malam," ujar Fajar.

Fajar tidak berani untuk masuk ke dalam kamar itu, dia malah memutuskan untuk turun dan menanyakan hal ini kepada bi Lastri.

Rumah itu biasanya terasa begitu hangat, tapi malam ini hanya ada detak jam dinding yang terdengar seperti palu hakim. Saat tiba di dapur, Fajar mencegat bi Lastri. Lalu, dia bertanya kepada wanita itu.

"Bi, di mana mereka?"

"Mereka siapa, Den?"

Bi Lastri merasa bingung dengan siapa yang dipertanyakan oleh Fajar, karena pria itu tidak menyebutkan nama siapa orang yang sedang dicarinya.

"Ayah sama Tiara, Bi. Memangnya siapa lagi? Kenapa rumah terasa begitu sepi?"

"Oh! Tuan dan nyonya pergi, Den. Katanya mau menginap di luar, mungkin baru pulang besok siang."

Fajar tidak menjawab ucapan dari bi Lastri, karena tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu yang panas menjalar di dadanya, rasa tidak terima yang membakar.

'Sial! Pasti mereka menginap di hotel, atau sedang pergi ke tempat lain agar tidak terganggu oleh aku!' gerutu Fajar dalam hati.

Fajar yang merasa kesal kembali menaiki tangga dengan langkah pelan, agar bi Lastri tidak mengetahui dirinya yang akan naik ke atas. Ketika tiba di kamar utama, dia langsung membuka pintu kamar Arkan.

Begitu pintu terbuka, aroma parfum yang biasa dipakai oleh ayahnya langsung tercium. Wangi maskulin yang biasa Arkan pakai terasa mendominasi.

"Rapi juga ternyata kamar mereka," ujar Fajar.

Mata pria itu menyisir ruangan tersebut, tak lama kemudian tatapan matanya tertuju pada ranjang king size yang tertata rapi. Fajar mengepalkan tinju hingga kukunya memutih.

Tiba-tiba saja bayangan percintaan panas antara ayahnya dan juga Mutiara terlintas, dia seakan bisa melihat kalau ayahnya sedang menindih Mutiara. Napasnya memburu, rasa cemburu langsung menjalar ke dalam hatinya.

"Sialan! Pria tua itu terlalu beruntung, kenapa juga harus mendapatkan wanita secantik dan semuda Mutiara?"

Rasa penyesalan langsung menyeruak ke dasar hatinya, dia merasa menyesal karena tidak bisa memiliki Mutiara. Tak lama kemudian tatapan matanya tertuju pada meja rias.

Bayangan Arkan ketika memaju mundurkan pinggulnya sambil berdiri langsung terbayang, kembali dia merasa kesal karena pasti di sana mereka pernah melakukan percintaan panas.

"Seharusnya aku yang melakukannya dengan Mutiara!" umpatnya kesal.

Fajar merasa kesal sekali, Dia memutuskan untuk pergi saja. Namun, lagi-lagi kekesalannya langsung muncul ketika dia melihat sofa panjang di sudut kamar, dia berpikir kalau arakan pasti berada di bawah dan mutiara di atasnya.

Pergulatan panas pasti lagi-lagi terjadi di sana, bahkan karpet bulu yang ada di dekat tempat tidur seolah berbisik tentang apa yang Arkan lakukan pada mantan kekasih itu.

Setiap sudut ruangan di dalam kamar itu pasti sudah pernah menjadi tempat di mana Arkan dan juga Mutiara berpeluh, dada Fajar semakin sesak saja.

"Bajingann!" desis Fajar, suaranya parau. Pria itu tanpa sadar menangis dalam kekesalannya, cengeng sekali Fajar saat ini.

Fajar yang kesal ingin keluar saja dari dalam kamar itu, tetapi niatnya dia urungkan ketika melihat pintu lemari Mutiara yang terbuka. Fajar melebarkan pintu lemari itu, awalnya dia merasa sangat panas ketika melihat deretan baju tidur tipis yang ada di sana.

Namun, tak lama kemudian dia merasa heran karena melihat sebuah map yang ada di dalam lemari itu. Di sana tertulis Surat Perjanjian Pernikahan.

"Apa ini? Apa maksudnya dari surat perjanjian pernikahan?"

Fajar yang penasaran mengambil maaf itu, lalu dia duduk di atas sofa dan membuka map tersebut dengan lancang. Matanya menyisir baris demi baris kata-kata formal yang kaku. Sebuah seringai tipis langsung muncul di sudut bibirnya.

"Kontrak?" Fajar tertawa kecil.

Dia mengusap lembaran kertas itu dengan ibu jarinya, membayangkan wajah Mutiara yang terperangkap dalam aturan-aturan kaku yang dibuat ayahnya.

"Aku tahu kalau misalkan kamu tidak mencintainya, Tiara? Kamu hanya ingin balas dendam kepadaku dengan melakukan nikah kontrak dengan ayahku," ujarnya senang.

Rasa panas dan juga bisa langsung hilang begitu saja, dia menggenggam surat perjanjian kontrak nikah itu di tangannya dengan erat. Lalu, dia berdiri tegak dan memandang pantulan dirinya di cermin besar milik Mutiara.

"Kamu pikir kamu sudah menang? Lihat saja nanti, setelah kamu pulang, aku akan menuntut penjelasan. Kalau aku bersikap baik terhadap kamu, aku yakin kamu pasti mau bercerai dengan ayahku dan kembali padaku."

Fajar dengan percaya diri yang tinggi keluar dari dalam kamar itu, lalu dia masuk ke dalam kamarnya dan menyimpan surat perjanjian kontrak nikah itu di dalam laci miliknya.

Setelah itu dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, pria itu bisa tertidur dengan begitu pulas karena merasa kalau hari-harinya setelah ini akan lebih bahagia.

1
stela aza
itu pas lagi ngmng di rekam g tue ,,, bisa jadi bukti akurat kalau di rekam
isnaini naini
nah kan ...fjr yg mnghrp kmatian arkan...
stela aza
kenapa g ngawasin si anak pungut udh tau curiga aturan harus bisa lebih hati2 lagi sama si pungut itu ,,, gemes bgt deh ,,, gunakan uangmu biar tau pelaku sebenarnya,,, kurang keren si Arkan ,,,, g kaya CEO2 lain yg tokcer ,, ceritanya trus pinter ya g ketulungan
stela aza
bodoh bgt sie Arkan masa g inget abis di kasih makan sama anak pungut langsung begitu keadaannya masa g g curiga sie ,,, bodohnya g ketulungan,,,🤦
stela aza
kayanya anak pungut yg hilang kendali
isnaini naini
siapa dlng nya thor...fajar ta...emang dsr anak pungut tk tau diri
stela aza
emang di rumah s Arkan g ada cctv lama2 s fajar nggilani ,,, aturan mutiara ngmng sama Arkan kalau dia mau di lecehin sama anak pungutnya biar fajar di kasih pelajaran syukuy2 kasih tau kalau dia cuma anak pungut biar stok terapi 🤦
Wiwi Sukaesih
tenang Arkan it bapak mertua kamu 😁
stela aza
akhirnya bentar lagi ketemu keluarganya
stela aza
dasar bodoh
isnaini naini
nah itu tau...baru nyadar pak..yg km pilih batu kali...
isnaini naini
ksihn amat alice..preman aj gak doyan ...
isnaini naini
jngn2 alice main sm porter kereta...krna gk thn...
Anita Rahayu
Buat alice di penjara da di siksa di sel yg penghuninya korban pelakor thor pasti kena mental👍👍👍👍
isnaini naini
telat pak nyeselnya....
evi solina
pernikahan kok di buat mainan dosa loh
evi solina
move on itu harus elegan bikin goyang perusahaan nya, bukan dgn cara mabok
evi solina
mundu mut harga diri injak kok mau aja, laki pengecut begitu
evi solina
laki pecundang jgn di percaya
sakura
....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!