NovelToon NovelToon
MAS KADES, I LOVE YOU

MAS KADES, I LOVE YOU

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Menyembunyikan Identitas / Chicklit / Tamat
Popularitas:885.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Cerita ini hanyalah fiksi. Jika ada kesamaan nama, tempat, desa ataupun kota, itu hanyalah kebetulan Semata.

Amelia, putri seorang konglomerat, memilih mengikuti kata hatinya dengan menekuni pertanian, hal yang sangat ditentang sang ayah.

Penolakan Amelia terhadap perjodohan yang diatur ayahnya memicu kemarahan sang ayah hingga menantangnya untuk hidup mandiri tanpa embel-embel kekayaan keluarga.

Amelia menerima tantangan itu dan memilih meninggalkan gemerlap dunia mewahnya. Terlunta-lunta tanpa arah, Amelia akhirnya mencari perlindungan pada mantan pengasuhnya di sebuah desa.

Di tengah kesederhanaan desa, Amelia menemukan cinta pada seorang pemuda yang menjadi kepala desa. Namun, kebahagiaannya terancam karena keluarga sang kepala desa yang menganggapnya rendah karena mengira dirinya hanya anak seorang pembantu.

Bagaimanakah Amelia menyikapi semua itu?
Ataukah dia akhirnya melepas impian untuk bersama sang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Pergi ke Waduk

.

Amelia tersentak kaget. Wajahnya memerah padam. Jantungnya berdegup semakin kencang.

Raka tersenyum puas. Ia kemudian memacu motornya, meninggalkan dealer motor menuju tempat yang sudah ia rencanakan.

*

*

*

Tanpa mereka berdua sadari, dari kejauhan tampak seorang wanita memperhatikan. Safitri, dialah yang sedang mengawasi mereka. Sebenarnya, Safitri tadinya ingin datang ke rumah Raka. Namun, melihat Raka keluar dari rumahnya, ia merasa curiga dan memutuskan untuk mengikutinya diam-diam. Ia pun tahu kalau Raka pergi ke rumah Bu Sukma. Penasaran dengan apa yang dilakukan Raka di sana, Safitri berhenti tak jauh dari rumah Bu Sukma dan tetap mengawasi.

Saat Raka dan Amelia keluar dari rumah Bu Sukma dengan berboncengan motor, Safitri semakin penasaran. Ia terus mengikuti mereka dari jarak aman, hingga akhirnya mereka sampai di sebuah dealer motor.

Dari kejauhan, Safitri mengamati Raka dan Amelia dengan tatapan penuh kebencian. Kedua tangannya terkepal erat saat Raka mendampingi Amelia memilih dan menjajal sepeda motor.

Dalam pikiran Safitri, pasti Amelia membeli sepeda motor dengan uang pemberian Raka. "Pembantu miskin dapat uang dari mana bisa beli sepeda motor baru kalau bukan Raka yang membelikan?" pikirnya sinis. Ia merasa semakin geram dengan kedekatan Raka dan Amelia. Ia tidak suka ada gadis lain yang mendekati Raka.

Setelah Raka pergi dari dealer dengan berboncengan dengan Amelia, Safitri segera pergi dari tempat itu. Ia memacu motornya dengan kecepatan tinggi, menuju rumah Raka. Ia harus mengadukan semua yang dilihatnya kepada Bu Sundari, ibu tiri Raka. Ia yakin, Bu Sundari akan marah besar mendengar berita ini.

Jika ia tak bisa mendekati Raka dengan cara baik-baik, maka dia akan memanfaatkan Bu Sundari. Biar nanti wanita tua itu yang membuat perhitungan dengan Amelia. Dia cukup menonton dan melihat hasil akhir.

.

Sesampainya di rumah Raka, Safitri segera masuk setelah dibukakan pintu. Ia mengedarkan pandangan di ruang tamu, tetapi Bu Sundari tidak ada di sana.

"Bi Inah!" panggil Safitri, dengan nada yang dibuat selembut mungkin. "Bulik Sundari di mana?"

Bi Inah, pembantu rumah tangga di rumah Raka, sudah terbiasa dengan keberadaan gadis itu. "Eh, Neng Safitri. Ibu ada di belakang, lagi nyiram tanaman, Neng."

"Oh, gitu," jawab Safitri. "Yaudah, saya ke belakang aja."

Tanpa menunggu jawaban Bi Inah, Safitri kemudian berjalan menuju halaman belakang rumah Raka. Ia melihat Bu Sundari sedang sibuk menyiram tanaman bunga dengan selang air.

"Bulik!" panggil Safitri, dengan nada bersemangat.

Bu Sundari menoleh dan tersenyum melihat kedatangan Safitri. "Eh, Safitri. Ada apa, Nak?" tanyanya.

Safitri menghampiri Bu Sundari dan mencium tangannya dengan takzim. Ia kemudian memasang wajah sedih dan berkata dengan nada lirih, "Bulik, maafin Safitri ya, sudah lancang datang ke sini."

Bu Sundari, yang sedang asyik menyiram bunga, menoleh dengan senyum ramah. "Lho, kenapa minta maaf, Nak? Justru Bulik senang kamu datang. Ada apa memangnya?"

Safitri menggigit bibir bawahnya, seolah ragu untuk berbicara. "Emm... sebenarnya, Safitri mau cerita sesuatu tentang Mas Raka," ucapnya, dengan nada pelan.

Bu Sundari langsung meletakkan selang air dan menatap Safitri dengan serius. "Raka? Ada apa dengan Raka? Apa dia baik-baik saja?" tanyanya, dengan nada khawatir. Wanita tua itu langsung mengajak Safitri untuk duduk di salah satu bangku yang ada di halaman belakang tersebut.

Safitri mengangguk pelan. "Mas Raka baik-baik saja, Bulik. Tapi... ini tentang Mbak Amelia," ucapnya, dengan nada semakin lirih.

Bu Sundari mengerutkan keningnya. "Amelia? Ada apa dengan mantan pembantu itu?" tanyanya, semakin penasaran.

Safitri kemudian menceritakan semua yang dilihatnya di dealer motor. Ia menceritakan bagaimana Raka mendampingi Amelia memilih sepeda motor, bagaimana Raka terlihat begitu perhatian kepada Amelia, dan bagaimana Raka pergi dari dealer dengan berboncengan dengan Amelia.

"Safitri lihat sendiri, Bulik," ucap Safitri, dengan nada dibuat sedih. "Mas Raka kayaknya beneran suka sama Mbak Amelia. Safitri jadi khawatir, Bulik."

Bu Sundari mengepalkan tangannya erat mendengar cerita Safitri. Wajahnya memerah padam karena amarah. Ia tidak menyangka, Raka akan benar-benar tertarik dengan Amelia.

"Dasar gadis tidak tahu diri!" desis Bu Sundari penuh kebencian. "Dia pasti sudah guna-guna Raka!"

"Safitri juga mikirnya gitu, Bulik," sahut Safitri, dengan nada yang dibuat polos. "Soalnya, nggak mungkin kan Mas Raka mau sama pembantu kayak dia. Pasti ada sesuatu yang nggak beres."

Bu Sundari mengangguk-angguk setuju. Ia semakin yakin bahwa Amelia telah menggunakan ilmu hitam untuk menjerat Raka. Ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

"Tenang aja, Fitri," ucap Bu Sundari, sambil menepuk pundak Safitri. "Bulik nggak akan tinggal diam. Bulik akan melakukan apapun untuk menyingkirkan gadis itu dari kehidupan Raka."

Safitri tersenyum tipis mendengar ucapan Bu Sundari. Ia senang rencananya berjalan lancar. Bu Sundari adalah pion yang akan melakukan apapun untuk mewujudkan keinginannya. Dan sekarang, keinginannya adalah menyingkirkan Amelia dari kehidupan Raka.

"Safitri cuma kasihan sama Mas Raka, Bulik," ucap Safitri, dengan nada lembut. "Sepertinya Mbak Amelia benar-benar ingin memanfaatkan Mas Raka. Sekarang baru sepeda motor yang diminta oleh Mbak Amelia, besok-besok entah apa.”

Wajah Bu Sundari semakin merah membara. "Kamu tenang aja, Fitri," ucapnya. "Bulik pasti akan melakukan sesuatu yang akan membuat gadis itu menyesal karena sudah berani macam-macam dengan Raka."

*

*

*

Sementara itu, sepeda motor yang dikendarai oleh Raka tiba di sebuah waduk yang hijau dan asri. Waduk itu bukan hanya berfungsi sebagai saluran irigasi yang airnya akan digunakan oleh masyarakat sekitar untuk mengairi sawah, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang cukup populer di kalangan anak muda.

Raka memarkirkan motornya di tempat parkir yang tidak jauh dari tepi waduk. Ia kemudian melepaskan helmnya setelah membantu melepas helm Amelia.

"Suka tempat ini, gak?" tanya Raka, sambil tersenyum menatap Amelia.

Amelia mengangguk-angguk kagum. "Suka banget, Mas," jawabnya, dengan mata berbinar-binar. "Tempatnya indah banget." Jawaban yang jujur, karena menurut Amelia tempat itu benar-benar nyaman. Jauh dari suasana kota di mana selama ini dia tinggal.

Raka tersenyum mendengar pujian Amelia. Ia senang Amelia menyukai tempat yang ia pilih.

"Sini, ikut aku," ajak Raka, sambil menggandeng tangan Amelia.

Raka menggandeng tangan Amelia dan mengajaknya berjalan menuju sebuah bangku yang ada di bawah pohon rindang di tepi waduk. Bangku itu menghadap langsung ke arah waduk, sehingga mereka bisa menikmati pemandangan yang indah dengan leluasa.

Raka dan Amelia duduk di bangku tersebut. Mata mereka mengamati permukaan waduk yang tenang, pepohonan hijau di sekeliling waduk, dan langit biru yang cerah. Suasana di sekitar mereka sangat tenang dan damai. Hanya terdengar suara gemericik air waduk dan suara burung berkicau.

Amelia mengangguk, merasakan udara sejuk yang berhembus lembut, membawa aroma segar dari pepohonan di sekitar waduk. Pemandangan di sekitar waduk sangat indah. Air waduk yang tenang memantulkan bayangan langit biru dan awan putih. Di kejauhan, tampak deretan perbukitan hijau yang menambah keindahan pemandangan.

"Indah banget ya, Mas, pemandangannya," ucap Amelia, memecah keheningan.

Raka mengangguk setuju. "Biasanya, aku ke sini bareng teman-teman aku," jawabnya, sambil menatap Amelia dengan tatapan lembut.

Amelia tersenyum. "Aku suka," ujarnya. "Tempatnya bikin hati jadi tenang."

Raka dan Amelia kembali terdiam. Mereka menikmati keindahan pemandangan di sekitar mereka. Beberapa saat kemudian, Raka kembali berbicara.

"Amel," panggil Raka, dengan nada serius.

Amelia menoleh ke arah Raka. "Iya, Mas?" jawabnya, dengan nada penasaran.

Raka menarik napas dalam, seolah sedang mengumpulkan keberanian. Ia kemudian menatap Amelia dengan tatapan yang semakin serius.

"Sebenarnya…”

1
Tyaga
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Tyaga
harusnyaaa mikirr, intropeksi
sweetssa
Aku membuat sebuah karya menarik di NovelToon dengan judul “Mas Adimas” mohon dukungannya! ❤️
Tyaga
wkwkwk sokorr 🤣🤣🤣🤦‍♂️
aneh2 ajaa mau ke sawah kok pakai sepatu hak tinggi 🤣
Tyaga
wkwwk sokor
Tyaga
udah tau Raka ga nrima Sundari knpa tetap mau dinikahin
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
busyeett kalau sudah baca tentang klenik² jadi gimana yaa... ngeri thor karna pernah ngalamin, Naudzubillahi Mindzalik.
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: salam kenal kembali dari Ngawi Jawa Timur
total 5 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
di daerah ku masih ada thor termasuk aku dulu pas hamil anak pertama juga gitu ngadain 7 bulanannya cuma pendampingnya di wakilkan sama keluarga dan trauma juga karna ada sodara yg nyiramin airnya ga kira² sampe aku mengap² plus saking banyaknya orang yang hadir nunggu saweran sama uang yg di bambu kurungnya itu sampe rebutan ora karuan.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
weehhh akhirnyaa... akhirnyaaa ketangkep juga para silumannya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Amelia juga bandel sih ngikut ke pasar segala, sudah tau kalau pasar itu sudah pasti ramai harusnya pikirkan baik².🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
padahal Amelia tahu sejak dia dekat dengan Raka trs ada yg ngincar keselamatan dia dan papahnya juga sudah tau kalau anaknya dalam bahaya bahkan tau pelakunya tp kenapa ga di beresin daribawal di penjarakan dengan bukti bukan malah memberi peluang pelaku bertindak lebih lagi pak Alex apa lagibRaka ga peka.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
laahh bukannya ada yang ngawasin Amel orang suruhan papahnya kok bisa kecolongan.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Laaahh ngejek diri sendiri anda Sundari.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau mau identitas mu di rahasiakan boleh saja Mel tapi harus di rencanain mateng² tanpa harus merendahkan harga diri ortumu juga apa lagi kamu sudah tau lingkungan kampung itu bagai mana nyinyirnya... dari cara kamu manggi papah mamah saja sudah ngambang buat mereka dan jd cibiran mereka jd menurutku percuma.🤭🫣
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: Aaaaa 🤣🤣
total 5 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aneh Amelia kayaknya lebih suka ortunya di cibir dan di rendahkan orang lain dari pada di hargai, kalau cara berpikirnya trs seperti itu sama saja kamu ga menghormati ortu mu Mel justru menginjak² harga diri mereka sebagai orang tua bukan sebagai orang kaya.. hargai lah ortu mu kasihan mereka harus di permalukan karna permintaan anaknya yg justru ga mencerminkan hormatnya seorang anak....
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
nah mending jujur lagian ngapain di sembunyiin Mel sudah ga ada alasan lagi buat kamu sembunyiin status kamu karna kamu sama papahmu saja sudah baikan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Amel sudah mau nikah tapi masih rahasiain keluarganya padahal awal hubungan itu baik ya jujur lebih baik karna keterbukaan itu penting.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
harusnya Amel menghargai ortunya juga, karna mereka yg seharusnya yg di utama kan Amel jangan egois trs, boleh saja ngadain pesta di kampung tapi selanjutnya ngadain pesta lagi di kota untuk mewujudkan keinginan ortu karna kamu satu²nya anak mereka jd jangan kesannya hanya keinginan kamu trs yg harus di utamakan sedari awal.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
penjaga keamanan kamu maksudnya Amel mereka orang kiriman papahmu.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
tenang Raka kalau kamu masih khawatir saat dia pulang kamu bisa nyusul minta alamat sama bu Sukma.🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!