NovelToon NovelToon
Bucinya Seorang Duda Dingin

Bucinya Seorang Duda Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Azarrna

Aru dan Kenan adalah cerita tentang luka yang tak sengaja saling bersentuhan.
Aru, perempuan lembut dengan keteguhan hati yang sunyi, dipertemukan dengan Kenan—seorang ayah tunggal yang keras, protektif, dan menyimpan ketakutan terdalam akan kehilangan.

Sebuah pertemuan yang seharusnya biasa justru berujung luka, membuka tabir emosi yang selama ini terkunci rapat. Di tengah kesalahpahaman, tangisan seorang anak, dan perasaan bersalah, tumbuh kehangatan yang tak direncanakan.

Ketulusan Aru yang menenangkan dan naluri keibuannya perlahan meruntuhkan dinding pertahanan Kenan. Sementara Kenan, tanpa sadar, kembali belajar mempercayai cinta—meski hatinya terus mengingatkan untuk menjauh.

Ini bukan kisah cinta yang terburu-buru, melainkan perjalanan perlahan tentang luka, tanggung jawab, dan keberanian untuk membuka hati sekali lagi.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azarrna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Setelah perdebatan kemarin, sikap Alvian berubah drastis. Pria itu menjadi lebih dingin dan pendiam. Ia memilih mengurung diri di dalam kamar, bahkan saat makan siang dan makan malam pun Alvian tak kunjung keluar.

Perubahan sikap Alvian tentu membuat Aru merasa curiga. Namun, kecurigaannya lebih dulu dibantah oleh Bisma. Dengan tenang, Bisma memberi alasan bahwa Alvian sedang ada urusan mendadak di kantor. Alasan itu terdengar masuk akal bagi Aru, sebab beberapa kali Alvian memang pernah melewatkan waktu makan dengan alasan serupa.

Pagi ini, suasana sarapan di keluarga Sanjaya terasa berbeda.

Biasanya, setiap pagi Aru akan mendengar kegaduhan si kembar yang saling berebut gorengan tahu dan tempe. Suara kursi yang diseret, tawa kecil, dan ocehan ringan selalu menjadi pengiring sarapan mereka.

Namun kali ini tidak.

Meja makan terlihat sunyi. Setiap orang tampak tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Dan satu kursi kosong di ujung meja—kursi milik

Alvian—kembali menarik perhatian Aru.

“Kok rasanya aneh, ya?Apa aku melewatkan sesuatu kemarin?Dan Mas Alvian… kenapa lagi-lagi nggak ada?”batin Aru.

Perasaan tak nyaman itu membuat dada Aru menghangat oleh curiga. Ia yakin ada sesuatu yang disembunyikan keluarganya darinya.

Namun sebelum Aru sempat membuka suara, tiba-tiba ponselnya berdering, memecah keheningan di meja makan.

Drt… drt… drt…

Semua kepala refleks menoleh.

Aru menatap Ayah Dika terlebih dahulu, meminta izin secara tak langsung. Pria paruh baya itu mengangguk kecil sambil tersenyum tipis.

Aru pun segera mengangkat teleponnya.

“……….”

“Ya, ada apa, Zid?” ucap Aru.

“……….”

“Oke. mbak ke sana sekarang. Kamu urus dulu keperluannya, ya. Lima belas menit lagi mbak sampai.”

“……….”

“Oke.”

Telepon pun ditutup.

“Ada masalah di kantor, Dek?” tanya Ayah Dika setelah menyelesaikan sarapannya.

“Enggak, Yah,” jawab Aru santai. “Tadi Zidan cuma ngasih tahu kalau hari ini ada rapat sama perusahaan Baskara Group.”

Ucapan itu membuat suasana meja makan sedikit menegang. Ingatan mereka kembali pada perdebatan kemarin. Namun seperti yang sudah disepakati, tak seorang pun berniat membahasnya di depan Aru.

“Oh, gitu…” gumam Ayah Dika singkat.

Aru kembali menyendok nasi, lalu tiba-tiba menoleh ke samping.

“Oh ya, Kak…” Aru menatap Alvaro. “Kak Alvian ke mana? Kok nggak ikut sarapan?”

Alvaro sudah menduga pertanyaan itu akan datang. Dengan wajah setenang mungkin, ia menjawab cepat, “Kak Alvian udah berangkat ke kantor, Ru.”

Selesai berkata begitu, Alvaro langsung menunduk, fokus pada nasi gorengnya. Ia tak berani menatap Aru terlalu lama—takut kebohongannya terbaca jelas.

Padahal sebelum Aru turun ke meja makan, Ayah Dika sudah lebih dulu mem-briefing Bisma, Alvaro, dan Mama Yasmin agar tidak ada yang keceplosan soal perdebatan kemarin.

“Sepagi ini?” Aru mengernyit. “Bukanya kak Alvian selalu perginya kesiangan terus, ya? Dan perasaan kak Alvian selalu sama abang berangkat nya. "

Pertanyaan bertubi-tubi itu membuat Alvaro panik. Tangannya yang memegang sendok sempat terhenti di udara.

Melihat gelagat itu, Bisma segera angkat suara.

“Bang Alvaro ikut abang ke rumah sakit, Dek. Hari ini ada operasi gabungan,kami butuh bantuan Varo” ujar Bisma cepat. “Oh iya, kamu kan hari ini rapat sama perusahaannya Kenan, ya?”

“Oh iya!” Aru menepuk jidatnya. “Aru sampai lupa.”

Tanpa menaruh curiga lebih jauh, Aru segera menyelesaikan sarapannya. Napas lega pun terdengar pelan dari anggota keluarga lainnya.

Beberapa menit kemudian, Aru berdiri.

“Aru berangkat dulu ya. Assalamu’alaikum.”

Ia menyalami tangan Ayah Dika, Mama Yasmine, Bisma, dan Alvaro satu per satu.

“Wa’alaikumsalam,” jawab mereka hampir bersamaan.

Aru pun bergegas keluar rumah menuju garasi, suaranya menghilang bersama langkah cepatnya.

Begitu Aru pergi, suasana meja makan berubah drastis.

Tatapan Ayah Dika langsung mengarah ke Alvaro.

“Kak Alvian masih di kamarnya?” tanyanya.

“Iya, Yah,” jawab Alvaro jujur. “Tadi malam kakak sempat ketuk pintunya, tapi dia nggak mau buka. Bahkan abang diusir.”

Mama Yasmin ikut angkat bicara, “Mama juga tadi malam sempat nganter makanan, tapi dia tetap nggak mau buka pintu.”

Ayah Dika menghela napas berat.

“Anak itu keras kepala sekali,” ucapnya lirih namun tegas.

“Tenang, Yah,” sahut Bisma. “Biar nanti Bisma yang coba bicara sama Alvian.”

Ayah Dika menatap Bisma sebentar, lalu mengangguk pelan.

“Ya sudah… terserah kamu.”ucap Ayah Dika yang pasrah. Ia sudah tidak tau harus bicara apalagi mengingat Alvian yang sangat keras kepala.

...****************...

Di Baskara Group,

Aktivitas di Baskara Group kembali normal setelah libur kemarin.

Di ruang CEO, Kenan tampak sibuk menelaah berkas sambil mencocokkannya dengan grafik di laptopnya. Sementara di sofa, Joe duduk santai dengan laptop di pangkuannya—bukan bekerja, melainkan menonton anime favoritnya.

“Hari ini kita ada meeting sama Wijaya Company,” ujar Joe tanpa mengalihkan pandangan. “Satu jam lagi kita berangkat. Semua udah gue siapin.”

“Hm,” Kenan hanya berdeham.

“Lo tau kita meeting sama siapa hari ini?” tanya Joe lagi, masih santai.

“Nggak,” jawab Kenan singkat.

Joe langsung kesal. “Ck. Gue nanya baik-baik, Kenan.”

Kenan berhenti bekerja dan menatap Joe tajam.

“Dan gue juga jawab baik-baik. Lagian pertanyaan lo nggak berbobot. Jelas kita meeting sama Pak Bara. Otak lo pindah ke dengkul, ya?”

Joe menghentikan animenya dan menatap Kenan kesal.

“Sembarangan! Otak gue masih di kepala gue yang ganteng ini.”

Ia berdiri, tersenyum jahil.

“Tapi jawaban lo salah. Hari ini kita meeting sama gebetan gue.”

Kenan menyipitkan mata. “Gebetan?”

“Iya.”Jawab Joe santai

“Siapa?”tanya balik Kenan penasaran.

Joe pura-pura berpikir. “Hmm… siapa yaaa…”

Beberapa detik kemudian Kenan langsung teringat satu nama.

“Jangan bilang itu Aru?”

Joe menjentikkan jarinya, “Bingo. Seratus buat lo.”

Wajah Kenan langsung memerah. Ia langsung meraih bantal sofa dan memukul Joe.

Bughh... bughh... bughh...

“Lo gila! Gue udah bilang, Aru itu MILIK GUE!”ucap Kenan, marah.

“AMPUN!” teriak Joe berusaha menangkis dan melindungi dirinya dari pukulan bertubi-tubi Kenan.

“Sekali lagi lo bilang Aru gebetan lo—”

“OKE OKE!” Joe buru-buru menghindar. Ia perlahan mundur kebelakang sambil tersenyum licik.

Namun sebelum keluar, Joe kembali berteriak,

“TAPI GUE BILANG ARU ITU CALON ISTRI GUE!”

Bantal pun kembali melayang tepat saat pintu tertutup.

Brakkk

Bughh

“Joe sial…” umpat Kenan. “Gue nggak bakal biarin siapa pun deketin Aru.”

"Arghhh." Teriak Kenan yang marah. Baru begitu saja ia sudah frustasi, apalagi kalau beneran Aru sampai bersama orang lain. Bisa hancur dunia dibuat nya.

Di luar ruangan, Joe tertawa puas mendengar teriakan.

“Panas banget tuh duda. Tapi worth it lihat muka merah Kenan.”

Joe segera melangkah menuju ruangan sambil bersiul santai.

Bersambung.................

1
Faidah Tondongseke
Aamiin..🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!