NovelToon NovelToon
Luka Dalam Hidupku

Luka Dalam Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Lari Saat Hamil / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

alia, gadis malang. kehidupannya yang menyakitkan setelah ibu tiri menjualnya, hamil tanpa suami di sisinya, kehilangan satu-satunya keluarga yang dimilikinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

empat belas

"Lukaaa..." panggil alia yang kerepotan membawa barang belanjaannya, putranya sudah berlarian menuju ke gerai ayam goreng kesukaannya.

Kedua tangan alia penuh oleh barang belanjaan, sementara luka, putranya sudah tidak kelihatan lagi.

Luka yang kegirangan berlarian memeluk robot barunya. Ia tidak menyadari bahwa dirinya sudah jauh dari bundanya,

"Braaaakkkkkk"

luka menabrak seseorang, matanya sudah berkaca-kaca, kepala robotnya lepas akibat tabrakan keras barusan.

"Heeeiiii, bocah, kalau jalan pakai mata" teriak pria yang baru ditabrak luka.

 Bocah yang matanya sudah berkaca-kaca itu, memegang robotnya dan menatap marah pria dewasa yang baru membentaknya, mata abu-abunya melotot lucu.

 Pria yang barusan ditabrak luka, tertawa lucu, ia duduk mencangkung menatap bocah 5 tahun itu.

"Mana ibumu?bisa-bisanya bocah seumuran kamu berkeliaran sendirian di mall sebesar ini" tanyanya seperti kepada dirinya sendiri, kepalanya celingukan seperti mencari sesuatu atau seseorang.

 Tangannya yang berada di bahu luka dengan cepat bocah laki-laki itu tepis,

"Oom ganti robot luka.., kalau gak, nanti bunda bisa marah" protes luka dengan tampang ganteng yang di serem-seremin.

Langit, pria yang ditabrak luka barusan, terpesona menatap wajah bocah 5 tahun itu, ada getar di hati langit melihat bocah tampan yang masih mendelik marah ke arahnya, entah mengapa langit merasa nyaman dan tenang melihat bocah laki-laki ini.

"Iya..nanti oom ganti, nama kamu siapa bocah tampan?" Tanya langit menenangkan luka yang blingsatan, rambutnya yang ikal, bola matanya yang berwarna abu-abu, hidung mancung, sungguh bocah yang ada dihadapannya ini terlihat begitu familiar.

"Lukaaaa..." sebuah teriakan membuat bocah laki-laki itu mendongak dan menoleh.

"Bunda..."sahut bocah itu kencang dengan wajah bersalah.

Alia menatap tajam ke arah pria yang duduk mencangkung di depan putranya, pria itu membelakangi alia.

"Maaf anda siapa?" Tanya alia curiga, pria yang duduk mencangkung itu berdiri perlahan, dan menolehkan wajahnya ke arah alia, senyum khas separuhnya tak pernah lepas dari wajah tampannya yang menyebalkan.

"Alia..." sapa pria itu dengan suara baritonnya, tatapan mata tajamnya membuat alia susah bernafas, rasa terkejut membuat alia terperangah.

Rasa terkejut itu mulai tergantikan oleh rasa ketakutan, dengan cepat tangannya meraih pergelangan luka yang masih berdiri di hadapan langit, ia menyembunyikan putranya berdiri di belakangnya, posisi alia terlihat ingin menutupi luka dari tatapan langit yang mengerutkan keningnya.

"Apa yang kamu lakukan dengan putraku?" Tanya alia tanpa basa- basi, terdengar sangat tegas, namun suaranya terasa bergetar.

"Putramu?" Tanya langit memicingkan matanya tak percaya, pria itu memiringkan kepalanya mencuri lihat luka yang bersembunyi di belakang alia.

"Kamu sudah menikah?".

Alia menelan salivanya, ada rasa takut menderanya, ia semakin dalam menarik luka. Alia tidak menjawab, hanya tatapan frontal penuh permusuhan ia tunjukkan pada langit.

"Itu bukan urusanmu" jawab alia kasar seraya menarik tangan luka untuk berjalan.

"Berapa kali bunda bilang, jangan suka ngobrol dengan orang asing" tegur alia setengah memarahi luka yang berjalan tergopoh-gopoh mengikuti langkah kakinya yang panjang.

"Tapi oom itu, buat robot luka rusak, bundaa" adunya dengan wajah kesal separuh menangis.

"Kepala robot luka patah...huhu...huhu" tangis luka akhirnya pecah, alia berhenti ia mencangkung di depan putranya itu.

"Besok kita beli lagi nak, besok bunda pesan online saja yah" bujuk alia dengan suara lembutnya.

"Bunda janji.." ucap alia mengulurkan janji kelingkingnya, luka tersenyum lebar, bocah laki-laki itu menghambur kedalam pelukan alia.

"I love you bunda",

Alia tersenyum menjawab

"I love you too honey".

Sementara langit menatap kepergian alia dan bocah tampan tadi, hatinya seakan tidak terima menerima fakta alia sudah menikah dan memiliki seorang putra.

Langit penasaran, memang waktu 6 tahun bukanlah waktu yang singkat. Bisa saja alia sudah memiliki suami dan anak di dalam rentang waktu itu, siapa yang tahu.

Langit mendesah kesal, baru saja ia menemukan alasan untuk betah tinggal di bandung, tapi alasan itupun tak mengijinkan pria itu untuk bertahan.

 Langit paling tidak suka berurusan dengan wanita yang sudah bersuami, wanita yang bersuami lebih susah mengatasinya, terkadang suami si wanita suka ikut campur.

Langit sudah membayangkan hari-harinya selama di bandung akan lebih berwarna dengan keberadaan alia, rasa yang pernah ia cicip dari alia adalah rasa yang paling lama bertahan dalam benaknya.

Langit sudah mencicipi berbagai bentuk wanita, dari anak gadis sampai wanita yang jarang dibelai suaminya. Hanya rasa alia yang masih betah bertahan dalam hatinya, dan tentu saja rasa itu yang paling langit suka.

"hehhhhh," langit menghembuskan nafasnya kasar.

"Aku harus tahu siapa suami alia, pria mana yang berani mengambil milikku" desisnya emosi dengan rahang yang mengeras. Wajah langit masih mengeras, mata abu-abu yang ia miliki sungguh mempesona walau sedang dalam keadaan marah.

Ia berdiri masih menatap ke arah alia dan putranya menghilang tadi, kedua tangannya berada di saku celana, tubuhnya yang tinggi menjulang, dengan wajah tampan yang masih kelihatan penasaran itu, membuat ia menjadi pusat perhatian wanita-wanita yang berlalu lalang.

Beberapa wanita itu terlihat mencari perhatian pada langit, dan pria itu sama sekali tidak menggubrisnya. Langit beranjak pergi menuju lobby mall, dering ponsel menyadarkan langit yang masih melamunkan alia dan putranya, matanya melirik notif di ponselnya dengan malas.

Balasan pesan dari wanita yang janjian bertemu dengannya di mall ini tak lagi menarik perhatian langit, ia tidak habis pikir, mengapa alia menjadi semakin cantik dan seksi.

Tubuhnya yang sekal namun tidak gempal, kulitnya yang putih bersih, ohh langit teringat ketika malam ia memberikan banyak tanda merah di tubuh indah itu.

Tubuhnya sekarang lebih berisi, dengan lekukan indahnya, langit bisa membayangkan betapa indahnya jika tubuh itu berada dalam pelukannya dalam keadaan polos.

"Arghhhhhhh" langit mendesah kesal, hasratnya terhadap alia tiba-tiba menggebu-gebu, tanpa ia sadari ada yang menegang di bawah sana, sesuatu yang menuntut harus dituntaskan.

Dengan kesal langit mengirim pesan kepada perempuan yang ia ajak janjian tadi. Langit mengirimkan sebuah alamat hotel,  bagaimanapun ia harus menuntaskan hasratnya yang sedang bergejolak panas itu, walau ia tidak bisa melakukannya dengan wanita yang ia inginkan.

Dengan menambah laju mobilnya, langit mengendarai mobil dengan ugal-ugalan, rasa kesal di hatinya masih bercokol. Langit bersumpah ia akan memberi pelajaran kepada laki-laki yang berani menikahi alia, laki-laki yang berani menyentuh miliknya adalah laki-laki yang tidak akan ia maafkan.

Langit tiba di kamar yang ia pesan, dan wanita yang ia ajak ketemuan itu, sudah duduk malu-malu kucing di tepi ranjang, dengan pakaian yang menggoda iman pria.

Dengan kasar langit menerkam wanita yang menjerit kecil kegirangan itu, langit merobek pakaiannya kasar, tidak ada kelembutan, tidak ada kasih sayang, hanya ingin menuntaskan hasrat yang menggebu-gebu.

Ia membuka pakaiannya sendiri dengan kasar, langit memperlakukan wanita itu dengan semaunya, ia menjelajahi tubuh wanita yang menggelinjang itu dengan ciuman panas.

 Terdengar desahan saling mengejar, dan erangan tanpa ditahan di kamar ber-ac itu. Mereka sudah bermandikan keringat, saat ciuman langit naik ke wajah wanita itu, tiba-tiba wajah alia melintas di kepalanya, gerakan erotis langit di atas tubuh wanita yang sudah mengerang tak karuan itu, mendadak berhenti.

 Hasratnya hilang tiba-tiba, langit menjatuhkan tubuh polosnya di sisi wanita yang telah mencapai puncaknya, ia bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke arah kamar mandi dengan kesal ia menendang kasar kursi yang ada di depan meja hias.

"Sialan..kau alia" makinya kesal, membanting pintu dengan amarah yang membuncah.

Bersambung..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!