NovelToon NovelToon
Benih Titipan Sang Milyarder

Benih Titipan Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Slice of Life / Single Mom / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Komedi
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Apa jadinya jika air ketuban pecah di malam kencan pertamamu?

Panik dan syok, itulah yang dirasakan Maggie saat menjalani kencan pertamanya dengan Kael, seorang miliarder tampan dan karismatik.

Kencan romantis itu mendadak berubah kacau ketika air ketubannya pecah di tengah acara makan malam.

Alih-alih ikut panik, Kael justru sigap mengangkat Maggie dan membawanya ke limusin mewahnya untuk segera menuju rumah sakit.

Namun, apa yang terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Labirin Cinta

“Bunga-bunga itu mengarah ke taman,” kata Kael sambil menunjuk lukisan-lukisan.

“Oh, aku lihat,” kata Maggie. “Itu labirin semak dan mawar yang cukup rumit.”

“Itu yang kuharapkan.”

Matahari mulai tenggelam saat mereka akhirnya menemukan jalan keluar.

Udara hangat, dan aroma mawar terasa kuat. Di hadapan mereka terbentang deretan semak tinggi yang dipangkas rapi, menciptakan kesan dinding. Jalurnya terbuat dari batu pipih putih yang diisi kuarsa berkilau. Di kejauhan, perbukitan memenuhi pandangan.

“Cahayanya,” kata Maggie. “Aku enggak pernah membayangkan sinar matahari bisa punya warna yang begitu berbeda di tempat lain di dunia ini.”

“Di sini lebih keemasan. Aku juga bisa merasakannya.” Kael tidak ingin membicarakan cahaya. Ia ingin menciumnya. Tapi masih ada beberapa orang yang berjalan-jalan di jalur taman.

Maggie berhenti di depan deretan pot tanah liat berornamen, masing-masing berisi semak mawar dengan warna berbeda. Merah muda. Merah. Putih. Kuning. Ia memetik satu bunga dan menghirup aromanya. “Harum sekali.” Ia tersenyum padanya.

Kael meraih tangannya. Maggie menggenggam jari-jarinya, dan mereka melanjutkan langkah.

“Rasanya aneh enggak ada Biann di pelukanku,” katanya.

Mereka masuk ke labirin. Berbeda dengan lorong-lorong di dalam Keraton, di sini tidak ada sistem lukisan tematik. Hanya dinding panjang dari semak tinggi yang menutup pandangan, sesekali terputus oleh bangku atau pot mawar.

“Kita bisa tersesat di sini selamanya,” kata Maggie sambil menengadah. “Seharusnya kita bawa remahan roti.”

Maggie berhenti, menoleh ke belakang. “Terus gimana kita jalan pulangnya?”

“Enggak ada persimpangan,” kata Kael. “Jadi kamu tinggal kembali lewat jalan yang sama.”

“Oh, begitu.” Maggie melangkah lagi. “Bukan seperti labirin yang bisa bikin orang terjebak.”

“Benar. Kalau keluar dari jalur utama, kamu tetap di bagiannya sampai kembali lagi. Bahkan bisa putar balik.”

“Hm. Mungkin aku mulai suka tersesat di sini sama kamu.”

Mereka berbelok di sudut lain. Tidak ada siapa pun di jalur mereka. Kael menarik Maggie ke dalam pelukannya. “Mungkin itu memang rencanaku dari awal.”

Akhirnya, mereka sendirian. Kael menyelipkan tangannya ke bawah rambut Maggie dan menariknya mendekat.

Maggie terasa seperti krim manis dan kopi dari dinner tadi. Kael menggigit bibirnya, dan punggung Maggie melengkung menekan tubuhnya. Panas dari jeda malam sebelumnya kembali terasa.

Tangan Kael meluncur menyusuri tubuh Maggie, merasakan setiap likunya. Panjang tulang punggungnya, bokong yang bulat dan manis itu, serta lekuk pinggulnya. Tangannya menggenggam satu payudara yang bulat dan lembut.

Maggie memutus ciumannya. “Hati-hati, Kael. Udah berjam-jam sejak aku menyusui. Kamu bisa aja bikin dia bocor! ”

Kael bisa merasakan perbedaannya dibandingkan malam sebelumnya. Begitu tegang dan penuh hasrat. Ia mengusap lembut payudara itu dengan jari.

Kael merebut kembali bibir Maggie, menggeser tangannya ke kaki Maggie, mengangkatnya dari belakang lutut agar tubuh mereka menyatu sepenuhnya. Ia menggesekkan tubuhnya, dan Maggie mencengkeramnya kuat-kuat untuk menambah tekanan.

Bibir mereka terbuka, kepala Maggie terkulai ke belakang. “Kita harus cepat, sebelum ada yang mengganggu.”

“Di sini?”

Maggie menjauh, menurunkan kakinya, lalu meraih tangan Kael.

Hampir gelap sepenuhnya. Bulan mulai mengambil alih dengan cahaya pucatnya.

Maggie menarik Kael lebih jauh menyusuri jalur. Mereka tiba di sebuah bangku datar, dengan pot-pot mawar besar di tiap ujungnya. Mereka berputar ke bagian belakang, dan Maggie mendorong Kael untuk duduk di bangku, dekat dinding semak.

Lalu Maggie membungkuk, mengangkat roknya. Beberapa saat kemudian, celana dalam biru mudanya meluncur melewati betis dan Maggie melangkah keluar darinya.

“Aku enggak punya saku,” kata Maggie sambil mengacungkan celana dalam itu.

Kael mengambilnya dan memasukkannya ke salah satu sakunya. “Kamu yakin?”

“Yakin banget. Kita bisa melakukannya lama dan santai lain kali.”

Maggie menunduk meraih celana Kael. “Maksudku, seharusnya aku tanya dulu kalau kamu setuju?”

Kael membungkamnya dengan ciuman. Tangannya meluncur di paha Maggie hingga ke kulit telanjangnya yang halus dan lembut, lalu menariknya mendekat.

Maggie tertawa kecil sambil berjuang dengan kancing celana jas Kael. Dengan tarikan ritsleting, celana Kael bebas, dan Maggie menyingkirkan kainnya.

Tangan Kael terus menjelajahi setiap bagian lembut tubuh Maggie, jari-jarinya meluncur di antara pahanya lalu naik ke lipatan rahimnya. Maggie menarik napas dalam, mencengkeram bahu Kael.

“Iya,” bisiknya di dekat telinga Kael.

Dada Maggie tepat di depan wajah Kael dan Kael membenamkan diri pada gaun sutra itu. Maggie begitu cekatan dan siap. Ibu jari Kael menemukan tonjolan kecil di ujung rahimnya yang membengkak.

Kael mulai menggerakkannya, dan Maggie mencengkeramnya, erangan pun lepas. “Udah lama sekali,” katanya.

Kael mempelajari dirinya, hal-hal yang membuat kaki Maggie bergetar dan jeritannya pecah. Saat Kael merasakan Maggie nyaris tak tertahan, ia menarik kaki Maggie naik ke atas bangku.

Maggie menaikinya, dan ketika ia menurunkan tubuhnya, panas tubuhnya menyelimuti Kael. Ia menarik kaki Maggie yang lain, sambil tetap mengerjakan kacang rahim itu sembari menghunuskan tombak kejantanannya ke dalam rahim yang berlumuran cairan cinta.

Lengan Maggie melingkar di leher Kael. Dengan tangan yang bebas, Kael pun mengangkat tubuh Maggie, lalu menurunkannya kembali.

Tak perlu banyak, hanya beberapa sentuhan, sebelum tubuh Maggie mulai bergetar dari pinggul hingga lengannya.

“Kael!” teriaknya, menjatuhkan wajah ke bahu Kael dan menggigitnya menembus jas.

Kael menghantamkan tubuhnya lebih keras, masuk lebih dalam. Saat Maggie bergetar, Kael melepaskan kendali dan menumpahkan benih Brawangsa di dalam rahim Maggie. Seluruh ketegangannya pun luruh.

Butuh waktu lama untuk sampai ke titik ini.

Perjalanan menjemput Maggie, ketidakpastian apakah ia akan datang. Pesawat, insiden popok, hari panjang berbelanja. Malam ketika kemesraan mereka terhenti.

Semuanya menghilang dan tubuh Kael terasa lebih rileks daripada yang ia rasakan selama berhari-hari. Berbulan-bulan. Mungkin sejak ia bisa mengingat. Betapa kuat ia menahan diri.

Seluruh hidupnya terasa runtuh dengan Maggie di pangkuannya, tubuh Maggie menyelimuti sebagian tubuh Kael. Maggie adalah separuh dirinya. Kael memeluknya.

Malam mulai dingin di sekitar mereka, dan Maggie menyandarkan wajah di bahu Kael, pipinya bersarang di lehernya.

Kael mendekapnya erat, memastikan rok gaun yang mengembang tengah menutupi mereka, dua kekasih berpelukan di taman.

Namun tak seorang pun datang. Rintik hujan pun turun dalam keheningan. Dan tak ada apa pun yang bisa menjangkau mereka di sini.

...𓂃✍︎...

...Kau berhasil mendapatkan, aku gagal melupakan....

...────୨ৎ────...

1
Adellia❤
tau gak sih nyengirr teruss q selama baca ini sumpah ini momen paling sempurna buat momy yg baru lahiran berada di kota yg sejuk makan di pinggir jalan bayi yg tidur aroma kopi yg wangii dan... cowok ganteng di sebelah enggak perlu mati dulu buat ke surga ya maggie... 😍😍😍
Adellia❤
jangan lupa main ke candi borobudur ya kael enggak harus naik ke candi karna pasti repot bawa bian kasian juga panas stay ajah di kampoeng seni borobudur ada kuliner pertunjukan seni dan mini konser dari artis" daerah termasuk dari jatim juga loh😍😍
Adellia❤
kael... ya ampuun kasian bangett km iih gemezzz sini q bantu😂😂
Adellia❤
kebayang paniknya kael 😂😂
Adellia❤
kayak mimpi ya maggie bahkan untuk bayanginya ajah maless pergi" dgn bayi baru lahirr rasanya enggak mungkin😂😂
Adellia❤
ya ampuun tuh pesawat dah kayak apartemen komplitt km gak akan kesusahan maggie😍
Adellia❤
ya ampuun ampe nangiss q 😭😭 seorang cowok single tampan kaya raya punya jett pribadi datengin emak" baru lahiran punya bayi kecil kira" segede apa cintanya kael ke maggie😭😭
Adellia❤
hidup sesuka hati manusia lenyap dalam sekejap😂😂
Adellia❤
seriuss 200 galon?? banjir bandang donk.. 😂😂 ah jadi ingett mas" yg nyumbang ratusan milyar di sumatra kemaren dan dy bener" memastikan sumbanganya utuh sampai ke masyarakat tanpa di potong ini itu😍😍
Adellia❤: iya loh sumpah salut banget dy tuh bener" manej sendiri sumbangan dari donatur bener" utuh jadi bener" sampe ke masyarakat yg membutuhkan😍😍
total 2 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
sipuuttt
lagii saii😍
Cindy
lanjut
Dwi ratna
kirain kael bpknya bian, berarti judulnya benih titipan musisi nmanya bukan milyader
Cindy
lanjut
Dwi ratna
s bian anknya kael bukan si? 😤
Cindy
lanjut
Putri Salju
lanjuutt💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!