Demi menghindari kejaran para gadis Reby Putra Maheswara membawa seorang gadis desa yang bernama Rania untuk ia jadikan tameng agar tidak ada yang berani lagi mendekatinya, namun yang terjadi malah hatinya terikat pada gadis yang selalu mengklaim dirinya sebagai calon suami itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga Alika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Malam ini Reby dan juga Rania akan pergi ke pesta itu Radit juga ikut, begitu pun Sabira dan Regan juga Revan dan Yura serta anak-anak pokemon lain beserta pasangan dan keturunannya.
Dan sebelum pergi ke pesta itu, Rania di dandani oleh Bella agar terlihat cantik sempurna. Karena Rania memang belum pernah pergi ke sebuah pesta jadi Reby ingin mempersiapkannya dengan sempurna.
Keberadaan Rania di sana juga untuk menghalau para pengganggu Reby, jadi ia pun harus berpenampilan maksimal.
Reby sudah siap dengan setelan jas nya yang mewah, hingga ia terlihat sangat tampan dan juga gagah. Rania pun sedang di rias oleh Bella, agar terlihat cantik. Reby menyerahkan semuanya kepada Bella untuk penampilan Rania, karena Reby yakin jika Bella akan membuat penampilan Rania sangat sempurna malam ini.
"Bocil, coba meremin mata kamu. Miss Bella mau pasangin bulu mata kamu ini biar cetar membahana, " ucap Bella.
"Itu bukan bulu mata anti badai kan Rania, nggak mau pakai bulu mata yang panjang nanti susah ngedipnya, "
"Ini bukan bulu mata anti badai tapi anti pelakor dan tolak misquin, bocil," jawab Bella dengan gaya bicara kemayu nya.
"Emang bisa ini anti pelakor dan tolak misquin,? Tanya Rania menirukan ucapan bela yang kemayu.
"Iya lah, Soalnya kalau kamu pakai bulu mata ini sudah dipastikan Kalau Mas Ebi yang ganteng gak bakalan berpaling sama cewek lain, dan yang pasti bakalan tolak misquiiin karena kamu bakal nikah sama orang kaya ngerti nggak sih cebol," ucapnya
"Oh..." jawab Rania.
"Makanya kalau mau ngomong sama Bella itu otaknya dipindahin dulu ke kepala. Jangan disimpan di dengkul biar nyambung. "
"Males bolak-baliknya, " jawab Rania hingga Bella pun berdecak sebal karena ternyata calon menantunya ratu ubur ini masih satu spesies dengannya.
"Mas Ebiiiiii.....Nih bocil boleh gak sihh Bella tuker tambah sama boneka chucky. Ya amsyong ngomongnya nyebelin banget, " ucap Bella sambil terus merias Rania. Reby hanya geleng-geleng kepala melihatnya.
Ia seperti merasa Dejavu karena dulu ia sering melihat Regan yang menemani Bira yang sedang dirias oleh Bella, mungkin saat itu inilah yang dirasakan oleh Regan karena perdebatan Bella dan Bira sama seperti perdebatan antara Rania dan juga Bella.
"Apa nasibku akan seperti Papa, ya ampun" gumam Reby.
***
Setelah beberapa saat pun Rania akhirnya selesai dirias oleh Bella, dan hasilnya ternyata memang seperti yang Reby inginkan. Rania terlihat sangat cantik dengan pakaian yang ia gunakan dan juga riasan di wajahnya. Namun itu tidak membuat Rania terlihat seperti wanita dewasa kesan imut masih menempel pada dirinya hingga membuat Reby semakin gemas saat melihatnya.
Hanya satu yang membuat Reby tidak suka yaitu tatanan rambut Rania yang disanggul ke atas hingga memperlihatkan leher jenjangnya yang membuat Reby harus menelan salivanya saat melihat itu.
Tapi jika diubah kembali maka Reby sudah tidak ada waktu lagi, karena waktu sudah menunjukkan jika pesta sebentar lagi akan dimulai. Hingga terpaksa riasan rambut Rania harus seperti itu saja. Reby hanya tidak ingin Rania terlihat sangat cantik di mata orang lain, dan cukup hanya terlihat cantik di matanya saja. Namun dengan terpaksa kecantikan Rania harus dilihat oleh orang lain malam ini.
' sepertinya malam ini aku yang harus menjaganya bukan dia yang menjagaku' batin Reby
Sejak mencium Rania tadi siang perasaan Reby terhadap Rania menjadi berubah, namun Reby masih merasa gamang jika itu adalah perasaan cinta terhadap asistennya. Tetapi perasaan untuk memiliki dan melindungi tumbuh di dalam hatinya dan juga tidak ingin jika ada mata lain yang mengagumi gadis kecil ini.
'Astaga apa yang terjadi padaku,' gumam Reby dalam hati.
Kini mereka berdua sudah sampai di pesta itu, para anak-anak pokémon dan juga pasangannya beserta anak dan keturunannya melihat lebih datang dengan seorang gadis tetapi Radit masih berada di belakang Reby, jadi mereka mengira jika gadis yang datang bersama Reby adalah memang asisten yang Reby ceritakan, jadi mereka tidak menaruh curiga saat Reby datang bersama dengan Rania.
Reby pun menghampiri keluarganya dan juga teman sepermainannya, mereka tidak banyak bertanya karena sangat tahu dengan sifat Reby yang tidak suka di singgung tentang kekasih, Rania pun hanya menundukan kepalanya sambil tersenyum saat melihat ke arah mereka. Rania sangat kagum melihat wanita-wanita yang cantik dan juga para pria tampan keturunan anak-anak pokémon.
Reby pun kemudian mengajak Rania pergi untuk menyapa para relasi yang lainnya, saat berjalan Rania menarik jas yang di pakai oleh Reby.
"Tuan di sini banyak sekali pria tampan ya, Rania jadi deg-degan, " ucap Rania sambil tersenyum.
"Memangnya kenapa?" Tanya Reby dengan nada tidak suka.
" Gak Kenapa-kenapa, tapi Rania suka aja bagus buat penyegaran mata, " jawabnya lagi tanpa beban. Kenapa Reby merasa marah saat Rania mengatakan disana banyak pria tampan. Untuk pertama kalinya Reby merasa punya banyak saingan.
"Jika kau ingin menyegarkan matamu, kenapa tidak cuci saja matamu" kesal Reby.
"Jangan atuh, nanti bulu mata anti pelakor dan tolak misquinya jadi copot," jawab Rania merajuk pada Reby. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka terutama Rania yang menjadi pusat perhatiannya saat ini.
"Terserah kau saja, asal kau tahu pulang dari sini kau akan aku hukum, " bisik Reby hingga Rania merasa meremang karena hembusan napas Reby mengenai tengkuknya.
"Emangnya Rania salah apa, kenapa Rania dihukum ?" Tanyanya.
"Kesalahanmu sangat banyak, bebek cerewet"
"Aihh, dasar es batu, " rajuk Rania, mereka pun melanjutkan untuk saling menyapa sambil mengambil minum karena mereka merasa sangat haus setelah berdebat.
"Hai Reby, " panggil seorang gadis yang pernah Rania dan Reby temui saat di tempat perbelanjaan waktu itu. Rania pun menggandeng tangan Reby dan merapatkan tubuhnya hingga tanpa sengaja buah kedondong nya menempel pada lengan Reby.
Tidak bisa dibohongi Reby pun merasakan benda kenyal itu, namun ia pura-pura berwajah datar karena tidak mau ada orang yang menyadarinya jika ia tengah merasa gugup bahkan kini jantungnya berdegup dengan sangat kencang.
"Oh ya ampun ternyata kau ikut kesini juga gadis kecil, ? Tanya Monica.
"Iya lah, kemana pun calon imam pergi di sana calon makmum berada, untuk melindungi calon imam godaan neng syaiton, " ucap Rania tanpa filter.
"Kau bilang aku apa barusan, ?"
"Isshh cantik-cantik pendengarannya terganggu, "
"Reby...." Rajuk Rania.
"Jangan di liat A, cukup liat Rania yang cantik aja. Jangan mudah tergoda dengan pandangan semu, " bisik Rania Kini Reby yanga merasa merinding karena Rania terus saja mendekat dan menempel.
'Semoga otak dan hatiku baik-baik saja, godaan ini sungguh sangat menyiksaku,' batin Reby
thanks ya Thor lucu tak membosankan ..