NovelToon NovelToon
Mitsuki Di Dunia MHA (My Hero Academia)

Mitsuki Di Dunia MHA (My Hero Academia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Murid Genius / Naruto / Dunia Lain / Persahabatan
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: I am Bot

Mitsuki mengerjapkan matanya yang berwarna kuning keemasan, menatap gumpalan awan yang bergeser lambat di atas gedung-gedung beton yang menjulang tinggi. Hal pertama yang ia sadari bukanah rasa sakit, melainkan keheningan Chakra. Di tempat ini, udara terasa kosong. Tidak ada getaran energi alam yang familiar, tidak ada jejak Chakra dari Boruto atau Sarada.

A/N : karena ini fanfic yang ku simpen sebelumnya, dan plotnya akan sama dan ada sedikit perubahaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I am Bot, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ambisi dan Insting

...----------------...

Hari berikutnya membawa tantangan yang paling ditunggu-tunggu oleh para murid: Latihan Pertempuran Dasar. Di ruang ganti, atmosfir dipenuhi semangat yang meledak-ledak. Inilah saatnya mereka mengenakan "identitas" mereka dalam bentuk kostum pahlawan.

Mitsuki keluar dari terowongan menuju Area Beta, tempat All Might sudah menunggu dengan kostum Silver Age-nya yang ikonik.

Kostum Mitsuki sangat berbeda dari murid lainnya yang cenderung berwarna cerah atau berbahan high-tech. Ia mengenakan pakaian shinobi modern berwarna biru tua yang pas di tubuh, lengkap dengan pelindung dada ringan dari kevlar hitam, sarung tangan taktis, dan kantong-kantong kecil di pinggangnya untuk menyimpan "alat pendukung". Bagian bawah wajahnya tertutup kain tipis yang bisa ditarik ke atas, dan di punggungnya tersampir pedang pendek (chokuto) tanpa pelindung tangan.

"Pakaian yang sangat praktis, Muda Mitsuki!" seru All Might sambil mengacungkan jempol. "Tapi ingat, pedang itu hanya untuk pertahanan, bukan untuk melukai lawan secara serius!"

Mitsuki menatap All Might dengan tatapan tenangnya yang biasa. "Pedang hanyalah perpanjangan dari tangan. Seberapa tajamnya tergantung pada niat penggunanya."

Di sisi lain, Izuku muncul dengan kostum hijau buatannya yang memiliki "telinga" panjang menyerupai rambut All Might. Mitsuki memperhatikannya sejenak, lalu mendekat. "Kau terlihat... sangat bersemangat, Izuku. Tapi topeng itu akan menghalangi jarak pandang sampingmu (peripheral vision). Sebaiknya kau tidak terlalu sering memakainya."

Izuku tertawa canggung sambil menggaruk kepalanya. "Ah, ini buatan ibuku, Mitsuki-kun. Aku ingin memakainya sebagai bentuk dukungan darinya."

Pembagian Tim

All Might mengumumkan undian tim.

Tim A: Izuku Midoriya & Ochaco Uraraka (Hero)

Tim D: Katsuki Bakugo & Tenya Iida (Villain)

Namun, ada satu tim tambahan yang membuat seluruh kelas berbisik:

Tim K: Mitsuki & Shoto Todoroki.

"Tim K akan melakukan simulasi tambahan melawan tim yang paling unggul nanti," jelas All Might. "Aku ingin melihat bagaimana dua murid dengan kemampuan kontrol tertinggi di kelas ini bekerja sama."

Mitsuki berjalan ke sudut area latihan, berdiri di samping seorang remaja dengan rambut dua warna—merah dan putih. Shoto Todoroki tidak menoleh, matanya menatap dingin ke arah peta gedung.

"Kau punya aroma yang mirip denganku," ucap Mitsuki tiba-tiba, memecah keheningan di antara mereka.

Todoroki melirik sedikit. "Apa maksudmu?"

"Aroma sesuatu yang 'dibuat'," jawab Mitsuki tanpa beban. "Kita berdua tidak berada di sini hanya karena kebetulan, bukan? Ada seseorang di belakang kita yang merencanakan keberadaan kita."

Todoroki terdiam. Pupil matanya sedikit mengecil. Ia menatap Mitsuki dengan intensitas yang lebih dalam. "Aku di sini untuk menolak apa yang direncanakan orang itu. Jangan samakan aku denganmu."

Mitsuki tersenyum tipis, sebuah ekspresi yang hampir terlihat seperti rasa kasihan. "Menolak adalah bentuk keterikatan yang paling kuat, Todoroki-kun. Jika kau benar-benar bebas, kau tidak akan peduli apakah kau menggunakan kekuatannya atau tidak."

Sebelum Todoroki bisa membalas, suara All Might menggema melalui speaker: "TIM A DAN TIM D, SILAKAN MASUK KE POSISI!"

Pertempuran: Insting Pembunuh vs Amarah

Mitsuki dan Todoroki mengamati jalannya pertempuran melalui layar monitor di ruang kontrol bersama murid lainnya. Saat Bakugo meluncurkan serangan kejutan dengan ledakan besar ke arah Izuku, seluruh kelas berteriak kaget.

"Bakugo benar-benar ingin membunuhnya!" seru Kirishima.

Mitsuki menyipitkan mata. Ia melihat bagaimana Izuku bereaksi. Izuku tidak lari ketakutan; ia justru menangkap lengan Bakugo dan membantingnya ke lantai dengan teknik yang pernah diajarkan Mitsuki di pantai.

Bruk!

"Dia membaca gerakannya!" gumam Iida di layar monitor.

Mitsuki memperhatikan dari ruang kontrol. Bagus, Izuku. Kau mulai menggunakan pengamatanmu sebagai senjata.

Namun, pertempuran menjadi semakin liar. Bakugo, yang merasa dipermalukan, mulai kehilangan kendali. Ia mengarahkan sarung tangan granat raksasanya ke arah Izuku.

"Muda Bakugo, hentikan! Kau akan membunuhnya!" teriak All Might melalui radio.

"Jika dia tidak kena, dia tidak akan mati!" raung Bakugo sambil menarik pelatuk granatnya.

BOOM!

Seluruh gedung bergetar. Asap tebal memenuhi layar monitor. Di tengah kekacauan itu, Mitsuki menyadari sesuatu yang tidak diperhatikan pahlawan lain. Izuku tidak hanya bertahan; ia sedang membimbing Bakugo ke posisi tertentu untuk memudahkan Uraraka mencapai "bom" nuklir buatan.

"Dia menggunakan amarah lawannya sebagai pengalih perhatian," gumam Mitsuki.

Todoroki, yang berdiri di samping Mitsuki, tampak terkesan meskipun wajahnya tetap datar. "Temanmu itu... dia cukup nekat."

"Dia bukan nekat," koreksi Mitsuki. "Dia hanya tahu bahwa untuk menang melawan monster, dia harus berani masuk ke dalam mulutnya."

Di akhir pertarungan, Izuku menggunakan serangan One For All ke arah langit-langit gedung, menciptakan lubang besar yang memungkinkan Uraraka menangkap bom tersebut. Tim Hero menang, tapi Izuku pingsan dengan luka parah di lengannya.

Intervensi Sang Bulan

Saat tim medis membawa Izuku, Bakugo berdiri di tengah lorong, gemetar karena kekalahan yang tidak bisa ia terima. Mitsuki berjalan melewatinya menuju area latihan berikutnya.

"Oi," suara Bakugo terdengar serak. "Kau... kau yang mengajarinya cara bergerak seperti itu, kan?"

Mitsuki berhenti, tapi tidak berbalik. "Aku hanya menunjukkan jalan. Dia yang memilih untuk berjalan di atasnya."

"Tunggu saja," geram Bakugo. "Setelah aku menghancurkan si Deku itu, kau adalah target berikutnya."

Mitsuki menoleh sedikit, matanya berkilau kuning tajam di bawah pencahayaan lampu neon gedung yang remang. "Target? Bakugo-kun, pahlawan tidak memiliki target. Pahlawan memiliki orang yang dilindungi. Jika kau terus berburu seperti hewan liar, kau tidak akan pernah menangkap bayangan."

Kalimat itu membuat Bakugo terdiam dalam amarah yang membeku.

Giliran Tim K

"Sekarang!" Suara All Might kembali bersemangat, meski ada sedikit kecemasan di matanya setelah melihat kondisi Izuku. "Tim K (Mitsuki & Todoroki) melawan Tim B (Shoji & Ojiro)! Tim B akan menjadi Villain yang menjaga bom di lantai lima!"

Mitsuki masuk ke dalam gedung bersama Todoroki. Udara di sekitar Todoroki mulai mendingin.

"Dengarkan," ucap Todoroki. "Aku tidak butuh bantuanmu. Tetaplah di luar gedung. Aku akan menyelesaikan ini dalam sekejap."

"Kau ingin membekukan seluruh gedung?" tanya Mitsuki tenang. "Itu efisien untuk menangkap lawan, tapi sangat buruk untuk integritas struktur bangunan. Dan... kau membuang-buang energi."

"Diamlah," balas Todoroki dingin sambil menyentuhkan tangannya ke dinding.

Es mulai merambat dengan kecepatan luar biasa, menelan seluruh koridor, tangga, hingga mencapai lantai lima dalam hitungan detik. Shoji dan Ojiro di atas sana langsung membeku di tempat, kaki mereka terkunci oleh es tebal.

Todoroki mulai berjalan masuk dengan tenang. Namun, ia menyadari Mitsuki sudah tidak ada di sampingnya.

"Hanya es?"

Suara Mitsuki terdengar dari atas kepala Todoroki. Remaja pucat itu terlihat bergelantungan di langit-langit menggunakan kakinya yang seolah menempel pada beton (teknik berjalan di dinding dengan Chakra).

"Apa yang kau lakukan?!" Todoroki terkejut.

"Esmu membuat lantai licin dan membatasi gerakanmu sendiri," ucap Mitsuki sambil mendarat tanpa suara di atas permukaan es tanpa terpeleset sedikit pun. "Jika musuhmu punya kekuatan api, kau baru saja menciptakan jebakan air untuk dirimu sendiri."

Mitsuki melesat maju, lebih cepat dari yang bisa diikuti mata Todoroki. Ia tidak peduli pada es itu. Ia melompat dari satu dinding ke dinding lainnya dengan kelenturan yang tidak masuk akal.

Dalam hitungan detik, Mitsuki sudah sampai di ruang bom, melewati Shoji dan Ojiro yang membeku hanya dengan satu lompatan. Ia menyentuh bom nuklir itu bahkan sebelum Todoroki sampai di depan pintu.

"TIM HERO MENANG!" teriak All Might.

Todoroki sampai di pintu dengan napas yang sedikit memburu. Ia menatap Mitsuki yang berdiri dengan tenang di samping bom.

"Kenapa kau tidak menggunakan esmu untuk menyerangku?" tanya Mitsuki.

"Aku... aku hanya ingin menyelesaikan simulasi ini dengan cepat," jawab Todoroki.

Mitsuki berjalan mendekati Todoroki, melepaskan kain penutup wajahnya. "Kau bertarung dengan amarah yang kau simpan di dalam es itu, Todoroki-kun. Itu membuat gerakanmu sangat kaku. Jika kau ingin melampaui ayahmu, jangan gunakan esmu sebagai tameng dari masa lalumu. Gunakan itu sebagai alatmu."

Mitsuki berjalan keluar dari ruangan, meninggalkan Todoroki yang terpaku dalam keheningan es buatannya sendiri. Di ruang monitor, All Might dan murid-murid lainnya hanya bisa terdiam melihat bagaimana Mitsuki menyelesaikan latihan itu tanpa mengeluarkan keringat sedikit pun.

1
N—LUVV
setiap penjelasan penuh dengan hal hal ilmiah atau berhubungan dengan bidang perhitungan
N—LUVV
cerita Mitsuki yang berkeliling ke semesta anime !! bukan dunia my hero academia
N—LUVV: semangat kak..
total 3 replies
Lyonetta
udh di revisi juga cuxmay lah
Lyonetta
diupdateny lama bgt si (alan)
Lyonetta
sedang revisi/Frown//Frown/, bab 57 akan ada penjelasan
(⁠ノ⁠◕⁠ヮ⁠◕⁠)⁠ノ⁠*⁠.⁠✧
extra chapternya Thor gw mau liat reaksi Orochimaru sama masa depan mereka seperti apa !!
(⁠ノ⁠◕⁠ヮ⁠◕⁠)⁠ノ⁠*⁠.⁠✧
aku like kok
Derai
mitsuki sepertinya terlalu op untuk dunia bnha 😅
Lyonetta: yupp, mangkanya aku masukin mitsuki/Casual//Casual/
total 1 replies
Derai
Oooh, kayaknya seru. Biasanya aku ngehindarin baca fanfic indo krn entah mengapa cringe. Tapi ini kayaknya enggak deh.
Udah gitu nggak ada typo yang mendistraksi. Kereen
Lyonetta: aku juga pas nulis agak krinj juga sih soalnya mitsuki tipikal filosofi nyeleneh untuk sifatnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!