NovelToon NovelToon
Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bukan keinginannya masuk dalam pernikahan ini. Dia tahu jika suaminya tidak akan pernah menganggapnya sebagai istri, Marvin hanya akan memandangnya sebagai penyebab kematian dari calon istrinya yang sebenarnya.

Kecelakaan yang menimpa Kakak beradik ini, membuat dunia seorang Raina hancur. Kakaknya yang sebentar lagi akan menikah dengan kekasih hatinya, harus pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Raina yang sebagai orang yang selamat, pasti akan disalahkan di pojokkan. Meski dia juga tidak pernah mau hal ini terjadi.

Dalam keluarganya, hanya Amira yang peduli padanya dan menganggapnya keluarga. Tapi sosok seperti malaikat tak bersayap itu, malah harus pergi untuk selamanya. Meninggalkan Raina seorang diri untuk menghadapi kejamnya hidup.

Entah sampai kapan pernikahan ini akan bertahan, apa Raina akan sanggup terus bertahan disamping suaminya, atau pergi untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 ~ Pengantin Pengganti

Altar pernikahan ini terasa sunyi bagi dia yang berjalan di atas karpet merah yang di gelar untuk mempelai pengantin. Gaun yang dia kenakan, sama sekali tidak membuatnya merasa bahagia. Sudut mata sudah menggenang air yang siap meluncur. Buket kecil di tangan juga tidak bisa memberikan sedikit saja kebahagiaan untuknya.

Pria yang berdiri di ujung sana, terlihat gagah dengan jas yang membalut tubuh tegapnya. Namun, tatapan matanya begitu dingin, tajam dan penuh kebencian.

Jika saja, kecelakaan itu tidak terjadi, dia ... Raina, tidak akan berada disini. Seharusnya hanya sebagai penggiring pengantin, namun takdir seolah mendorongnya untuk berdiri disini, sebagai mempelai wanita.

"Baiklah, calon pengantin kita Rainama Sahila, sudah berada disini. Dua insan yang akan segera mengucapkan ikrar janji pernikahan. Mari tepuk tangan semuanya untuk hari bahagia ini"

Suara pembawa acara memecah lamunan darinya, menatap pria yang sekarang berdiri tepat di depannya. Raina takut ... Raina ingin lari ... tapi, dia bingung harus pergi kemana? Semuanya karena kesalahan dia, kelalaian dia, semua ini terjadi.

Ketika ikrar janji suci pernikahan terucap, menggema di seluruh ruangan. Air mata Raina menetes tanpa bisa di tahan. Bukan ... bukan bentuk air mata kebahagiaan. Tapi, ini adalah air mata dimana hidup barunya akan dimulai.

"Selamat datang dalam Penjara Pernikahanku, Raina"

Bisikan halus itu, penuh dengan penekanan, membuat Raina semakin takut akan pernikahan yang dia jalani. Seperti apa pernikahan ini? Akankah sama dengan sebuah pernikahan yang dia bayangkan?

*

Brak... Suara benturan keras dari sebuah tabrakan diantara mobil pribadi dan sebuah truk besar. Truk menghantam bagian samping mobil dan menyeretnya hingga beberapa kilometer.

Seperti sebuah mimpi, Raina mencoba untuk menyadarkan dirinya sendiri. Darah segar mengalir di wajahnya, dia melirik ke arah kakaknya yang terjepit bagian mobil yang penyok. Beberapa serpirhan kaca menusuk bagian wajah. Bergerak sedikit pun Raina merasa tubuhnya begitu sakit. Kakinya juga terjepit.

"Kak.. bangun Kak" irihnya hampir teredam dengan teriakan orang-orang yang akhirnya menghampiri mobil mereka. "Kak, bangun"

Lirikan mata lemah dari seseorang yang tubuhnya terjepit. Amira, dia melirik adiknya yang juga penuh darah.

"Rain, ji-ka a-aku ti-ti-dak bisa bertahan, to-long gantikan aku di a-ca-ra per-nikahan-ku dengan Marvin"

Raina menggeleng, air mata sudah mengalir membawa darah di pipinya. "Tidak Kak, aku tidak mau. Kak Amira harus selamat, Ayah dan Mama akan semakin membenci aku jika Kak Amira tidak selamat. Tolong Kak ... hiks.. bertahan ya"

Amira bersusah payah melepaskan cincin pertunangan dirinya dan Marvin, lalu menyodorkan pada Raina. "Pa-kai ini, a-ku tidak mau ma-ti dengan masih me-ma-kai cincin dari Mar-vin. Kamu harus men-ja-ga cin-cin ini, dengan baik"

Raina tetap menggeleng, tangisannya semakin pecah. Selain rasa sakit di sekujur tubuhnya, rasa takut lebih besar dia rasakan saat ini.

"Kak, aku tidak bisa menerima cincin ini. Kak Amira, cincin ini milik Kakak, bukan aku"

"Pakailah Rain, ka-mu tidak mau membuat aku marah 'kan?"

Dengan terus terisak, Raina akhirnya mengambil cincin itu dan memakainya di jari manis tangan kirinya. Dan Amira hanya tersenyum sebelum matanya terpejam dan hembusan napas yang berat dan perlahan hilang.

"Kak .... Kak Amira! Kakak!"

Teriakan itu terhenti saat kepalanya begitu sakit, dan Raina pun tidak sadarkan diri. Hanya terdengar orang-orang yang sedang mencoba membantunya keluar dari mobil.

Ketika sadar, Raina sudah berada di rumah sakit. Kakinya terpasang gifs dan tidak bisa di gerakan, tangannya, dahi dan pipinya penuh dengan perban karena luka.

"Kak Amira" lirihnya, dia teringat jelas apa yang terjadi terakhir kali sebelum akhirnya dia tidak sadarkan diri.

"Akhirnya kau sadar juga anak pembawa sial!"

Suara yang tidak asing itu membuat Raina menoleh, itu adalah Mama, istri pertama dari Ayah. Sementara Raina? Dia hanya seorang anak dari perempuan yang tidak sengaja Ayah hamili. Tidak ada status pernikahan atau apapun, Ibunya pergi entah kemana setelah menyerahkan Raina pada keluarga ini. Seperti membuangnya begitu saja.

"Ma-mama, dimana Kak Amira?"

Tatapan Mama begitu penuh kebencian dan amarah, dia mencengkram dagu Raina yang masih terasa begitu sakit. "Kau tanya dimana Amira? Heh, anak sialan, kau yang sudah membunuh Amira! Kenapa kamu yang selamat! Kamu yang harusnya mati! Sejak awal, kamu hanya pembawa sial untuk keluargaku! Kenapa kamu tidak mati saja! Kenapa harus Amira? Kenapa harus anakku, Amira.. Hiks..."

Raina hanya diam dengan air mata yang mengalir dari sudut matanya. Tidak bisa mengatakan apa-apa ketika tahu jika Amira telah tiada. Raina benar-benar hancur, karena di keluarga ini hanya Amira yang sayang dan peduli panya. Amira selalu berkata jika Raina adalah adik kesayangannya, apapun yang terjadi pada kenyataannya, Amira tetap menerima Raina dengan lapang.

"Maafkan aku, Ma... Hiks.. Maaf"

Mama mencekik leher Raina dengan membabi buta. Tatapannya menyala penuh amarah. "Maafmu tidak akan mengembalikan Amira! Maafmu hanya sia-sia!"

"Ma-maaf"

Wajah Raina sudah memerah hampir kehabisan napas. Mama terus mencekik lehernya dengan kuat, membuat Raina semakin sesak dan sulit bernapas.

"Nyonya, apa yang anda lakukan!"

Seseorang menarik paksa tangan Mama yang mencekik Raina. Setelah itu Mama terjatuh dan menangis sejadi-jadinya. Kehilangan anak satu-satunya yang dia lahirkan, adalah sebuah hal yang paling menyakitkan baginya.

"Nyonya, aku tahu bagaimana perasaanmu. Tapi, ini sudah menjadi kehendak Tuhan" ucap Sonia, Ibu dari Marvin. Dia memeluk Mama dan mencoba untuk mengerti perasaannya. "Amira juga tidak akan tenang jika melihat Ibunya seperti ini. Tolong tetap kendalikan diri"

Setelah Mama mencoba untuk tenang, Sonia membantunya berdiri dan memberinya minum. "Sebenarnya saya datang kesini untuk melihat keadaan Raina, dan ada satu hal yang perlu saya bicarakan"

Sonia menatap lekat pada Raina yang masih mengatur napasnya sendiri setelah hampir kehilangan napas karena Mama.

"Raina, jadilah pengantin pengganti untuk Marvin. Karena pernikahan ini tidak bisa di batalkan"

Seperti sebuah bom yang meledak tepat di depannya. Raina hampir tidak bisa berkata-kata. "Ti-tidak Nyonya, saya tidak pantas jika harus menggantikan Kak Amira"

"Ya, saya juga tidak akan setuju jika anak sialan ini menggantikan anakku!" tekan Mama.

Sonia menghela napas pelan, dia meraih tangan Raina yang terpasang infus. Melihat cincin pertunangan yang terpasang di jari manisnya.

"Lihatlah, Amira bahkan memberikan cincin pertunangannya pada Raina, karena dia ingin Raina yang menggantikannya. Dan keluarga kami tidak menerima pembatalan pernikahan yang hanya menunggu dua minggu lagi. Jadi, sudah dengan keputusan kami jika Raina akan menjadi pengantin wanita untuk Marvin. Setuju atau tidak, ini sudah menjadi keputusan yang tidak akan bisa di ubah!"

*

Epilog..

"Cih, bahkan kau mengambil cincin pertunanganku dan Amira, hanya karena ingin merebut apa yang Amira punya! Dasar wanita tidak tahu diri!"

Raina hanya terdiam, menatap kepergian pria yang datang hanya untuk mengeluarkan kalimat menyakitkan itu baginya.

"Kak Amira, aku tidak akan sanggup menggantikanmu.. Hiks.."

Bersambung

Yuhuu... Akhirnya aku milih kisah Marvin duluan rilis. Karena apa? Karena aku belum siap lihat si Bayu tobat.. wkwk..

1
astr.id_est 🌻
raina 😭 peluk jauh orang baik
Dew666
🌼🌼🌼🌼🌼
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
smangat y rain ,,kamu gk sendri kok,,nanti bakal hadir buah hati kmu biar temani kamu jalani hari2,,,,💪💪
Kar Genjreng
update lagi donggg seru
👍
Kar Genjreng
😭 pilu sekali ya Raina sekarang akan menjalani hidup seorang diri tidak mempunyai saudara ataupun orang tua tety Kamu akan punya malaikat kecil yang akan menemanimu dan selalu bersama sama hingga nerhasil,,,,benar katamu tinggalkan semua orang yang sudah tidak percaya lagi dan sudah seolah membuang mu kelak di kehidupan mu sepanjut Kamu sudah berhasil dan mendidik putramu dengan baik menjadi orang yang banyak di kenal orang karena ke akan dan kecerdasan nyae Aamiin 🙏🙏🤩🤩
Nurminah
menunggu Marvin gila
Oma Gavin
up lagi dong kak kemana raina pergi dan bagaimana nasib marvin setelah kepergian raina dan tau kebenaran permintaan uang nya yg banyak buat apa saja, semua kamu ngga nyesel ya marvin tetaplah sombong dan egois jgn dikurangi bila perlu ditambahkan
dika edsel
mgkin bundamu berpikir kamu akan bahagia,hidup terjamin bersama papamu rain krn dia kaya, tp nyatakan kan tdk...semoga kelak bertemu lagi sama bundamu ya raina, ayo saatnya melangkah pergi..,jgn menunggu nanti2..lbh cepat lbh naik tdk perlu nunggu sidang putusan..
Reni Anjarwani
pergi yg jauh rain bersama anakmu yg kau kandung , semoga bahagia rain
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
oke rain hamil,,,
Kar Genjreng
semangat ya Kak sudah kirim vote
Kar Genjreng
jangan ketauan dulu dong biar sampai selesai sidang dan sudah pergi,,,ohh tapi masih bekerja di kantor marvin ya ketauan seandainya hamil ya Gatot minggat donk 😁
Kar Genjreng
pasti Raina hamil Ak percaya maka cepat selesai perceraian nya dan pergi bawa benih itue yang akan menemani sepanjang usia ,,dan buah hati Mu semoga Laki laki agar kuat,,dan lebih baik
pergi dari rumah Marvin,,
dika edsel
klo gk ikhlas ngerawat ngapain capek datang buat nyuapin sih...dasar makhuk aneh,gk jelas..!!! hei marpin ucapan adlh doa, ntar klo raina mati beneran gimana perasaan mu??? oh ya lupa, klo raina mati bukankah itu berita bagus buar marpin yah??
dika edsel
maksudnya raina hamil kah??? sudah cukup rain..jgn nangis lagi,ayo bangkit..kuat..liat kedepan..
leahlaurance
luar biasa
Reni Anjarwani
hamil kayaknya raina , semanggat doubel up thor
Oma Gavin
wah raina hamil anak Marvin mulutnya setajam silet tapi kok bisa bikin raina hamil dasar marvin lucknut, semoga raina ngga ada tau dan ngga sadar kalau hamil sampai perceraian mereka clear dan raina kabor yg jauh jangan sampai diketemukan marvin
merry yuliana
hmmmmm yakin raina hamil anak marvin ini....hadeuhh
suryani duriah
😭😭🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!