***++++++++
" Brengsek, benar benar Bajingan kalian ." teriak seorang gadis cantik saat memergoki suaminya sedang bergulat panas dengan pelayan di rumah nya.
Mari nantikan kelanjutannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rea Bikin Gelisah
Sebelum pintu kamar mandi tertutup, pandangan nya sempat melirik ke tas ransel itu seolah olah ada rahasia besar. " semoga saja malam ini dokter memberi kabar baik tentang mu Rea ." bisik nya dalam hati Willie berdoa, semoga saat dia kembali ke rumah sakit nanti gadis itu sudah membuka mata nya.
Setelah membersihkan diri, Willie merebahkan tubuh nya di atas kasur, dia memejam kan matanya berharap bisa segera tidur agar besok bangun dengan tubuh segar dan kembali ke rumah sakit.
Willie Mahendra berusia 31 tahun, seorang duda dengan seorang putri berusia 6 tahun bernama sella putri Mahendra, Willie terlahir dari pasangan Candra Mahendra dan Lina Mahendra.
Rumah tangga Willie kandas empat tahun lalu, mantan istrinya memilih pria lain dengan alasan Willie kurang perhatian dan sibuk dengan pekerjaan nya, wanita itu bahkan tega meninggalkan putri semata wayang mereka, sampai sekarang wanita itu jarang sekali menemui putri nya kecuali sella sakit karena ingin bertemu dengan ibu nya.
Baik Willie mau pun mantan istri nya berasal dari konglomerat, kini Willie menjabat sebagai CEO di Mahendra corporate milik orang tua nya.
Sejak perceraian itu, Willie menjadi sosok yang pendiam, dingin dan sulit di dekati oleh wanita mana pun, padahal banyak wanita mudah bahkan janda yang berusaha menarik perhatian nya namun sikap dingin nya membuat mereka mundur perlahan.
Meski begitu ada satu wanita yang tak pernah menyerah, sahabat nya sendiri Nadira Rosalin, Willie tau bahwa wanita itu menyukai nya tapi dia pura pura tidak tau.
✨✨✨
Di tempat lain, jarum jam sudah menunjukan pukul 12 malam Namun Sinta dan Lita masih belum bisa memejam kan mata, mereka gelisah, berulang kali mencoba menghubungi nomor Rea tapi sampai hampir tengah malam , sahabat mereka itu tak juga bisa di hubungi.
" gimana ini sin ?? Kenapa Rea tiba tiba tidak bisa di hubungi ?? gimna bisa. Menghilang ??? Gimana kalau dia kena musibah di luar sana??." ucap Lita dengan suara bergetar, kepala nya terasa nyeri menahan cemas.
" Gue juga bingung lit, mau lapor polisi tapi Rea gak bisa di hubungin baru beberapa jam, pasti laporan kita belum bisa di proses, tapi kalo mengingat sifat Rea dia gak mungkin susah di hubungin kalau gak ada apa apa sama dia." ucap Sinta, matanya sayu menatap layar ponsel yang masih tulisan tidak tersambung.
" Apa mungkin Rea lagi healing ??? Mungkin dia terlalu sakit hati karena pernikahan nya, makanya dia butuh waktu buat menenangkan diri." ucap Lita menebak nebak berusaha berfikir positif walau hati nya was was.
" Semoga aja begitu lit, semoga aja Rea betulan ngabari kita, gue takut banget takut dia kena masalah." ucap Sinta lirih, lalu menelungkup kan wajah nya diatas bantal.
Mereka bertiga ~ Rea, Sinta, Lita sudah seperti saudara, kalau salah satu di antara mereka kena musibah, dua lain nya pasti merasakan, persahabatan mereka terbentuk dari kesederhanaan, tiga gadis yang saling mendukung dan bekerja sama membangun bisnis kecil, meski modal mereka tak sebanding dengan milik Rea, hubungan mereka tetap erat, tanpa iri tanpa jarak.
" kita istirahat saja dulu lit, besok kita harus punya tenaga buat cari Rea, sumpah kepala gue sakit banget, sampai gak enak makan mikirin dia." ucap Sinta sambil membanting tubuh nya ke atas kasur.
Malam itu mereka berdua memilih tidur dalam satu ranjang, padahal mereka punya kamar masing masing, entah kenapa malam itu mereka ingin saling menenangkan, karena rasa takut kehilangan sahabat terasa begitu nyata.
seperti hal nya willie, Lita dan Sinta malam itu Dean dan Bu Dea juga tak bisa memejam kan mata, pikiran mereka masih di penuhi oleh bayangan Rea, Bu Dea berharap agar Rea mau menemui nya karena ada begitu banyak lah yang ingin dia sampai kan, dalam hati kecil nya Bu Dea pun mau memohon agar Rea kembali pada Dean.
Dean keluar dari kamar nya, dia hendak ke dapur untuk mengambil air putih, namun saat melintas di ruang keluarga Dean melihat ibu nya ibu nya duduk di sofa dengan tatapan kosong di terangi cahaya lampu redup.
" Mama kenapa belum tidur." tanya Dean pelan menghentikan langkah nya.
Bu Dea menoleh sekilas, tapi tidak menjawab dia kembali menatap lurus ke depan, tenggelam dalam pikiran nya sendiri, Dean mendekat lalu duduk di hadapan sang ibu.
" Mama ... Dean benar benar menyesal." ucap nya lirih.
" Dean sadar, Dean jatuh cinta sama Rea kalau waktu bisa di ulang Dean akan memilih setia pada dia, menjaga dia agar semua gak berakhir kaya gini."
Namun Bu Dea malah mendengus pelan, menahan emosi yang sudah memuncak.
" Sayang nya semua sudah terlambat Dean !! Kamu gak pernah mau dengar nasehat mama !!! Demi wanita murahan itu kamu tega membohongi mama !! Dan menghancurkan hati istri mu sendiri !!! Apa kamu gak merasa jijik ?? Kamu rela berbuat dosa dengan wanita bekas laki laki lain, sedang kan Rea yang masih murni kamu sia sia kan begitu saja !! Bodoh !!! ." ucapan tajam itu menusuk hati Dean, dia menunduk mata nya berkaca kaca dia tau ibu nya benar, dia benar benar merasa tertampar bagaimana bisa dia tergoda oleh wanita murahan seperti Jule.
" Mama tolong jangan bicara kan dia lagi, Dean sadar, Dean benar benar menyesali semua nya, Dean akan cari Rea akan minta maaf sama dia, Dean akan bertobat, Dean cuma pengen Rea maafin Dean." ucap nya dengan suara bergetar.
Bu Dea menatap putra nya dengan tajam.
" Kamu yakin Rea mau maafin kamu ?? Kamu pikir semudah itu ??? ." kata nya dingin. " Dengar baik baik Dean, tahun depan Rea sudah berumur 21 tahun, saat itu pengacara yang di tunjuk almarhumah Steffy akan menyerahkan seluruh aset warisan kepada nya, sekarang memang mama yang mengelola semua nya, tapi kalau Rea memutuskan untuk menikah dengan pria lain dan tidak mau rujuk sama kamu, kita akan kehilangan segala nya."
Dean menatap ibu nya tak percaya.
" Maksud mama kita akan kehilangan semua nya."
" Ya ." tegas Bu Dea. " semua aset yang di wariskan Steffy untuk Rea akan sepenuh nya jadi milik nya, kita hanya akan punya bagian kita sendiri dan itu tak seberapa Dean, termasuk rumah ini, semua nya akan kembali ke pada Rea."
Dean terdiam mata nya membulat tak percaya, hati nya bergetar antara rasa bersalah, takut, kebingungan yang bercampur jadi satu.
Hallo guys 👋👋👋gmna nich seru gak 🤭 jangan lupa like komen ya guys masukan kalian begitu berarti ❤️ oh iya guys boleh minta tolong gak bantu vote, karena satu vote itu begitu berarti terimakasih sayang❤️
walau kau menjauh dari jule itupun kau tak akan pernah mendapatkan rea. tidak sekarang juga tidak nanti. karena hati rea saat ini sudah terpaut sama duda beranak satu.
jadi nikmatilah penyesalanmu itu.
jule itu cuma memanfaatkan hartamu saja. kau dijadikan mesin ATM berjalan. kau harus ingat semua kekayaanmu itu bukanlah milikmu. itu semua milik rea. harus kau ingat itu.
ayo dong thor up lagi yang banyak hari ini?