Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.
Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.
Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32. Kematian
Sadewa terus mengejar Yuli yang terbang ke sana kemari untuk menghindari mereka semua, itu ingin membuat mereka yang ada di sini menjadi panik bukan main ketika melihat wanita yang tengah sakit namun mendadak sehingga sekarang sulit minta terbang dan membuat masalah besar di antara mereka yang sedang berusaha untuk membuat Yuli kembali sembuh.
Bayi bajang akan menuruti apa saja yang di katakan oleh orang yang dia percaya sebagai orang tua, Ica memang harus bekerja keras untuk membuat bayi itu tidak melawan karena nanti bila sudah melakukan perlawanan maka yang ada tidak akan kalian mau lagi menuruti apa yang dia suruh.
Tapi bila Dia sedang bekerja keras seperti ini maka apa saja akan dia lakukan demi membuat Ibu merasa senang, jadi kerja keras yang dia berikan tentu saja tidak main-main agar kasih sayang yang dia dapat nanti tidak pernah di tarik kembali oleh Ica, itu adalah salah satu cara kerja dari bayi bajang itu.
Memang lumayan sulit untuk mengurus bayi badan itu namun bila sudah memiliki keinginan kuat maka rasa sulit itu sudah tidak Ica pertimbangkan lagi, yang penting rasa sakit hati ini bisa segera terbalas oleh kesakitan dan juga kematian dari seseorang karena dia merasa begitu tersisihkan dari semua ini.
Buaaaaaaak.
"Hahaaaaa tidak kena." Yuli tertawa kencang karena ekor Sadewa hanya menghantam pohon tempat dia berdiri tadi.
"Bajingan ini, ekor ku juga kenapa bisa sampai meleset saat sedang menghantam dia!" Sadewa merasa begitu kesal.
"Kau adalah salah satu ular yang tidak berguna sehingga tidak perlu bersikap begitu patuh dan bekerja keras seperti ini." bayi bajang mulai menghina Sadewa.
"Dia ini tahu saja apa yang sudah aku alami dan memang aku adalah ular yang sudah tidak ada guna lagi di agensi." batin Sadewa karena dia memang tidak berdiri lagi di agensi milik Ratu ular setelah menjadi manusia biasa di kota.
Sesuai dengan apa yang telah dia pikirkan maka iblis yang menjadi santet ini pasti mengetahui tentang seluk beluk dan hidup Sadewa sebelum nya, mungkin karena mereka adalah sesama iblis sehingga dia pasti mengetahui apa yang telah terjadi dan ingatan itu akan datang begitu saja ketika dia berkumpul dengan para iblis lain.
Meski pun dia hanya seorang bayi namun tetap saja Dia memiliki pengetahuan yang cukup luas, semua itu sesuai dengan yang di tanamkan oleh sang dukun sehingga dia ketika menjadi Iblis jahat terus berusaha untuk mencari tahu tentang iblis lain dan kemungkinan besar bagi bajang ini telah mengetahui siapa Sadewa.
Wuuussssh.
"Semua yang kalian lakukan jelas tidak akan berguna!" Yuli sudah berpindah pohon dan kali ini menatap Niko yang ada di bawah.
"Jangan hanya bisa kabur seperti itu, bila kau memang punya nyali maka segera hadapi aku sekarang." tantang Sadewa.
"Bukan aku tidak sanggup menghadapi ular seperti kau itu, tapi karena aku merasa tidak pantas menghadapi iblis rendahan seperti kau!" hina bayi bajang.
"Ibu kenapa jadi seram begitu, Om?" Yudith masih terus menangis.
"Jangan lihat Ibu dulu, Nak." Niko menutup mata Yudith.
"Aku takut kalau mama berubah jadi seram seperti itu." tangis Yudith kian pecah saja sekarang setelah melihat Yuli.
"Hahaaaaaa aku benci melihat mu, kau juga harus menderita seperti aku yang tidak di anggap!" Yuli menunjuk wajah Yudith.
"Hentikan ini semua, bila kau mau di ajak kerja sama maka aku akan mencarikan orang tua kandung mu." bujuk Sadewa yang sudah datang mendekati Yuli di pohon yang lain sekarang ini.
Namun di luar dugaan semua orang Yuli malah tertawa kencang karena dia merasa itu tawaran yang sama sekali tidak ada guna, sebab sekarang dia telah merasa mendapat kasih sayang dari Ica dan menganggap itu semua adalah hal yang tulus sehingga dia tidak butuh kasih sayang dari orang lain lagi di dunia ini.
Padahal kasih sayang yang Ica berikan itu hanyalah kepalsuan semata karena dia tidak pernah mengharapkan kehadiran bayi itu di dunia ini, biasa aja dia tidak bisa menghasilkan sesuatu yang sangat menggiurkan seperti ini maka sudah pasti tidak akan dia urus sama sekali karena juga telah terlepas dari tubuh Ica sendiri.
Sadewa tidak terlalu peduli mau dia tertawa atau mengejek Karena sekarang dia hanya sedang menunggu saat lengah dan kemudian dia bisa menumbangkan begitu saja tubuh bayi bajang itu yang ada di dalam raga Yuli, bila Dia mendapat kesalahan sedikit saja maka sudah pasti Yuli yang akan celaka di sini.
...****************...
"Toloooong, ku mohon ini sakit sekali." Nabila merintih kesakitan dan berusaha keras untuk keluar dari dalam kamar mandi.
"Hahahaaaaa sekarang kau yang merasakan sakit seperti itu setelah kau membuat aku sangat menderita." Ica sangat merasa senang berada di dalam kamar karena mendapat mainan seperti ini.
"Kau tidak akan bertahan lama karena aku tidak akan membiarkan kau hidup di dunia ini." Ica memang sudah di kuasai oleh iblis.
Jelas tidak akan memiliki rasa iba lagi walau Nabila adalah saudara kandung dia sendiri, kasih sayang yang tumbuh di dalam hati bisa lenyap begitu saja akibat rasa dendam yang begitu menyala di dalam hati ini.
Jadi Ica akan melakukan apa saja untuk membalas rasa sakit hati yang menyala di dalam jiwa dan raga tersebut, lebih lagi dia sudah merasa memiliki dukungan dari Mbah Dukun yang rela melakukan apa saja agar Ica merasa sangat bahagia dengan kehidupan yang dia miliki saat ini.
Jadi dengan siapa saja dia merasa sakit hati pasti akan segera mendatangi Mbah Dukun untuk membalas perbuatan mereka kepada dia, Mbah Dukun itu sudah menganggap Ica sebagai anak sendiri sehingga dia tidak tega bila sampai menolak dan kemudian Ica pasti akan merasa sangat sedih karena keinginan dia sama sekali tidak bisa untuk di turuti.
Kraaaaaak.
"Egkk...
"Mati lah, setelah ini dia pasti akan segera kembali padaku." Ica memang sudah terkena cinta yang sangat menyala.
"Kau harus mencintai aku, Nando! jangan membuang aku seperti itu lagi, atau nanti aku akan gelap mata dan kau tidak akan selamat." seringai Ica sambil mengelus foto Nando.
Cinta bila sudah terlalu dalam seperti ini maka tidak akan beda dengan yang di beri nama obsesi, sama sekali sudah tidak ada beda dan Ica sendiri tidak bisa membedakan apakah ini memang cinta atau hanya sekedar ingin memiliki agar tidak ada orang lain yang bisa memiliki Nando di dalam hidup dia.
Selamat pagi menjelang siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
kasian niko kena racun di kaki
Aksara kan pendekar pedang emas
Jeno pendekar pedang perak
Purnama punya pedang api hijau
Arya punya pedang kristal es