Siapa dirimu?
aku jan hu, aku pembunuh bayaran no1 didunia dengan sebutan Mr.Shinigami.
aku mati karna melompat ke jurang
bukanya ke alam baka aku malah nyasar ke dunia para kultivator yang mementingkan kekuatan daripada ikatan kekeluargaan
parahnya aku menjadi pangeran tak berguna serta manja dari kerajaan Hu, entah orang baik mana yang aku tolong dulu hingga membuat ku seperti ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloud_white, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melawan Iblis Sungai
Disaat Wu sang dan Ling hu sedang berbicara sambil berbisik-bisik, tetua Jim dan tetua Qian juga sedang berbicara sesuatu yang rahasia.
"Apakah menurutmu anak itu akan selamat?" tanya tetua Qian yang terus menatapi punggung Fu suang yang semakin menjauh
"Aku tidak tahu tetapi aku berharap anak itu berhasil dan selamat" jawab tetua Jim sambil menenangkan temannya itu
Iblis yang bersemayam disungai itu memang sudah banyak membuat resah murid serta tetua sekte Gunung Alam dan juga pada saat ini ketua sekte mereka sedang melakukan pertapaan tertutup di gua yang hanya diketahui oleh tetua Jim, tetua Qian, serta satu tetua lagi yaitu tetua Guan.
Banyak murid yang mengeluh bahwa mereka bangun saat pagi hari dengan tubuh penuh luka seperti habis bertarung padahal mereka baru bangun tidur, ternyata itu ulah iblis disungai itu.
"Qian apa kau tahu dimana Guan?" tanya tetua Jim pada tetua Qian
"Mengapa kau mencari Guan? bukannya masalah ini hanya masalah kita berdua dan bukan Guan?" tanya tetua Qian heran atas pertanyaan tetua Jim
"Tidak hanya saja aku berfikir jika ketiga anak ini berhasil aku ingin mereka dimasukkan kedalam sekte kita sebagai murid dalam" pikir tetua Jim
"Kau sudah menanyakan umur mereka? ingat kita hanya menerima anak yang berusia dibawah 25 tahun" ucap tetua Qian mengingatkan
"Aku belum bertanya kepada mereka" ucap tetua Jim sedih
"Kalau begitu nanti saja dipikirkan" balas tetua Qian.
Sementara itu dengan Fu suang yang tengah berjuang melawan iblis itu.
'Apa sebenarnya yang tuan berikan padaku...yang tadi itu terasa seperti sebuah pill' pikir Fu suang sambil terus memegangi mulutnya
Tanpa rasa takut Fu suang berjalan menuju sungai walaupun beberapa kali hatinya menyarankan untuk tidak melakukan itu tetapi tekad Fu suang sudah sangat bulat seperti tahu pong.
"Huft aku sudah sampai disungainya....lalu mana iblis nya aku tak melihat tuh" ucap Fu suang heran akan kesunyian di sekitarnya
Tak lama setelah itu terbentuk sebuah pusaran di sungai itu dan air disekitarnya menjadi hitam, Fu suang segera wasapada mungkin saja iblis itu akan muncul di sekitarnya.
"Cih...dia pikir perhatian ku akan teralih jika dia membuat pusaran air disana hah? meremehkan ku!" kesal Fu suang
Sebenarnya saat itu juga Fu suang melakukan sebuah kesalahan, pusaran air yang ia kira trik sang iblis ternyata memang iblis itu sendiri...iblis ini memiliki wujud seperti pusaran air dan karna mengira pusaran air itu adalah trik kalian semua salah.
'Dimana ia akan muncul...apakah diatas atau sekitarku' pikir Fu suang yang tengah berputar-putar di tempatnya
Fu suang tidak menyadari bahwa ada sebuah tentakel yang terbuat dari air mendekati tubuhnya yang membelakangi pusaran air tersebut.
"LIU JI! PERHATIKAN DIBELAKANG MU!" teriak Wu sang yang menambahkan Qi agar suara nya terdengar jelas oleh Fu suang
Setelah mendengar suara Wu sang segeralah Fu suang berbalik dan mengangkat pedangnya sehingga tentakel itu terputus, bodohnya Fu suang ia kira ia sudah menang tapi berpuluh-puluh tentakel terbentuk dan mulai menyerangnya.
TING
CRASH
TING
"Sial...iblis ini sangat kuat....aku tak mampu...menanganinya...dan juga aku berada di posisi yang kurang beruntung" ucap Fu suang kelelahan serta menahan rasa sakit atas serangan tentakel itu dan tak lama kemudian ia terlempar kembali ketempat Ling hu dan Wu sang
"Ukhhh" lirih Fu suang
'Fu suang beremelen api dan ia melawan iblis yang ber elemen air pantas saja ia tak di posisi yang menguntungkan' ucap Ling hu didalam hati "An xiu kau selanjutnya"
"Xiao han apa kau yakin aku dapat mengalahkan iblis itu?" tanya Wu sang yang memandang Ling hu dengan tatapan penuh harapan
"Aku yakin kau bisa, dan juga elemen mu tanah bukan? tanah lawan air menang siapa?" jawab Ling hu memberikan Wu sang sedikit semangat.
Setelah mendengar perkataan Ling hu, Wu sang segera berlari menuju ke sungai dengan penuh kepercayaan diri hingga membuat 2 tetua itu tersenyum kecil, sesampainya Wu sang disana ia langsung mengeluarkan jurusnya dan menghajar iblis itu habis-habisan.
"Penjara tanah suci!" ucap Wu sang dengan lantang seketika tanah sungai itu terbentuk menjadi sebuah penjara bahkan Ling hu sendiri terkagum-kagum
"Heh ini akibatnya karna kau sudah melukai saudaraku! matilah kau! pedang tanah pembela udara!" teriak Wu sang lagi dengan lantang
Wu sang berhasil membuat iblis itu terluka cukup parah karna bentrokan elemen mereka berdua namun sebelum Wu sang berhasil membunuh iblis itu, ia terlempar seperti Fu suang karna tak menyadari jika iblis itu sudah terbebas dari penjara tanahnya.
"Ukhh...Xiao han...kali ini giliranmu" ucap Wu sang lirih yang kemudian mengistirahatkan dirinya sambil bersender dibatu besar
"Yah...padahal kau sangat keren sekali tadi An xiu" ucap Ling hu dan segera ia berjalan perlahan menuju sungai itu.
"Hmmm energi iblisnya ini bisa untuk memperkuat tekananku! dan saat sudah diperkuat aku bisa menundukan seseorang dengan tingkat kultivasi emperor level 5 sekali pun" girang Ling hu karna telah menangkap mangsa yang besar
"Kau benar Hu...maka dari itu cepatlah menyelesaikan ini aku lelah soalnya" ucap Han ketus
"Hahaha kau aja kagak ngapa-ngapain!" kesal Ling hu
Dengan segera Ling hu melompat kedalam pusaran air tersebut hingga membuat kedua tetua terkejut setengah mati.
"Nak Xiao! jangan melompat kesana jika kau tak ingin jiwamu dihisap!" teriak tetua Jim panik
"Apa kau ingin bunuh diri hah?!" ucap tetua Qian yang juga berteriak
"Kakek-kakek ini ribut sekali" ucap Ling hu berbisik pelan
Segeralah Ling hu duduk bersila diatas pusaran air itu dan menenangkan pikirannya seperti sedang bermeditasi dan ia menyebarkan aura pekatnya disekitar tempat ia duduk bersila.
'Tunduk padaku atau musnah!' ucap Ling hu dalam hati yang kemudian membuka matanya yang kini bukan berwarna biru lagi melainkan merah darah yang pekat serta membuat sekitarnya berbau darah sehabis peperangan.
Itu adalah jurus baru yang ia kuasai setelah membuat kontrak dengan Han juga jurus itu ia pelajari dari Han itu sendiri katanya ini jurus yang paling cocok untuk Ling hu dan namanya adalah "Mata penjinak Iblis"
Setelah kejadian itu mata Ling hu kembali berubah menjadi biru dan iblis sungai itu sudah Ling hu hisap dan ia jadikan makanan bagi auranya, misi pertama Ling hu sukses besar membawa ia kejalan horang kaya
"Tetua Jim dan tetua Qian...iblis itu sudah hilang kini sekte Gunung Alam sudah tenang" ucap Ling hu kepada kedua tetua yang masih terkejut disana
"Ba-bagaimana bisaa?!" ucap tetua Qian tak percaya namun ia sangat bahagia karna masalah di sektenya sudah diselesaikan
"Xiao han kau berhasil" ucap Fu suang yang sudah kembali bugar
"Hahaha Xiao han kau memang luar biasa" senang Wu sang
"Kalian juga sudah berusaha dengan sangat baik untuk melukai iblis itu" balas Ling hu menatap kedua temannya itu
"Terima kasih nak Xiao, nak An, dan nak Liu karna kalian sekte kami terbebaskan" puji tetua Jim
"Haha bukan apa-apa...kami memang sudah ingin membantu sejak pertama kali datang kesini" balas Ling hu dengan senyuman
"Ini bayaran kalian...125 koin emas tanpa kurang sekeping pun" ucap tetua Qian lalu ia menyerahkan kantongan besar yang berat kepada Ling hu
"Uang~ aku sangat menantimuuu~" girang Ling hu yang hampir mencium kantong uang itu
BUAK.
"Maaf atas tingkah saudara kami ini, kami memang sedang membutuhkan uang" ucap Fu suang meminta maaf sehabis memukul kepala Ling hu hingga bendol
"Hahaha tak apa anak muda memang seperti itu" balas tetua Jim tertawa
"Psst...jangan lupa tanyakan umur mereka" ucap tetua Qian berbisik mengigatkan temannya itu
"Ah uhh...umur kalian berapa kalau boleh tahu?" tanya tetua Jim gagap
"Saya berumur 19 tahun tetua dan An xiu berumur 18 tahun dan Xiao han 17 tahun" jelas Fu suang sambil memberi hormat
"APAAAAA!" teriak Ling hu "HEI AKU KIRA KAU SEUMURAN DENGAN KU! RUPANYA KAU LEBIH TUA DARI KU!"
"Memangnya kau tidak tahu? makanya aku bilang kau sudah seperti adikku sendiri" ucap Wu sang tanpa dosa
"Uhhh...sialan!" kesal Ling hu
Berbeda dengan para tetua itu, mereka dilanda kebahagiaan setelah mengetahui umur penyelamat sekte mereka itu...kalian pasti lah dah tau kenapa kan jadi author tak perlu tulis lagi.
"Apakah kalian ingin menginap sehari disini?" tawar tetua Qian
"Maaf tetua Qian...bukanya menolak tapi kami masih harus bekerja dipagi hari dan harus tepat waktu dan juga ini sudah subuh jadi kami harus kembali" ucap Ling hu meminta maaf kepada tetua-tetua yang wajahnya mulai sedih itu
"Tak apa tetapi kalian selalu diterima di gunung Yoku dan sekte Gunung Alam, datang lah kapan-kapan" ucap tetua Jim
"Baik terima kasih dan kami pamit dulu, selamat tinggal!"
Setelah itu Ling hu dan kawannya segera kembali menuju istana karna tak ingin dicurigai dan juga yang sekarang ada di paviliun Xue Feng hanya Gin dan Mui, takutnya akan ada kenapa-kenapa kepada anggota termuda itu.
...----------------...
semanggat