NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Kriminal dan Bidadari / Slice of Life / Pernikahan Kilat / CEO / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kau pikir aku akan menyentuhmu? Aku lumpuh."

​Ucapan dingin Elzian Drystan di malam pertama mereka langsung dibalas senyum miring oleh istrinya.

​"Otot betis kencang, tidak ada atrofi, dan pupilmu melebar saat melihatku. Kau tidak lumpuh, Tuan. Kau hanya pembohong payah."

​Dalam detik itu, kedok Ziva Magdonia sebagai istri 'tumbal' runtuh. Dia adalah ahli bedah syaraf jenius yang mematikan. Rahasia Elzian terbongkar, dan kesepakatan pun dibuat: Elzian menghancurkan musuh yang mencoba membunuhnya, dan Ziva memastikan tidak ada racun medis yang bisa menyentuh suaminya.

​Namun, saat mantan kekasih Elzian datang menghina, Ziva tidak butuh bantuan.

​"Hidungmu miring dua mili, silikon dagumu kadaluarsa... mau kuperbaiki sekalian?"

​Bagi Ziva, membedah mental musuh jauh lebih mudah daripada membedah otak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Situasi Darurat

​​"Uhuk... kkhhh..."

​Suara itu terdengar mengerikan. Bukan batuk biasa, melainkan bunyi stridor—suara napas terjepit yang keluar dari tenggorokan yang tersumbat total.

​Wajah Pak Broto yang tadinya merah padam karena amarah, kini berubah drastis. Warna merah itu menggelap dengan cepat, berganti menjadi ungu kebiruan. 

Matanya melotot, pembuluh darah di pelipisnya menonjol seolah hendak meledak. Kedua tangannya mencengkeram lehernya sendiri, kuku-kukunya menancap di kulit leher yang berlemak—tanda universal seseorang sedang tercekik.

​Daging steak ukuran besar yang tadi dia telan bulat-bulat karena emosi, kini tersangkut mati di saluran pernapasannya.

​"Pa... Papa?" Istri Pak Broto yang berdiri di sebelahnya menyentuh lengan suaminya dengan bingung. "Papa kenapa? Jangan bercanda, Pa!"

​Pak Broto tidak menjawab. Dia tidak bisa menjawab. Mulutnya terbuka lebar, mencoba meraup oksigen, tapi tidak ada satu molekul udara pun yang bisa masuk ke paru-parunya.

​Tubuh gempal pria itu mulai limbung. Keseimbangannya hilang.

​"Astaga! Pak Broto serangan jantung!" teriak salah satu tamu yang berada di dekat mereka.

​Kepanikan langsung meledak di Grand Ballroom itu. Jeritan histeris istri Pak Broto memecah suasana pesta.

​"Tolong! Tolong suami saya! Dia tidak bisa napas! Panggil dokter! Siapa saja!"

​Musik orkestra berhenti mendadak. Para pelayan menjatuhkan nampan. 

Tamu-tamu undangan yang berpakaian mewah mundur ketakutan, menciptakan lingkaran kosong di sekitar Pak Broto yang sedang sekarat. MC di panggung berteriak panik lewat mikrofon.

​"Dokter! Apa ada dokter di ruangan ini?! Keadaan darurat!"

​Di tengah kekacauan itu, hanya satu orang yang bergerak dengan kecepatan penuh.

​Ziva.

​Detik di mana Pak Broto memegang lehernya, mode 'istri CEO' Ziva langsung mati, digantikan oleh mode 'ahli bedah'. Tatapan matanya yang tadi mengejek kini berubah menjadi fokus yang tajam dan dingin.

​Ziva menyentakkan jas tuxedo Elzian dari bahunya, membiarkannya jatuh ke kursi roda. Tanpa menoleh, dia melempar tas tangan kecilnya ke pangkuan Elzian.

​"Pegang ini!" perintah Ziva singkat.

​Belum sempat Elzian menjawab, Ziva sudah berlari menerobos kerumunan. Gaun hitam dengan belahan tinggi itu memudahkannya bergerak cepat. Dia menyingkirkan tamu-tamu yang menghalangi jalannya dengan kasar.

​"Minggir! Beri jalan! Jangan kerumuni dia!" teriak Ziva lantang.

​Ziva sampai di belakang tubuh Pak Broto yang kini sudah nyaris ambruk. Tanpa ragu, Ziva menahan bobot tubuh pria gempal itu agar tidak jatuh ke lantai.

​"Sianosis. Hipoksia akut," gumam Ziva cepat, mendiagnosa warna kulit Pak Broto yang membiru. "Dia tersedak total."

​Ziva langsung memposisikan dirinya di belakang punggung Pak Broto. Dia melingkarkan kedua lengannya ke pinggang pria itu yang sangat besar, mencoba melakukan Heimlich Maneuver—hentakan perut untuk mendorong benda asing keluar.

​Ziva mengepalkan satu tangan di ulu hati Pak Broto, lalu menekan kuat dengan tangan lainnya.

​"Satu! Dua! Tiga!"

​Ziva menghentak sekuat tenaga.

​Namun, tidak ada reaksi.

​Tubuh Pak Broto terlalu besar. Lapisan lemak di perutnya terlalu tebal, meredam hentakan tangan Ziva yang ramping. 

Tenaga Ziva tidak cukup kuat untuk menciptakan tekanan diafragma yang dibutuhkan untuk melontarkan daging itu keluar.

​"Sial," umpat Ziva. Keringat dingin mulai menetes di pelipisnya.

​Dia mencoba lagi. Sekali lagi. Menghentak lebih keras sampai otot lengannya terasa mau putus.

​"Keluar! Ayo keluar!" geram Ziva.

​Tetap nihil. Wajah Pak Broto semakin membiru, nyaris hitam. Matanya mulai berputar ke atas, tanda kesadarannya mulai hilang. 

Otaknya mulai kekurangan oksigen. Jika ini berlanjut dua menit lagi, kerusakan otak permanen akan terjadi. Lima menit, dia mati.

​"Minggir kau! Kau menyakiti suamiku!" Istri Pak Broto yang histeris tiba-tiba menarik rambut Ziva, mengira Ziva sedang menganiaya suaminya.

​"Lepaskan!" bentak Ziva, menepis tangan wanita itu dengan tatapan membunuh. "Aku sedang mencoba menyelamatkan nyawanya, Bodoh! Saluran napasnya tertutup total! Kalau kau menggangguku lagi, kau yang akan kucatat sebagai pembunuhnya!"

​Istri Pak Broto ternganga, mundur ketakutan melihat kegarangan Ziva.

​Tiba-tiba, tubuh Pak Broto menjadi sangat berat. Lututnya menyerah. Pria itu ambruk ke lantai, menyeret Ziva ikut jatuh bersamanya.

​"Pak! Pak Broto!" Ziva menepuk pipi pria itu keras-keras.

​Tidak ada respon. Mata Pak Broto tertutup setengah. Dadanya diam, tidak ada pergerakan napas sama sekali. Nadinya melemah drastis.

​Ziva segera membaringkan tubuh Pak Broto terlentang di atas karpet merah. Dia membuka paksa mulut pria itu, mencoba melihat ke dalam tenggorokan.

​Gelap. Daging itu tersangkut terlalu dalam, di area laring. Tidak bisa diambil dengan jari.

​"Heimlich gagal. Obstruksi total," bisik Ziva pada dirinya sendiri. Otaknya berputar cepat mencari solusi. 

Oksigen. Dia butuh jalan masuk oksigen sekarang juga. 

Lewat mulut tidak bisa. Lewat hidung tidak bisa.

​Hanya ada satu jalan: Leher.

​Dia harus melubangi lehernya. Cricothyroidotomy darurat.

​Ziva mendongak, menatap ratusan wajah panik yang mengelilinginya. Dia butuh alat tajam. Pisau bedah, pisau steak, cutter, apa saja yang bisa menembus kulit dan tulang rawan.

​Tapi meja makan terdekat jaraknya sepuluh meter. Pisau steak di sana bekas pakai dan tumpul. Dia butuh sesuatu yang tajam dan runcing.

​"Pisau!" teriak Ziva, suaranya menggema putus asa di seluruh ruangan. "Siapa punya pisau?! Atau benda tajam?! Cepat!"

​Hening.

​Semua orang saling pandang dengan wajah bingung. Ini pesta gala dinner kelas atas. 

Tidak ada yang membawa senjata tajam. Para wanita hanya memegang tas pesta kecil, para pria memegang gelas sampanye.

​"Seseorang! Berikan aku pisau steril! Dia sekarat!" teriak Ziva lagi, kali ini lebih keras. Tangannya meraba leher Pak Broto, mencari titik insisi yang tepat di antara cincin tulang rawan tiroid.

​Detik demi detik berlalu. Wajah Pak Broto sudah berubah menjadi abu-abu. Waktu Ziva habis.

​Tidak ada yang menjawab. Tidak ada yang bergerak. Mereka hanya menonton seperti patung, menunggu kematian terjadi di depan mata.

​Ziva menggeretakkan gigi. 

Sialan. Apa dia harus mati konyol cuma karena sepotong daging?

1
Warni
🥰🤭🤭🤭🤭😂
Warni
Lebih galak Ziva.
Warni
😫
Warni
😂
Warni
🤭
Warni
Ngambek nanti si Suami klu tulisannya di ejek jelek.
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
kalau orang mengira Elzian lumpuh maka kakinya adalah istrinya sendiri. good job Ziva
Ma Em
Akhirnya Ziva bisa mengalahkan Elzian akibat egonya yg terlalu tinggi dan keras kepala orang lain tdk ada yg berani melawan Elzian tapi Ziva bisa mengalahkan nya hebat kamu Ziva .
Savana Liora: iya. mantap
total 1 replies
Warni
🥰
Warni
Mengamuk.🤣
Warni
😂
Warni
😁
Warni
😂
Warni
Jangan bilang Dokter Rayn di pindah tugaskan.🤭
Warni
😂🥰🥰🥰
Warni
🥰
Warni
🤣
Warni
Oh mampus.
Savana Liora: tau rasa dia
total 1 replies
Aanisa aliya
lanjutkan
Savana Liora: besok ya
total 1 replies
Warni
Ohhh,mantap pak.Suami siaga.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!