Jodoh dicari ✖️
Jodoh dijebak ✔️
Demi membatalkan perjodohan yang diatur Ayahnya, Ivy menjebak laki-laki di sebuah club malam untuk tidur dengannya. Apapun caranya, meski bagi orang lain di luar nalar, tetap ia lakukan karena tak ingin seperti kakaknya, yang menjadi korban perjodohan dan sekarang mengalami KDRT.
Saat acara penentuan tanggal pernikahan, dia letakkan testpack garis dua di atas meja yang langsung membuat semua orang syok. ivy berhasil membatalkan pernikahan tersebut sekaligus membuat Ayahnya malu. Namun rencana yang ia fikir berhasil tersebut, ternyata tak seratus persen berhasil, ia dipaksa menikah dengan ayah janin dalam kandungan yang ternyata anak konglomerat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
Di sebuah kafe yang tak seberapa ramai pengunjung, sore itu Yasa dan Ivy membahas prenup. Meja paling pojok jadi pilihan mereka karena dirasa lebih nyaman dan tak terganggu dengan lalu lalang orang. Selain itu, privasi juga lebih terjaga, karena minim resiko terdengar pihak lain.
Kening Yasa mengernyit membaca poin terakhir pada print out prenup yang diberikan Ivy. Kalau kedua belah pihak setuju, besok mereka akan mengesahkan di depan notaris agar memiliki kekuatan hukum. Isi dalam prenup tersebut sangat jauh beda dengan perkiraan Yasa. Ia fikir isinya tak jauh dari harta bawaan, namun ternyata malah tak ada satu pasal pun yang membahas soal pemisahan harta.
"Ada yang gak setuju?" tanya Ivy.
"Pasal ketiga rada aneh gak sih?" Yasa mengalihkan pandangan dari lembaran prenup pada Ivy.
"Aneh apanya? Enggaklah," Ivy malah tersenyum, lalu menyesap jus strawberry yang lumayan asam. Hamil membuat dia jadi suka makanan yang asam-asam.
"Aneh," Yasa masih saja kekeh soal itu. Dalam perjanjian tersebut, Ivy menjadi pihak pertama, sementara Yasa pihak kedua. Pasal pertama mengatur tentang KDRT. Jika hal tersebut terjadi, keduanya harus setuju untuk bercerai dan hak asuh anak jatuh pada korban KDRT. Pasal kedua, dilarang membawa teman lawan jenis ke rumah tanpa persetujuan pihak lain. Di pasal ke tiga inilah keanehan terjadi. Disana tertulis, jika pihak kedua jatuh cinta pada wanita lain, pihak pertama harus dengan ikhlas melepaskan.
"Kita menikah tanpa cinta, Yas," Ivy menatap ke luar cafe melalui jendela kaca di depannya. "Suatu saat, bukan tidak mungkin lo akan bertemu dengan perempuan yang membuat hati lo berdebar, jatuh cinta. Jika saat itu tiba, jangan selingkuh," tersenyum menatap Yasa. "Lo cuma perlu bilang 'Vy, gue jatuh cinta' dan saat itu, gue akan melepaskan lo."
"Konyol," Yasa meletakkan kasar kertas yang ia pegang ke atas meja, mengambil latte nya lalu menyeruput.
"Gak konyol kalau lo mikirnya serius. Udahlah, gak usah didebat, kalau setuju, besok kita bawa ke notaris." Ivy hendak mengambil prenup di atas meja, namun Yasa memegang tangannya, menahannya.
"Kita tambahin isi pasalnya," ujar Yasa.
"Ditambahin?" Ivy mengenyit.
Yasa mengangguk, melepaskan tangan Ivy. "Hal yang sama juga berlaku jika pihak pertama, menemukan cintanya. Harus imbang. Kalau alasan pasal itu dibuat karena kita nikah tanpa cinta, jadi lo juga ada kemungkinan untuk jatuh cinta kan? Ya, meski mungkin pasal itu akan jadi bahan ketawaan notaris," ia tersenyum kecut.
"Gue gak ada rencana buat jatuh cinta, jadi kayaknya gak perlu ditambah deh."
"Jatuh cinta gak butuh rencana. Namanya aja jatuh, emang ada jatuh yang direncanain, konyol," Yasa berdecak pelan. "Dari orok sampai sekarang, gak pernah tuh, gue sengaja ngejatuhin diri."
"Main lo kurang jauh," Ivy tersenyum tipis. "Gue pernah kok, sengaja ngejatuhin diri. Pas gue kecil, sering banget ngelakuin itu untuk cari perhatian bokap gue," ia tersenyum miris, mendadak mata terasa panas saat ingat masa kecilnya. Hanya karena pengen digendong Papanya, ia rela menjatuhkan diri dan terluka.
"Vy, menurut lo, kita nikah beneran atau main-main sih?"
"Ya beneran Yas."
"Lo faham gak sih, apa itu nikah? Nikah itu komitmen bersama. Kalau kita sepakat nikah, berarti kita juga harus komit untuk menjaga pernikahan itu, bukan malah mikirin jatuh cinta. Setelah menikah itu, laki-laki harus menundukkan pandangannya dari yang bukan mahram. Sementara perempuan, dia wajib menjaga kehormatan suaminya. Dan disini, lo malah bahas tentang jatuh cinta setelah menikah," Yasa tersenyum kecut.
"Ya kan jaga-jaga, Yas. Buktinya sekarang banyak pasangan selingkuh, itu artinya apa, mereka gak bisa menundukkan pandangan. Mereka masih membuka hati, memberi ruang untuk hati lain selain pasangan mereka. Kalimat yang lo ucapkan tadi emang terdengar gampang, 'menundukkan pandangan' namun dalam pelaksanaannya, itu tidak mudah."
"Dahlah, terserah elo," Yasa membuang pandangan ke arah luar.
"Cie... ngambek," goda Ivy. Ia mendekatkan wajahnya pada Yasa, menatap dari jarak yang lebih dekat.
"Apaan sih!" Yasa sampai menjauhkan wajahnya, grogi.
"Udah muncul kerutan di muka lo," Ivy menunjuk kening Yasa. "Keseringan ngambek sih."
"Ngaco!" Menggunakan telunjuknya, Yasa mendorong kening Ivy menjauh darinya.
"Besok kita ke notaris ya," Ivy menyimpan kembali prenup tersebut ke dalam tas.
"Gue akan tanda tangan sebelum pasal 3 direvisi."
"Ok, siap." Ivy tak mau berdebat lagi.
"Lo gak mau nambah 1 pasal lagi, soal pemisahan harta? Harta lo kan banyak."
Ivy menggeleng, "Harta gak dibawa mati. Kalau lo mau, buat lo semua aja harta gue, hehehe."
"Gak lucu!"
"Ya kan gue gak lagi stand up, ya gak lucu."
Yasa mendengus kesal, menatap Ivy.
"Iya, iya, gak becanda lagi. Soal harta, gue gak mau musingin itu. Gue yakin, lo bukan tipe laki yang cinta harta, bukan tipe laki yang cinta sama perempuan kayak gue juga, hahaha."
Lagi-lagi Yasa mendengus kesal.
"Tapi benerkan Yas, cowok green flag kayak lo, gak mungkin jatuh cinta sama cewek modelan gue. Gue tahu diri, selera lo bukan gue."
Yasa tak berkomentar, mengambil lattenya, meneguk hingga habis.
mereka yg g tau diri mau memanfaatkan anaknya malah ngatain yasa harus tau diri....kasian bgt yasa klo sampe denger dikatain mokondo
hasilnya buat wewek gombel ,,, jangan mau Vi jadi rampok di tempat mertua mending usaha sendiri besarin tu skincare mu ya,,