NovelToon NovelToon
Mitsuki Di Dunia MHA (My Hero Academia)

Mitsuki Di Dunia MHA (My Hero Academia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Murid Genius / Naruto / Dunia Lain / Persahabatan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: I am Bot

Mitsuki mengerjapkan matanya yang berwarna kuning keemasan, menatap gumpalan awan yang bergeser lambat di atas gedung-gedung beton yang menjulang tinggi. Hal pertama yang ia sadari bukanah rasa sakit, melainkan keheningan Chakra. Di tempat ini, udara terasa kosong. Tidak ada getaran energi alam yang familiar, tidak ada jejak Chakra dari Boruto atau Sarada.

A/N : karena ini fanfic yang ku simpen sebelumnya, dan plotnya akan sama dan ada sedikit perubahaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I am Bot, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yang Tersisa

Suasana di SMA UA keesokan harinya terasa sangat sunyi. Tidak ada teriakan berisik Kaminari atau protes keras Bakugo. Sekolah diliburkan sementara untuk pemulihan, namun seluruh murid Kelas 1-A diminta datang ke ruang kesehatan untuk pemeriksaan menyeluruh.

Mitsuki duduk di atas ranjang putih di ruang medis. Ia hanya mengenakan celana panjang olahraganya, membiarkan tubuh bagian atasnya diperiksa oleh Recovery Girl.

"Hmm... aneh," gumam Recovery Girl sambil menempelkan stetoskop ke dada Mitsuki. "Sangat aneh."

"Ada masalah, Sensei?" tanya Mitsuki dengan wajah polos seperti biasanya.

"Detak jantungmu... ritmenya sangat stabil, bahkan terlalu stabil untuk seseorang yang baru saja bertarung melawan monster," Recovery Girl menyipitkan mata, menatap layar monitor yang menampilkan grafik tubuh Mitsuki. "Dan struktur selulermu... regenerasimu bekerja dengan cara yang tidak aku pahami. Ini bukan Quirk tipe regenerasi biasa. Ini seolah-olah selmu memiliki kesadaran sendiri untuk kembali ke bentuk semula."

Mitsuki hanya tersenyum tipis. Ia tahu bahwa tubuh buatannya yang diciptakan Orochimaru mengandung berbagai macam DNA yang sudah dimodifikasi. "Ayahku sangat teliti dalam urusan kesehatan. Mungkin itu sebabnya."

"Katakan pada ayahmu, dia melakukan pekerjaan yang mengerikan sekaligus luar biasa," ucap Recovery Girl sambil memberikan permen pada Mitsuki. "Kau sehat, Nak. Bahkan terlalu sehat. Tapi ingat, jangan terlalu sering menggunakan teknik petir itu. Sarafmu menunjukkan jejak panas yang sangat tinggi."

Saat keluar dari ruang medis, Mitsuki bertemu dengan Shoto Todoroki yang sedang bersandar di dinding koridor, tampaknya sedang menunggu giliran atau mungkin... menunggu Mitsuki.

"Kau tidak terluka sedikit pun," ucap Todoroki tanpa basa-basi.

"Aku hanya tahu cara meminimalkan kerusakan," jawab Mitsuki. Ia berhenti di depan Todoroki. "Bagaimana denganmu? Kau terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu yang lebih berat daripada luka fisik."

Todoroki menunduk, menatap tangan kirinya. "Kata-katamu di plaza kemarin... tentang api ini milikku. Aku belum bisa menerimanya sepenuhnya. Tapi, cara kau bertarung kemarin membuatku sadar satu hal."

"Apa itu?"

"Kau tidak menggunakan seluruh kekuatanmu, kan?" Todoroki menatap mata kuning Mitsuki dengan tajam. "Saat melawan Nomu, aura yang kau keluarkan... itu terasa sangat kuno dan berat. Siapa kau sebenarnya, Mitsuki?"

Mitsuki terdiam sejenak. Ia berjalan mendekati jendela koridor, melihat burung-burung yang terbang di halaman sekolah. "Aku adalah seseorang yang sedang mencari cahayanya sendiri, Todoroki-kun. Sama sepertimu. Bedanya, aku tidak benci dari mana aku berasal. Aku hanya penasaran akan menjadi apa aku nantinya."

Dua hari kemudian, sekolah kembali dibuka. Aizawa-sensei masuk ke kelas dengan tubuh yang hampir seluruhnya terbungkus perban, terlihat seperti mumi hidup.

"Sensei! Anda sudah bisa mengajar?!" teriak seluruh kelas dengan cemas.

"Kesejahteraanku tidak penting," ucap Aizawa dengan suara serak. "Pertarungan kalian belum berakhir. Festival Olahraga UA akan segera tiba."

Namun, sebelum masuk ke pengumuman itu, suasana kelas terasa berbeda. Kirishima berbalik ke arah kursi Mitsuki.

"Hei, Mitsuki! Aku belum sempat bilang terima kasih," ucap Kirishima sambil menyeringai lebar. "Cara kau membantu All Might kemarin benar-benar jantan! Tanpa gangguanmu pada kabut itu, All Might mungkin dalam masalah besar."

"Benar!" Ashido Mina ikut menimpali. "Dan petir biru itu! Keren banget! Kaminari sampai iri karena petirnya tidak bisa sebiru itu!"

"Hei! Petirku juga keren tahu!" protes Kaminari, meski ia kemudian menatap Mitsuki dengan kagum. "Tapi serius, Mitsuki. Bagaimana kau bisa melakukan itu tanpa melukai dirimu sendiri?"

Mitsuki menatap teman-temannya satu per satu. Di Konoha, ia memiliki Boruto dan Sarada, namun di sini, ia mulai merasakan kehangatan yang berbeda. Ini bukan sekadar tim ninja; ini adalah sebuah komunitas.

"Aku hanya melakukan apa yang harus dilakukan," jawab Mitsuki. "Terima kasih... teman-teman."

Kata "teman" terasa sedikit canggung di lidah Mitsuki, namun itu membuat Izuku yang duduk di depannya tersenyum sangat lebar.

Sore di Atap Sekolah

Sore itu, Mitsuki dan Izuku duduk di atap sekolah, melihat matahari terbenam. Izuku sedang mencatat sesuatu di buku pahlawannya, sementara Mitsuki sedang memberi makan ularnya.

"Mitsuki-kun," panggil Izuku. "All Might menitipkan pesan untukmu. Dia bilang, dia ingin bicara secara privat denganmu minggu depan."

Mitsuki mengangguk. "Aku sudah menduganya."

"Kau tahu..." Izuku menutup bukunya. "Saat di USJ, saat aku melihatmu berdiri di depan Nomu... aku merasa sangat kecil. Kau terlihat sangat siap menghadapi kematian. Apakah ninja selalu merasa seperti itu?"

Mitsuki menatap Izuku. "Ninja tidak mencari kematian, Izuku. Kami hanya menerima bahwa kematian adalah bayangan yang selalu mengikuti. Tapi, melihatmu berlari menyelamatkan Aizawa-sensei... itu memberitahuku bahwa pahlawan juga melakukan hal yang sama. Kalian hanya membungkusnya dengan senyuman."

Izuku terdiam, merenungkan kata-kata itu. "Festival olahraga nanti... kita mungkin akan saling berhadapan."

"Aku menantikannya," ucap Mitsuki. "Aku ingin melihat seberapa terang matahari bisa bersinar saat bulan mencoba menutupi cahayanya."

Di sebuah bar yang gelap di pinggiran kota, Shigaraki Tomura menatap layar monitor yang menampilkan foto profil Mitsuki di UA.

"Kurogiri... cari tahu segalanya tentang anak ini," desis Shigaraki. "Tidak ada catatan medis sebelum dia masuk UA. Tidak ada data keluarga yang valid. Ayahnya hanya tercatat sebagai 'Peneliti Swasta'."

"Dia adalah anomali, Shigaraki Tomura," jawab Kurogiri.

"Anomali adalah error dalam permainan ini," Shigaraki menggaruk lehernya dengan kasar. "Aku ingin tahu, apakah dia bisa berdarah seperti manusia biasa... atau apakah dia hanya boneka kayu yang dikendalikan dari jauh."

1
N—LUVV
setiap penjelasan penuh dengan hal hal ilmiah atau berhubungan dengan bidang perhitungan
N—LUVV
cerita Mitsuki yang berkeliling ke semesta anime !! bukan dunia my hero academia
N—LUVV: semangat kak..
total 3 replies
Lyonetta
udh di revisi juga cuxmay lah
Lyonetta
diupdateny lama bgt si (alan)
Lyonetta
sedang revisi/Frown//Frown/, bab 57 akan ada penjelasan
(⁠ノ⁠◕⁠ヮ⁠◕⁠)⁠ノ⁠*⁠.⁠✧
extra chapternya Thor gw mau liat reaksi Orochimaru sama masa depan mereka seperti apa !!
(⁠ノ⁠◕⁠ヮ⁠◕⁠)⁠ノ⁠*⁠.⁠✧
aku like kok
Derai
mitsuki sepertinya terlalu op untuk dunia bnha 😅
Lyonetta: yupp, mangkanya aku masukin mitsuki/Casual//Casual/
total 1 replies
Derai
Oooh, kayaknya seru. Biasanya aku ngehindarin baca fanfic indo krn entah mengapa cringe. Tapi ini kayaknya enggak deh.
Udah gitu nggak ada typo yang mendistraksi. Kereen
Lyonetta: aku juga pas nulis agak krinj juga sih soalnya mitsuki tipikal filosofi nyeleneh untuk sifatnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!