NovelToon NovelToon
DEWA PETIR EMAS

DEWA PETIR EMAS

Status: tamat
Genre:Pusaka Ajaib / Raja Tentara/Dewa Perang / Kebangkitan pecundang / Reinkarnasi / Aliansi Pernikahan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:980
Nilai: 5
Nama Author: risn_16

kehidupan seorang pria bernama vion reynald mendadak berubah,kehidupan pria pengangguran itu berubah sangat tajam semenjak kilatan petir menyambar itu.vion harus merelakan jiwanya yg dipindahkan ke dalam tubuh lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon risn_16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENYERGAPAN

Malam telah jatuh sepenuhnya, menyelimuti hutan dengan kegelapan yang pekat. Mereka bergerak tanpa penerangan sedikit pun agar tidak memancing perhatian musuh.

Von Gardo memimpin di depan, menyusuri jalan setapak sempit yang tertutup semak berduri—jalur kuno yang sudah bertahun-tahun jarang dilalui manusia.

Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan, akhirnya mereka berhasil keluar dari rimbunnya hutan. Namun, kewaspadaan Von Gardo tidak menurun; matanya terus bergerak liar, mengamati setiap bayangan di padang rumput yang terbuka.

Sesuai dugaan, firasat buruk mereka menjadi kenyataan. Vion dan Von Gardo seketika membelalakkan mata ketika dari balik kegelapan bukit, belasan sosok berjubah hitam mendadak muncul dan mengepung mereka dalam formasi melingkar.

Tanpa peringatan, salah satu dari pengepung itu menjentikkan tangan, melepaskan beberapa jarum perak kecil yang telah dibubuhi racun mematikan—senjata rahasia para pembunuh bayaran dari wilayah Selatan.

Jarum-jarum itu melesat membelah udara, mengincar titik vital di leher Vion.

Tepat sebelum jarum itu menyentuh kulitnya, sebuah bayangan melompat dari atas dahan pohon ek tua.

TRING!

Bilah pedang pendek berkilat di bawah sinar rembulan, menangkis semua jarum beracun itu hingga terpental ke tanah. Seorang gadis mendarat dengan ringan di depan Vion, punggungnya tegak dan pedangnya masih terhunus siaga.

Pertempuran pecah di bawah siraman cahaya rembulan. Lady Lyra, Von Gardo, dan secara mengejutkan—Master Hephaestus yang tiba-tiba muncul dari kegelapan—langsung menerjang para pembunuh bayaran utusan Fangrong itu. Suara denting pedang yang beradu dengan zirah bergema membelah sunyi malam.

Sementara itu, Vion, yang menyadari kemampuannya menggunakan pedang belum terasah sempurna, memanfaatkan hasil latihannya selama ini: kecepatan dan keseimbangan.

Ia bergerak lincah bak bayangan, berkelit ke sana kemari setiap kali bilah pedang musuh mencoba menebas d**anya. Dengan insting yang tajam, ia memutar tubuh dan melompat melewati rintangan alami hutan, membuat para penyerang itu kesulitan mengunci gerakannya.

Pertarungan berlangsung sengit namun singkat. Satu per satu para pengepung itu jatuh terkapar di atas tanah yang dingin. Melihat sekutunya tumbang, wanita berjubah hitam yang tadi melepaskan jarum beracun segera menyadari posisinya terancam.

Tanpa membuang waktu, ia melemparkan bom asap kecil dan melarikan diri ke dalam kegelapan hutan.

"Tidak perlu dikejar!" seru Master Hephaestus sembari mencekal lengan Lady Lyra tepat saat gadis itu hendak memacu langkah untuk memburu si pelarian.

"Hutan ini terlalu berbahaya untuk mengejar tikus yang sudah ketakutan di malam hari."

Vion terengah-engah, menyeka keringat di keningnya. Matanya berbinar saat melihat sosok tua yang ia cemaskan sejak tadi berdiri dengan gagah, meski janggutnya sedikit terkena abu sisa kebakaran.

"Pak Tua!" panggil Vion, sebuah senyum lega tersungging di wajahnya. Ia melangkah mendekat, mengabaikan rasa lelahnya.

"Syukurlah... aku benar-benar mengira kau sudah terpanggang di dalam pondok tua itu."

"Cckk," sebuah decakan lidah dibarengi helaan napas sinis terdengar dari bibir Lady Lyra.

Ia melipat tangan di depan d**a, menatap Vion dengan tatapan merendahkan.

"Jika bukan karena Master Hephaestus yang memanggilku, siapa lagi yang akan menyelamatkan nyawa berhargamu itu, Tuan Muda?!" ketusnya.

Tanpa menunggu jawaban, ia berbalik dan melangkah pergi, mengabaikan wajah Vion yang memerah karena tidak terima dengan kata-katanya.

Von Gardo tertawa kecil melihat tuannya yang kesal akibat ulah tajam Lady Lyra.

"Pegang tali kekang kudanya, Vion. Mari kita berjalan masuk ke Desa Valoria."

Vion tidak menjawab. Ia hanya menggerutu pelan sembari meraih tali kekang kudanya, melangkah di belakang Master Hephaestus dan Lady Lyra yang berjalan angkuh di depan. Mereka memasuki desa yang tampak damai di lereng bukit.

Meskipun malam telah larut, jalanan desa masih cukup hidup. Lampu-lampu minyak tergantung di depan kedai, menerangi para pedagang roti dan tukang daging yang masih sibuk.

Penduduk desa yang sedang menikmati bir di bangku-bangku kayu menatap sekilas ke arah rombongan Vion, lalu mulai berbisik-bisik—mempertanyakan siapa orang-orang asing yang berpenampilan seperti ksatria pelarian ini.

Lady Lyra berhenti tepat di depan sebuah penginapan tua berdinding batu. Ia menoleh ke arah ketiga pria di belakangnya.

"Master, kita hanya bisa menginap di sini semalam. Besok pagi-pagi sekali, kita harus sudah meninggalkan desa ini sebelum intelijen Fangrong melacak kita."

"Benar," sahut Hephaestus singkat.

"Kita berangkat sebelum matahari terbit."

Sementara itu, di sebuah aula megah yang gelap di

Kastil Fangrong...

Seorang wanita dengan pakaian kulit hitam beraksen merah d**a membungkuk dengan hormat di depan singgasana.

"Maafkan saya, Yang Mulia. Saya tidak kompeten dalam menjalankan tugas. Saya siap menerima hukuman," ucapnya dengan suara bergetar penuh rasa bersalah.

Archduke Valerius—atau yang dikenal di wilayah timur—mengibaskan jubah beludrunya dengan wajah penuh amarah yang tertahan.

"Kalau saja tua bangka Hephaestus itu sudah mati sejak dulu, pasti Pangeran Alaric saat ini sudah mendekam di penjara bawah tanahku!" bentaknya hingga suaranya bergema di aula yang sunyi.

"Aarrgghh! Kenapa keberuntungan selalu memihak pada bocah ingusan itu?!"

Ia menghantam meja kayu di sampingnya hingga retak. Matanya menyala penuh kebencian, menyadari bahwa perburuan ini baru saja dimulai.

"Benar sekali, Yang Mulia," sahut wanita dengan riasan bibir berwarna hitam kelam itu, suaranya sedingin es.

"Pangeran Alaric bahkan tidak mengerti dasar-dasar bela diri. Sepanjang pertarungan, ia hanya bisa menghindar dengan panik. Ia memegang gagang pedang seolah itu adalah benda asing yang menjijikkan. Jika saja ksatria pengawalnya dan si pandai besi tua itu tidak ada, kita pasti sudah dengan mudah memenggal kepalanya, lalu mengirimkan kepala itu di dalam kotak perak sebagai hadiah duka untuk Raja Richard di ibu kota."

Archduke Valerius menoleh ke arah bawahannya, sang ahli racun yang paling ia andalkan.

"Morgana, kau yakin yang mengawal bocah itu hanya dua orang tua itu?"

Morgana terdiam sejenak, memutar kembali ingatan tentang pertempuran di bawah sinar rembulan tadi.

"Tidak, Yang Mulia. Ada satu orang lagi—seorang wanita. Namun sayang sekali, ia mengenakan tudung jubah yang sangat rapat hingga aku tidak bisa mengenali wajahnya."

"Seorang wanita?" tanya Valerius, menaikkan satu alisnya dengan penuh selidik.

"Benar, Yang Mulia. Dan dia bukan petarung sembarangan," jawab Morgana dengan nada yakin.

Valerius menjatuhkan tubuhnya di atas kursi kebesaran yang dilapisi kulit serigala. Jemarinya mengetuk-ngetuk meja kayu ek di sampingnya secara teratur, sementara pikirannya mengelana jauh, mencoba menerka siapa sosok wanita misterius yang kini menjadi pelindung baru sang pangeran.

"Kemungkinan besar, mereka saat ini sedang mencari perlindungan di Penginapan Valoria, desa kecil di kaki bukit. Kita bisa menyerbu mereka malam ini juga jika Yang Mulia mengizinkan."

Archduke Valerius mengangkat wajahnya, perlahan sebuah seringai iblis terukir di sudut bibirnya—sebuah senyuman yang sanggup membuat nyali siapa pun menciut.

"Ide yang sangat cemerlang," desisnya sembari bangkit berdiri dengan keanggunan seorang pemangsa. "Siapkan kuda perangku sekarang juga!"

1
Gesty Lestari
mn sambungany
risn_16: nanti saya buat seri ke 2 nya ya kak 🙏. follow ya kak biar nanti dapet pemberitahuan updatenya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!