NovelToon NovelToon
Ibu Susu Berdarah Dingin

Ibu Susu Berdarah Dingin

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Cintamanis / Ibu susu / Balas Dendam / Transmigrasi / Agen Wanita / Tamat
Popularitas:610.2k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Yura bukanlah wanita lemah. Di dunia asalnya, dia adalah agen rahasia berdarah dingin dengan tatapan setajam elang yang mampu mengendus pengkhianatan dari jarak terjauh. Namun, sebuah insiden melempar jiwanya ke raga Calista, seorang ibu susu rendahan di Kerajaan Florist.

Grand Duke Jayden, sang pelindung kerajaan, yang membenci wanita. Trauma menyaksikan ayah dan kakaknya dikhianati hingga tewas oleh wanita yang mereka percayai, membuat hati Jayden membeku. Baginya, Calista hanyalah "alat" yang bisa dibuang kapan saja, namun dia terpaksa menjaganya demi kelangsungan takhta keponakannya.

______________________________________________

"Kau hanyalah ibu susu bagi keponakanku! Jangan berani kau menyakitinya, atau nyawamu akan berakhir di tanganku!" ancam Jayden dengan tatapan sedingin es.

"Bodoh. Kau sibuk mengancam ku karena takut aku menyakiti bayi ini, tapi kau membiarkan pengkhianat yang sebenarnya berkeliaran bebas di depan matamu," jawab Calista dengan jiwa Yura, menyeringai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KERIBUTAN PAGI

Beberapa jam kemudian, kegaduhan terdengar di koridor luar.

Suara langkah kaki zirah berat kembali terdengar, mambuat Yura yang sedang bercerita dengan Pangeran Lorenzo, mengalihkan pandangan nya.

Brak

Pintu terbuka, dan Grand Duke Jayden masuk dengan wajah yang lebih gelap dari semalam.

Di belakangnya, berdiri seorang pria tua berjubah putih dengan lambang kuil matahari.

"Grand Duke?" Yura berdiri, tetap menggendong Lorenzo dengan satu tangan.

"Ada laporan dari para pelayan bahwa kau bertindak aneh Calista, kau bahkan membuang sarapan yang Pelayan antarkan," ucap Jayden, matanya menatap tajam ke arah vas bunga yang kini layu total.

Jayden tertegun sejenak, dia menyadari sesuatu, tapi dia menahan diri.

"Para tetua kuil bersikeras bahwa kau mungkin terpapar energi hitam saat serangan semalam," ucap Jayden, menatap Yura dengan dingin.

Salah satu tetua istana maju, memegang sebuah batu kristal bening.

"Nona Muda, demi keselamatan Pangeran Mahkota, kami harus memeriksa jiwamu. Hanya seseorang yang dirasuki roh perang yang bisa membunuh lima pria dengan tusuk konde," ucap Pria itu, mendekat ke arah Yura.

Yura terkekeh rendah, suara tawa yang membuat pria itu mundur selangkah.

"Pemeriksaan jiwa? Atau kalian hanya butuh alasan untuk menyeret ku keluar dari kamar ini agar bayi ini tidak memiliki pelindung?" tanya Yura frontal.

"Jaga bicaramu!" bentak Owen yang berdiri di samping pintu.

Yura langsung menatap tajam ke arah Owen, dia paling tidak suka ada orang yang berteriak kepada nya, harga dirinya benar-benar terusik.

"Yang Mulia Grand Duke Jayden. Apakah Andy sebodoh itu? Anda membiarkan orang-orang yang mungkin disuap oleh ibumu sendiri untuk menyentuh satu-satunya orang yang bisa memberikan nutrisi pada keponakanmu?" ucap Yura, tanpa rasa takut.

Makan apa tadi kiriman dari kediaman mantan ibu suri, dan sudah pasti wanita tua itu yang telah memerintahkan racun itu.

Mendengar kata Ibu disebut, rahang Jayden mengeras.

"Apa maksudmu?" tanya Jayden, dingin.

"Tanyakan pada tetua itu, atau Anda bisa panggil Tabib istana, untuk meriksa itu, apa yang menyebabkan bunga itu mati dalam satu jam setelah pelayan Ajeng membawakan sarapanku," jawab Yura menunjuk ke arah vas bunga.

"Jangan lupa tanyakan padanya, jika aku memakan bubur itu, apa yang akan terjadi pada Pangeran Lorenzo saat dia menyusu padaku siang ini?" lanjut Yura, dingin.

Ingin rasanya Yura membantai semua orang yang ada di sana, hanya saja dia tidak ingin gegabah, yang ada justru Pangeran kecil nya yang dalam bahaya, dia harus bergerak dengan pelan, membersihkan para tikus istana satu persatu, tanpa ada orang yang curiga.

Jayden memberi isyarat pada Owen untuk memeriksa vas bunga itu.

Owen segera memeriksa vas bunga tersebut, mencium aromanya, dan wajahnya seketika berubah pucat.

"I-ini racun pelumpuh saraf, Yang Mulia. Dosis tinggi," lapor Owen dengan suara rendah.

Jayden berbalik ke pria tua tadi, dengan tatapan yang bisa membunuh.

"Sepertinya pemeriksaan jiwa ini harus ditunda. Aku lebih tertarik memeriksa siapa yang memberikan perintah pada Martha pagi ini," ucap Jayden, dingin.

"Tapi Yang Mulia, Ibu Suri hanya ingin-"

Pria itu ingin membela diri, tapi tatapan tajam dari Jayden, membuat nya gemeteran.

"Keluar!" gertak Jayden, keras.

Tidak ingin terkena amukan dari Jayden, pria tua tadi langsung keluar dengan buru-buru, dia tidak ingin berurusan dengan sosok Jayden, yang jauh lebih kejam dari mendiang Raja terdahulu.

Setelah ruangan kosong, menyisakan Jayden, Owen, Yura, dan si bayi.

Suasana kamar menjadi sangat sunyi, Jayden berjalan mendekati Yura, berhenti tepat di depan wanita itu, menunduk sedikit, sehingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti.

"Kau tahu terlalu banyak untuk ukuran seorang ibu susu," bisik Jayden.

"Bagaimana kau tahu tentang racun itu? Dan bagaimana kau tahu tentang ibuku?" tanya Jayden, dengan suara rendah nya.

Andai saja yang saat ini adalah Calista asli, sudah pasti dia sudah jatuh pingsan, karena ketakutan, tapi sayang yang sekarang berhadapan dengan Jayden adalah jiwa wanita yang tidak pernah kenal takut dalam hidup nya.

Yura tidak mundur, dia justru sedikit memiringkan kepalanya, membiarkan rambutnya menyentuh jubah Jayden.

"Aku agen... maksudku, aku adalah orang yang sudah bosan hidup dalam ketakutan. Saat aku berada di ambang kematian, aku mulai melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain," jawab Yura beralasan, dengan cukup menyakinkan.

"Dan aku tahu, Grand Duke, bahwa bukan kau yang menghujamkan belati ke jantung ibunda Lorenzo.Kau hanya membuang mayatnya untuk menutupi aib bahwa seorang Ratu berkhianat, bukan?" bisik Yura, yang hanya Jayden yang mendengar nya.

Mata Jayden membelalak, cengkeramannya pada gagang pedangnya menguat hingga kuku-kuku jarinya memutih.

"Sial! Dari mana wanita ini tahu," batin Jayden, mengepalkan tangannya geram.

Tidak ada yang tahu akan hal itu, bahkan Owen pun tidak tahu, seluruh kerajaan hanya tahu, bahwa dirinya yang telah membunuh ibu kandung keponakan nya.

"Siapa kau sebenarnya?" tanya Jayden dengan suara serak, penuh dengan ketidakpastian yang jarang dia rasakan.

Yura tersenyum tipis, sebuah senyuman yang terlihat sangat cantik namun sangat berbahaya.

"Aku adalah sekutu terbaik yang bisa kau miliki di istana berdarah ini, atau musuh terburuk mu jika kau terus membiarkan tikus-tikus ibumu masuk ke kamarku," jawab Yura tanpa takut, kembali menyinggung ibu Jayden.

Tanpa sepatah kata pun, dan tanpa persetujuan sang Grand Duke, Yura menyerahkan bayi Lorenzo ke pelukan Jayden yang tampak kaku.

"Pegang dia sebentar, aku harus mandi dan mengganti pakaianku, darah semalam mulai terasa gatal di kulitku," ucap Yura santai, seolah dia baru saja memberikan barang biasa, bukan seorang calon Raja.

Jayden berdiri mematung memegang keponakannya, menatap punggung Yura yang berjalan menuju ruang bilas dengan keanggunan seorang predator.

Walaupun selama ini dia yang melindungi keponakan nya, tapi baru kali ini dirinya menggendong nya.

"Owen," panggil Jayden tanpa menoleh.

"Ya, Yang Mulia?" Owen muncul di ambang pintu.

"Perketat penjagaan, siapa pun yang mencoba masuk ke paviliun ini tanpa izin tertulis dariku segera eksekusi di tempat. Termasuk orang-orang wanita tua itu," perintah Jayden, dingin.

"Dan satu lagi, cari tahu segalanya tentang masa lalu Calista, setiap detail kecil, aku ingin tahu sejak kapan seorang pelayan penakut bisa berubah menjadi ular yang berbisa," lanjut Jayden menatap pintu kamar mandi yang tertutup.

"Baik Yang Mulia," jawab Owen, mangangguk patuh.

Di dalam kamar mandi, Yura membasuh wajahnya dengan air dingin, dia menatap pantulan dirinya di dalam cermin, dengan seringai khas nya.

Rencananya mulai berjalan, dia sudah menanamkan keraguan di hati Jayden dan memicu kemarahan pria itu terhadap mantan ibu Suri.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Itu para tikus berjubah gimana ga kaget lihat Calista mayat tiba² hidup lagi, orang normal sajanpasti kaget dan syok apalagi mereka penjahatnta... 🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
GOoo... beraksi basmi tikus berjubah.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Masih banyak tikus kecil di Istana ternyata.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Uhuuuyyyy Jay.👍🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hamanya sudah terbawa Angin... Wuuusss jauh² sana jangan datang lagi.🤣🤣🤣

capek banget ya Cal jadi harus di rebutin dua bayi.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hadeuuhh Calista bayi besarmu perlu di tenangkan dulu.🤭🤭🤭

baru hadapin tuh si Hama.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Tenang Jay, pelan² kuasai dirimu agar ga terus²an memupuk trauma mu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hama datang sendiri minta di basmi, Calista (Yura)🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Aduuhh jadi deg degan gara² surat rahasia, bikin takut ga karuan... masih mending kalau deg degan karna jatuh Cintrong mah bisa lebih asyik lagi.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
PRmu masih banyak Calista (Yura).🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Untung ada Calista (Yura) yang inisiatif berada di kamarnya, kalau ngga mungkin Jayden sudah M4t1 karna traumanya apa lagi penyebab utama traumanya m4t1 atas perintahnya Jayden sendiri sungguh miris dan kasihan sekali kamu Jay punya ibu kok kayak 1bl15.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
selain menjadi algojo'nya Lorenzo ternyata Yura juga bisa merangkap menjadi seorang tabib .... Tabib khusus aja maksudnya. 🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Untung tuh musuh langsung pingsan tanpa ngompol lebih dulu..🤣🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Gimana tar kalau misi Yura sudah selesai ya, apa dia bisa balik lagi ke raganya yang asli atau menetap di raga Calista... syukur² bisa balik lagi ke raga aslinya biar makin Woww... rasanya ga rela kalau Jiwa Yura terus berada/menjadi orang lain.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Joss Yura, ternyata cuma kertas Kasbon bapaknya Calista di kirain beneran kertas bukti kejahatan Isabella.👍🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Miris Calista ternyata di jual Ortunya sendiri cuma buat kepuasan upah yang mereka dapatkan dari Isabella
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hahh... ikut dag dig dug gara² Yura nyelamatin baby Lorenzo sampe lompat begitu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah Loh... mau jawab apa ortunya Calista, kalian salah nyari Lawan Isabella dan antek²nya.👏👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Yuuhuuuu... Lanjutkan Yura.👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hadeuuhh terus kalau hembusan Nafas pengawal bayangan saja mengganggu istirahatmu, terus dia harus tahan nafas gitu Ra selama jadi mata² pelindungmu.🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!