NovelToon NovelToon
Lingsir Wengi

Lingsir Wengi

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Supernatural / Spiritual / Horor / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Laila Al Hasany

Ana kidung rumeksa ing wengi
Teguh hayu, luputa ing lara
Luputa bilahi kabeh
Jim setan datan purun
Paneluhan tan ana wani
Niwah panggawe ala
Gunaning wong luput
Geni atemahan tirta
Maling adoh tan ana ngarah ing mami
Guna duduk pan sirno ....

Ya, itu!
Lingsir Wengi, Rumeksa ing Wengi. Tembang yang selalu disenandungkan simbah putri setiap menidurkanku. Ketika simbah Putri meninggalkanku di kamar sendirian, lamat-lamat kulihat sesosok wanita ayu yang duduk dan tersenyum. Aroma bunga Mawar, menyeruak memenuhi ruangan kamar tidurku.

Aroma itu akan selalu muncul ketika simbah putri mulai bersenandung. Tapi malam ini, siapa? Siapa yang bersenandung? Aku juga belum sempat bertanya kepada simbah putri, tentang siapa sebenarnya sosok wanita berkebaya dan berkerudung itu ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laila Al Hasany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Aku membuka mataku, dan aku sudah terbaring di kamarku. Kulihat simbok di tepi ranjangku, menggenggam tanganku masih menangis. Melihat mataku terbuka, simbok mulai diam,

"Alhamdulillah, Genduk cah ayu sudah sadar ...." Simbok menepuk-nepuk punggung tanganku. Dan mulai menghapus air matanya.

"Gusti Allah, kenapa bukan simbok saja yang terluka, kenapa harus Genduk cah ayu ?" simbok meratap lirih.

Aku tersenyum setengah meringis, merasakan perih di lengan dan beberapa bagian kakiku. Kulihat bajuku pun sudah berganti, beberapa plester menempel di kulitku. Aku bangkit, berusaha untuk duduk, tapi simbok melarangku dengan isyarat tangannya.

"Aku udah gak apa-apa Mbok, Simbok tenang aja ya," kataku sambil tersenyum. Pada akhirnya, simbok membantuku duduk.

"Aku haus, Mbok."

Simbok meraih segelas air minum di atas meja dan menyerahkan padaku. Aku meminumnya. "Ah, segar sekali rasanya tenggorokan ku sekarang ...." ucapku dalam hati.

Simbok menatapku, seperti ada yang ingin dikatakannya.

"Kenapa Simbok melihatku seperti itu?ada yang ingin simbok katakan?"

Simbok mengangguk, kemudian tatapannya seperti menerawang.

"Simbok harus mengatakan saat ini juga nduk, biar genduk tahu, apa yang akan genduk hadapi. Maafkan simbok. Maafkan simbok, Nduk." simbok mulai terisak. Aku meraih tangan simbok, menguatkan simbok.

"Katakan saja mbok, gak apa-apa."

"Nduk, sebenarnya, simbok tau, Genduk bakal jadi sasaran makhluk itu."

"Makhluk apa mbok?"

"Sebenarnya, Ndoro putri itu, punya khodam ( Jin pendamping, -pen ) nduk, warisan turun temurun dari generasi ke generasi."

Aku terperanjat.

"Tapi tenang saja nduk, khodam milik ndoro putri ini, jin muslim wanita, mungkin Genduk cah ayu sudah pernah melihat nya beberapa kali."

"Iya Mbok, wanita berkebaya putih dan berkerudung."

"Iya nduk, itu. Waktu ndoro ayu Nimas beranjak dewasa, ndoro ayu tidak bisa mewarisi khodam ini, karena ndoro ayu Nimas tidak mau dan malah menikah dengan lelaki yang bukan keturunan ningrat, bahkan bukan laki-laki jawa. Secara otomatis, garisnya terputus."

Simbok terdiam sejenak, menarik napas.

"Namanya Nyai Sekar Kemala, Nduk. Dia adalah Ratu Jin penguasa di daerah sini. Apa genduk pernah menyadari, kenapa dalam jarak 500 meter tidak ada bangunan rumah selain rumah ini? Semua tanah kosong itu, milik ndoro putri, di situlah letak istana jin milik Nyai Sekar Kemala. Rumah ndoro putri ini, adalah perbatasan sekaligus pintu masuk kerajaan jin. Itu sebabnya, di sini diselubungi pagar gaib. Genduk juga bisa liat, rumah ini terletak tepat di tengah pertigaan, simpangan alam gaib dan dunia manusia."

"Ah iya Mbok, aku pernah melihat pagar gaib itu dalam mimpiku. Jangan-jangan, serombongan laki-laki berpakaian kuno itu, rakyatnya Nyai Sekar?"

"Iya Nduk, terkadang mereka menampakkan diri pada orang-orang tertentu. Nyai Sekar suka sekali dengan bunga mawar, itu kenapa ia selalu beraroma mawar ketika menampakkan diri. Tanaman mawar di pojok halaman, adalah tempat kesukaannya di rumah ini."

"Oh ya Mbok, lalu, suara wanita yang menembangkan kidung itu, apa itu suara Nyai Sekar?"

"Bukan, itu simbok."

"Apa itu untuk memanggil Nyai Sekar mbok?"

"Bukan Nduk, itu adalah doa simbok setelah salat malam, bertujuan untuk melindungi rumah ini, dan semua peninggalan ndoro putri. Tapi, Nyai Sekar sangat suka mendengar kalo ada yang nembang kidung itu Nduk, dia akan muncul untuk mendengarkan dan menikmatinya."

Aku baru tahu, ternyata simbok sereligius itu.

"Oh, Simbok bilang, Nyai Sekar adalah khodam warisan, kenapa aku hanya melihat di sini, ibu bahkan gak pernah cerita masalah ini Mbok?" tanyaku semakin penasaran.

"Khodam warisan, tidak bisa memutuskan ikatan, tapi pewarisnya bisa, Ndoro Ayu Nimas, memilih untuk tidak mewarisi. Itu lah kenapa, Ndoro putri mulai menyiapkan Genduk cah ayu sedari kecil, sebagai pewarisnya. Setelah penolakan ndoro ayu, ndoro putri khawatir, ketika ndoro putri tiada, Nyai Sekar jadi luntang-lantung. Jadi, ndoro putri masrahke pada simbok, sambil menunggu Genduk cah ayu siap."

"Pantas saja, simbah putri selalu nembang untukku, secara tidak langsung, simbah putri sedang mengajariku ...." Aku mengangguk-angguk mulai memahami.

Simbok masih menatapku, dengan ekspresi wajah seperti khawatir.

"Simbok ndak nyangka kejadian tadi pagi, Nduk. Kenapa makhluk itu menyerang Genduk, bukan simbok."

"Udah Mbok, yang penting aku udah gak apa-apa, Mbok. Oh ya Mbok, apa aku bisa berkomunikasi lancar dengan Nyai Sekar?"

"Bisa Nduk, asalkan genduk memfokuskan diri, dan meminta Nyai Sekar datang."

"Apa aku harus nembang dulu Mbok?"

"Ndak perlu nduk, genduk kan pewaris, asalkan Genduk menerima warisan itu dengan ikhlas, Genduk akan langsung terhubung batinnya dengan nyai Sekar."

"Oh gitu ... oh ya Mbok, tadi yang membawa aku pulang siapa Mbok?"

"Tole Lingga, dia menggendong Genduk ke gubuk, dan bergegas mengambil mobilnya di rumah kemudian memanggil bidan desa untuk mengobati luka-luka Genduk."

Pipiku mulai menghangat.

"Hah? ternyata ada mobil di desa ini Mbok?"

"Ada beberapa orang yang memiliki, ya orang-orang yang mampu, tole Lingga salah satunya. Simbok juga dengar, kalo tole Lingga punya usaha yang lumayan sukses di beberapa kota."

Terdengar azan berkumandang, aku melirik jam di dinding. Wah ternyata sudah waktu asar kataku dalam hati. Simbok bangkit dari duduknya,

"Simbok salat dulu Nduk, sekalian beres-beres. Nanti kalo ada apa apa, Genduk panggil simbok ya?"

"Oh iya iya, Mbok."

Simbok berjalan keluar dari kamarku.

Tring!

Handphone-ku berbunyi, aku turun dari ranjang untuk mengambilnya. Meski masih agak gemetaran, aku berhasil meraihnya. Kulihat sebuah pesan dari nomer yang tak ku kenal, dan beberapa panggilan tak terjawab. Kubuka pesan yang masuk,

"Gimana lukanya dek? masih sakit?

oh iya, nanti malam gak datang juga gak apa apa, yang penting sehat dulu.

Maaf juga, aku minta nomermu ke Aripin. Lingga"

Ah iya, aku baru ingat pernah bertukar nomer dengan Aripin di malam pertemuan Karang Taruna waktu itu. Kubuka pesan yang lain. Dari Aripin.

"Mbak, kok aku dengar dari orang-orang kalo mbak Dyah terkena musibah di kebun tadi pagi? bener?"

Bersambung ....

1
Nur Bahagia
Ripin 🤣
Nur Bahagia
jangan2 Sada jadi jin pendamping nya Garvi 🤩
Nur Bahagia
kubah gaib warna perak🤔
Nur Bahagia
siapa nih? 🤔
Nur Bahagia
kannn bener murni sama Rian.. 🤩
Nur Bahagia
ai mbok ga diajak kah? 🤔🥺
Nur Bahagia
sama Rian aja.. yg ketua karang taruna itu 🤗
Nur Bahagia
bisaa aja thaliaa 🤣
Nur Bahagia
Alhamdulillah pak samijan yg terpilih jadi kades nya 🤩
Nur Bahagia
wahh Pin.. Aripiinn... awakmu di senengi wong kutho ki lhoo.. wehhh bejomu lee 😅
Nur Bahagia
🥰
Nur Bahagia
🤩
Nur Bahagia
😍
Nur Bahagia
Alhamdulillah si mbok baik2 aja.. diantara semua tokoh yg ada di novel ini, cuma si mbok idolaku 🔥🥰
Nur Bahagia
ehhh begini doang
Nur Bahagia
malah ngomongin mau nikah.. iki piyee thoo.. mikir selamat aja duluu.. si mbok gimana ini si mbookkk 😭
Nur Bahagia
heettt malah ngobrol.. buruan tuh tolongin mbok Minten 🤦‍♀️
Nur Bahagia
ini lagi si kenanga.. suruh jagain 24 jam, malah ngendon aja di dalam kotak.. duhh 🤦‍♀️
Nur Bahagia
ya elaaahhh Thor aku kecewaaa.. kenapa harus mbok Minten 😭
Nur Bahagia
yesss akhirnya terbongkar semua kebusukan mu Senen 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!