Elea dan Ghazi harus menikah karena perjodohan kilat yang di buat oleh kedua orang tua mereka yang random.
Gadis bar-bar yang tomboy harus menikah dan hidup bersama dengan pria yang tengil dan menyebalkan. Apalagi di sekitar Ghafi ada banyak wanita yang selalu menganggu rumah tangganya. Sanggupkah Elea menghadapi mereka di tengah rumah tangga yang gonjang-ganjing tanpa adanya cinta di antara mereka.
Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka? Pastinya hanya akan di penuhi dengan pertengkaran dan keributan. Mereka tak pernah akur dan selalu adu mulut setiap bertemu seperti Tom and Jerry. Apakah pada akhirnya mereka akan saling mencintai ataukah akan memilih jalannya sendiri-sendiri?
Yuk, ikuti terus kisah cinta mereka! Cekidot!
Jangan lupa baca juga buku othor yang lain ya kak. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Elea-Ghazi 12
"Wibyyyy... Lama banget dah kebiasaan kamu itu lelet banget! Mami papi sama mama papa sudah nunggu kita itu kasian perut tua mereka pasti keroncongan!" teriak Ghazi menggedor pintu kamar mereka.
"Ghazi mulutmu itu mau mami lempar bakiak hah!" kesal Mami Shella.
"Sabaaaar baweeeeellll ..." teriak Elea kemudian membuka pintu kamar.
Ghazi menatap tak percaya ke arah Elea yang sudah tampil cantik dalam balutan gaun berwarna biru muda. Dia juga ternyata memoles wajahnya tipis-tipis dengan make up. Ghazi baru pertama kali melihat Elea berdandan. Kalau saat akad menikah kan memang dandannya berbeda dan menurut Ghazi sedikit menor dan tebal. Tapi kali ini Elea benar-benar sangat cantik.
"Apaan sih! Awas aku mau lewat! Malah cosplay jadi patung begitu!" omel Elea.
Sedangkan kedua orang tua mereka melihat hal itu malah saling pandang dan tersenyum. Semoga saja awal yang baik untuk kedua anak-anak mereka. Dan terutama untuk Ghazi agar tak lagi suka bermain-main dengan para wanita yang pada akhirnya hanya memanfaatkan dia saja. Karena di rumah susah ada wanita yang halal untuknya dan juga begitu cantik.
"Eh tunggu! Ini beneran kamu Wibby?" tanya Ghazi mengikuti Elea yang berjalan mendekat ke arah kedua orang tua mereka yang sudah menunggu.
"Lah terus aku pikir aku hantu gitu?" kesal Elea terus berjalan.
"Apaan sih Ghazi! Gimana? istri kamu bahkan sangat cantik di bandingkan para wanita jelmaan di luar sana kan?" ledek Mami Shella.
"Tapi ini beneran Elea kan Mi?" tanya Ghazi benar-benar tak percaya.
"Sudah, ayo kita berangkat sekarang keburu malam!" ajak Papi Reno.
Para orang tua naik dalam mobil yang sama. Sedangkan Ghazi dan Elea satu mobil. Sedari tadi Ghazi terus mencuri pandang kepada Elea yang anteng dengan ponselnya. Tak peduli dengan suaminya yang sedari tadi terus melirik padanya.
"Wibby ..." panggil Ghazi memecah keheningan membuat Elea menyimpan ponsel yang ada di tangannya.
"Heeemmm ..." jawab Elea.
"Kalau ke kantor jangan dandan seperti ini ya!" pinta Ghazi.
"Ya kali ke kantor pake gaun seperti ini! Mana dandan begini? Ya elah bukan tempatnya kali!" jawab Elea
"Ya kali aja kamu malah mau dandan seperti ini saat ke kantor!" jawab Ghazi.
Entah kenapa rasanya tidak rela saja jika ada orang yang melihat kecantikan istrinya seperti ini. Jangan sampai mata para pria hidung belas menatapnya penuh rasa ingin. Oh jelas tidak boleh! Karena wanita cantik di sebelahnya adalah istri Ghazi dan hanya milik Ghazi.
"Idih, apaan sih kamu Hubby! Nggak jelas banget deh!" kesal Elea.
"Aku serius! Kamu dandan hanya buat aku pokonya titik!" jawab Ghazi.
"Idih ngatur!" kesal Elea.
"Aku suami kamu! Sebagai seorang istri harus nurut sama ucapan suami!" alasan yang tak bisa di bantah oleh Elea.
"Iya ... Iya!" jawab Elea. Kembali main ponsel.
"Kamu lagi tukar pesan sama siapa sih? Sibuk banget deh dari tadi sama ponsel kamu itu! Memangnya di yang ada di ponsel itu lebih menarik dari suamimu ini ya?" tanya Ghazi merasa di abaikan.
Karena Elea lebih fokus dengan ponselnya, padahal selama ini dia yang lebih sering fokus dengan ponsel dan berbagi pesan dengan para wanita. Tapi sekarang dia malah kesal kepada istrinya, padahal Elea di rumah juga biasanya cuma main game saja.
"Ini bang Irham tanya aku ..." jawab Elea.
"Jangan di bales lagi! Kita mau makan malam sama kedua orang tua kita! Simpan ponselnya! Nggak sopan!" kesal Ghazi.
"Idih, licik banget sih! Kamu aja kirim-kirim pesan sama para cewek kamu! Aku aja cuma sama bang Irham doang!" jawab Elea kesal.
"Tapi kita mau makan malam Wibby," jawab Ghazi.
"Iya ..." jawab Elea karena ternyata mereka sudah tiba di tempat parkir restoran.
Ghazi buru-buru keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu untuk Elea. Hal itu membuat Elea menaikkan sebelah alisnya bingung. Tapi setelahnya dia tak peduli.
"Mau kemana?"tanya Ghazi.
"Ya nyamperin orang tua kita lah! Emangnya kamu mau di sini aja gitu?" tanya Elea.
"Gandeng dong!" panggil Ghazi memberikan tangannya.
"Ah elah, ribet bener mau makan aja kudu pegangan tangan segala!" protes Elea sambil melingkarkan tangannya di tangan Ghazi.
"Kita suami istri Elea apalagi mau makan dengan kedua orang tua kita! Harus mesra tau!" jawab Ghazi.
"Repoooot!" kesal Elea.
"Nggak boleh marah, senyum yang cantik! Soalnya kamu jalan dengan suamimu yang paling ganteng! Jangan sampai suamimu ini malah di lirik oleh wanita lain di luar sana! Kamu memangnya rela suami tampanmu ini di rebut orang?" ujar Ghazi sedikit sombong.
"Halah! Sok kegantengan sekali anda! Lagian juga sama saja kamu kegatelan seperti mereka kalau sama-sama menjalin hubungan gi-la!" jawab Elea membuat Ghazi terkekeh.
Ada saja jawaban Elea yang membuat Ghazi mati kutu. Istrinya itu benar-benar teman debat yang tak bisa di kalahkan! Ghazi sepertinya mulai terbiasa dengan keberadaan dan hari-harinya mulai nyaman dengan ocehan dan omelan Elea. Teriakan Elea saat kesal padanya juga menjadi hal yang membuatnya terkekeh.
"Sepertinya mereka sudah mulai terbiasa baru dua Minggu bersama. Semoga saja seiring berjalannya waktu mereka bisa saling mencintai dan benar-benar menjalani rumah tangga sewajarnya! Walau sepertinya perdebatan mereka akan sedikit sulit hilang. Tom and Jerry yang ada saja bahasan untuk berdebat," ucap Mama Nara.
"Semoga saja setelah mereka terus bersama akan tumbuh rasa cinta tanpa mereka sadari. Aku takut sekali kalau Ghazi malah terkena jebakan para siluman ular yang cosplay jadi model," ujar Mami Shella membuat mereka berdua tertawa.
Mereka sepertinya sangat menikmati menjadi keluarga baru. Persahabatan mereka juga menjadi lebih dekat. Mereka masuk ke dalam ruang VIP yang sebelumnya sudah di pesan oleh Papi Reno.
semoga ghazi dpt hukuman dr papi reno D asingkan k planet Pluto sebulan mh
jadinya pada mikir dih gampang Banggt yah gitu doang terhuraaaaaahhh El El kembali ke setelan aja lah lovely doply nanti kalau dia udah bucin
Thor yg Kirana ga lanjut lagi kah?
istri cuma ngikut apa yg di lakukan suaminya ga salah Dong,,
elea pingin curut itu kasihan