NovelToon NovelToon
Mahkota Duri Dinasti Yang Terluka

Mahkota Duri Dinasti Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pelakor / CEO / Hamil di luar nikah / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:67
Nilai: 5
Nama Author: JulinMeow20

"Di dunia yang dibangun di atas emas dan darah, cinta adalah kelemahan yang mematikan."
Kenzo Matsuda adalah kesempurnaan yang dingin—seorang diktator korporat yang tidak mengenal ampun. Namun, satu malam penuh kegilaan di bawah pengaruh alkohol dan bayang-bayang masa lalu mengubah segalanya. Ia melakukan dosa tak termaafkan kepada Hana Sato, putri dari wanita yang pernah menghancurkan hatinya.
Hana, yang selama ini hidup dalam kehampaan emosi keluarga Aishi, kini membawa pewaris takhta Matsuda di rahimnya. Ia terjebak dalam sangkar emas milik pria yang paling ia benci. Namun, saat dinasti lama mencoba meruntuhkan mereka, Hana menyadari bahwa ia bukan sekadar tawanan. Ia adalah pemangsa yang sedang menunggu waktu untuk merebut mahkota.
Antara dendam yang membara dan hasrat yang terlarang, mampukah mereka bersatu demi bayi yang akan mengguncang dunia? Ataukah mahkota duri ini akan menghancurkan mereka sebelum fajar dinasti baru menyingsing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JulinMeow20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: KODE DALAM DARAH DAN JEBAKAN SANG ARSITEK

Di dalam sel kapsul yang membeku, Miyu sudah bukan lagi manusia yang dikenal dunia. Rambutnya yang memutih karena stres ekstrem menjuntai menutupi separuh wajahnya yang hancur. Ia terus menari—sebuah tarian patah-patah yang ia dedikasikan untuk halusinasi Shizuka yang kini duduk di pojok sel sambil terus membisikkan angka-angka.

Miyu tidak hanya menari. Dengan jemarinya yang pecah dan berdarah, ia mulai menggoreskan pola-pola aneh pada dinding kaca kapsul. Darah yang mengering meninggalkan jejak merah tua yang, jika dilihat dari sudut tertentu, membentuk formasi hexadecimal. Tanpa disadari oleh logika manusianya yang telah runtuh, alam bawah sadar Miyu—yang pernah menjadi teknisi elit—sedang melakukan reverse engineering terhadap frekuensi halusinogen yang disemprotkan Renji.

"Lihat, Shizuka... garis-garis ini... mereka bernapas," racau Miyu. Matanya yang merah menatap liar pada pola darah di kaca. "0x46... 0x72... ini bukan sekadar dinding. Ini adalah pintu."

Secara tidak sengaja, pola yang dibuat Miyu menciptakan interferensi optik pada sensor pemindai biometrik Sato-System Intelligence. Cahaya laser yang melewati darah Miyu terbiaskan sedemikian rupa hingga memicu celah dalam kernel sistem keamanan. Sebuah baris kode rahasia—sebuah 'pintu belakang' yang ditinggalkan oleh peretas masa lalu atau mungkin sisa-sisa program Renzo—muncul dalam bentuk kilatan cahaya pada layar internal kapsul.

"Pintu terbuka..." Miyu tertawa histeris. Ia menekan telapak tangannya yang berdarah pada titik pertemuan garis-garis darah itu. Tiba-tiba, suara mekanik berat terdengar. Crak. Bagian bawah kapsul bergetar. Sebuah terminal darurat yang seharusnya tersembunyi muncul dari lantai.

Miyu merasa ia telah menang. Ia merasa telah menemukan cara untuk meruntuhkan kerajaan Kenzo dari dalam penjara air ini. "Aku akan menghapusmu, Renji! Aku akan menghapus seluruh dinastimu!"

Namun, di ruang observasi yang terletak tiga ratus meter di atas sel tersebut, Renji Matsuda sedang duduk dengan tenang sambil menyilangkan kaki. Di depannya, layar holografik menampilkan setiap gerakan Miyu secara real-time. Renji tidak panik. Sebaliknya, ia menyesap teh camomile-nya dengan ekspresi penuh minat, seolah sedang menonton seekor tikus yang akhirnya menemukan jalan keluar dari labirin—hanya untuk menyadari bahwa jalan keluar itu mengarah ke mulut kucing.

"Luar biasa," bisik Renji, suaranya lembut namun mengandung kedinginan yang mematikan. "Insting bertahan hidup kakak Miyu melampaui estimasi algoritmaku. Dia benar-benar menemukan backdoor itu melalui distorsi cahaya pada darahnya sendiri. Estetik sekali."

Renji mengaktifkan interkom, namun kali ini ia menggunakan pengubah suara agar terdengar seperti Kenzo. "Miyu... kau menemukannya. Kau benar-benar ancaman bagi dinastiku."

Miyu tersentak, wajahnya mendekat ke kamera. "Kenzo? Kau takut? Kau melihatku sekarang?!"

"Aku melihatmu," jawab Renji (dengan suara Kenzo). "Dan karena kau telah menemukan kode itu, aku akan memberimu hadiah. Tekan tombol merah pada terminal itu, dan seluruh sistem ventilasi di Menara Matsuda akan melepaskan racun saraf. Kau bisa membunuh kami semua sekarang juga."

Miyu gemetar karena kegirangan yang gila. "Ya... ya! Semua akan mati! Hana, Kenzo, dan anak iblis itu!"

Halusinasi Shizuka di sampingnya tiba-tiba berhenti tersenyum. Wajahnya berubah menjadi sangat sedih. "Jangan, Miyu... itu bukan pintu keluar. Itu adalah jebakan."

"Diam kau, Shizuka! Ini adalah kemenangan kita!" Miyu tidak mendengarkan. Dengan sisa tenaganya, ia menekan tombol tersebut.

Seketika, suara Renji kembali ke nada aslinya—nada seorang anak sepuluh tahun yang kejam. "Terima kasih, kakak Miyu. Dengan menekan tombol itu, kau baru saja memberikan otorisasi manual untuk prosedur 'Neural Shutdown' pada dirimu sendiri. Sistem tidak akan mencatat ini sebagai pembunuhan, melainkan sebagai tindakan bunuh diri subjek."

Miyu membeku. Layar di depannya berubah menjadi merah darah dengan tulisan besar: AUTHORIZED BY SUBJECT 00: TOTAL NEURAL ERASE.

"Kau... kau membohongiku lagi?" tangis Miyu pecah, namun kali ini tidak ada suara yang keluar.

"Aku tidak membohongimu," kata Renji sambil berdiri dari kursinya. "Aku hanya memberikan apa yang kau inginkan: akhir dari penderitaanmu. Tapi kau tidak akan mati. Kematian adalah pemborosan. Kau akan tetap hidup, namun otakmu akan menjadi kanvas kosong. Kau akan menjadi patung bernapas yang tidak bisa lagi mengingat namamu, apalagi dendammu."

Satu gelombang elektromagnetik berkekuatan tinggi dilepaskan langsung ke dalam kapsul. Miyu terjatuh, matanya terbelalak namun kosong. Seluruh sirkuit saraf di otaknya hangus seketika, menghapus memori, halusinasi, dan kesadarannya secara permanen.

Beberapa menit kemudian, tim medis robotik masuk ke dalam kapsul. Mereka mengangkat tubuh Miyu yang kini lemas seperti boneka kain. Detak jantungnya masih ada, napasnya masih mengalir, namun secara klinis, jiwanya telah tiada.

Renji berjalan masuk ke dalam sel yang kini sunyi itu. Ia melihat pola darah di kaca dan mengangguk pelan. "Sangat artistik. Bersihkan ini semua," perintahnya kepada robot pembersih. "Pindahkan dia ke fasilitas penampungan pasien vegetatif di Matsuda Medical Center. Pastikan dia diberi nutrisi terbaik. Aku ingin dia tetap hidup selama seratus tahun ke depan dalam kegelapan tanpa mimpi."

Malam itu, di ruang makan utama, Kenzo memuji ketenangan Tokyo. "Sistem keamanan kita sangat stabil hari ini, bukan begitu, Renji?"

Renji tersenyum manis sambil menyendok pudingnya. "Sangat stabil, Ayah. Aku baru saja melakukan 'pemeliharaan sistem' kecil pada beberapa data lama yang rusak. Sekarang semuanya sudah bersih."

Hana mengusap kepala Renji dengan penuh kasih sayang. "Kau adalah kebanggaan kami, Sayang. Dunia ini aman di tanganmu."

Renji hanya menunduk sopan, sementara di kedalaman fasilitas medis yang paling rahasia, Miyu terbaring di dalam tabung cair, matanya terbuka namun tidak melihat apa-apa—sebuah monumen hidup bagi kekejaman seorang anak yang belajar dari yang terbaik.

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!