NovelToon NovelToon
Aku Istri Gus Zidan

Aku Istri Gus Zidan

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:642.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: triani

keinginannya untuk tidak masuk pesantren malah membuatnya terjebak begitu dalam dengan pesantren.

Namanya Mazaya Farha Kaina, biasa dipanggil Aza, anak dari seorang ustad. orang tuanya berniat mengirimnya ke pesantren milik sang kakek.

karena tidak tertarik masuk pesantren, ia memutuskan untuk kabur, tapi malah mempertemukannya dengan Gus Zidan dan membuatnya terjebak ke dalam pesantren karena sebuah pernikahan yang tidak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon triani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Sikap hangat ustad Zaki

Ustad Zaki tersenyum tipis, mencoba menenangkan istrinya yang sedang gelisah. "Dek, mas tahu Aza masih kecil dan kekanak-kanakan. Kadang ia juga keras kepala, ngeyel kalau diberitahu, kerap membangkang dan yang paling parah dia pemalas."

"Tahu, tapi kenapa mas Zaki malah tersenyum kayak gitu? Memang ada yang lucu?" tanya Zahra kesal. Ia tidak suka sikap suaminya yang menganggap remeh pernikahan putrinya.

"Tapi ingat nggak dek?, dulu saat kita menikah, dek Zahra juga masih sekolah. Dek Zahra bahkan lebih muda dari Aza sekarang."

Zahra mengernyit, teringat masa lalu mereka. Meskipun ia mengerti apa yang dikatakan suaminya, tetap saja, situasinya terasa berbeda. “Tapi Mas, Aza itu berbeda. Dia belum siap untuk pernikahan. Kalau dulu aku kan yang meminta menikah?"

"Lalu apa bedanya? Dulu dek Zahra meminta menikah juga karena terpaksa."

"Tapi mas, tetap saja. Dia terlalu keras kepala, terlalu bebas. Bagaimana mungkin dia bisa menjalani kehidupan rumah tangga?”

Ustad Zaki menatap istrinya lembut, mencoba menjelaskan, “Mas juga punya kekhawatiran yang sama, tapi kita harus percaya pada proses. Insyaallah Gus Zidan adalah pria yang baik, dan mas yakin Gus Zidan bisa membimbing Aza."

"Memang siapa sih Gus Zidan ini mas?" tanya Zahra penasaran karena sepertinya selalu terselip rasa bangga pada suaminya saat menyebutkan nama Gus Zidan.

Ustad Zaki tersenyum lembut, mengusap puncak kepala Zahra, "Gus Zidan adalah cucu dari kyai besar pondok pesantren Al Hikmah yang ada di pasuruan. Beliau telah lulus S2 di Kairo dan sekarang tengah mengejar gelar dokternya di UI. Selain itu, Gus Zidan juga sebagai salah satu mubalig muda yang patut untuk diperhitungan. Pemilik perusahaan properti juga."

"Serius mas? Apa Aza juga tahu?" tanya Zahra tidak percaya.

Ustad Zaki mengangkat kedua bahunya, "Sepertinya tidak. Aku pikir ini jauh lebih baik jika Aza tidka tahu biar dia berproses dengan sendirinya. Pernikahan ini bukan hanya untuk mengikat mereka sebagai suami istri, tapi juga untuk mendidik Aza agar lebih dewasa.”

Zahra menghela napas, meskipun sebagian hatinya masih berat menerima kenyataan ini, ia tahu suaminya tidak akan mengambil keputusan sembarangan. Namun, kekhawatiran sebagai seorang ibu tetap memenuhi pikirannya. “Aku hanya berharap kau benar, Mas. Aku tidak ingin Aza merasa tertekan dengan pernikahan ini. Dia butuh waktu untuk belajar.”

Ustad Zaki tersenyum lembut sambil melirik Zahra dengan tatapan penuh kebanggaan. "Sejak kapan istriku menjadi begitu dewasa begini, ya?" ucapnya dengan nada menggoda. "Aku sampai rindu pada Zahra yang manja dan keras kepala dulu."

Zahra tersipu, pipinya memerah mendengar pujian suaminya. “Ah, Mas bisa saja,” jawabnya sambil tersenyum malu, mencoba menutupi wajahnya dengan tangan. "Sekarang kan aku sudah jadi ibu, jadi harus lebih dewasa."

Ustad Zaki tertawa kecil, menatap Zahra penuh kasih. "Tapi buat mas, kamu tetap dek Zahra yang dulu. Dewasa, iya, tapi masih manja di mataku."

Zahra tak bisa menahan senyumnya lebih lama. Ia merasa hangat, teringat betapa mendalamnya cinta mereka sejak awal.

Meskipun banyak yang telah berubah, hubungan mereka tetap erat dan penuh kasih.

***

Di tempat lain, Gus Zidan yang awalnya fokus pada pekerjaannya menatap dengan cermat pada layar laptopnya akhirnya merasa terganggu oleh dering ponsel berwarna pink yang terus berbunyi di meja kerjanya.

Gus Zidan mengerutkan keningnya, "Dia banyak sekali yang cari." gumamnya sembari menatap ponsel milik Aza,

Meskipun sudah satu Minggu ponsel itu berada di tanahnya, ia sama sekali tidak berniat untuk memeriksa ini ponsel itu.

Setelah beberapa saat, rasa penasaran mulai menguasainya.

"Apa aku perlu memeriksanya?" tanyanya pada diri sendiri.

"Lagipula tidak akan berdosa kan, dia kan istriku yang sah." ucapnya lirih merasa geli saat mengucapkan kata istri, rasanya ia belum terbiasa dengan kata-kata itu. Kata 'istri' terasa begitu asing di telinganya.

Dengan ragu, ia mengambil ponsel tersebut dan menatap layarnya yang menunjukkan banyak panggilan tak terjawab dan pesan yang belum dibaca.

“Apa yang sebenarnya terjadi sampai ponsel ini begitu ramai?” gumamnya pelan, masih berpikir apakah ia harus membukanya atau tidak.

Akhirnya, rasa penasaran mengalahkan keraguannya. Ia membuka ponsel itu dan melihat sejumlah pesan serta panggilan dari nomor-nomor tak dikenal, mungkin teman atau keluarga Aza yang mencari tahu keberadaannya. Tampak ada satu nomor yang memiliki pesan dan riwayat panggilan paling banyak dan itu bukan dai orang tua Aza.

"Siapa dia? Apa dia yang di katakan pacarnya," ucapnya dalam hati.

Gus Zidan menggeleng pelan sambil memandang layar ponsel Aza. “Dasar, ceroboh sekali. Layar ponselnya bahkan tidak dikunci. Siapa pun bisa membukanya,” gumamnya, menghela napas.

Namun, alih-alih membuka pesan-pesan yang masuk, ia malah terdorong untuk menjelajahi galeri foto.

Saat mulai membuka foto-foto di ponsel, senyumnya perlahan muncul. Foto-foto Aza memenuhi galeri—wajahnya yang ceria, pose-pose lucu, hingga ekspresi konyol yang tampaknya diambil tanpa sadar.

"Aza..." bisiknya, senyumnya kerap muncul saat melihat betapa spontan dan apa adanya gadis itu di setiap fotonya.

Setiap gambar seolah menunjukkan sisi lain Aza yang selama ini tersembunyi di balik sikap ceplas-ceplos dan bar-barnya. Tanpa disadari, Gus Zidan merasa lebih dekat dengan Aza melalui foto-foto itu, meskipun ia tahu gadis itu pasti akan protes habis-habisan jika tahu suaminya menjelajahi galeri pribadinya.

...*Cinta itu kadang datang tanpa kita sadari, ia datang menyusul di sela hati yang tengah kosong dan mulai menempatinya, ia memilih untuk tinggal saat merasa sudah nyaman*...

Bersambung

Happy reading

1
Devi Pita sari
ngk suka viual Gus zidannya thor, ganti aja, lagian kurang ganteng 😝😂😂
Tri Ani: siap kak, nanti aku pertimbangkan deh
total 1 replies
Mutiara Syarifatul Amanah
mampir thour
sherly
betul, selisi umur dgn Gus Zidan hanya 8 thn...
sherly
kalo ngk salah si aza nih kan dah tamat SMA umur 19 thn kenapa baru mau dimasukkan pondok pesantren Ama Zaky.... yg aku tau yg mondok tu anak SMP dan SMA... apa aku yg ngk ngeh ya baca diawal...
sherly
agak berlebihan si Farah nih jd senior..
sherly
padahal anak ustd Zaky dan juga punya pesantren pastinya dr kecil dah sering diajak ke pondok kenapa reaksinya kayak yg anti banget Ama pesantren...
sherly
kenapa ngk Gus Zaki yg nikahkan aza?
Mami Pihri An Nur
Jd ini tu kisah anknya Ustadz zaki sm zahra ya kak,, aku baca crta Ustadz zaki dan Zahra sdh berapa kali tdk bosan kak, tp skrng aku cari lg ga ada kak, cba spil lg judulnya kak, trmks,, smngt 💪 💪 💪 💪
Tri Ani: siap kak
total 1 replies
Mami Pihri An Nur
Wah klw aku lebih baik mundur, orng suaminya ga adil gitu, lgian klw berpisah ga sendirian ke sepian msh ada syakil anknya dr suami prtma
Mazree Gati
baru bab pertama uda nggak mood,,,end,
Alivaaaa
bikin bapeeeerr 🤭🥰
Alivaaaa
kasihan Aza 😥
Alivaaaa
kok Gus Zidan gitu sih???
kasihan kamu Za 🥺
Alivaaaa
sebenarnya kasihan ya Syakil dan ibunya, Syakil cinta dengan Aza dan ibunya dulu cinta dengan ayahnya Aza, tapi cinta memang tak harus memiliki dan itu sebuah ujian buat keluarga mereka, semoga masalah ini dapat terselesaikan dengan baik tanpa harus menyakiti siapapun...
Alivaaaa: Aza sangat polos ya, dia belum peka dengan lelaki yg suka sama dia dan suami yg lagi cemburu 🤭🤣🤣
total 1 replies
Alivaaaa
aku mampir kesini Thor 🤗
Tri Ani: siap kak, sampai ketemu di episode2 selanjutnya
total 1 replies
Aqila Aqilah Humaira
Luar biasa
Rosmina Sumang
darah kemana ya
Sukesih Sukesih
Luar biasa
Rosmina Sumang
hamil
Rosmina Sumang
jujur lbh baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!