Ara bingung karena tiba-tiba ada seorang lelaki yang mengaku impoten padanya.
"Aku harus menikah sebulan lagi tapi aku mendadak impoten!" ungkap lelaki yang bernama Zester Schweinsteiger tersebut.
"Terus hubungannya denganku apa?" tanya Ara.
"Kau harus membantu membuatnya berdiri lagi!" tuntut Zester sambil menunjuk bagian celananya yang menyembul.
"Apa kau memasukkan ular di dalam celanamu? katanya impoten!" Ara semakin bingung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PTI BAB 17 - Satu Ide
Asisten Mike buru-buru pergi menemui Zester ke apartemen lelaki itu ketika masalah di kantor selesai, dia membawa berkas yang harus diperiksa dan ditanda tangani oleh Zester.
Pada saat itu, Zester berdiri di dinding kaca apartemennya dan melihat pemandangan kota di malam hari.
Lelaki itu terus memikirkan perkataan Ara terakhir kali. Gadis itu memandang dirinya bukan karena tampan dan kaya atau jabatannya. Sungguh berbeda!
"Tuan, apa demamnya sudah turun?" tanya asisten Mike yang membuyarkan lamunan Zester.
Zester membalik badannya dan melihat asistennya tengah menyiapkan makan malam untuknya.
"Saya belikan bubur saat perjalanan kemari," ucap asisten Mike saat selesai.
Perlahan Zester berjalan ke meja makan dan duduk di sana. Lelaki itu hanya diam saja tanpa menyentuh bubur itu.
"Apa Tuan ingin makan yang lain?" tanya asisten Mike. Dia berpikir Zester tidak suka bubur.
Zester menggelengkan kepalanya. "Bukan begitu, apa karyawan kantor terlihat bahagia saat aku sakit?"
Tiba-tiba saja Zester bertanya seperti itu, bosnya yang angkuh dan sombong biasanya tidak peduli dengan orang lain.
Asisten Mike bingung harus menjawab apa, kalau jujur salah kalau bohong pun salah.
"Jawab saja kalau mereka memang terlihat bahagia," ucap Zester karena asistennya tak kunjung menjawab pertanyaannya.
"Iya memang begitu, Tuan. Bahkan ada yang berdoa supaya sakitnya tambah parah," asisten Mike jadi keceplosan dan langsung menutup mulutnya sendiri.
"Tu... tuan, tidak akan memecat mereka, 'kan?"
"Kalau aku memecat mereka, mereka pasti akan bertambah mendoakanku mati, bukan?" tanggap Zester sambil menghela nafasnya.
Semenjak impoten kehidupannya jadi berubah seratus delapan puluh derajat, dulu dia tidak akan memikirkan hal seperti ini. Terserah orang mau mengatakan apa, yang jelas dia tetap tampan dan kaya.
"Bagaimana dengan Riri?" tanya Zester kemudian.
"Nona Riri sudah dalam perjalanan pulang mungkin 2 atau 3 hari lagi sampai karena menunggu kapal pesiar berlabuh dan menyesuaikan tiket kelas bisnis yang dipesan mendadak," jelas Asisten Mike.
Riri memang sengaja tidak menghubungi Zester dan meminta izin ketika bepergian karena takut calon suaminya tidak akan mengizinkan.
Dipikirannya dia akan pulang dan menangis menyesal seperti biasanya apalagi Riri tahu senjata ampuh untuk membuat Zester tidak bisa berkutik padanya.
Yaitu, sebuah janji.
"Apa Tuan yakin akan menikah?" Asisten Mike sebenarnya tidak setuju Zester menikahi Riri.
"Aku sudah sering menundanya, mommy juga sudah marah-marah padaku," jawab Zester.
"Itu karena nyonya besar sudah termakan omongan nona Riri, anda tahu betul bagaimana calon istri anda tapi kenapa masih menutupi?" tanya Asisten Mike tak habis pikir.
"Kalau ujung-ujungnya pernikahan Tuan tidak bahagia, justru akan menyakiti banyak orang apalagi kalau sampai ada anak," asisten Mike masih berusaha mengingatkan.
Malam itu, Zester tidak bisa tidur karena pikirannya kembali goyah. Dia jadi memikirkan semuanya termasuk perkataan Ara.
Dia meraih ponselnya dan mencoba mengirim pesan pada gadis itu.
Zester : Apa kau sudah tidur? Aku benar-benar tidak bermaksud menghina impianmu
Lelaki itu menunggu balasan dan tak lama ada pesan balasan masuk ke ponselnya.
Ara : Aku tadi juga cepat marah, aku tidak masalah karena impianku memang sering dihina orang
Zester : Jadi kita baikan, bukan?
Ara : Karena kau jadi anak pemberani saat sunat, kita baikan
Syukurlah, Zester jadi kesenangan sendiri membaca pesan dari Ara.
Kemudian dia mempunyai satu ide dan langsung menghubungi Mike.
"Mike, cari segala sesuatu mengenai Ara dan beli unit apartemen di dekat anak pak kades supaya aku bisa menjadi tetangganya!" perintah Zester.