NovelToon NovelToon
Pacar Onlineku

Pacar Onlineku

Status: tamat
Genre:Tamat / Cintapertama / Kencan Online
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.4
Nama Author: m anha

Ayu, seorang gadis desa yang bekerja sebagai perawat di sebuah puskesma di daerahnya, tak sengaja mengenal seorang yang tinggal di Jakarta, hanya karena ia salah mengirim pesan.

Hanya karena berbeda satu angka dibelakang nomor ponsel temannya. Membuat Ayu mengenal Sosok Ardi, pria kesepian yang di tinggal menikah oleh kekasihnya.

Bagaimana kisah mereka?
Akankah hanya sebatas pacar online saja atau mereka akan bertemu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon m anha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Ayah dan Ibu Ardy

Sementara itu kepanikan juga terjadi di keluarga Ardy, di mana sudah beberapa hari ini juga mereka tak bisa menghubungi Ardy, tepatnya semenjak Ardy pergi untuk menemui ayu sampai saat ini.

Sedangkan mereka memprediksi jika Ardy sudah sampai dan pasti akan memberi kabar kepada mereka, tadinya mereka sudah bersiap-siap akan menyusul Ardy. Namun, mereka terus menunggu telepon dari putra mereka itu. Namun, jangankan panggilan darinya, teleponnya saja sudah tak aktif sekatang ini, membuat mereka semakin cemas.

Mereka sama sekali tak tahu ke mana Ardy pergi, yang mereka tahu jika Ardy pergi ke Sulawesi Tenggara, di mana tepatnya mereka juga tak tahu.

"Ayah, bagaimana ini? Di mana Ardy sebenarnya, Ibu menjadi takut jika terjadi sesuatu pada anak kita," ucap ibu membuat ayah pun merasakan hal yang sama.

Karena sudah 3 hari ini Ardy tak memberi kabar, membuat mereka pun mencoba mencari tahu dimana Ardy sebenarnya, mereka mulai merasa khawatir jika mungkin saja terjadi sesuatu pada putranya.

Tak mungkin putranya itu tak menghubunginya dan membuatnya merasakan kecemasan seperti yang saat ini mereka rasakan, apalagi saat Ardy pergi ia terlihat putus asa.

Keluarga takut jika sampai wanita yang bernama Ayu itu menolaknya dan ia melakukan tindakan-tindakan yang mungkin dapat melukainya.

Berita menghilangnya Ardy juga sampai ke kantor tim IT yang diminta oleh Ardy saat itu, ia langsung menghampiri atasannya dan mengabarkan jika waktu itu Ardy meminta alamat seorang wanita.

"Benarkah? Berikan alamatnya," ucap Ayah Ardy membuat tim IT tersebut langsung memberikan alamat sesuai yang pernah dikirim ke pada Ardy.

Setelah mendapat alamat yang diyakini jika itu adalah alamat dari Ayu, ayah dan ibu Ardy langsung terbang ke provinsi tersebut, hari itu juga.

Mereka tak ingin membuang-buang waktu dan terus merasa cemas seperti apa yang mereka alami saat ini.

Hanya dalam hitungan jam, saat ini ayah dan ibu Ardy sudah berada di bandara yang berada di kota Kendari, mereka langsung menuju ke alamat Ayu.

Membutuhkan waktu sekitar 6 sampai 7 jam untuk sampai ke alamat tersebut, mereka tak menunda-nunda waktu lagi dan langsung menuju ke tempat Ayu.

"Ayah? Ibu sangat takut, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Ardy," ucap ibu Ardy pada suaminya, sejak Ardy pergi sampai saat ini hatinya terus merasa cemas akan kondisi anaknya itu, seketika ibu Ardy menyesal telah membiarkan anaknya pergi dalam keadaan seperti waktu itu, ia menyesal mengapa ia tak ikut menemani putranya.

"Tenanglah, Bu. Anak kita sudah dewasa, dia bukan anak kecil lagi, dia pasti tahu apa yang baik dan buruk untuknya. Ia tak mungkin melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya hanya karena seorang wanita, mungkin di tempat wanita itu sedang tak ada jaringan sehingga tak bisa menghubingi kita, atau Ardy ingin sendiri dulu untuk saat ini," ucap ayah Ardy mencoba berpikir positif, walau dalam hatinya juga merasa sangat khawatir.

Sementara itu, Ayu yang sudah kembali dari tempat kerjanya memarkirkan motornya dibawa pohon mangga yang ada di depan rumahnya, ia melewati Chika yang sedang melakukan rutinitasnya di setiap sore yaitu menyiram bunga.

Chika yang melihat wajah kakaknya terlihat lesu menyusul kakaknya yang langsung masuk ke kamar Ayu.

"Kakak, Kakak ini kenapa?" tanya Chika.

"Dek, Ardy kenapa ya sudah tiga hari ini tak bisa dihubungi? Kakak merasa cemas, Kakak takut terjadi sesuatu padanya," ucapnya.

"Mungkin Ardy sudah menerima keputusan Kakak dan ia memutuskan untuk mengakhiri komunikasi dengan Kakak," ucap Chika membuat Ayu pun hanya menghela nafas, kemudian ia pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Chika yang melihat tingkah kakanya hanya ikut menghela napas dan kembali keteras rumah.

Setelah Ayu membersihkan diri, ia pun ke dapur membantu ibu menyiapkan makan malam, saat mereka sedang membuat makan malam sebuah mobil berhenti tepat di depan pintu gerbang mereka.

Chika yang ada di teras rumah sedang melanjutkan aktivitasnya menyiram bunga langsung menghampiri kedua tamu yang sama sekali tak pernah dilihatnya itu, dari penampilannya keduanya terlihat dari orang orang kelas atas.

"Permisi, apa ini alamat yang tertulis di sini?" tanya ayah Ardy memberikan alamat yang dipegangnya di secarik kertas pada Chika.

Chika mengambil secarik kertas tersebut dan melihat alamat yang tertera di sana, itu terlihat jelas jika alamat yang tertulis di sana adalah alamat rumahnya.

"Iya, Pak. Ini alamat yang benar, Bapak cari siapa, ya?" tanya Chika kemudian ia langsung mempersilahkan keduanya untuk masuk.

Ayah dan ibu Ardy saling melihat, kemudian mereka mengangguk, keduanya pun duduk di teras rumah.

"Sebentar ya, Pak. Saya panggil ibu dulu," ucap Chika sopan, kemudian ia pun berlari masuk dan menghampiri ibunya. Chika berpikir mungkin saja itu adalah tamu ibunya.

"Bu, di luar ada tamu," ucap Chika.

"Siapa?" tanya ibu membersihkan tangannya.

"Chika juga nggak tahu, tapi dia menunjukkan alamat ini, ini alamat rumah kita? Mungkin saja dia kenalan ibu atau ayah, Chika belum pernah melihatnya," ucap Chika lagi.

"Ya sudah, kamu buatkan minum," ucap ibu kemudian ia pun keluar. Ayu yang merasa penasaran juga ikut keluar.

"Permisi, Pak, Bu. Anda cari siapa, ya?" tanya ibu Ayu yang kini sudah duduk di salah satu kursi kosong yang ada di sana, baru saja ibu Ardy ingin mengatakan jika mereka ingin mencari putranya, Ayu pun keluar dengan membawa dua gelas minuman.

Seperti itulah sopan santun yang diajarkan di keluarga Ayu dan budaya di tempat itu, walau mereka tak mengenal tamunya. Namun, melihat mereka dari jauh dan bertamu dengan sopan, salah satu keharusan adalah menawarkan mereka untuk duduk dan memberikan minum.

"Ayu, kamu Ayu 'kan?" ucap ibu Ardy membuat Ayu hanya mengangguk. Ibu perna melihat foto ayu.

"Iya, Bu. Saya Ayu, Ibu kenal saya?" tanya Ayu merasa bingung, ia sama sekali tak mengenal wanita yang ada di depannya, tapi mengapa wanita itu mengenalnya.

"Saya ibunya Ardy, kami kemari karena kami sudah 3 hari ini tak bisa menghubungi Ardy, dia datang ke kota ini untuk menemuimu. Apa Ardy sudah datang ke sini?" tanya ibu Ardy membuat Ayu tersentak kaget dan pikirannya langsung tertuju pada korban kecelakaan yang menjadi topik hangat diantara rekan-rekan kerjanya.

"A-apa? Ardy ke kota ini?" tanya Ayu dengan suara tercepat.

"Iya, ia izin untuk menemuimu hari itu dan kami mendapatkan alamatmu dari tim IT kantor kami, katanya Ardy meminta alamat itu sebelum dia pergi, makanya kami kemari sesuai dengan alamat yang diberikan tim It yang katanya juga diberikan kepada Ardy," jelas ibu Ardy membuat Ayu langsung memegang dadanya dan melihat ke arah ibunya, saat Ayu tengah terpaku sebuah notifikasi pesan masuk di ponselnya.

Ayu mengingat jika dokter Siti belum mengirim pesan tentang foto korban kecelakaan tersebut, Ayu dengan bergegas mengambil ponselnya dengan tangan bergetar, berharap itu adalah pesan dari dokter Siti dan benar saja itu adalah pesan dari dokter Siti yang mengirim sebuah foto, dengan jantung yang berdebar hebat dan tangan bergetar. Ayu mengklik foto tersebut dan ponselnya langsung terjatuh saat melihat korban kecelakaan itu benar-benar Ardy.

1
nurul hidayati
yg di tanya hotel berapa lantai dulu?? 🥱
Erlina Candra
Luar biasa
Seri Pah aini
Buruk
Lisa Icha
mereka Yang pacaran Dan berbalas chat tapi Aku ikutan senyum bahagia melihat ulahmya Ardy Yang pengin banget Ayu pacaran ma dia😍🥰🥰🥰
Lisa Icha
Aku mampir buat pertama Kali Thor ceritanya menarik
meri angraini
Luar biasa
emiyana emiyana
makin kesini ayu kok makin lebay,anak tergores aja panik nya luar biasa,lupa klo masa kanak² juga lbh parah dari rafif.ayu jg lupa kalo diri nya pernah jadi perawat,tapi stelah bersuami kaya,seolah olah lupa,pendidikan yg dia dpt dari keperawatan...lebay memang
Herna Herna
Luar biasa
asihh..💖
inget waktu masih pake hp jadul trs msh pake SMS blm pake wa
syoibatul aslamiyah
gas poll bangggg...
Siti Hadijah
Luar biasa
Astrid Nandistya Hayoto
Aku pernah merasakan itu,, karena aku juga anak pertama dr 4 bersaudara,, dan ank ku yg pertama lahir juga cowo jadi cucu pertama dr aku dan suami ku,, karena suamiku juga anak pertama dr 6 bersaudara.
Astrid Nandistya Hayoto
Dengarin tu Adelia,, makanya jangan tamak gara2 tas aja,, hingga segitunya
Astrid Nandistya Hayoto
Obat abis adelia ini 😂😂
Astrid Nandistya Hayoto
Puasa dulu Ar,,, 🤣🤣
Astrid Nandistya Hayoto
Su idam ma beda,, tapi Alhamdulillah suami aku juga, walau kita hidup sederhana,, hnya pegawai wiraswasta,, suami ku ngk pernah larang aku buat perwatan diri, blanja keperluan pribadi.. Aku sangat2 bersyukur.
Astrid Nandistya Hayoto
Sultan ma beda,, main boking aja tu 1 hotel,, kira2 brapa duit yg kluar ya
Astrid Nandistya Hayoto
Ini yg aku suka,, ngk pake drama2 langsung srot.
ngk apa2 uda halal di mata hukum dn agama sikat bang Ardy😘❤🌹
Astrid Nandistya Hayoto
Bismillahirrahmanirrahim,, Ayu & Ardy,, segara di Halalkan 😘❤🌹
Astrid Nandistya Hayoto
itulah kita parah wanita berutang, yg di cintai dr pasang kita.
rasa di cintai dr pasangan kita itu sangat lah istimewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!