NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Tidak Mandul

Ternyata Aku Tidak Mandul

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / One Night Stand / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cintapertama / Tamat
Popularitas:6.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yutantia 10

Surat keterangan infertil dari rumah sakit, membuat hidup Anyelir seketika hancur. Tidak ada kebanggaan lagi pada dirinya karena kekurangan tersebut. Namun sebuah kesalahan semalam bersama atasannya, membuat dia hamil. Mungkinkah seorang wanita yang sudah dinyatakan mandul, bisa punya anak? Atau ada sebuah kesalahan dari surat keterangan rumah sakit tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TATM BAB 16

Anye menggeleng cepat. "Enggak, gak bisa."

Pak Bondan auto mengernyit bingung. Hampir semua wanita disini iri dengan Adinda yang selalu bisa dekat dengan Pak Sagara yang terkenal ganteng itu, tapi kenapa Anye malah nolak. "Kamu tahu, siapa Pak Saga?" ia menduga ada miss komunikasi disini. "Dia CEO perusahaan ini, yang ganteng dan kaya raya itu, anaknya Pak Nathan, orang nomor satu di IB grup."

Anye terduduk lemas. Tanpa dijelaskan, dia tentu tahu siapa Saga alias Gara. "Apa gak bisa, kalau orang lain saja?"

"Heran, dikasih posisi enak kok gak mau," Pak Bondan geleng-geleng.

"Saya gak punya pengalaman jadi sekretaris, Pak."

"Saya yakin kamu bisa. Kamu itu cerdas, dikasih tahu sedikit langsung faham. Kinerja kamu selama ini sangat bagus, saya yakin kamu bisa. Tapi kalau kamu memang gak mau, langsung bilang sendiri ke Pak Sagara. Tapi kalau kamu dipecat, yang jangan salahin saya, apalagi minta tolong pakai nangis-nangis."

Keluar dari ruangan Pak Bondan, dengan langkah berat, Anye berjalan menuju ruangan Sagara yang berada di lantai lain.

"Kamu kesini, Nye," Sagara tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. "Kangen ya?" Sejak di mall waktu itu, hingga dua minggu ini, mereka memang tak pernah bertemu. Sagara sangat sibuk, ditambah lagi urusan keluarga yang memaksa dia keluar kota beberapa hari, acara lamaran Samudera.

"Maaf, Pak, saya tidak bisa jadi sekretaris Bapak."

Sagara bangkit dari duduknya, mendekati Anye yang masih berdiri. "Alasannya?" sambil bersedekap, bibirnya menyunggingkan senyum.

Anye bingung saat ditanya alasan. Kalau alasannya mereka adalah mantan, rasanya kurang tepat karena itu urusan pribadi. "Saya gak punya pengalaman jadi sekretaris."

"Gak susah kok, kamu hanya perlu nempel sama saya saja."

"Hah!" mata Anye auto mendelik.

"Becanda," Sagara terkekeh pelan. "Nanti biar Dion yang ngasih tahu, apa saja jobdesk kamu."

"Tapi saya_"

"Saya profesional disini, Nye."

"Yakin?" Anye malah terlihat menantang. "Kalau memang profesional, kenapa milih saya untuk menggantikan Mbak Adinda? Kasih alasan?"

Sagara kembali ke kursinya, mengambil sesuatu yang ada di laci meja, sebuah kertas, lalu menyodorkan pada Anye. "Itu CV kamu yang sudah di print. Disana tertera latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, pengalaman berorganisasi, sampai kemampuan kamu. Ditambah lagi, lulusan cumlaude dari Universitas Negeri terkenal. Sepertinya semua itu sudah sangat cukup untuk dijadikan pertimbangan. Sekarang tahukan, alasan saya milih kamu. Dan.... "

"Dan apa?"

"Kamu cantik."

Mata Anye langsung membulat. Apa itu termasuk kriteria?

"Saya kurang percaya diri kalau kemana-mana sama wanita jelek."

Anye membuang nafas berat, menunduk sambil memijat pelipisnya. Mendadak pusing gara-gara Gara. Heisss, kebanyakan gara gak sih?

"Masih kurang alasannya?" tanya Gara, tersenyum melihat ekspresi depresi Anye. "Alasan lainnya, karena kopi buatan kamu enak, masakan kamu juga enak, kamu tahu ukuran sepatuku, baju, dan lain lain. Kamu juga tahu apa yang aku suka atau enggak. Kamu..... apalagi ya?" ia mengetuk-ngetuk telunjuk di kening, memikirkan yang lainnya. "Kamu sayang aku."

"Udah enggak!" sahut Anye cepat. "Aku juga sudah lupa semua tentang kamu."

"Masa sih?" Sagara mengernyit. "Gini aja deh, saya tes kamu bikin kopi. Saya yakin, kamu masih ingat berapa takaran gula dan kopi yang saya suka."

Anye menghela nafas panjang, meninggalkan ruangan Gara, pergi menuju pantry.

Sagara senyum-senyum sendiri di ruangannya. Duduk bersandar di kursi kebesarannya, sembari memainkan bolpoin yang terselip diantara jari-jarinya. Dia masih ingat, dulu Anye selalu membuatkan kopi saat dia main ke kosan mantannya tersebut. Ah, kenapa dia jadi kangen dengan kosan sepetak tersebut. Banyak sekali kenangan mereka disana, termasuk.... Sagara menyentuh bibirnya, teringat kembali ciuman mereka zaman dulu. Anye yang masih amatir, sering kali dia buat sampai muka merah karena kehabisan nafas.

Kenangan yang juga tak terlupakan, adalah saat Anye tiba-tiba datang bulan, dan nyuruh dia ke minimarket untuk beli pembalut. Herannya, kenapa dulu ia mau-mau saja, padahal itu sangat memalukan.

Sagara kembali menegakkan duduknya saat Anye kembali masuk ke ruangannya. Senyumnya mengembang melihat wanita yang akhir-akhir ini, selalu membuat dia tak bisa tidur karena rindu.

Anye meletakkan secangkir kopi yang masih panas di atas meja Sagara.

"Terimakasih." Sagara mengambil cangkir kopi tersebut lalu menghirup aromanya. "Wow, baru aromanya saja, udah senikmat ini."

Anye tak merespon apapun, hanya diam, menunggu reaksi Sagara setelah mencicipi kopi yang sengaja dia buat semanis mungkin. Dia tahu jika Gara kurang suka manis.

Setelah meniup beberapa kali, Sagara menyeruput kopi hitam buatan Anye. "Hem... pas," ia mengacungkan sebelah jempol.

Anye jelas kaget. Tak mungkin Sagara akan merasa pas dengan kopi yang dia beri 4 sendok gula. Dia yakin, rasanya gak mirip kopi, lebih pada minuman gula.

"Gak salah aku milih kamu gantiin Adinda. Kopi buatan kamu pas banget dengan selera saya."

Anye menggeleng cepat. "Dasar pembohong! Katanya mau profesional, tapi urusan kopi aja, kamu udah bohong. Aku yakin, rasanya gak sesuai dengan lidah kamu. Kamu itu gak suka manis."

"Luar biasa!" Sagara berdecak kagum. "Kamu masih ingat dengan selera aku."

Sial! Anye merutuki diri sendiri, bisa-bisanya malah keceplosan. Gara berhasil menjebaknya.

"Baiklah Nona Anyelir, mulai besok, anda menjadi sekretaris saya."

Anye tertunduk lesu, tak tahu harus berkata apa lagi.

1
Henny Permana
waaah..bisa2 hanil deh si anye ama pak bos
Henny Permana
yang...eyang maksudnya🤣
hanakiri
robby yg mandul ini ... keluarga tau si robby yang mandul gimana responnya
Katsida Kalee
bilang aja ke mertua, mulut ember
mimief
nice ending 😍😍
mimief
eehhh...Ampe ada massage nya🫣
wah wah kereeen
mimief
aku juga punya anak kembar, dan ngelahirin normal. bersyukur pake cara normal karena pemulihan nya cepat
bayangin kl gak,setelah ngelahirin bukannya ngurusin anak malah repot sama perut karena kata orang sakitnya lama🫣
mimief
karena kenyataan 🤣
begi bet aku pada waktu itu🫣
mimief
wkwkwkwk
orang tuanya malah jadi provokator 🤣🤣
mimief
yah begitulah kl mantan player
dulu kerjaan nya ngeboongin pasangan Mulu.
jadi pas insyaf jadinya insecure 😜🤣🤣
mimief
dia tau dia yg mandul..fitnahin istrinya aja udah kejam. lebih kejam lagi di dirm aja pas istri di maki maki sama keluarganya 😰
mimief
pas ganti akun,aku banyak history baca ku ke APUS
eh...malah ga sengaja kebuka lagi jni cerita.tapi GPP si,ga pernah bosen bacanya
Neneng Tejaningsih
Luar biasa
uty
uang mengatur segalanya
scarlet
keren bgt Thor,,, 👍👍
Ahmad Zaini
novel favorit
Rika Hari
anye kamu bunting ank Sagara anye🤭tokcer juga tu sang CEO punya juniornya 😁🤭🤭
nobita
apikk dan menarik... lanjutkan👍
Rika Hari
keterlaluan kamu Robby aib kamu kamu lempar pada istri mu sungguh tega dirimu Robby
Rika Hari
Robby org nya kurang konsisten
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!