NovelToon NovelToon
[TLS#2] Crazy Dare

[TLS#2] Crazy Dare

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:296.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Zakinah

Jika ada yang harus disalahkan, maka permainan Truth Or Dare-lah yang harus disalahkan.

Karena semua berawal dari sana.
Permainan yang telah dicap sialan oleh cowok gondrong anggota inti The Lion. Sebuah permainan tidak masuk akal dari teman-temannya yang mau tidak mau harus ia selesaikan dikarenakan kebodohannya memilih 'Dare'.

Alhasil, cewek ketua ekskul modern dance yang mendapat julukan Queen Shadow SMA Garuda itu pun menjadi sasaran empuk permainannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Zakinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAGIAN # 17

Berhubung mereka hanya akan dua hari berada di puncak, anak-anak The Lion memanfaatkan hari pertama mereka untuk melakukan beberapa kegiatan, seperti menaiki sepeda di beberapa bukit-bukit kecil, melakukan permainan seru dan ada dari mereka yang memilih bermain musik.

Bagus memilih opsi pertama, cowok yang pagi ini memakai kaos panjang rajut berwarna coklat tua itu meminjam sepeda yang dibawa oleh Devan untuk ia pakai berkeliling. Tidak lupa pula menarik Krystal yang entah sedang melakukan apa dengan Aluna tadi.

Seperti bisa, Krystal akan menolak dan Bagus memaksa hingga ujung-ujungnya keduanya tetap pergi bersepeda. Krystal berdiri di belakang Bagus dengan kedua kakinya yang bertumpu pada stang kaki di ban belakang sepeda Devan. Kedua tangannya memegang bahu Bagus agar tidak terjatuh.

“Momen-momen kayak gini itu harus dimanfaatin, Tal. Kapan lagi coba lo bisa ngerasain udara sesejuk ini di Jakarta yang banyak polusinya?” kata Bagus yang dibenarkan dalam hati oleh Krysta.

Di Jakarta memang panas dan penuh akan polusi kendaraan walau masih pagi.

“Tapi lo bisa sehari aja gak usah maksa gue?” sindir Krystal, Bagus tertawa. “Lo bisa gak sehari aja gak buat gue harus maksa lo?” sindirnya balik.

Krystal mendengus. “Gue gak mau ikut lo terus.” Karena itu buat gue bingung tiap kali didekat lo, sambung Krystal dalam hati.

Bagus menoleh sedikit dan mengangkat alis. “Kenapa? Lo malu sama-sama gue terus, gitu?”

“Ya, enggaklah!” sangkal Krystal cepat membuat Bagus menahan senyum. “Gue cuma gak punya alasan aja buat selalu sama lo.”

Bagus menepikan sepedanya di dekat sebuah bukit yang lebih tinggi dari yang lainnya. “Maksudnya ‘gak punya alasan’ itu gimana?” tanya Bagus men-standar sepeda milik Devan setelah Krystal lebih dulu turun.

Mengangkat bahu tidak tahu, Krystal duduk di atas rerumputan bukit kemudian memeluk kedua lututnya yang menyilang. “Gak tau.”

Bagus terkekeh kemudian duduk di samping Krystal. “Aneh lo,” ucapnya hingga Krystal ikut terkekeh.

Hening beberapa saat sampai Krystal berdehem pelan. Merasa aneh dengan rasa canggung yang tiba-tiba saja datang padanya, padahal yang ia lihat Bagus tampak tenang-tenang saja. Seolah apa yang Krystal rasakan saat ini tidak dirasakan oleh cowok gondrong itu.

“Tal.”

Krystal terkesiap mendengar panggilan Bagus. Ia berdehem untuk menyingkirkan rasa aneh di tenggorokannya lalu menatap Bagus dengan alis terangkat. “Kenapa?”

“Gue boleh tau, lo suka apa aja?”

Alis Krystal semakin meninggi, matanya berpendar bingung pada pertanyaan tiba-tiba Bagus. “Kenapa lo nanya kayak gitu?” tanya Krystal balik dan langsung dibalas dengusan oleh Bagus.

“Kalo gue nanya, bisa gak, gak usah nanya balik?” Krystal mengangkat bahu acuh. “Hak-hak gue lah.”

Berdecak, Bagus mengacak rambut coklat Krystal yang memang digerai. Jika Bagus tampak biasa saja setelah melakukan itu, maka beda lagi dengan Krystal yang diam membatu. Rasa aneh itu kembali hadir memporak-porandakan perutnya yang kegelian.

“Gue suka apa yang bisa buat gue berbeda.”

Bagus menoleh dengan cepat sedangkan Krystal langsung membulatkan mata. Merasa terkejut dengan kalimat spontan yang diucapkan mulutnya tanpa mengajak otaknya untuk berkompromi terlebih dahulu.

“Berbeda?” Bagus mengangguk-anggukan kepala mengulangi kata terakhir Krystal. Cowok itu menyugar rambutnya kebelakang lalu menelengkan kepala pada Krystal. “Kalo yang gak lo suka, apa?” tanya Bagus lagi. Segera Krystal menetralkan perasaan sepihak yang dirasakannya lalu kembali memasang wajah biasa-biasa saja.

“Apa yang gue gak suka?” ulangnnya dan Bagus mengangguk.

“Gue gak suka pembohong.”

####

Bagus tertawa keras ketika Krystal beberapa kali terjatuh dari sepeda. Sungguh menyenangkan melihat cewek yang ternyata tidak bisa bersepeda itu kini berusaha mengendarai besi tersebut.

“Jangan ketawa! Sakit ini!” teriak Krystal keras pada Bagus yang berdiri bersidekap tak jauh darinya.

“Lo sih, belajar yang bener makanya.” Bagus kembali tertawa ketika melihat raut wajah Krystal bercampur dengan raut frustasi. “Kalo sepedanya udah mulai oleng, cepet turunin satu kaki lo.”

“Bacot!” Bagus semakin tertawa. Saat melihat Krystal mulai menyerah dan membuang asal sepesa Devan ke rumput, Bagus menggeleng-gelengkan kepala lalu menghampiri cewek yang tengah berkacak pinggang dengan pipi mengembung kesal itu.

“Gue gak mau belajar naik sepeda lagi! Nyusahin!” cerca Krystal.

Mengambil sepeda Devan, Bagus berkata, “ini lo aja yang cepat nyerah. Sini gue bantu belajar.”

“Ogah! Gue mau balik ke tenda aja, deh.”

Bagus berdecak lalu memposisikan sepeda di samping Krystal, menepuk-nepuk dudukan sepeda tersebut. “Ayo naik, gue pegangin di belakang.”

Krystal menatap sepeda tersebut dengan Bagus secara bergantian, lalu menggeleng. “Gak. Gak mau!”

Helaan napas Bagus terdengar, cewek ini memang selalu membuat sifat pemaksanya keluar. Bagus baru saja akan kembali memaksa Krystal untuk belajar bersepeda jika saja rintik-rintik air tidak turun.

“Tuh, kan, hujan. Lo sih, disuruh belajar pake lama.”

Mata Krystal membola tidak terima. “Kok, gue sih yang disalahin? Ini juga hujan tiba-tiba datang kali, gak ada hubungannya sama gue.”

“Ya, kalo lo mau diajar naik sepeda dari tadi kita gak akan kehujanan gini.”

“Kan, gue dari awal emang gak mau belajar naik sepeda, lo aja yang terus maksa gue!”

“Itu gue lakuin supaya lo juga punya pengalaman naik kendaraan sendiri. Seenggaknya sepeda udah lumayan.”

“Gue gak butuh belajar naik kendaraan. Mau tau atau enggak gue juga gak punya kendaraan khusus.”

Tanpa mereka sadari, rintik-rintik mulai berubah menjadi rintikan deras. Keduanya baru sadar ketika baju yang mereka kenakan basah kuyub. Krystal langsung memekik. “Liat! Ini gara-gara lo yang ngajak ribut terus!” ujar Krystal menyalahkan Bagus.

Bagus yang juga sudah basah kuyub memilih tidak membalas, ia mendengus saja lalu menaiki sepeda. “Naik, kita pulang ke tenda hujan-hujanan.”

Memilih tidak membuang waktu, Krystal langsung memposisikan diri di belakang Bagus. Sepeda milik Devan itu bergerak dengan hati-hati menuruni bukit-bukit kecil yang mulai becek. Krystal mengeratkan pegangannya pada kedua bahu Bagus. “Tiati, Gus. Licin.”

“Iya.”

Perjalanan pulang ke tenda dihiasi dengan keheningan tanpa rasa canggung yang tadi Krystal rasakan. Rasanya, kali ini berbeda. Ia dan Bagus memang saling diam namun, hatinya merasa tidak sepi. Rinai hujan yang menghantam wajahnya membuat Krystal memejamkan mata. Tidak cukup beberapa menit, ia langsung membuka mata ketika wajah Bagus yang tertawa tiba-tiba melintas dalam pejamannya.

Tanpa sadar Krystal menggelengkan kepala keras hingga badannya sedikit ikut bergerak. Sepeda yang oleng akibat gerakan tiba-tiba tubuh Krystal membuat Bagus memekik. “Eh, eh! Lo jangan gerak-gerak dong! Entar kita nyungsep nyaho lo!” teriak Bagus agar suaranya tidak teredam oleh suara hujan.

“Sorry!” balas Krystal ikut berteriak.

Lima belas menit terlewatkan dan mereka sudah sampai ke tenda, suasana di sana masih sama seperti tadi. Masih ramai tanpa ada hujan. Krystal turun sedangkan Bagus men-standar sepeda Devan di dekat sebuah pohon. Handuk putih entah milik siapa di tenda dekat pohon tersebut Bagus ambil kemudian menyampirkan ke pundak Krystal.

“Sana ganti baju. Lo transparan.”

.

.

.

Reaksi kalian kalo ada cowok yang ngomong gitu ke kalian gimana?😂

Kalo aku sih langsung nabok🤣

1
Teguh wira admaja
thor... ini cerita selanjutnya atau cerita awal yah
bukan kah di seniornya
alka sm meira dah nikah
Risa Aprilia
sad ending
Risa Aprilia
pohon togenya semaput duluan mah klo yg digantung cowok ganteng,😅
Kokom Mala
aq sih emang lebih setuju bagus sma dita,soal nya dari awal di senior emang udh klik nya sma dita,,knpa ada kristal,kurang dpt fil nya
Yenni Efita
😭😭😭😭
dhara chantika
pindah kemana thor? aq ingin ngikut
Yenni Efita
ksh mukjizat thorr buat Kristal, terlalu bnyk kepedihan airmata dlm unurny yg msh belia.... beri ksh syg n kebhgiaan sm org yg syg m dia dg tulus
Sisti Yanti
Galau..
Sisti Yanti
Karna aku suka yg menantang aku pilih bagus... Hahaha
octa
MO NANGIS TAPI ADA MAK GW😭
rhmbrt_s
mata gue sampe hmpir bengkak thor
🌹CleoPaTrA🌹
lanjuut
Ana Ana Bae
season 2 dong thor....krystal lahir kembali dengan karakter baru dong thor...pliss....
Partiah Yake
nangis aku....., sewajarnya ya begitu ya masa sdh tau sakit tuva tuba sembuh kan agak lucu ya thor
embun pagi
seru layaknya Thor,,,tapi lupa sama nama2 tokonya,,,🙈🙈
Khanza💟💟
Nangis tengah malam ini mah
Nyesek sumpah😭😭
رح يسف
sad bnget sih kamu gus😭😭😭
Nur Sifa
😭😭😭😭
LyLa_LyLa
thor gue nangis terharu banget 🥺😭😭😭😭
key
😭😭😭😭😭
aq banjir thorrrr... ikutan nyeri kaya bagus..
😭😭😭😭😭

sekarang tinggal kisahnya aluna ama devan ya... ya.. ya.. ya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!