NovelToon NovelToon
Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Manusia Serigala / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

“Aku telah melihat masa depan kalian,” lanjutnya. “Dari abu pengorbanannya, jiwanya tidak hancur. Jiwa sang Ratu terlepas dari pusaran kehancuran dan ditakdirkan untuk terlahir kembali.”

“Sebagai apa?” suara Ragnar nyaris hanya bisikan.

“Sebagai manusia.”

“Manusia?” Ragnar tertawa pendek, pahit. “Makhluk fana, rapuh, dengan umur sekejap mata?”

“Justru karena itu,” jawab Holly. “Ia akan hidup jauh dari dunia kita, tanpa ingatan tentang perang, mahkota, atau pengorbanannya. Namun takdir tidak sepenuhnya kejam, bukan? Setidaknya dia terlahir kembali kali ini hanya untukmu.”

999 tahun pencarian....

“Akhirnya, aku menemukanmu, Ivory! Aku telah menepati janjiku untuk tidak melupakanmu dan datang menjemputmu.”

PLAK!

“Anda sudah keterlaluan! Dasar Bos Gila!” Kata Ivory penuh amarah.

Akankah takdir kali ini akan mempersatukan Ragnar dan Ivory kembali? Ataukah takdir sebelumnya akan terulang kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Karma Sang Raja Vampir

Bisa dikatakan ini sebagai sebuah karma yang harus Ragnar terima di kehidupannya yang lalu. Dimana dulu ia mengabaikan keberadaan ratunya dan bahkan membiarkan ratunya menghadapi para vampir pembunuh seorang diri.

“Yang Mulia, sepertinya kau sedang terkena karma dari perbuatan anda sendiri di masa lalu,” celetuk Denzel tanpa memperdulikan raut wajah Ragnar yang sudah teramat masam.

“Apa katamu?” sarkas Ragnar tak terima.

“Apakah kau tidak ingat bagaimana awalnya kau memperlakukan Ratu Esmeralda? Kau mengabaikan keberadaannya, bahkan saat tahu dia menjadi incaran para vampire pembunuh saat itu.” Denzel mengingatkan, “Lihatlah sekarang… kau yang diabaikan dan kau yang menjadi incaran kaum werewolf dan penyihir hitam jika reinkarnasi sang ratu sampai berpihak pada mereka.”

“Kau pikir aku akan membiarkannya begitu saja? Jangan harap.” Tukas Ragnar mantap.

“Jika kau membiarkannya, maka kita semua akan berakhir mati bersama. Tentu saja, kau dan kita semua harus melakukan sesuatu untuk menghentikan kemungkinan buruk itu terjadi,” ujar Denzel yang semakin membuat Ragnar merasa kesal.

“Kau tidak akan memenangkan apapun dariku, Ren!” bisiknya ke arah restoran itu. “Aku akan memastikan kau mengetahui segalanya tentang hari itu.”

Ragnar lantas berbalik, langkahnya tenang namun penuh tujuan. Ia duduk di kursi kerjanya, layar-layar holografis menyala di hadapannya. Informasi mulai mengalir tentang semua hal yang berkaitan dengan Ren dan kaum werewolf. Kaum werewolf tak pernah benar-benar pandai menyembunyikan jejak. Aroma mereka, jaringan mereka, dan kesalahan lama yang belum terkubur.

Senyum tipis terukir di bibir Ragnar. “Theron, perintahkan Morgan untuk mencari tahu lebih detail tentang kejadian yang terjadi di Hutan hujan saat itu. Semuanya… tanpa melewatkan apapun.”

“Baik, Yang Mulia!” sahut Theron seketika menghilang dalam kedipan mata.

“Denzel, bukankah aku sudah memberimu tugas untuk mengawasi wanita itu?” Ragnar bertanya untuk memastikan sekaligus mempertanyakan kenapa Denzel bisa berada di ruangannya saat ini.

“Bisakah aku bertukar tugas dengan Dorian. Jujur saja, wanita itu sangat menyeramkan. Tatapan matanya seolah pedang tajam yang bisa membunuhku kapan saja. Ck, mengingatnya saja aku sampai merinding,” bujuknya berharap Ragnar akan berbelas kasih.

Brakk….

“Jangan bercanda, Denzel Hetherington!” bentak Ragnar. “Jika terbukti bahwa dia memang benar reinkarnasi dari pemilik murni sihir hitam, maka hanya kau yang bisa menanganinya.”

“Sebaiknya lakukan tugasmu dengan baik. Cepat kembali sekarang,” perintahnya tanpa bantahan sama sekali.

“Ck, baiklah! Aku akan mencari dan mengawasinya sekarang.”

Setelah mengatakan itu, Denzel memilih menggunakan mantra teleportasi untuk pergi dari ruangan tersebut. Menyisakan Ragnar dengan kemarahannya dan Dorian yang menunggu perintah selanjutnya.

“Yang mulai, bagaimana kalau kita menggunakan cara seperti ini saja untuk mendekati reinkarnasi Ratu Ivory?” celetuk Dorian memecah keheningan.

“Cara seperti apa yang kau maksud?” tanya Ragnar bingung sekaligus penasaran.

“Begini… bagaimana kalau kita ciptakan beberapa situasi berbahaya yang mengancam nyawanya. Lalu anda akan hadir sebagai pelindung. Sebagai penolong di saat yang tepat. Sebagai sosok yang selalu muncul ketika dunia terasa terlalu kejam baginya. Perlahan, tanpa paksaan, anda akan mengisi ruang kosong yang tak mampu diisi oleh manusia serigala itu di hati reinkarnasi Ratu,” jelas Dorian panjang lebar.

“Dan ketika waktunya tiba… anda akan membiarkan reinkarnasi ratunya melihat sendiri perbedaan antara cinta fana yang rapuh dan ikatan darah abadi yang tak bisa dipatahkan oleh kematian, apalagi oleh kaum werewolf.” Sambungnya.

“Hmm, bagus juga rencanamu,” gumam Ragnar mempertimbangkan. “Kalau begitu kau yang akan berperan sebagai penjahatnya dalam rencana ini.”

“A-APA?!” seru Dorian terkejut bukan main.

“Kenapa harus saya, Yang mulia? Bagaimana kalau kita menyewa actor terbaik saja untuk—”

“Tidak bisa! Menyewa orang lain akan berbahaya, kita tidak tahu kalau kaum werewolf atau penyihir hitam juga membayarnya. Akan lebih aman kalau kau yang menjadi penjahatnya. Sekarang pergi, siapkan semua skenarionya dengan baik. Ingat, jangan sampai terjadi kesalahan sedikitpun.” perintahnya antusias.

“Baiklah, Yang Mulia!” jawab Dorian yang hanya bisa pasrah.

Di balik dinding kaca gedung megah itu, Ragnar telah memutuskan untuk membersihkan dirinya dari kesalahpahaman yang sudah berlangsung selama ratusan tahun dengan kaum werewolf. Ia juga akan memastikan pemilik murni sihir hitam berada di pihaknya.

Ragnar juga akan mendekati Ivory dengan cara yang lebih baik. Dan kali ini, sang Raja Vampir berniat menang. Bukan hanya sebagai penguasa malam, tetapi sebagai satu-satunya makhluk yang berhak berdiri di sisi ratunya.

...****************...

Masih dalam jam makan siang selalu menjadi waktu yang paling bising di pusat kota. Deru kendaraan, tawa pegawai kantoran, dan langkah kaki yang saling bersilang. Namun di balik deretan gedung perusahaan yang menjulang seperti menara kaca, terdapat sebuah gang sempit yang nyaris terlupakan. Cahaya matahari hanya menyelinap tipis di antara dinding beton, menciptakan bayangan panjang yang dingin.

Di sanalah ia berdiri, Elena Rosalia kakak dari reinkarnasi sang ratu vampire yang juga telah bereinkarnasi. Penampilannya sederhana, kemeja putih polos dan rok hitam kantor dengan jas hitamnya.

Tak ada yang mengira bahwa di balik mata teduhnya tersimpan jejak kehidupan yang telah terkubur oleh waktu dan darah. Ia menggenggam kotak makan siangnya dengan tenang, meski jelas keterkejutan menguasai hati dan pikirannya. Ia berniat menemui adiknya, tapi tiba-tiba ia sudah berada di gang sempit hanya dalam kedipan mata.

“Dimana aku sekarang? Apakah penyihir itu yang melakukannya?” gumam Elena mencari keberadaan sosok yang ia kira sebagai pelakunya yang membuatnya berakhir di gang sempit itu.

Awalnya Elena mengira bahwa ini perbuatan Denzel, penyihir yang selalu berada di sisi Ragnar. Namun, dugaannya seketika lenyap ketika udara di sekitarnya berubah.

Langkah-langkah tanpa suara muncul dari ujung gang. Tiga, lalu lima bayangan merayap dari dinding, seakan kegelapan itu sendiri melahirkan mereka. Jubah gelap menutupi tubuh, dan simbol-simbol sihir hitam berdenyut samar di kulit mereka.

“Yang Mulia…” suara itu parau, sarat kerinduan dan ketakutan. “Kami akhirnya berhasil menemukanmu.”

Elena menoleh perlahan. Tatapannya kosong, dingin, dan sepenuhnya asing. “Siapa kalian?” tanyanya datar. “Apakah kalian yang menarikku ketempat ini?”

Para penyihir hitam saling berpandangan. Salah satu dari mereka berlutut, lututnya menghantam aspal kotor. “Jangan berpura-pura lagi, Yang Mulia. Kami adalah sisa pengikutmu. Darah, sumpah, dan sihir kami terikat padamu. Dunia lama telah runtuh tanpa kepemimpinanmu. Kembalilah. Pimpin kami sekali lagi.”

Angin berdesir pelan. Untuk sesaat, bayangan di dinding gang bergetar, seolah masa lalu mencoba meraih masa kini. Jika Ragnar dan Denzel nyata, maka ada kemungkinan besar bahwa sosok yang berlutut dihadapannya saat ini memang benar sisa pengikutnya di masa lalu.

Namun, Elena tidak ingin terlibat lagi. Di kehidupan sebelumnya, maupun sekarang ia hanya ingin terus bersama adik dan keluarganya.

Bersambung ….

1
Fahmi Ardiansyah
ku tunggu kelanjutannya kak semangat terus ya
Desyi Alawiyah
Lanjut kak Author.. Semoga sehat selalu.. 🙏🥰
Fahmi Ardiansyah
iya terserah kmu ivori
Desyi Alawiyah
Sangat menarik dan luar biasa.. 😇
Desyi Alawiyah
Lanjut kak Author, makasih udah up.. 🙏
Desyi Alawiyah
Aku juga nurut kamu Ivory, terserah kamu mau melakukan apapun... Yang penting kamu dan Elena baik-baik saja...

Tapi, apakah Ragnar akan nyerah gitu aja? Pasti Ragnar akan semakin gencar mendekati Ivory dan terus mencari tanda itu..

Iya ngga sih... 😩
Desyi Alawiyah
Lanjut lagi dong kak...

Terus kapan nih, Ragnar lihat tanda dibelakang telinganya Ivory... Ngga sabar pengen lihat reaksinya... 😋

Meskipun Ragnar udah yakin kalo Ivory reinkarnasi Ratu nya, tapi Ragnar belum lihat tanda itu kan? 😌😌😌
Desyi Alawiyah
Oh, begitu ceritanya...

Penyihir hitam dan Ratu Vampir emang kakak beradik, tapi mereka terpisah. Gitu yah?
Fahmi Ardiansyah
lanjut kak.
Cindy
lanjut kak
Desyi Alawiyah
Update lagi dong Kak.. 🤭🙏
Fahmi Ardiansyah
tu ratumu LG marah Ragnar n susah di redamkan.
Desyi Alawiyah
Nggantung lagi ceritanya..

Ivory mau bilang apa yah ke Elena? Apa Ivory udah tahu, kalau dirinya adalah reinkarnasi dari Ratu Vampir? 🤔
Desyi Alawiyah
Nah loh Ragnar, reinkarnasi Ratu mu marah tuh... Kamu sih pake bohong segala... 🤭
Cindy
lanjutt kak
Cindy
lanjut kak
Fahmi Ardiansyah
ya tunggu aja bentar LG pulng kok adkmu.tpi jgn kaget entar klu nyampek rumah cemberut n marah.
Fahmi Ardiansyah
ya iyalah seharusnya lukanya yg lebih parah LG n pertahankan agar lukanya gak hilng Ragnar skrg ivory merasa tertipu aku pastikan besok ivory pasti masih kecewa n marah.
Fahmi Ardiansyah
yaelah Ragnar caper bisa2 ivory malah merasa bersalah tu.
Fahmi Ardiansyah
aku senang cerita nya tambah seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!