NovelToon NovelToon
Langit Yang Retak, Golok Yang Sunyi

Langit Yang Retak, Golok Yang Sunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Balas Dendam / Dendam Kesumat / Ahli Bela Diri Kuno / Dark Romance
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Nnot Senssei

Ini Novel Wuxia!

Di dunia persilatan yang kelam dan penuh intrik, nama Liang Shan adalah luka yang tak pernah sembuh—anak dari keluarga pendekar agung yang dibantai secara keji oleh lima perguruan besar dan puluhan tokoh bayaran.

Sejak malam berdarah itu, Liang Shan menghilang, hanya untuk muncul kembali sebagai sosok asing yang memikul satu tujuan, yaitu membalas dendam!

Namun, dendam hanyalah awal dari kisah yang jauh lebih kelam.

Liang Shan mewarisi Kitab Golok Sunyi Mengoyak Langit, ilmu silat rahasia yang terdiri dari sembilan jurus mematikan—masing-masing mengandung makna kesunyian, penderitaan, dan kehancuran.

Tapi kekuatan itu datang bersama kutukan, ada racun tersembunyi dalam tubuhnya, yang akan bereaksi mematikan setiap kali ia menggunakan jurus kelima ke atas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nnot Senssei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

"Dari mana kau tahu hal itu?" tanya Liang Shan sambil mengerutkan keningnya.

"Semua orang kini sudah tahu bahwa kau memiliki racun di dalam tubuh!"

Liang Shan tersenyum, lalu menyeka darah di matanya.

"Baiklah. Tapi mati dalam satu jam dengan membawa kehormatan jauh lebih baik daripada hidup seratus tahun sebagai pengkhianat seperti Ayahmu."

Baru saja Xu Ruomei hendak membalas, sebuah suara kecapi terdengar dari kejauhan. Suaranya rendah, namun setiap dentingannya seolah memukul dada setiap orang yang ada di sana.

DENGG!!!

Para Penjaga Bayangan yang tersisa langsung jatuh berlutut sambil memegangi telinga mereka yang mengeluarkan darah.

"Sima Bo!" desisnya. "Si Pendekar Kecapi Patah!" wajah Xu Ruomei memucat saat mengetahui siapa yang datang.

Seorang pria tua dengan pakaian compang-camping berjalan perlahan dari balik kabut hutan. Di tangannya terdapat sebuah kecapi kuno yang senarnya hanya tinggal tiga.

"Anak kecil dari Klan Xu," ucap Sima Bo dengan nada malas. "Kembalilah pada Ayahmu. Beritahu Xu Ruo, bahwa jika dia masih ingin melihat putrinya menikah, jangan pernah mengirimmu untuk mengusik putra Liang Qi lagi."

Xu Ruomei menggigit bibir bawahnya. Ia tahu dirinya tidak mungkin menang melawan salah satu dari Tujuh Legenda Masa Lalu itu. Dengan isyarat tangan, gadis tersebut segera memerintahkan anak buahnya yang masih bisa bergerak untuk mundur.

"Liang Shan," ucap Xu Ruomei sebelum menghilang di balik pepohonan. "Ini bukan akhir. Dunia persilatan tidak akan membiarkanmu bernapas lega. Jika kau tidak memilih pihak, maka seluruh pihak akan memilihmu sebagai musuh."

Setelah kepergian orang-orang Klan Xu, Liang Shan jatuh terduduk. Goloknya terlepas dari genggamannya. Sima Bo mendekat dan menatap pemuda itu dengan mata yang dipenuhi kerinduan akan masa lalu.

"Kau sangat mirip dengan Ibumu," bisik Sima Bo. "Tapi matamu memiliki api yang sama dengan Liang Qi."

Sima Bo menyentuh punggung Liang Shan dan menyalurkan tenaga dalam murni yang terasa seperti aliran air sungai yang sejuk. Racun yang tadinya mengamuk perlahan mulai tenang.

"Paman Sima ..." Liang Shan mengenali wajah itu dari ingatan masa kecilnya yang samar.

"Jangan banyak bicara dulu, Liang Shan. Racun Tapak Sepuluh Ribu Tulang bukan sesuatu yang bisa diremehkan. Itu adalah racun yang diciptakan untuk menyiksa jiwa, bukan hanya membunuh raga," Sima Bo mendesah.

Mereka lalu duduk di pinggir telaga saat matahari mulai tenggelam dan memberikan warna jingga yang tragis pada permukaan air.

"Paman, Han Muchen memberitahuku tentang surat wasiat itu," Liang Shan memulai setelah tenaganya sedikit pulih. "Apakah itu benar? Apakah Ayahku mati untuk rahasia kotor kaisar?"

Sima Bo memetik satu senar kecapinya, menghasilkan suara yang menyayat hati.

"Benar. Tapi ada yang lebih pahit dari itu. Wasiat tersebut bukan hanya berisi tentang takhta. Tapi juga berisi daftar nama orang-orang yang menerima suap untuk membiarkan pembantaian keluarga kerajaan terdahulu terjadi. Dan nama Ayahmu ada di sana, Liang Shan."

Liang Shan tertegun. "Apa maksudmu? Apakah Ayahku terlibat?"

"Tidak sebagai pelaku," jawab Sima Bo sambil menatap langit. "Tapi sebagai orang yang dipaksa menuliskan surat wasiat palsu itu karena nyawamu dan Ibumu dipertaruhkan saat itu. Ayahmu menghabiskan sisa hidupnya dengan rasa bersalah yang luar biasa,"

"Dia menyimpan wasiat yang asli bukan sebagai senjata untuk membalas dendam, tapi sebagai jaminan agar kau bisa tetap hidup. Dia tahu, selama memegang bukti itu, mereka tidak akan berani menghabisi seluruh garis keturunannya."

"Tapi mereka tetap membantai keluargaku!" seru Liang Shan dengan suara parau.

"Karena mereka pikir mereka sudah menemukan wasiat itu di perpustakaan Ayahmu. Padahal sebenarnya mereka salah. Ayahmu menyembunyikan bagian paling penting di dalam Permata Tiga Hati itu. Dan sekarang, kau telah mengaktifkannya kembali."

Sima Bo berdiri bangkit berdiri, lalu berkata lagi, "Dengar, Liang Shan. Dunia persilatan tidak peduli pada kebenaran. Mereka hanya peduli pada siapa yang memegang tongkat pemukul,"

"Pergilah ke Kota Teratai Biru. Cari Si Buta Lu. Tapi kau harus tahu satu hal, Si Buta Lu bukanlah orang biasa. Dia adalah mantan Panglima peyngawal Kekaisaran yang membutakan matanya sendiri karena tidak sanggup melihat kejahatan yang terjadi di istana."

Tiga hari kemudian, Liang Shan tiba di gerbang Kota Teratai Biru. Kota ini berbeda dengan Heiyun. Jika Heiyun adalah kota pendekar, maka Teratai Biru adalah kota para pedagang dan penipu.

Di sini, segala sesuatu memiliki harga, termasuk nyawa seorang kaisar.

Liang Shan berjalan melewati pasar yang ramai. Ia mengenakan caping bambu yang menutupi sebagian wajahnya. Namun, auranya tidak bisa disembunyikan.

Para pendekar yang lewat bisa merasakan hawa dingin yang memancar dari pemuda itu.

Di sebuah gang sempit yang berbau dupa dan rempah-rempah, ia menemukan kedai kecil bertuliskan "Mata Hati".

Di dalamnya, seorang pria tua sedang asyik bermain catur sendirian.

Ia adalah Si Buta Lu, orang yang sempat ditemui sebelumnya!

"Kau terlambat dua jam dari yang aku prediksi," ucap Si Buta Lu tanpa menoleh, jemarinya meraba bidak catur dengan sangat halus.

Liang Shan duduk di depannya. "Bagaimana kau tahu aku akan datang?"

"Angin di kota ini membawa bau darah lama dan racun yang busuk. Hanya satu orang di dunia ini yang memiliki kombinasi bau seperti itu," kata Si Buta Lu sambil tersenyum misterius.

"Paman Sima mengirimku kemari. Aku membutuhkan bagian kedua dari permata ini."

Si Buta Lu berhenti menggerakkan tangannya. Suasana di kedai itu mendadak menjadi sangat sunyi, hingga suara lalat yang terbang pun terdengar seperti deru mesin.

"Bagian kedua bukan hanya sebuah benda, Liang Shan, melainkan adalah ingatan. Dan ingatan itu sangat menyakitkan. Apakah kau siap untuk melihat bahwa pahlawan yang kau puja dalam bayanganmu mungkin tidak seputih yang kau bayangkan?"

Liang Shan meletakkan Golok Sunyi di atas meja catur. "Aku sudah melewati neraka selama lima belas tahun. Kebenaran yang pahit jauh lebih baik daripada kebohongan yang manis."

Si Buta Lu menghela napas panjang. Ia merogoh sesuatu dari balik bajunya. Sebuah lempengan logam kecil yang memiliki ceruk yang sangat pas untuk Permata Tiga Hati.

"Pasangkan permatamu di sini," perintahnya.

Saat Liang Shan menyatukan keduanya, sebuah proyeksi cahaya muncul di dinding kedai yang remang-remang. Itu adalah peta rahasia istana, namun bukan itu yang mengejutkan Liang Shan.

Di sudut peta itu, tertera sebuah stempel pribadi milik seorang Jenderal Besar Kekaisaran. Jenderal yang selama ini dianggap sebagai pelindung rakyat dan musuh bebuyutan tiga klan besar.

Jenderal Long Zhanyuan!

"Jenderal Long?" bisik Liang Shan. "Dia ..., dia juga terlibat?"

"Justru dialah yang memberikan perintah terakhir untuk menyerang kediaman Keluarga Liang," kata Si Buta Lu dengan suara yang bergetar. "Bukan karena jahat, tapi karena dia ingin mengamankan wasiat itu agar tidak jatuh ke tangan klan-klan besar. Dia pikir dengan membunuh keluargamu, rahasia itu akan mati bersamamu."

1
Nanik S
Bagus Lian Shang
Nanik S
Kecapi Sakti
Nanik S
Apakah Kakek itu orang yang dicari
Nanik S
Mereka bertiga benar2 tangguh
Nanik S
Liang Shan... punya berapa Nyawa
Nanik S
God Joon
Nanik S
Liang Shan.... berat amat jalanmu
Nanik S
mereka sepasang Anak sahabat yang mati karena dikhianati
Nanik S
Jendral Zhao ternyata bukan hanya penghianat tapi Inlis yang sesungguhnya
Nanik S
teruskan... menarik sekali Tor
Junn Badranaya: Siap kak ...
total 1 replies
Nanik S
Liang Shan harusnya tinggal dengan Damai
Nanik S
Liang Shan.... apakah akan hancur bersama Goloknya
Nanik S
Ternyata Jendral besar juga terlibat
Nanik S
Mantap.... kenapa Lian Shen tidak mencari penawar racunya
Nanik S
Kecantikan sebagai Alat untuk meruntuhkan Lelaki
Nanik S
Kurangi musuh satu satu
Nanik S
Pesan pertama Golok Sunyi
Nanik S
Mantap Tor
Nanik S
Ling Shang... kehilangan kedua kali amat menyakitkan
Nanik S
Hidup dengan tubuh beracun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!