NovelToon NovelToon
Satu Alasan Untuk Bertahan

Satu Alasan Untuk Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / CEO / Cintamanis / Psikopat itu cintaku / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Elyra Azzahra mencintai Leonard Attahaya tanpa mengetahui siapa sosok Leonard sebenarnya.

Saat kebenarannya terungkap nyatanya perbedaan kasta dan jurang sosial menjadi titik kehancuran keyakinan Elyra akan cinta, namun dia tetap memilih bertahan.

Namun, harapan itu kembali runtuh ketika Leonard ternyata telah dijodohkan. Dalam kehilangan, Leonard memberontak, dan rela mengorbankan segalanya demi Elyra. Bagi Elyra dunia adalah cinta dan cinta bukan berarti dunia.

Mampukah Elyra bertahan demi cinta? atau justru menyerah dengan dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Mencurigakan

Jelas sekali dari mulai perlakuan, tingkah, dan tatapan Leon mengartikan lain. Bukan. Hanya anak kecil yang salah paham, bahkan beberapa orang kenalan Elyra juga menganggapnya demikian.

"Lyra!" Teriakan seorang perempuan terdengar di pinggir jalan, tengah memilah buku bersama teman-temannya.

"Eh Vir, lagi beli buku?" sapa Elyra. Zavira mengangguk dan kini matanya tertuju pada Leonard.

"Siapa tuh, om-nya ya?" tanya Zavira. Elyra menatap Leon.

"Saya Leon, temannya Elyra," ucap Leon sambil mengulurkan tangan. Zavira cengengesan melihat wajah menawan Leon.

"Wah ganteng banget, Kak Leon udah nikah?" tanya Zavira lagi.

"Belum," jawab Leon lagi. Entahlah, padahal Leon ingin mendengar pertanyaan-pertanyaan itu dilayangkan oleh Elyra. Tapi gadis itu seolah tak peduli dengan dirinya, bahkan saat terluka saja dia tak bertanya alasan dia terluka.

"Bisa dong daftar, Kak," centil Zavira. Elyra mengangkat alisnya dan memutar bola matanya.

"Kumat!" Elyra memukul bagian atas kepala Zavira dengan buku yang semula dia pilih.

"Gak usah dengerin Vira, bro," ucap Elyra dengan tangan kembali membolak-balik buku.

"Dih, ada kesempatan tak boleh disia-siakan, Ly. Emangnya kamu yang hidupnya cuma tau cari uang dan belajar aja, dunia juga harus diliputi dengan kisah romansa. Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga..." Zavira bernyanyi sambil berceloteh.

"Dahlah, cinta gak bisa buat kenyang. Makan tuh cinta!" Elyra menyerahkan buku di tangannya, sebuah buku panduan teknik fisika, dan beberapa buku motivasi. Dia membayarnya sekaligus.

"Sini! Aku yang bawa," Leon menawarkan diri melihat Elyra yang sudah banyak membawa barang sekaligus harus mengapit dua bocah.

"Gak usah, bro. Aman aja." Elyra berjalan kembali hingga sampai di berbagai kedai makanan tepi jalan. Elyra menatap Leon.

"Kamu makan apa aja kan? Apa gak makan MSG?" tanya Elyra lagi. Orang yang tinggal di sekitar perumahan itu adalah konglomerat kebanyakan. Dan gaya konglomerat selalu berhati-hati dalam hal makanan; tidak boleh MSG lah, tidak boleh makan luar lah, tidak boleh yang mengandung pengawet lah. Elyra sudah terbiasa dengan hal semacam itu.

"Iya, aku makan apa aja," jawab Leon. Elyra tersenyum dan duduk di salah satu kursi tunggu.

"Kang, bakso empat ya. Dua campur, dua lagi cuma bakso sama sayuran aja," ucap Elyra memesan bakso yang tak jauh dari tempatnya duduk.

"5, Kang!" Seseorang kini duduk di antara mereka, itu Fahmi.

"Oy, Mi, gak beres-beres kau! Besok berangkat kan?" Elyra menatap tajam Fahmi.

"Iya besok berangkat. Tumben nongkrong gak ngajak. Hai Ica, hai Ina, kalian beli apa nih?" tanya Fahmi. Raisa cukup cuek dengan Fahmi dan Raina apalagi dengan watak dinginnya.

"Tuh, kelihatan kan!" ucap Raisa. Entah karena dia kesal karena barang yang dia cari tidak ada atau memang kesal pada Fahmi itu sendiri. Namun nada bicara bocah itu sudah sangat jelas bila dia sedang terusik.

"Emm, dan ini. Om kalian ya? Jangan kira kalian bisa jodohin Kak Lyra sama om-om ya, Kak Lyra cuma milikku aja," ucap Fahmi. Leon yang mendengar itu sontak berdiri dari duduknya.

"Apa maksudmu!" Leon mencengkeram baju Fahmi dan menatapnya tajam. Raisa dan Raina terkejut melihat perubahan sikap Leon yang drastis. Elyra juga cukup terkejut melihat Leon yang berubah dengan cepat.

"Leon, kamu ngapain sih?" Elyra meraih tangan Leon dan menghentikan adu tatap keduanya. Leon menghempaskan cengkeraman tangannya, membuat Fahmi seketika terjatuh dari duduknya.

Kegaduhan itu membuat mereka jadi pusat perhatian. Elyra menatap keduanya bergantian. Nampak seperti ada aliran listrik yang beradu dari kedua tatapan mereka.

"Dia siapa, Ly?" tanya Fahmi kesal. Elyra yang celingukan menatap Raisa dan Raina yang takutnya keduanya panik, tak menjawab dengan cepat.

"Saya calon suaminya!" gertak Leon. Elyra menganga mendengar ucapan Leon yang spontan.

"Hah!" Elyra dan Fahmi sama-sama terkejut mendengarnya, sedangkan Leon kembali duduk di tempatnya semula.

"Sejak kapan?" tanya Fahmi lagi. Elyra mengangkat bahunya, ikut bingung.

"Heh, Ly, bapakmu gak jual kamu buat lunasin utang keluarga atau sejenisnya kan? Atau kamu disuruh nikah kontrak gitu? Enggak kan?" tanya Fahmi beruntun. Elyra makin menganga mendengarnya.

"Korban drama otak kamu, Mi. Enggak lah! Lagian gak ada orang yang bisa ngatur hidup aku kaya gitu," Elyra makin tak habis pikir. Kini tatapan Fahmi mengarah pada Leon.

"Eh, Om, aku kasih tau ya. Elyra itu calon istrinya Fahmi, dan itu sudah ditulis sama takdir," ucap Fahmi sengit. Elyra melotot ke arah Fahmi.

"Kalian kesambet apaan sih? Aku ya nikah sama orang yang aku mau, sama orang yang aku cintai, dan sama orang yang akan jadi imamku di masa depan. Kamu, Mi, boro-boro jadi imam. Kamu salat aja bolong-bolong," sindir Elyra makin kesal. Kini matanya tertuju pada Leon.

"Dan kamu," Elyra menunjuk jari telunjuknya. Leon meraih telunjuk itu.

"Hidupku itu punya kamu, kamu yang sudah memberiku hidup kedua, bukan?" Leon menggenggam tangan Elyra lembut. Tatapannya aneh di mata Elyra dan Fahmi juga merasakan ada gelagat aneh dari Leon.

"Hidup itu milik diri sendiri, gak ada sangkutannya denganku." Elyra menghela napas kasar dan duduk kembali di tempatnya, menikmati bakso.

"Dia mencurigakan, Ly," bisik Fahmi. Elyra menatap Leon lagi dan kini mereka akhirnya saling bersitatap.

Keduanya kikuk, namun Elyra tak mempermasalahkan lagi. Dia enggan berurusan dengan siapa pun. Dia hanya ingin fokus dengan hidupnya, ingin menikmati hidupnya, dan tak ingin membuat permasalahan atau menambah beban apa pun.

Siang itu mereka pulang. Elyra juga ingin langsung pulang ke kosannya untuk istirahat karena sore nanti dia harus jaga warnet. Elyra hendak bergegas dengan sepeda motornya sampai akhirnya Leon menghentikan langkah Elyra.

"Mau mampir dulu?" tawar Leon. Elyra melepaskan genggaman tangan Leon.

"Gak usah deh, aku sibuk." Elyra siap memakai helmnya. Leon mengambil kunci motor yang terdapat di kontak motor Elyra.

"Aku bilang mampir dulu!" kekeh Leon. Elyra menghela napas kasar, turun dari sepeda motornya.

Dia berusaha mengambil kunci motornya. Elyra mengambil dengan gayanya, namun sayang ternyata Leon lebih jago mempermainkan Elyra. Kesal sudah dibuatnya, kesibukan Elyra membuat dia kian kesal dengan sikap pria itu.

"Bisa tolong jangan ganggu aku gak! Aku gak suka diusik, asal kamu tau!" Elyra enggan lagi bersinggungan dengan Leon. Dia melepaskan bagian kabel dalam motornya seolah sudah terbiasa. Mata Leon kian terbelalak. Sebegitu tak berartinyakah Leon? Padahal orang lain berbondong-bondong datang dan mencari perhatian padanya, tapi Elyra justru menjauh darinya.

"Mampir dulu, sebentar," mohon Leon. Elyra menghela napas kasar. Dia melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangan kanannya.

"Oke, sebentar." Elyra akhirnya menurut. Dia mengikuti langkah Leon dari belakang. Mereka masuk ke dalam rumah Leon, rumah mewah dengan barang-barang serba wah.

"Minum apa?" tanya Leon. Elyra menatap Leon yang beranjak ke sebuah dapur. Dia mengambil beberapa minuman, dan di dalam kulkas itu justru penuh dengan bir kebanyakan. Elyra menggelengkan kepalanya cepat. Orang kaya memang berbeda, pikir Elyra.

1
vita
bagus ceritanya
LEX ALEX
menyala om Ziyan😍
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Rؚͬzͧoᷤnͧeͪ°ˢᵒᶠ
dia bilang "Jir, nanti anu gua jadi kecil pas hidup. Gua malu sama Elyra,"
🤣
LIXX: bener lagi🤣🤣
total 1 replies
LIXX
mang iya? wah Icut icut/Facepalm/
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ini nih yg gak bener, selalu membanding-bandingkan anak. Setiap anak itu berbeda, mungkin aja Fahmi emy gak jago di pelajaran. Tapi dia jago di bidang lain
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Wahh ada calon idol nih
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ternyata begini ya awal pertemuan antara Lyra dan Leon.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!