NovelToon NovelToon
Dragon Emperor: Rebirth Of The Alchemist

Dragon Emperor: Rebirth Of The Alchemist

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Lin Xiao, seorang Supreme Alchemist dan petarung tingkat Dewa di "Alam Kayangan", dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya demi merebut "Kitab Keabadian". Ia meledakkan jiwanya sendiri, tetapi bukannya musnah, ia bereinkarnasi 500 tahun kemudian ke tubuh seorang tuan muda yang dianggap sampah di sebuah kota kecil di Benua Bawah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Suasana di dalam Sanctum Utama seketika berubah menjadi sangat berat setelah ucapan sisa jiwa Master Gu. Ancaman tentang "mekanisme penghancuran diri" menggantung di udara seperti pedang damocles.

Su Mei menelan ludah, matanya bergerak gelisah antara ketiga benda pusaka itu.

"Lima menit..." gumam Su Mei. Dia menatap Pedang Pendek biru itu dengan tatapan rindu, tapi ketakutan menahannya. "Lin Xiao, apa yang harus kita lakukan? Jika kita salah pilih, kita mati terkubur di sini."

Lin Xiao, sebaliknya, tampak sangat tenang. Dia melipat kedua tangannya di depan dada, menatap hantu lelaki tua itu dengan tatapan menilai, seolah sedang melihat barang dagangan di pasar.

"Trik murahan," cibir Lin Xiao tiba-tiba.

Alis tebal hantu Master Gu terangkat. "Oh? Kau menyebut ujian hidup dan mati ini trik murahan? Anak muda, kesombonganmu bisa membunuhmu."

"Bukan kesombongan, tapi logika," Lin Xiao melangkah maju, mendekati altar. "Kau adalah seorang Grandmaster Alchemist. Seorang penyembuh dan pencipta. Kau menghabiskan hidupmu mengumpulkan pengetahuan dan harta ini. Apakah masuk akal jika kau menghancurkan warisan seumur hidupmu hanya karena penerusmu salah mengambil barang?"

Lin Xiao menunjuk ke sekeliling ruangan kristal itu.

"Seorang Alkemis menghargai efisiensi dan keseimbangan. Kau tidak membuat jebakan kematian di sini. Kau membuat ujian keserakahan dan wawasan."

Master Gu terdiam, senyum misterius masih tersungging di bibirnya. "Lanjutkan."

Lin Xiao menunjuk ketiga benda itu satu per satu.

"Pedang Pendek itu adalah senjata pembunuh. Gulungan itu adalah pengetahuan. Tapi Tungku dan Api itu..." Mata Lin Xiao bersinar tajam. "...Itu adalah Penciptaan. Tanpa api, tidak ada pil. Tanpa api, tidak ada senjata. Api adalah asal mula dari jalan Alkimia."

"Jika aku memilih pedang, aku hanya mendapatkan kekuatan kasar. Jika aku memilih gulungan, aku hanya mendapatkan teori. Tapi jika aku memilih Api, aku mendapatkan kunci untuk menciptakan keduanya."

Tanpa ragu sedikit pun, Lin Xiao mengulurkan tangannya menembus bola cahaya pelindung di tengah.

"Lin Xiao! Jangan!" jerit Su Mei, menutup matanya karena takut ledakan.

Tangan Lin Xiao mencengkeram tungku tembaga kecil itu.

Hening. Satu detik. Dua detik.

Tidak ada ledakan. Tidak ada gempa bumi.

Sebaliknya, bola cahaya pelindung pada dua benda lainnya—Pedang dan Gulungan—pecah dengan suara pop pelan, membiarkan benda-benda itu jatuh ke atas meja altar dengan aman.

Su Mei membuka matanya perlahan. Dia melihat Lin Xiao memegang tungku kecil itu sambil menyeringai ke arah hantu Master Gu.

"Benar kan, Orang Tua?"

Hantu Master Gu tertawa terbahak-bahak. Tawanya menggema di seluruh ruangan, terdengar puas dan bahagia.

"Hahaha! Luar biasa! Sudah tiga ratus tahun aku menunggu, dan akhirnya datang seorang bocah yang mengerti esensi Alkimia! Kebanyakan orang bodoh yang masuk ke sini pasti akan langsung menyambar pedang atau gulungan karena keserakahan. Tapi kau... kau melihat akarnya."

Master Gu melayang turun, menatap Lin Xiao dengan pandangan kagum.

"Kau benar. Tidak ada mekanisme penghancuran diri. Itu hanya gertakan untuk menguji mentalmu. Karena kau telah memilih 'Penciptaan', kau berhak atas semua warisanku."

Master Gu mengibaskan lengan jubahnya. Gulungan kulit kuno dan Pedang Pendek itu melayang ke arah mereka.

"Gadis kecil," kata Master Gu pada Su Mei. "Bakatmu condong ke elemen Es. Pedang ini bernama 'Taring Naga Es' (Ice Dragon Fang). Ditempa dari taring Naga Laut Utara dan didinginkan selama seratus tahun di dasar gletser. Itu senjata tingkat Spirit High-Grade. Ambillah. Itu akan melengkapi teknikmu."

Su Mei menangkap pedang pendek itu dengan tangan gemetar. Saat jarinya menyentuh gagangnya, hawa dingin yang nyaman langsung menyatu dengan aliran Qi-nya. Dia merasa kekuatannya meningkat pesat hanya dengan memegangnya.

"Te-terima kasih, Senior!" Su Mei membungkuk dalam-dalam.

"Dan untukmu, Bocah Cerdas," Master Gu menatap Lin Xiao. "Tungku itu adalah 'Tungku Sembilan Awan'. Dan api di dalamnya adalah 'Api Roh Ungu'. Kau pasti tahu nilainya."

"Api Surgawi Peringkat 89," jawab Lin Xiao. "Mampu memurnikan ribuan racun dan meningkatkan tingkat keberhasilan pembuatan pil hingga 30%."

"Tepat," Master Gu mengangguk. "Dan gulungan itu adalah 'Sutra Seribu Racun'. Catatan pribadiku tentang cara mengubah racun menjadi obat, dan obat menjadi racun."

Lin Xiao menyimpan tungku dan gulungan itu ke dalam jubahnya. Hatinya sangat puas. Dengan Api Roh Ungu ini, dia akhirnya bisa mulai meracik pil-pil tingkat tinggi untuk memulihkan kultivasinya dengan kecepatan kilat.

"Waktuku sudah habis," tubuh transparan Master Gu mulai memudar, menjadi butiran cahaya. "Energi yang menopang sisa jiwaku telah habis setelah membuka segel warisan ini."

Wajah Master Gu menjadi damai.

"Dunia luar sekarang pasti sudah berubah banyak. Gunakan warisanku dengan baik. Jangan permalukan nama 'Gu'..."

Perlahan, sosok itu lenyap sepenuhnya, kembali menyatu dengan alam semesta.

Lin Xiao membungkuk hormat sedikit. Bukan sujud, tapi penghormatan sesama ahli. "Tenang saja, Orang Tua. Di tanganku, apimu akan membakar lebih terang dari sebelumnya."

Namun, begitu Master Gu menghilang, suasana damai di ruangan itu pecah.

GRUK... BUM!

Lantai marmer bergetar hebat. Retakan mulai muncul di dinding kristal.

"Apa yang terjadi?!" seru Su Mei panik. "Kau bilang tidak ada penghancuran diri!"

"Memang tidak ada!" balas Lin Xiao, berusaha menjaga keseimbangannya saat ruangan itu berguncang. "Tapi makam ini bertahan selama 300 tahun berkat energi dari Api Roh Ungu sebagai inti formasinya. Sekarang apinya sudah kuambil, fondasi energi tempat ini runtuh!"

Potongan batu besar jatuh dari langit-langit, menghancurkan altar giok.

"Lari!" teriak Lin Xiao.

Mereka berdua berbalik dan berlari secepat kilat keluar dari Sanctum Utama.

Mereka kembali ke Aula Boneka. Patung-patung perunggu yang hancur bergulingan saat lantai miring. Mereka melompati puing-puing, terus berlari menuju Taman Tanaman.

Di taman, situasinya lebih kacau. Tanpa energi penekan dari formasi, tanaman-tanaman iblis itu menjadi liar. Akar-akar raksasa mencuat dari tanah, mencoba menjerat apa pun yang lewat. Bunga-bunga beracun menyemburkan gas mematikan.

"Jangan berhenti! Tahan napas!" perintah Lin Xiao.

Dia menarik pedang hitam Xuan-nya.

SLASH!

Dia memotong akar pohon yang menghalangi jalan. Su Mei di belakangnya menggunakan pedang barunya, Taring Naga Es.

SWISH!

Sekali tebas, udara beku menyebar. Tanaman-tanaman buas itu membeku seketika menjadi es patung, lalu hancur saat ditabrak.

"Hebat!" seru Su Mei takjub melihat kekuatan senjata barunya.

Mereka terus berlari, mendaki tangga batu menuju pintu keluar. Di belakang mereka, struktur gua mulai runtuh total, menimbun taman indah itu selamanya.

Mereka sampai di gerbang batu raksasa tempat mereka masuk. Pintu itu untungnya masih terbuka sedikit—celah yang terbentuk akibat guncangan.

"Lompat!"

Lin Xiao dan Su Mei melompat keluar dari celah itu tepat saat bebatuan besar menimbun pintu masuk makam.

BRUK!

Mereka mendarat bergulingan di tanah berlumpur Lembah Kabut Beracun.

1
jamanku
ga sabar nunggu
Op L
lanjutkan tor
Yuu Li
gas
Yuu Li
oke
Yuu Li
makinnnn seruuuu👍
Lucy Sandy
makin seru👍👍👍
Lucy Sandy
lanjutkan sampai tamat
Roy Kkk
ceritanya menarik
Roy Kkk
bagus👍👍👍👍👍
Roy Kkk
matap bangat karyamu
King Salman
bagus
Jinan 2
cepat update
Raikuu 1
bagus
Rayhan Purwanto
lanjutkan
Lamia Dante
semangat namatin
Lamia Dante
bagus ceritanya👍👍👍
Jake King
luar biasa ceritanya
Jake King
makin sery👍
Op L
ceritannya seru
Op L
makin seru lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!