putri duyung yang memiliki kekuatan ajaib tanpa senjaga menyelamatkan seorang gengster yang terluka di dasar lautan.
jatuh cinta pada pandangan pertama,,dan dengan tekad juga kerinduan pada ibunya di dunia manusia.
dia membahayakan dirinya sendiri,hingga suatu hari gangster itu mengecewakan nya.
lalu bagaimana dengan kisah selanjutkan,,saksikan kelanjutannya,,yuk mampir ke cerita ku ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiliya PUtry S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedatangan daxton
Ke Esokan harinya,di dalam kamar yang terlihat berantakan, seorang pemuda baru saja terbangun sembari memijit pelipisnya,dia menatap kamarnya yang terlihat hancur dan itu membuat nya terlihat bingung.
" apa yang terjadi padaku,dan kenapa kamar ku menjadi seperti ini " gumamnya,pemuda itu yang ternyata adalah Daxton turun dari atas ranjang,tapi tiba-tiba tubuhnya membeku saat dia baru menyadari jika dia tidak mengenakan sehelai benangpun.
dengan reflek dia menarik selimut dan terdiam kaku di atas ranjang,dia kembali mengingat kejadian tadi malam.
sebelum kejadian ( tadi malam )
di ruang tamu, Daxton sedang sibuk mengerjakan pekerjaan nya dengan asistennya Raka, tiba-tiba Melinda datang dengan membawakan minuman untuk nya.
" Daxton minumlah dulu,aku lihat kamu sedari tadi sangat sibuk,aku tau kamu pasti haus " Melinda meletakkan minuman itu diatas meja dengan tersenyum lembut.
" pasti kamu ada mau nya kan ? dasar wanita tidak tau malu,aku tau kamu memiliki maksud lain,atau kamu ingin meminta uang lagi pada tuan ? " sentak Raka dengan tidak suka.
Melinda menatapnya dengan marah,tapi dia saat ini sedang berada di hadapan Daxton,dengan geram dia menjawab ucapan Raka.
" kenapa kamu terus berburuk sangka padaku ? dan Daxton jika kamu tidak mau meminum nya buang saja,," Melinda dengan mata berkaca-kaca pergi berlari menuju lantai atas.
Raka hanya menatap kepergian nya dengan sinis, sedangkan Daxton dia geleng-geleng kepala karna merasa asisten nya sangat berlebihan.
" lain kali jangan bersikap seperti tadi,aku tau kamu tidak menyukai nya tapi dia adalah tamu kita,jadi kamu harus menghargai nya " peringat Daxton,karna tidak ingin membuat Melinda bersedih lagi, tanpa ragu Daxton meminum air yang dibawakan oleh Melinda.
" sudahlah lebih baik kamu pulang,,aku ingin istirahat" tanpa menunggu jawaban asisten nya, Daxton pergi meninggalkan nya, tidak lupa dia membawa laptop nya.
Raka mendengus kesal karna tuannya begitu percaya pada wanita ular itu.
" jika sudah terjadi dia pasti akan menyesalinya " gumam Raka dan setelah itu dia juga pergi dari kediaman Lemos.
sementara di dalam kamar, Daxton yang ingin membuka bajunya tiba-tiba merasakan panas di seluruh tubuhnya,dia merasa bingung dengan perasaan nya saat ini.
" ada apa dengan ku,,kenapa aku merasa gelisah,,dan anehnya aku berkeringat dingin" gumamnya.
Daxton membuka bajunya dan minum air putih yang ada di atas meja,tapi anehnya tubuhnya semakin tidak nyaman,dia begerak gelisah.
tokkkk...tokkkk...tokkkkk
suara pintu membuat Daxton berjalan mendekati pintu,dia membuka pintu kamarnya dan menatap Melinda yang sedang berdiri dan tersenyum padanya.
tapi tiba-tiba matanya melotot saat melihat Melinda mengenakan lingerie yang mereka beli beberapa hari di mall.
" kamu...ada apa,, kenapa kamu datang ke kamar ku,,? dan kenapa kamu mengenakan lingerie itu,bukankah lingerie itu untuk Ayara?? " dia merasa ada sesuatu yang salah dengan Melinda.
" Daxton bukankah kemarin aku membeli lingerie yang sama dengan Ayara?? apa kamu melupakan nya,,astagaaa Daxton ada apa dengan mu ? kenapa wajahmu terlihat memerah?? dan ini " Melinda dengan sengaja menyentuh wajah Daxton,dan tangannya mulai turun ke jakun dan kemudian ke dada besar pemuda tampan itu.
Daxton mendesah,dia menatap Melinda dengan tatapan penuh gairah,dan tanpa basa-basi dia menarik Melinda kedalam kamarnya tidak lupa dia mengunci pintu kamarnya.
" aaahhhhhhkkkkkkkkkkkkk Daxton kamu sangat nakal" teriak Melinda dengan lembut,dan terjadilah malam itu,malam yang seharusnya Daxton tidak lakukan,bahkan dia merasa ketagihan mendengar suara racauan Melinda yang terdengar seksi di telinga nya.
degggggg
Daxton menggeleng,dia mengusap wajahnya dengan kasar setelah mengingat apa yang telah dia lakukan dengan Melinda,air matanya menetes,dia merasa tidak percaya dengan perbuatannya sendiri.
" tidakkkk...aku tidak mungkin menghianati Ayara,,,ya tidak mungkin,,itu pasti mimpi,,tidak mungkin aku se brengsekkk itu !!! " ucapnya yang terdengar lirih,dia seolah menyangkal apa yang terjadi tadi malam.
ceklek
Daxton mendongak saat mendengar suara kamar mandi terbuka,disana dia melihat Melinda yang sedang menatapnya dengan air mata yang berjatuhan,wanita itu terlihat sangat menyedihkan.
tapi satu titik fokus Daxton,tanda merah yang ada di leher jenjangnya.
" hikkkksss...kenapa kamu melakukan nya Daxton?? bukankah kamu bilang,kamu hanya mencintai ayara?? dan kamu juga sudah merenggut kesucian ku !! kamu laki-laki bresengkkk" tangis Melinda,tapi jauh didalam lubuk hati nya dia merasa sangat bahagia,dan setelah ini dia dapat memastikan nya,jika Daxton akan melupakan Ayara dan membalas cinta nya.
Daxton tidak tau apa yang sedang di fikirkan oleh wanita itu,dia berdiri dan berjalan mendekati melinda,dia menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan,dan tiba-tiba.
greppppppppp
" aku tau pasti kamu sengaja melakukan ini kan,,kamu menjebakku dengan minuman yang kamu buat tadi malam,,,jawabbbb !!! jika kamu berani berbohong aku akan membunuh mu ! " bentak Daxton yang sedang mencek1k leher Melinda.
sedangkan Melinda menggeleng dengan wajah pucatnya,saat ini dia merasa takut melihat kemarahan Daxton,dan dia tidak percaya Daxton akan bersikap seperti ini padanya.
" tidakkk ..aku...aku tidak melakukan nya,,kamu sendiri yang memaksa ku,, Daxton lepaskan aku,,ini sangat sakit,,,aku..aku kesulitan bernafas" Melinda memukul tangan Daxton agar cekikan nya terlepas,tapi usahanya sia-sia.
brukkkkkkkkkkkkkkkkk
dengan kasar Daxton melepaskan cengkraman nya,dia menghela nafas kasar dan menatap Melinda dengan tersenyum menyeringai lebar.
" seharusnya sejak awal aku tidak membawa mu kesini !! seharusnya waktu itu aku tidak menolong mu,, seharusnya waktu itu aku membiarkan kamu mat1 !!! tapi tenang saja Melinda karna kamu sudah berhasil membuatku tidur dengan mu,,aku dengan senang hati membalas kebaikan mu,,, pengawalllll!!! bawa wanita jalang ini keruang bawah tanah,, pasung kaki dan tangannya,,dan ingatt jangan pernah beri dia makan tanpa persetujuan ku !!! " teriaknya,para pengawal langsung berlari memasuki kamarnya,dan dengan kasar mereka menyeret Melinda dari sana.
" tidakkkkk.... hikkksss,,,tidakkkk Daxton maafkan aku,,aku mohonn jangan lakukan ini padaku,,, Daxton,,,aku mencintai mu,,maafkan aku berikan aku satu kesempatan untuk memperbaiki semua ini" Melinda berteriak-teriak keras meminta maaf pada Daxton.
tapi pemuda itu tidak mendengarkannya sama sekali,dan suaranya menghilang dalam sekejap karna para pengawal Daxton membiusnya.
" aahhhhhkkkkkkkkkkkkk....sialannnnn,,, hikkksss,, ayaraaaaaaaa,, hikkksss ayara,,maafkan aku,aku tidak sengaja melakukan nya,,maaf,,," Daxton memukul ranjang dengan marah,dia merasa bodoh karna telah mempercayai Melinda.
" tidakk ,,,ayara tidak boleh tau !! dia tidak boleh mengetahui apa yang terjadi tadi malam,,ya aku harus menemui nya,,aku akan membawanya pulang ke kediaman Lemos,jika dia masih menolak ku aku akan menggendong nya dan membawanya pergi dari sana " Daxton begitu yakin dengan keputusan nya,dan dia sudah tidak bisa menahan diri lagi karna penolakan Ayara yang terus menerus.
karna tidak ingin membuang waktu lagi, Daxton pergi memasuki kamar mandi,dan dia sudah berencana akan membawa banyak pengawal menuju kediaman Rosewood.
***********
" apaaaaaaaa...??? jadi nona sudah menikah? dan nona menikah dengan pemuda kejam itu ?? " teriak Joko saat Rania memberitahu jika dirinya sudah menikah resmi dengan Max.
dia merasa tidak percaya dengan berita yang disampaikan oleh nona nya,begitu juga dengan Liam,dia menatap Max dengan kesal, tangan nya mengepal kuat.
" kenapa nona bisa menikah dengannya,apa yang nona lihat darinya?? ini sungguh tidak masuk akal,bukankah dia hanya seorang tamu dan hari ini dia tiba-tiba menjadi suami nona Rania ? sebenarnya drama apa yang sedang dimainkan oleh kedua orang ini,,, lalu Joko ? bodoh beraninya dia menantang pria dingin ini,padahal jelas-jelas dia sudah tau jika pemuda yang sekarang menjadi suami nona ini adalah pemuda kejam yang tidak berperasaan" batin Liam,dia melirik Joko dengan sinis ingin sekali dia menjahit mulut Joko yang selalu berbicara di waktu yang tidak tepat.
"memang nya kamu sudah pernah melihat kekejaman ku ? " suara Max yang begitu dingin membuat Anto dan Liam membuang muka, sedangkan Rania dia bermanja-manja di lengen Max yang sekarang sudah menjadi suaminya.
" aku harap dia tidak menjawab dengan salah,jika tidak " gumaman Liam terhenti saat Joko malah maju mendekati Max.
sedangkan Anto ? dia mengucapkan kata pada Joko yang dapat diliat oleh Liam " anyingg " itulah yang dikatakan Anto,tapi suaranya terbawa angin sehingga Joko tidak mengerti dengan maksud pria itu.
" tidakk, justru karna itu aku merasa penasaran sekejam apa seseorang yang bernama Max ini,, bagaimana jika kamu mencobanya? " ucapan Joko dan tingkahnya yang memperlihatkan ototnya membuat Liam tersedak,begitu juga dengan Anto.
mendengar itu, Max tersenyum menyeringai lalu dengan cepat.
dorrrrrrrrrrrrrrrrr
aaahhhhhhkkkkkkkkkkkkk
brukkkkkkkkkkkkkkkkk
joko terjatuh di lantai,dia memegang kepalanya dan menatap Liam dengan wajah pucatnya.
" Liam coba lihat apa kepala ku masih ada. ?? " tanyanya dengan suara bergetar,dia ketakutan karna max benar-benar mencobanya.
Liam tanpa berbicara mendengus kesal,dia berjalan meninggalkan ruang tamu, sedangkan Anto dia geleng-geleng sembari menghela nafasnya.
" tuan Max sudah termasuk baik karna tidak membunuh mu " ucapnya dengan memutar bola matanya.
drappppppp....drappppppppp
tiba-tiba saja Liam datang dengan wajah tegang,dia berlari mendekati Rania yang membuat semua orang diruang tamu merasa heran.
" nona gawat " ucap Liam,nafasnya tersengal-sengal dia menatap Max yang seolah bertanya apa yang terjadi.
" ada apa Liam ? kenapa kamu terlihat ketakutan? " tanya Rania yang akhirnya membuka suaranya,dia duduk dan merasa ada yang tidak beres.
" nona,,,diluar ada pemuda itu lagi,dia..datang membawa banyak pengawal nya,dan pemuda itu juga akan menghancurkan kediaman ini jika nona tidak membiarkan nya masuk " beritahu Liam dengan terbata-bata.
" apaaaaaa....??? " Rania berdiri dia melirik Max yang ikut berdiri,lalu menatap Liam dengan tajam, seolah mengerti Liam mengangguk dan menatap Max.
" pemuda siapa yang kamu maksud?? " tanya Max,sebelum menjawab Liam menelan ludah nya.
" itu... pemuda yang pernah bekerja sebagai,,,," ucapan Liam terhenti saat mendengar suara Joko temannya.
" Liam kebohongan apa lagi yang saat ini kamu rencana kan ?? tuan Max dia pemuda yang pernahh datang melamar nona Rania,,dan pemuda itu adalah mantan kekasih nona kami " beritahu Joko dengan jujur.
brakkkkkkkkkkk
Rania dan semua orang yang ada di ruang tamu tersentak karna Max tiba-tiba memukul meja dengan keras, tatapan nya menajam sedangkan Liam dan Rania menatap Joko dengan tatapan membunuh.
" jadi dia masih berani datang lagi, lihat saja aku akan membuat perhitungan dengannya !!! " tanpa memperdulikan wajah tegang mereka, Max berjalan dengan langkah lebar tidak lupa dia menyimpan pistol di belakang punggung nya.
melihat itu,Rania dan Anto berlari mengejar nya, sementara Liam mendekati Joko dengan aura yang tidak baik.
duggggggggg
aaaahhhhhhkkkkkkkk
" kamu...apa salah ku Liam sialan...!!! " teriak Joko dengan marah,karna Liam menendang pantat nya yang membuat dia meringis kesakitan.
" kamu bodoh dan terlalu bodoh ! setelah masalah pemuda itu selesai,nona Rania juga akan menyelesaikan mu !!! " kecam Liam,tanpa basa-basi dia meninggalkan ruang tamu dan berjalan menuju halaman kediaman Rosewood,dia ingin tau apa yang akan di lakukan oleh Max pada pemuda yang bernama Daxton itu.