NovelToon NovelToon
DIHIANATI CALON SUAMI, DAPAT PRESDIR

DIHIANATI CALON SUAMI, DAPAT PRESDIR

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / One Night Stand / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Mafia / Romansa / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: uutami

Amalia tak pernah menyangka, penghianatan dari calon suami dan sahabatnya sendiri, justru membawanya pada takdir yang tak terduga.

"Kau sudah tidur denganku, kau tidak akan bisa lepas dariku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12

Setelah pesawat mendarat mulus di Bandara, Bara menarik napas panjang. Aroma tanah air menusuk hidungnya, campuran lembab, debu, dan kenangan yang sulit dijelaskan.

"Tak pernah terpikir kita akan kembali ke sini, lagi, Beb."

"Iya, Tuan." Pria tampan berambut gondrong di sampingnya mengangguk. "Apa kita akan ke rumah besar?"

"Tidak."

Namun, bukannya pulang ke rumah seperti biasanya, ia justru meminta Bebby mengantarnya ke sebuah hotel mewah di pusat kota.

"Ke hotel Barata saja."

"Baik, Tuan."

####

Hotel Barata.

Bara berdiri memandangi jendela kaca besar di kamar hotelnya, memandangi gemerlap kota malam itu. Matanya sayu. Ia merasa lebih damai di tempat asing seperti ini, ketimbang kembali ke rumah yang penuh kepura-puraan.

Sebenarnya, tidak asing juga, Hotel Barata salah satu miliknya. Dia selalu bermalam di sini, jika kembali ke tanah air. Hanya, saja, dia tidak pernah menggunakan kamar yang sama. Ia tak ingin kamarnya menjadi incaran orang-orang perusuh.

Tak butuh waktu lama, kabar kedatangan Bara tersebar. Salah satu yang paling cepat mengetahuinya adalah Kimy. Wanita yang selama ini mengejar-ngejar Bara.

"Dia sudah di sini?!" seru Kimy sambil berdiri dari duduknya dengan raut wajah berbinar. Ia segera meraih tas dan kunci mobilnya tanpa pikir panjang. "Aku harus ketemu dia."

Setibanya di hotel, Kimy melangkah cepat ke meja resepsionis.

"Maaf, Nona, Tuan Bara tidak bisa menerima tamu," ujar resepsionis ramah, tapi tegas.

Kimy mengepal tangannya. "Tolong sampaikan saja, Kimy datang. Dia pasti mau ketemu aku."

"Tapi...."

"Sampaikan saja, atau, biarkan aku ke kamarnya."

Beberapa menit kemudian, pintu lift terbuka dan keluar seorang pria tampan dengan rambut diikat ke belakang bernama Bebby, asisten sekaligus orang kepercayaan Bara.

"Bebby?" Kimy menyipit. "Mana Bara? Aku tahu dia ada di sini."

Bebby tersenyum tipis. "Maaf, Nona Kimy. Tuan Bara belum ingin bertemu siapa pun sekarang."

"Aku bukan siapa pun," cetus Kimy tajam. "Aku wanita yang dia cintai. Aku pantas untuk bicara langsung dengannya!"

Bebby tak mengubah ekspresinya. "Saya mengerti. Tapi, permintaan Tuan Bara jelas."

Kimy menatap tajam ke arah lift, seolah berharap Bara tiba-tiba muncul. Tapi tidak ada siapa-siapa. Hanya keheningan dan rasa malu yang menyergapnya.

"Baik," katanya akhirnya. "Kalau begitu, aku akan tunggu. Aku tahu dia akan berubah pikiran."

"Silahkan, Nona. Tapi anda hanya melakukan hal yang sia-sia."

Di atas, di kamarnya, Bara menyesap kopinya perlahan. Ia sudah mendengar semuanya dari Bebby lewat ponsel tadi. Dan kini, Bebby datang menghadap.

"Tuan.... Beberapa kolega yang mendengar meminta jadwal bertemu dan makan malam bersama."

"Katakan aku sibuk."

"Baik."

Hening sebentar.

"Wanita itu.... Dia masih di sana?" tanyanya malas.

"Masih, Tuan," jawab Bebby.

"Biarkan saja, jika dia sampai bertindak lebih, singkirkan."

"Baik, Tuan."

Setelah diam sejenak, Bara berkata lagi, dengan nada yang lebih dingin, "Kamu cari posisi Lia sekarang. Aku ingin bertemu dengannya malam ini."

Bebby mengangguk. "Baik, Tuan."

Bara kembali berdiri di depan jendela. Matanya tidak menatap Bebby tangan kanannya yang mulai melangkah pergi, tidak pula pada lampu-lampu kota yang berpendar. Tapi pada sosok dalam pikirannya, Lia.

####

Sudah hampir enam jam Kimy duduk di lobi hotel. Wajahnya mulai letih, tapi matanya masih menyala penuh harap. Berkali-kali ia melihat ke arah lift, berharap Bara akhirnya melunak dan turun menemuinya.

Namun, harapan itu terus-menerus dikhianati waktu.

"Sudah cukup," gumam Kimy akhirnya. Ia berdiri, menggenggam ponselnya erat, lalu dengan langkah penuh tekad berjalan menuju resepsionis. "Tolong beri tahu nomor kamar Bara."

1
Santi Seminar
ealah
Santi Seminar
gak dimatiin aja tuh
Santi Seminar
konglomerat kok lelet
Melly Febriani
selesaikan aja basuki
Melly Febriani
tuh kan coba nadira dibuang seperti rika aman
Melly Febriani
pelakor ga tau diri
Melly Febriani
aneh, klo msh mencintai itu artinya pernah pacaran
Melly Febriani
keluarganya bara mana
Melly Febriani
hancur krn ulah kalian sendiri
Melly Febriani
baru ngaku saudara. hello kemana aja waktu menyeret lia
Melly Febriani
dihh bukannya hp nya dirusak, amnesia
Melly Febriani
anemia to🤣👍
Melly Febriani
🤣🤣🤣
Melly Febriani
kasian banget bebby
Melly Febriani
kalo orkay tu namanya bukan jono🤣
Serena Khanza
saudara macam apa lo 😡
Serena Khanza
di kata main rumah rumah an apa najisss deh
Serena Khanza
ya ampun boleh satu gaksih yang begini 🤩
Serena Khanza
lucu kocak 😭😭🤣🤣🤣
gegara nama sekretarisnya sih kan jadi salah paham 🤣🤣🤣
sumpah ngakak woyyy 😭😭😭
Serena Khanza
mangga campur duren kek mana lah ya rasanya 😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!