NovelToon NovelToon
Bayi Kembarku

Bayi Kembarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:23.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tusya Ryma

Sejak Ayahnya meninggal 2 tahun lalu, ia hidup berdua dengan ibunya. Dengan uang peninggalan Ayahnya, ia masih bisa bertahan hidup. Sampai pada suatu hari Ia menemukan tawaran di internet untuk menjadi "Rahim Pengganti", dengan bayaran 1Miliar.

Diusia yang masih sangat muda, 19 tahun Lea Shen memutuskan untuk ikut dalam pemilihan rahim pengganti.

Pada saat waktunya melahirkan, tanpa sepengetahuan pihak pertama Lea ternyata mengandung Anak kembar dan dokter kandungan yang menangani persalinan Lea, membantunya untuk menyembunyikan salah satu bayinya.

Setelah beberapa bulan melahirkan, Lea Shen menjalin hubungan dengan Presdir Muda yang tampan. Tidak disangka, pria itu adalah Ayah bologis anaknya.

Akankah Ibu dan Anak itu bisa berkumpul kembali?






(Ini adalah perjalanan cinta Lea dan Willy)

Follow IG author: @rymatusya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tusya Ryma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10 Menit

Lea benar-benar merasa canggung saat ini. Walau hubungan mereka bukan sebuah sandiwara lagi, tapi situasi saat ini Lea baru mengalaminya.

Biasanya mereka berpelukan atau bermesraan dengan memakai pakaian yang lengakap. Tapi sekarang... Willy... Hanya memakai handuk dipinggang nya, itu sangat berbahaya sewaktu-waktu bisa saja terlepas. Lea tidak berani berfikir lebih jauh lagi.

Lea berbalik dan mencoba mendorongnya.

Tangan yang menyentuh dada dingin itu, seolah ada aliran listrik dari tangan bergetar sampai ketubuhnya.

Irama jantung yang tidak beraturan seperti nada ketukan Drum yang asal. Sangat tidak nyaman.

"Willy sebaiknya kamu pakai baju dulu" Lea mendorongnya, berusaha menghindar.

"Kenapa? Gugup? Bukankah kamu juga pernah bersentuhan dengan ayah dari putramu?" ucap Willy pada Lea.

Ia heran dengan wanita ini, sudah dewasa tapi seolah ini hal yang sangat tabu baginya.

Kata-kata Willy menyentuh titik terdalam di hatinya. Ya memang, dia pernah bersentuhan sampai memiliki seorang putra. Tapi... Tapi itu berbeda. Di kamar yang gelap, bahkan tidak bisa melihat ekspresi apa yang pria itu keluarkan pada saat itu. Bersentuhan? Tidak sedekat bersentuhan dengan orang yang dicintai. Dengan orang asing sangatlah berbeda.

Tiba-tiba Lea membatu, masih berusaha menjawab

"Saat itu hanya melakukannya sekali dan tidak pernah lagi sampai sekarang"

Lea tidak ingin menjelaskannya terlalu jauh pada Willy. Walau Willy kekasihnya saat ini, tapi dia belum siap.

Willy menatap tak percaya pada kata-kata wanita ini. Tapi dalam hatinya masih ada rasa Lega disana "Untunglah"

Willy tidak ingin membuka lukanya lebih dalam lagi. Willy mengira Lea tidak ingin menceritakannya karena trauma kepada pria itu. Pria yang telah menghamilinya dan meninggalkannya.

Ia berjalan ke kamarnya dan berpakaian.

.

Waktu sudah sangat malam, Lea yang sedang duduk berdampingan disofa dengan Willy, melihat jam dilayar Ponselnya, lalu berkata

"Sudah malam, Willy aku pulang dulu"

"Tidurlah disini... Besok aku antar kamu pulang, oke?" bujuk Willy tidak rela.

"Besok pagi aku harus siap-siap untuk perjalananku ke kota C. aku belum melakukan persiapan apapun" ucap Lea memohon.

Willy sebenarnya tidak rela, apalagi tidak akan bertemu dengannya selama 3 hari. Harusnya malam ini dia memintanya menginap disini.

"Menginaplah semalam disini... Selama kamu pergi kita tidak akan bertemu. Apa kamu tidak akan merindukanku?" Willy masih berusaha membujuk.

"Aku akan sangat merindukanmu... Tapi kalau besok pagi baru pulang mana sempat aku melakukan persiapan" ucap Lea menenangkan.

Dalam sejarah pertemuan mereka, mungkin saat ini adalah momen termanis mereka berdua. Tidak ada marah dan emosi yang biasa mereka keluarkan.

Saat ini sangat tenang dan penuh kasih atau mungkin karena akan berpisah selama 3 hari, jadi tidak ingin meninggalkan momen yang tidak enak. Tuan Willy yang biasa keras pada saa ini begitu lembut.

Menyadari bujukannya tidak akan berhasil, Willy hanya bisa menahannya sebentar disini.

"Baiklah... Berikan aku waktu satu jam untuk terus bersamamu"

"Baiklah...." Lea menjawab dan berbaring disofa, menjadikan kaki Willy sebagai bantalnya.

Willy mengelus-elus kepala Lea, menyisir rambut panjang itu dengan jari tangannya, begitu Lembut dan penuh perhatian.

Waktu sangat cepat berlalu, dan hanya tersisa 10 menit untuknya pulang. Lea bangun dan berdiri, bermaksud ke kamar mandi merapikan diri sebelum pulang, tapi Willy menahannya, memegang erat tangannya tidak ingin melepaskan.

"Willy... Aku mau ke kamar mandi dulu"

"Tapi waktunya belum habis" ia menyeringai jahat. Menarik tangannya sampai Lea terjatuh dipelukannya.

"Aku mau ke kamar mandi dulu, kebelet" Lea dengan gugup mencari alasan.

Willy pura-pura berfikir "Baiklah aku antar"

"Jangan... Tidak boleh... Mana ada kamu ikut ke kamar mandi" ucap Lea kesal.

"Baiklah... Kita habiskan sisa waktu 10 menitnya disini"

Tanpa menunggu jawaban setuju dari Lea, Willy memeluknya, menciumnya dengan kasar dan terburu-buru tidak membiarkan Lea memberontak. Seolah waktu 10 menit akan segera berakhir, ia tidak ingin menyia-nyiakannya walau hanya satu menit.

Waktu 10 menit telah berkahir dan berakhir pula pertempuran sengit mereka diatas sofa.

Lea menarik nafas dalam-dalam, seolah baru dikejar hantu ia terengah-engah dan hampir kehabisan nafas.

menatap lekat pada pria yang berada diatasnya, ia mendorong dan memukulnya

"Awas... Turun... Waktumu sudah habis. Aku harus segera pulang"

Willy benar-benar enggan melepaskannya. Pura-pura bodoh ia tidak bergerak sedikitpun. Hanya membalas tatapan dalam wanita yang ada di bawah tubuhnya.

"Willyyyyyy.... " teriak Lea kesal.

"Kamu ingin membuat aku mati kehabisan nafas... Badan kamu beratttt... Cepat turun" Teriaknya lagi sambil memukul kepala Willy.

Takkkkk....

"Awwww.... Galak sekali" ucapnya sambil mengelus-elus kepalanya yang dipukul.

"Awaassss... Kamu turunnnnn" masih dengan teriakan Lea yang bisa membuat gendang telinga orang pecah.

"Kalau berani berteriak sekali lagi, aku akan memakanmu sekarang juga" ancam Willy.

Benar saja, dengan satu ancaman membuat Lea menjadi penurut. Tapi dia tidak mau kalah. Ia memilih berakting manja padanya.

"Tuan Willy yang terhormat, bisakah anda turun dari sini.... " Dengan penekanan setiap kata yang lemah lembut.

Tapi itu ditelinga tuan Willy malah terdengar sedikit geli.

Akhirnya Willy menyarah, tidak ingin membuang waktunya lagi, Willy turun dan berdiri... Berjalan kekamarnya mengambil jaket dan kunci mobilnya.

Mereka berdua keluar dari Apartemen dan memasuki Mobil Willy.

Di gelapnya malam Mobil melaju dengan cepat dijalan yang sepi. Tidak butuh waktu lama untuk sampai di Apartemen Lea.

Ia turun dari mobil dan berpamitan pada Willy.

Willy bertanya

"Besok jam berapa pergi ke bandara? Aku akan mengantarmu"

"Jam 9" jawab Lea singkat.

"Baiklah, besok aku akan tiba disini sebelum jam 9 "

*

Siang hari di Restoran gedung Mall Pusat Kota C. Tiga orang duduk dengan tenang sambil menunggu makanan disajikan.

Lea bertanya kepada Pria yang ada didepannya

"Semuanya sudah diselesaikan oleh Manajer saya. Sekarang kita hanya menandatangani surat kontrak ini saja"

"Baik... Semoga kerjasama kita berjalan dengan lancar" jawab Pria itu sambil mengulurkan tangan mengajak Lea bersalaman.

Mereka pun bersalaman tanda sepakat.

Makanan di Restoran ini sangat baik dan terjamin. Lea dan Emily makan dengan lahap.

Perjalanan dari kota A ke kota C sangat menguras tenaga membuat perut mereka mudah lapar. Makanan dipesawat tidak terlalu enak sehingga disini Lea dan Emily makan dengan sangat bersemangat.

Setelah berpamitan dengan Pria itu, Lea memutuskan untuk menghubungi Evan.

"Halo... Evan... Aku dan Emily sedang berada dikota C. Bisakah kita bertemu? Emily sudah lama tidak bertemu denganmu" ucap Lea pada pria disebrang telpon.

Tapi jam seperti ini masih jam kerja, Lea lupa... sehingga mereka janjian untuk bertemu disore hari.

1
RatuHalu
aku kembali thor, tahun lalu aku baca novel ini, ceritanya bagus..
Rose Yura🌹: yeeeeee🤩🤩🤩🤩🤩🤩
total 1 replies
Acil Sabar
bagus
Marhaban ya Nur17
g kelar" y males jd nya
Marhaban ya Nur17
meski pemain nya nambah tp alure g maju" gtuuuu wae 😁 masalah atu tp g bisa di kelarin
Marhaban ya Nur17
klo gw boleh komen yyyy Lea ana willy tinggal jujur aja certain yg sebenarnya ke keluarga zu kaya nya beres deh 🤔 ini mah malah dibikin drama jd e gtu" wae
Marhaban ya Nur17
padahal klo jujur jg g bakal ruwet kaya gini 😏
Marhaban ya Nur17
yg cewek suka mabuk n yg cowok suka mukul 😅 jd tukang pukul aja wil
Marhaban ya Nur17
pd hal klo jujur se gw yakin damai sentosa deh
Marhaban ya Nur17
jujur makanua
Marhaban ya Nur17
gw se komplen cmn bahasanya doank thor 🤣
Marhaban ya Nur17
baby Leon tuh emang namanya apa cmn panggilannya doank ??? baby
Marhaban ya Nur17
selalu ada kata hehe
Marhaban ya Nur17
gmn y ???
Marhaban ya Nur17
ceritanya ok thor tp feel nya g berasa 😁 kaya lg ps marah, seneng, atau apa lah itu g dapat meski kalimate emang memgatakan demikian tp ttp aja
Rose Yura🌹: hehe.. iya ya. 😅

maklum lah, cerita ini tulisan pertama aku, sebelim ikut kelas menulis, sebelum belajar tentang bikin novel.

Terima kasih ya, sudah membaca 🥰
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
ini adegannya g ada kenalan dulu apa gmn y lansung manggil nama aja 🤔
Marhaban ya Nur17
mama apa yg kamu lakukan,,, kasar kan y seharusnya kan mama apa yg mama lakukan , sepenggal kalimatnya
Marhaban ya Nur17
kaya sinetron y adegane
Marhaban ya Nur17
kasar Lea ke suwami nya , g ada baek" nya
Marhaban ya Nur17
bahase kasar yyy
Marhaban ya Nur17
emang kata sandinya marina se
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!