Ciluk ba...
"Ha yo... Om mau mendekati Mamaku ya?" seru seorang gadis cilik dengan rambut keritingnya.
"Enggak. Siapa juga yang mau mendekati Mamamu yang janda itu?" tanya seorang laki-laki yang tak lain adalah atasan dari Ibu gadis cilik itu, Luis Marshal Gena.
"Om suka lilik-lilik Mama. Ndak boleh ya, Om. Nanti matanya bintitan," ucap gadis cilik itu lagi.
Seorang janda atau single mom bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan. Kata orang-orang, dirinya disebut sebagai janda seksi. Padahal menurut sang empu, dia biasa saja.
Luis yang merupakan atasannya, begitu kagum dengan sosok sekretarisnya yang mandiri dan tegas. Bahkan berulangkali terpergok melihatnya. Namun perjalanan Luis mendekati sekretarisnya sangat terjal karena anaknya yang tampak tak suka dengannya.
Mampukah Luis meraih hati si janda seksi dan anaknya itu? Lalu bagaimana dengan mantan suami dari sekretarisnya yang tiba-tiba datang dan menjadi penghalang mereka untuk bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mall 2
Di kelumunan itu, Om bos.
Mendengar teriakan dari Aiko, segera saja Luis berlari sambil menggendong bocah cilik itu. Luis juga mendengar suara teriakan dari seseorang yang dikenalnya. Emma, wanita itu berteriak seperti tengah berdebat dengan seseorang.
"Kim..." seru Luis memanggil ketua pengawal yang ternyata sudah bersiap-siap.
Minggir...
Jangan buat keributan pakai bodyguard segala,
Huuu...
Ada anaknya dari perempuan itu yang lagi menangis, Bu.
Sorakan dari sekitar karena Kim atau ketua pengawal dari Luis tiba-tiba meminta orang-orang untuk memberi jalan. Akhirnya Kim yang disoraki oleh Ibu-Ibu di sana memilih menggunakan Aiko untuk membelah kerumunan. Ia tak mau sampai ada yang terluka atau keributan bertambah karena dianggap bersikap brutal.
"Minggil, Mamana Aiko itu di sana. Kenapa dikelubungi? Mamana Aiko bukan gula yang halus dikelubungi," rengek Aiko dengan mata berkaca-kaca karena sangat sulit membelah kerumunan orang-orang kepo itu.
"Dikira orang-orang ini semut yang mengerubungi gula kali ah," gumam Luis sambil menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Aiko.
Kasihan ya,
Anaknya menangis dan Ibunya malah ditarik-tarik,
Kasih jalan sebentar,
Pergi atau aku panggil satpam,
Mama...
Aiko...
Kak Luis, bawa pergi Aiko.
Dugh...
Aaaa...
Tiba-tiba saja orang yang menarik tangan Emma langsung menendang tulang keringnya. Dia adalah Ava, istri dari Harry. Gerakannya kasar, sehingga membuat Emma kuwalahan. Sedangkan orang yang berkerumun, hanya melihat saja dan memilih untuk mengurai kerumunan. Pasalnya mereka tidak tahu siapa yang benar dan salah jika ingin membela.
Ternyata Ava bertemu Emma di mall itu. Segera saja Ava memanfaatkan itu untuk membawa Emma dan Aiko. Jika Ava berhasil membawa Emma, tentu saja Aiko akan mudah dirinya tangkap. Sayangnya dia tak bersama Harry sehingga kesulitan untuk membawa Emma saat ini.
"Bawa Aiko pergi," titah Luis yang langsung menyerahkan Aiko pada Kim.
"Ndak mau, Om bos. Mau sama Mama," seru Aiko yang kini memberontak dalam gendongan Kim.
"Om bos harus menyelamatkan Mamamu dulu dari monster," ucap Luis memberi pengertian.
Enak saja mau bawa Aiko pergi,
Hiyattt...
Bugh...
Aargh...
Pergi, Kim.
Mama...
Om bos...
"Sialan, laki-laki kok pukul perempuan." seru Ava mulai memprovokasi orang di sekitarnya agar membantunya.
Awalnya Ava ingin menendang perut Luis agar tidak menghalanginya untuk mengambil Aiko. Namun bukan Luis yang terkena tendangan itu. Justru Luis langsung menendang kaki Ava dengan kencang hingga perempuan itu kesakitan.
Benar, laki-laki tidak boleh memukul perempuan.
"Kalian semua tidak tahu apa-apa, mending diam." sentak Luis tak terima kala di salahkan. Luis segera membantu Emma berdiri karena ia yakin bahwa kaki perempuan itu pasti nyeri.
"Dia itu mau menculik anak perempuan ini. Saya calon suami dari perempuan ini dan anak tadi adalah calon anak saya," serunya lagi memberitahu kalau dia dan Emma tidak bersalah.
"Terus kalau ada anak kecil yang mau diculik, saya diam aja begitu ha? Apalagi itu calon anak saya," serunya lagi dengan tatapan sinisnya.
Luis jengah dengan orang-orang di sana yang bukannya membantu melerai atau memanggil keamanan, malah diam. Justru mereka menjadikan itu semua bak tontonan gratis. Mereka juga asal menghakimi orang. Padahal sudah jelas Ava sampai memukul Emma. Sedangkan Emma masih shock mendengar ucapan dari Luis yang mengatakan bahwa dia adalah calon istrinya.
"Ini cuma sandiwara aja kan," batin Emma sambil menatap ke arah Luis yang raut wajahnya terlihat sangat marah.
"Aku bukan penculik anak. Aku akan membawa perempuan ini karena ayah kandungnya ingin bertemu anaknya tapi tidak diijinkan. Aku ini Ibu tirinya yang diminta suamiku untuk membawa mantan istri dan anak kandungnya. Terpaksa saya menggunakan cara kasar karena dia ini susah untuk diajak diskusi," ucap Ava membela diri.
"Lebih baik kalian semua bubar," seru seorang pengawal Luis agar masalah ini tak semakin melebar. Apalagi mereka tahu bahwa Ava ingin mencari pembenaran dari orang di sekitarnya.
"Kalian ha..."
Bubar...
Huuu...
Cinta segitiga kali,
"Kenapa bisa Emma kenal dengan cowok tampan ini? Mana kelihatannya cowok ini kaya lagi," batin Ava sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Gawat kalau sampai Emma punya backingan orang berpengaruh," lanjutnya dengan rasa was-was.
"Kali ini kamu lolos, Emma. Tapi untuk lain kali, kamu tidak akan pernah lolos." ucap Ava kemudian memilih pergi saat semua orang berkerumun pergi.
Ava memilih pergi untuk kali ini. Apalagi ada lima orang pengawal dari Luis yang sudah menjaga Emma langsung. Sedangkan dia hanya seorang diri. Ia tidak boleh gegabah. Ia harus menyusun rencana matang-matang karena saat ini Emma ternyata bukan lah perempuan lemah seperti dulu.
"Aku akan laporkan kamu atas dugaan penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan, Ava." seru Emma yang tak terima karena ditarik tangan dan ditendang kakinya.
"Aku juga akan laporkan itu kekasihmu yang memukulku," seru Ava tak mau kalah.
Huft...
"Kenapa kamu ikut-ikutan memukul dia sih? Aku jadi nggak bisa balas buat memasukkan dia ke penjara," ucap Emma yang kini menyalahkan Luis.
Luis hanya bisa menghela nafasnya kasar. Padahal ia sudah berniat membantu, namun bisa-bisanya malah disalahkan. Tapi dia tadi sadar kalau posisinya memang salah. Sebagai seorang laki-laki, ia memang tak boleh memukul perempuan. Namun jika diam saja, maka Ava akan meraih Aiko dan mengambilnya.
Salah siapa dia mau ambil Aiko,
Ya nggak tak kasih. Tendang aja sekalian biar mundur,
Baik lah, alasan diterima. Terimakasih, Kak Luis. Sudah menjaga Aiko dari orang jahat,
***
Mama...
"Om, bujuk Aiko dong. Belikan es klim atau cilok begitu bial Aiko belhenti menangis," seru Aiko yang sedari tadi merengek dan memanggil Mamanya.
Sedangkan ketua pengawal Luis yang bernama Kim Adi Rahul, dia sangat kuwalahan dan stress. Ternyata menghadapi Aiko yang suka berteriak dan berdebat, membuatnya sangat frustasi. Apalagi Aiko banyak maunya. Jika tak dituruti, akan menangis dan itu membuat perhatian orang sekitar tertuju pada Kim.
"Om capek bujuk kamu. Dari tadi lho Om tanya mau makan apa biar berhenti menangis? Jawabannya terserah. Giliran masuk restorant, bilangnya alergi seafood. Sekarang malah menangis dan minta dibujuk lagi. Nggak paham Om sama kamu itu," ucap Kim yang gantian mengomeli Aiko.
"Kok Om malah-malah sama Aiko? Kan emang Aiko alelgi. Nanti kalau bentol-bentol dan sesak nafas, Om disalahkan lho. Ish... Aiko aduin Om bos kalau kalyawanna ini ndak mau kelja," ucap Aiko dengan ancamannya.
"Aduin aja sana. Mending Om pensiun dini daripada disuruh jaga kamu," ucap Kim sambil menggelengkan kepalanya.
Om botak menyebalkan,
Biarin. Dasar cadel riweh,
Ihhh...
Ihhhh...
Ndak usah ikuti Aiko,
Suka-suka Om,
Huaaaaa...
Hahahaha...
ini buktinya🤣🤣
dengan itu om bos ,kalau gak tertarik mending buat kakek Regan aja😂
Emma lihat tuh kak Luis dan Aiko sangat kompak bukan ,sangat pantas dan cocok jadi suami mu 😂
Luis kapan ngajakin nikah 🤣
serius aku nanya😂
nanti tambah gak tumbuh tumbuh rambut nya Kim kalau sama Celine hahaha
tapi bener juga siapa tau cocok😂
Cie Luis berharap jadi pasangan suami istri 🤭