NovelToon NovelToon
Dad, Where'S Mom?

Dad, Where'S Mom?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Duda / Beda Usia
Popularitas:29.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Dad, di mana Mommy?”

​“Berhenti bertanya, bocah pembawa sial!”

​Pertanyaan polos dari Elio, bocah berusia enam tahun itu, justru dibalas dengan dingin dan amarah yang meledak.

​Bagi Jeremy, kematian istrinya setelah melahirkan adalah luka yang tak pernah sembuh. Dan Elio? Bocah itu adalah satu-satunya pengingat paling menyakitkan atas kehilangan tersebut.

​Hingga suatu hari, Jeremy dipertemukan dengan Cahaya. Gadis desa dengan wajah, sikap, dan keras kepala yang terlalu mirip dengan mendiang istrinya. Kehadiran Cahaya tidak hanya mengguncang dunia Jeremy, tapi juga mengusik dinding es yang selama ini ia bangun.

​Akankah Cahaya mampu meluluhkan hati seorang ayah yang lupa caranya mencintai? Ataukah Elio akan terus tumbuh dalam bayang-bayang luka yang diwariskan oleh sebuah kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6

"Sialan! Gadis itu pasti menggunakan ilmu hitam atau semacamnya!"

Jeremy menggerutu sepanjang jalan sambil mencengkeram kemudi mobilnya kuat-kuat. Bayangan wajah Cahaya yang menunjuk hidungnya tadi pagi masih menari-nari di pelupuk mata.

Belum pernah ada yang menyebutnya kanebo kering atau monster es seumur hidupnya.

Jeremy merasa harga dirinya yang setinggi Menara Pisa itu baru saja diinjak-injak oleh sandal jepit mahasiswi asal Indonesia.

"Bisa cepat tua? Aura negatif? Ck, dia pikir dia siapa? Berani-beraninya mengomentari kerutan di dahi orang sukses seperti aku!" Jeremy terus mengoceh sendiri di dalam mobil.

Jika Edgar melihatnya sekarang, Edgar pasti akan mengira sahabatnya itu sudah gila karena bicara sendiri seperti ibu-ibu yang kehilangan dompet di pasar.

Jeremy merasa kepalanya ingin pecah. Ia butuh ketenangan. Ia butuh udara segar untuk membilas otaknya dari ingatan tentang Cahayadan sialnya, ingatan tentang Elio.

Akhirnya, ia memutuskan untuk menepi di sebuah taman kota yang agak sepi. Ia ingin duduk diam, menatap kolam, dan kembali menjadi pria dingin yang tak tersentuh.

Jeremy turun dari mobil, merapikan jas Armani-nya yang seharga satu buah ginjal, lalu melangkah menuju bangku taman dengan dagu terangkat angkuh. Ia baru saja duduk dan mencoba menghirup napas dalam-dalam saat sebuah benda melayang di udara.

PLETAK!

"ARGH!" Jeremy mengaduh keras saat sebuah kaleng minuman kosong mendarat telak di puncak kepalanya. Logam dingin itu memantul sebelum jatuh berdenting di atas semen.

"Siapa yang—" Jeremy berdiri dengan wajah merah padam, matanya menyapu sekitar dan menemukan seorang bocah laki-laki berusia sekitar tujuh tahun berdiri tidak jauh darinya.

"Hei, bocah kurang ajar! Kau yang melempar ini?!" bentak Jeremy sambil menunjuk kaleng itu.

Bocah itu bukannya takut, malah berkacak pinggang. "Oh, maaf ya, Om Sombong! Habisnya kepala Om terlihat seperti tong sampah dari sini, makanya aku lempar!"

Jeremy melongo. Rasanya deja vu. Kata-kata om sombong itu terdengar sangat familiar.

"Apa kau bilang? Cepat minta maaf atau aku panggilkan polisi!"

"Panggil saja! Lagian Om duduk di jalan tempat ku berlari! Minggir, Om Tua!" balas si bocah sambil menjulurkan lidahnya sebelum lari terbirit-birit.

Jeremy gemetar karena marah. "Anak zaman sekarang benar-benar tidak punya sopan santun! Sial! Benar-benar sial!"

Ia mengusap kepalanya yang berdenyut.

Tiba-tiba ia teringat ucapan Cahaya, "Semoga harimu sial terus!"

"Gadis itu... dia pasti mengutukku," gumam Jeremy ngeri.

Merasa taman itu tidak lagi memberikan ketenangan, Jeremy memutuskan untuk kembali ke mobilnya. Namun, awan di langit Milan sepertinya sedang tidak bersahabat.

Gerimis mulai turun, dan dalam sekejap berubah menjadi hujan deras. Jeremy berlari kecil menuju mobilnya yang terparkir di pinggir jalan.

Tepat saat ia sudah memegang gagang pintu mobilnya, sebuah mobil melaju kencang melewati genangan air besar di sampingnya.

BYUURRRRR!

Dunia seolah berhenti berputar bagi Jeremy Thomas Sebastian. Air hujan yang bercampur lumpur cokelat sukses mengguyur seluruh tubuhnya dari kepala hingga ujung sepatu. Jas mahalnya basah kuyup, rambutnya yang tertata rapi kini lepek dan meneteskan air keruh ke wajahnya.

Jeremy mematung. Air lumpur masuk ke dalam mulutnya yang sedikit terbuka karena syok.

"SIAL! SIAL! SIALAN!" teriak Jeremy ke arah mobil yang sudah menjauh itu.

Ia masuk ke dalam mobil dengan kondisi mengenaskan. Jok kulitnya yang putih kini kotor terkena lumpur. Jeremy memukul setir dengan frustrasi.

"Apa ini benar-benar kutukan?" gumamnya lirih.

Jeremy melihat bayangan dirinya di spion tengah. Wajahnya yang penuh lumpur benar-benar tidak menyisakan ketampanan dan sisa-sisa wibawa sebagai pengusaha besar. Ia terlihat menyedihkan, konyol, dan... tua. Persis seperti kata Cahaya.

Jeremy menghidupkan mesin mobil dengan kasar. "Lihat saja, Nona. Kalau kau benar-benar menyumpahiku, aku akan memastikan hidupmu di rumahku juga tidak akan tenang!"

Sambil menggigil karena AC mobil yang dingin menembus bajunya yang basah, Jeremy mengemudi pulang.

*

*

"Lio, tahu tidak? Kak Aya tadi tidak sengaja menemukan buku rahasia di dapur. Katanya, kalau kita makan nasi goreng mentega buatan orang Indonesia, kita bisa jadi sekuat pahlawan super!"

Cahaya berbicara dengan nada riang sambil bersandar di pintu kamar Elio. Ia tidak lagi memaksa masuk, tapi ia membawa piring berisi nasi goreng yang aromanya sangat menggoda, gurihnya mentega dan sedikit wangi bawang goreng.

"Kak Aya sudah buatkan satu piring. Kalau Lio tidak mau, terpaksa Kak Aya habiskan sendiri, ya?"

Cahaya sengaja mengipas-ngipaskan aroma makanan itu ke celah bawah pintu. Tak butuh waktu lama, terdengar suara langkah kecil.

Pintu terbuka sedikit, menampakkan wajah mungil Elio yang tampak bimbang. Matanya melirik piring yang dipegang Cahaya.

"Apa benar kalau Lio makan itu, Lio bisa jadi kuat?" tanya Elio sangat pelan.

"Tentu saja! Lihat ini." Cahaya menunjukkan potongan telur dadar yang dibentuk seperti bintang. "Ini telur kekuatan. Elio mau coba?"

Perlahan, Elio mengangguk. Hati Cahaya bersorak kegirangan. Ia segera menggandeng tangan kecil Elio menuju dapur.

Ini adalah sebuah kemajuan besar!

Namun, baru saja mereka menapakkan kaki di ruang tengah, pintu depan terbuka dengan bantingan keras.

BRAK!

Cahaya dan Elio serentak menoleh. Di sana berdiri sesosok pria yang nyaris tak bisa dikenali. Jas Armani yang tadi pagi tampak gagah kini berubah warna menjadi cokelat lumpur.

Rambutnya lepek menempel di dahi, dan ada selembar daun layu tersangkut di pundaknya. Jeremy Thomas Sebastian pulang dengan aura yang lebih mirip korban banjir daripada seorang pengusaha kaya.

Cahaya mematung sesaat, lalu sedetik kemudian, tawa kencangnya pecah tak terbendung.

"Pfffttt! Hahaha! Om! Habis kejebur got dimana?!" Cahaya memegangi perutnya yang kaku karena tertawa. "Wah, benar kan kata saya? Hari om bakal menyenangkan sekali!"

Elio yang berada di samping Cahaya awalnya kaget, tapi saat melihat penampilan ayahnya yang begitu konyol, ditambah tawa Cahaya yang menular, sudut bibir bocah itu perlahan terangkat.

"Dad, ada lumpur di hidung Daddy," bisik Elio pelan sambil menahan senyum.

Jeremy membeku. Ia ingin meledak marah, tapi melihat Elio yang akhirnya mau keluar kamar dan bahkan hampir tertawa, membuatnya tercekat. Ia hanya bisa menatap Cahaya dengan dendam kesumat sementara gadis itu terus tertawa puas.

"Minggir! Jangan ada yang tertawa atau aku pecat kalian!" gertak Jeremy, meski wibawanya kini sudah hanyut bersama air lumpur tadi.

"Silakan, Om! Tapi mandi dulu sana, baunya sampai ke dapur, tau!" balas Cahaya tanpa rasa takut, lalu kembali menarik tangan Elio. "Ayo Elio, kita makan nasi goreng pahlawan super. Biarkan Daddy mandi lumpur dulu."

Jeremy hanya bisa berdecak kesal. Ia berjalan dengan suara sepatu yang basah, sementara di belakangnya, suara tawa Cahaya menjadi melodi paling ceria yang pernah terdengar di mansion itu selama enam tahun terakhir.

"Berani sekali dia menertawakan aku! Apa dia pikir aku ini badut?!" geram Jeremy dengan tangan terkepal erat.

1
Sri Rahayu
kamu anak yg baik hati Elio....meskipun daddy mu galak, sering membentak dan memarahi mu...tp kamu tetap sayang dan perhatian pd daddy mu...lanjut Thorr😘😘😘
Nice1808
nah loh jeremy dah mulai2 nich😃mulai menyukai makanan buatan aya dan lio sennagnya bukan main😃👍👍
Tiara Bella
Jeremy pngn nguasain cahaya sndiri bt diri dia sndiri.....
Kinara Widya
lah Jeremi macem2 bae
Kostum Unik
Ciiih duda sableng mulai posesif mendekati bucin
Senja: Wkwkw🤣
total 1 replies
Keysha Aurelie
ciee posesif dan cemburuan banget Tuan🤭🤣
tenang Dad saat ini nikmati saja sandiwara ini sampai jadi kebiasaan yang nyaman dan pastinya merindukan tak ingin jauh jauh🤣🤣
Sri Rahayu
akankah Cahaya mau menikah dgn Jeremi meskipun hanya kontrak 😇😇😇
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Kinara Widya
lanjut
tinie
hadeeeuuh bumbu cemburu sudah ada
posesif mulai tumbuh
beeuugh apa lagi kalau bukan bucin 🤣🤣🤔
TRI SRI SULANJARI
kasihan alvin thor kasih juga dong buat alvin gadis yang baik/Puke//Sob/
𝕙𝕚𝕜
lanjutan thorrrr💪💪💪💪
Keysha Aurelie
ciee Daddy berharap lebih sama Mommy😂
mulai posesif ingin Aya hanya dekat dan menjadi milik nya saja🤭
eitss tapi Aya kok aku gak yakin ya kalau kamu gak akan baper sama Jeremy 🤭
kamu bisa lho baper sama Jer yakin banget aku🤣
apa lagi nih si Jeremy mulai ada rasa sama kamu Aya jadi kesimpulan nya Jer akan berusaha membuat kamu punya perasaan sama Jer itu🤭
Keysha Aurelie: Mungkin setiap baca aku senyam senyum ikutan salting, apa lagi dengan tingkah Jeremy yang udah gak gengsi lagi
mengalir mengikuti perasaannya🤭🤣
total 3 replies
partini
aduh putus baik" aja lah ga usah kaya gitu Aya nanti malah ada kata prettt pada waktunya untuk kalian berdua 🤣
Keysha Aurelie: bener banget ih mending break dulu sama Alpin 🤭
tapi nanti keterusan break dan gak akan kembali🤣
berharap boleh gak sih😂
total 1 replies
erviana erastus
ih harusx kamu paham cahaya itu artinya cinta
Nice1808
Dia melarang krna dah mulai cinta dan merasa memiliki km cahaya🤣
Kostum Unik
Sukak
Tiara Bella
Elio seneng bngt semoga gk sementara ya Lio seneng nya
+21 🎂
mwehehehehehehe 🌚
Nice1808
Elio sngt bersemngat sementara jeremy merasa trtekan dgn kontrak yg dia buat😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!