Bumi dan Bulan bukanlah sebuah nama planet dan satelit dalam tata surya melainkan nama seorang pria dan wanita yang saling membenci tapi dipersatukan dalam ikatan pernikahan. Perjodohan mereka telah direncanakan sejak mereka kecil oleh kedua orang tua mereka. Bagaimana kisah selanjutnya? Selamat membaca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvani Rosita Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pindah Rumah
Bulan menundukkan kepalanya membiarkan air matanya menetes jatuh diatas rok yang ia kenakan. Tidak ada kata-kata selain isak tangisnya yang dia perdengarkan kepada Bumi. Bumi melihat ke arahnya hanya tersenyum lalu kembali fokus dengan jalanan yang macet.
"Kapan kamu akan berhenti menangis? Aku bosan mendengar suaramu!" Ucap Bumi tapi nada suaranya terdengar tinggi.
Bulan masih menangis bahkan dia lebih mengencangkan suara tangisannya didalam mobil.
Setelah satu setengah jam perjalanan, mereka tiba dirumah minimalis tapi terlihat mewah dari luar. Bumi membuka pagar dan memarkirkan mobilnya digarasi. Terlihat rumah tersebut sangat tertata rapi mulai dari tamannya hingga ke interiornya. Rumah Bumi didominasi warna putih dan perabotannya juga sudah tersedia dengan lengkap. Bulan menarik kopornya dan mengangkat beberapa barangnya turun dari mobil. Bumi tidak ikut membantunya dan hanya duduk disofa sambil melihat Bulan mondar mandir mengangkat barangnya dari mobil dan dimasukkan kedalam rumah.
"Sudah selesai mengangkat semua barangmu?"
"Hmmm." Jawab Bulan tanpa melihatnya.
"Duduk! ada beberapa peraturan dirumah ini yang kamu patuhi."
Bulan duduk berhadapan dengan Bumi.
"Peraturan apa?"
"Setiap pagi kamu harus bangun lebih cepat untuk membuatkan aku sarapan, membersihkan setiap sudut rumah ini, mencuci baju dan merapikan kamarku setiap pagi. Aku akan membayarmu setiap akhir Bulan dan tidak ada uang belanja lebih untukmu. Kamu boleh bekerja untuk membiayai hidupmu dan jangan mengharapkan apapun dariku!"
"Kamu pikir kamu ART mu?" Ucap Bulan dengan keras.
"Jadi kamu mau aku menganggapmu jadi apa? Istri? Jangan harap itu terjadi. Ingat! kamu hanya benalu disini dan rumah ini adalah rumah yang aku bangunkan untuk Sarah, bukan untuk kamu!"
Bulan hanya santai mendengarkan dia berbicara, karena Bulan sudah yakin jika Bumi akan melakukan ini kepadanya.
"Terserah kamu mau berbuat apa. Mana kamarku? Aku mau istirahat. Aku lelah."
Sialan nih Bulan, mengapa dia tidak terlihat tertekan dengan semua ancamanku! Apa dia sedang merencanakan sesuatu untukku? Sepertinya aku harus lebih tegas kepadanya.
"Bumi, kamarku mana? Kita tidak akan tidur bersama kan?" Teriak Bulan memanggil Bumi yang sedang melamun.
"Kamarku dilantai atas dan kamu dilantai bawah. Sana!" Bumi menunjuk kamar yang ada dibelakangnya.
"Baiklah aku istirahat, ingat jangan masuk kedalam kamarku tanpa mengetuknya terlebih dahulu."
"Kamu pikir aku mau masuk kedalam kamarmu!"
"Ya sudah... bye." Bulan berjalan kedalam kamarnya dan mengangkat barangnya masuk kedalam kamar.
Bumi melongo melihat Bulan dengan santainya dengan semua ancamannya.
Didalam kamar Bulan merapikan bajunya dan menyimpan kedalam lemari setelah semuanya beres barulah dia berbaring dikasurnya.
Bip..bip..bip.. handphonenya bergetar diatas meja.
"Halo?" Ucap Bulan mengangkat panggilan teleponnya.
"Bulan aku merindukanmu."
"Aku juga, besok aku akan masuk kantor Ren, kamu belum memecatku kan?"
"Aku tidak akan melakukan itu Bulan, aku mencintaimu. Mau aku jemput dirumahmu besok?"
"Aku sudah pindah kerumah Bumi, Ren. Aku naik taksi saja besok pagi kekantor. Aku takut orang kantor akan bergosip jika kita datang bersama."
"Tapi kamu tidak sekamar dengannya kan?" Ucap Reno.
"Tidaklah."
"Syukurlah, ya sudah, aku tutup yah, besok kita akan bertemu dikantor. I Love you."
"Love you too... Ren."
Tok..tok..tok..
"Bulan, buka pintunya!!"
"Ada apa?" Bulan berdiri didepan pintu berbicara dengan Bumi.
"Siapa yang berbicara denganmu tadi?"
"Kenapa kamu ingin mencari tahu? Itu bukan urusanmu!!" Bulan menutup pintu kembali dan menguncinya. Bulan bahkan tidak peduli kepada Bumi yang sedang berteriak dibalik pintu memanggil namanya.
seru kayaknya🥰
asekkk udah berubah judul lagu kita🙆🙆
iya kan thoorrt...