NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pernikahan Kilat / CEO / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kau pikir aku akan menyentuhmu? Aku lumpuh."

​Ucapan dingin Elzian Drystan di malam pertama mereka langsung dibalas senyum miring oleh istrinya.

​"Otot betis kencang, tidak ada atrofi, dan pupilmu melebar saat melihatku. Kau tidak lumpuh, Tuan. Kau hanya pembohong payah."

​Dalam detik itu, kedok Ziva Magdonia sebagai istri 'tumbal' runtuh. Dia adalah ahli bedah syaraf jenius yang mematikan. Rahasia Elzian terbongkar, dan kesepakatan pun dibuat: Elzian menghancurkan musuh yang mencoba membunuhnya, dan Ziva memastikan tidak ada racun medis yang bisa menyentuh suaminya.

​Namun, saat mantan kekasih Elzian datang menghina, Ziva tidak butuh bantuan.

​"Hidungmu miring dua mili, silikon dagumu kadaluarsa... mau kuperbaiki sekalian?"

​Bagi Ziva, membedah mental musuh jauh lebih mudah daripada membedah otak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Permintaan Maaf (Ala CEO)

​​"Dokter Ziva! Dokter Ziva! Cepat ke lobi!"

​Ziva baru saja selesai mencuci tangan pasca operasi saat Suster Maya berlari terengah-engah menghampirinya. Wajah perawat muda itu merah padam, antara kelelahan dan histeris.

​"Ada apa? Pasien gawat darurat massal?" tanya Ziva siaga, tangannya sudah meraih stetoskop.

​"Bukan! Tapi ada sepuluh truk besar di depan! Mereka memblokir jalan masuk IGD!"

​Ziva mendengus kesal. "Siapa yang berani parkir sembarangan? Panggil satpam!"

​Ziva melangkah lebar menuju lobi utama, siap memaki sopir truk yang tidak punya otak itu. Namun, langkahnya terhenti mendadak saat melihat pemandangan di depannya.

​Bukan truk sampah atau truk ekspedisi, melainkan deretan truk hitam mengkilap dengan logo emas: Royal Grand Hotel Catering.

​Para staf berseragam rapi sedang sibuk menurunkan ratusan boks makanan premium dan membagikannya kepada siapa saja yang memakai seragam rumah sakit—dokter, perawat, petugas kebersihan, bahkan satpam.

​"Silakan, Suster. Ini Wagyu Steak Bento spesial. Hidangan penutupnya ada macaron dari Prancis," ucap salah satu staf katering sambil menyerahkan boks elegan pada Suster Maya yang melongo.

​"Ini... gratis?" tanya Suster Maya ragu.

​"Tentu saja. Ini traktiran makan siang dari Pak Elzian Drystan," jawab staf itu dengan suara lantang yang sengaja dibuat agar semua orang dengar. "Pesannya: 'Makan siang spesial untuk seluruh rekan kerja istri tercinta saya, Dokter Ziva'."

​Hening sejenak, lalu...

​"KYAAAAA!"

​Lobi rumah sakit meledak dengan jeritan iri para perawat wanita.

​"Gila! Dokter Ziva, suamimu romantis banget!"

"Udah ganteng, kaya raya, sayang istri lagi. Dokter Ziva pakai pelet apa sih?"

"Wagyu, woy! Seumur hidup gue baru kali ini makan siang wagyu di rumah sakit!"

​Ziva memijat pelipisnya yang berdenyut. Wajahnya terasa panas. Elzian benar-benar definisi orang kaya yang tidak tahu cara meminta maaf dengan wajar.

​Pak Hadi, Direktur Rumah Sakit, muncul dari kerumunan sambil membawa boks makanannya sendiri. Wajahnya berseri-seri, tidak lagi tegang seperti kemarin.

​"Dokter Ziva," sapa Pak Hadi ramah. "Saya baru saja dapat telepon dari sekretaris Pak Elzian. SK mutasi Dokter Rayn resmi dibatalkan. Dokter Rayn tetap di sini sebagai Kepala Unit Jantung. Dan alat MRI itu? Tetap jadi milik kita tanpa syarat aneh-aneh."

​Ziva menghela napas lega. Beban berat di pundaknya terangkat. "Syukurlah. Bapak tidak main pecat orang lagi, kan?"

​"Tidak dong. Mulai hari ini, Dokter Ziva adalah aset emas rumah sakit ini. Tolong sampaikan terima kasih saya pada Pak Elzian," Pak Hadi menepuk bahu Ziva lalu pergi menikmati makan siangnya.

​Seorang pria berjas hitam—Raka, asisten Elzian—berjalan mendekati Ziva. Di tangannya ada sebuah boks bento yang berbeda dari yang lain. Kotaknya berbahan kayu eboni dengan ukiran rumit, dibungkus kain sutra biru tua.

​"Nyonya," Raka membungkuk sopan. "Ini khusus untuk Nyonya. Pak Elzian membuatnya sendiri... maksud saya, menyusun menunya sendiri."

​Ziva menerima kotak berat itu. "Dia tidak meracuniku, kan?"

​"Bapak tidak sejahat itu, Nyonya," Raka tersenyum tipis. "Silakan dinikmati."

​Ziva membawa kotak itu ke kantin staf yang sedang ramai. Dia duduk di sudut yang agak sepi, lalu membuka ikatan kain sutra itu.

​Isinya luar biasa. Nasi merah organik, salmon panggang dengan saus lemon, sayuran segar yang dipotong presisi, dan potongan buah-buahan tropis.

​Tapi mata Ziva bukan tertuju pada makanan itu. Di atas salmon, terselip selembar kartu kecil berwarna putih polos.

​Ziva mengambilnya. Tulisan di kartu itu berantakan, cakar ayam khas tulisan tangan Elzian yang jarang memegang pena selain untuk tanda tangan kilat.

​Maaf. Jangan pindah kamar lagi. Kasurku terlalu luas sendirian.

​Ziva terpaku menatap tulisan jelek itu. Sudut bibirnya berkedut, lalu perlahan terangkat membentuk senyum kecil yang tulus.

​Bayangan Elzian yang angkuh dan dingin, kini duduk sendirian di kamar besar mereka sambil menulis pesan konyol ini, entah kenapa terasa... manis. Pria itu menurunkan egonya yang setinggi langit demi membujuk Ziva pulang ke kamar utama.

​Ziva mengeluarkan ponselnya. Dia mengetik pesan balasan singkat.

​To: CEO Gila

Sogokan diterima. Salmonnya enak. Tapi kalau kau ulangi lagi tingkah kekanak-kanakanmu itu, aku akan membedah otakmu sungguhan, untuk mencari, di mana letak kewarasanmu.

​Sent.

​Ziva meletakkan ponselnya dan mulai menyuap salmon. Rasanya lezat. Amarahnya yang berapi-api sejak kemarin perlahan padam. Mungkin nanti malam dia akan membuka kunci pintu kamar tamu dan kembali ke kamar utama. Mungkin.

​"Ya Tuhan! Lihat berita di TV!"

​Teriakan kaget dari meja sebelah membuyarkan lamunan Ziva.

​Salah satu dokter residen menunjuk layar televisi besar yang tergantung di dinding kantin. Volume TV itu dinaikkan. Musik intro Breaking News yang mendesak terdengar nyaring.

​Layar menampilkan gambar yang mengerikan. Kobaran api oranye membumbung tinggi ke langit, melahap sebuah kompleks bangunan pabrik yang besar. Asap hitam pekat bergulung-gulung menutupi matahari.

​Tulisan headline berita di bagian bawah layar berwarna merah menyala:

​BREAKING NEWS: PABRIK UTAMA DRYSTAN PHARMACEUTICAL MELEDAK DAHSYAT.

​"Selamat siang pemirsa," suara pembaca berita terdengar panik. "Baru saja terjadi ledakan besar di fasilitas produksi utama milik raksasa farmasi Drystan Group di kawasan industri Cikarang. Ledakan terjadi pukul dua belas siang ini."

​Sendok di tangan Ziva terjatuh. Dentingnya tenggelam oleh suara berita.

​"Laporan sementara dari lapangan menyebutkan adanya bau menyengat yang tidak wajar dari asap ledakan," lanjut reporter itu. "Pihak berwenang menduga adanya penggunaan bahan kimia ilegal yang disimpan secara tidak aman di dalam pabrik. Jika terbukti, CEO Drystan Group, Elzian Drystan, terancam hukuman pidana berat atas kelalaian yang membahayakan publik."

​Wajah Ziva memucat. Senyum di bibirnya lenyap tak berbekas.

​Ponsel di meja bergetar. Bukan balasan dari Elzian, tapi notifikasi berita yang masuk bertubi-tubi.

​Drystan Group diserang. Dan kali ini, musuhnya tidak main-main.

​"Bahan kimia ilegal?" gumam Ziva pelan, matanya menatap nanar ke arah api di layar TV. "Elzian tidak mungkin seceroboh itu."

​Ziva menyambar tas dan jas putihnya. Makan siang enak itu sudah berakhir. Dan sekarang ada hal.yang lebih penting

1
reza indrayana
lama g baca lagi karena kesibukan...


Keren & Mantaapp Zifa... 🥰🥰👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘
Nana Niez
suka aq kl FL tangguh gini,, seru
say't
perfect thor ☕️
say't
mana rita n the genk paman2x el mksdq 🤣
say't
nah skrng nunggu ratih rusdi herman n satunya tuk balas dendam nih cz adrian n siena sdh dihempaskn 🤣
say't
wow berdua takutnya mereka brbuat asusila di gudang tuh biar saling menghangatkn 🤣✌️
say't
hrsnya sm ratih biar sekalian tuh 🤣 seru kali ye nyayat2 tubuh org dlm keadaan hidup tp g impas dngn penderitaan yg dialami sm zian n ziva
say't
like mother like a son otakx pd ditaruh didengkul y..kalo aq jd zian n ziva aq sayat2 kulitx aq potong2 kecil2 dagingx scr hidup² trakhir aq kasihkan ke hewan liar deh 🤣 krng kejam kykx
say't
aq kalo jd ziva n zain aq suntik mati n mayatx dimakan singa hidup2 tanpa brbekas 🤣
say't
la dia mau uji nyali lagi pdhl ziva lbh kaya dr ratih lo itupn hasil keringat sndiri..awas lo ratih balasan lbh kejam drpd ulahmu..org bodoh kyk loe pst kalah..otak kok ditaruh didengkul jd ingin tau ending loe kyk pa ratih mati bunuh diri or dibakar org hidup2
say't
nah kan dan terjadi lagi ,emang deh ni 2 org sukax bikin pembacax darah tinggi n meso2 kok 🤣
say't
kemana pengawal zian y 🤣 aq jd zian aq bunuh para preman ni cz sdh liat dia brjalan 🤣 kan cctv rusak
say't
heran kenapa zian g ngelaporin ibu tirix y pdhl sdh bnyk bukti n saksi lo 🤣 itu paman2x jg kok g ngelaporin jg y
say't
kenapa zian g memeriksa keuangan perusahaanx y. y barang kali aja para orgil ni melakukan penyelewangan dana perusahaqn 🤣
say't
zian tegas tp g tegas sm ibu tirinya 🤣 tolol or dungu y ni critanya
say't
awas lo El trisno soko jalaran nggelibet lo bisa2 loe bucin akut 😭
say't
kenapa di cerita2 seoramg jalang yg profesional benget tuh sll berprofesi model y 🤣
say't
inilah jdnya kalo dikasih makan uang haram anak ceweknya jd seorang jalang yg profesional 🤣
Intania Naj_Va
KEREN BANGET 👏👏👏👍👍
Fera Nuraini
hahaha ada apa tadi el😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!