Season 1
Kiara Anggun Taylor, seorang wanita cantik yang mempunyai trauma karena waktu kecil dia harus menyaksikan semua anggota keluarganya dibantai oleh sekelompok mafia kejam.
Hingga akhirnya, tidak sengaja Kiara bertemu dengan Frans Wild Blood seorang ketua Mafia paling kejam dan juga psyco yang tidak lain merupakan anak dari orang yang sudah membunuh keluarga Kiara.
Disisi lain, muncullah seorang pria tampan yang merupakan intel dari kepolisian, saat ini dia sedang mengemban tugas mengusut tragedi pembantai satu keluarga 20 tahun lalu yang ternyata adalah keluarga Kiara.
Season 2
Gerrald Alexander Crush, seorang ketua mafia paling kejam dan ditakuti diseluruh dunia merasa jatuh cinta kepada wanita cantik nan menggemaskan yang ditemuinya di pesawat yang tidak lain adalah Gladis Taylor Prayoga puteri dari Kiara dan Al.
Bisakah Gerrald mendapatkan hati Gladis?sedangkan orangtua Gladis sangat membenci segala hal yang berhubungan dengan mafia dan berusaha memberantas para mafia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terlalu
🔪
🔪
🔪
🔪
🔪
Sekian lama berdiam di kamar mandi,akhirnya Al pun keluar dilihatnya Kiara masih berlatih.
"Mau mulai sekarang?" seru Al.
Kiara menganggukan kepalanya...
Al dan Kiara pun mulai berlatih Boxing dengan serius,Al selalu mengarahkan Kiara supaya lebih semangat lagi.
Sementara itu Frans yang mendapat kiriman foto dari seseorang yang berada di tempat latihan Boxing itu tampak ngamuk.
Ponselnya ia lempar sampai hancur berantakan,anak buahnya yang berada disana menjadi sasaran amarah Frans.
"Brengsek,awas kamu Kiara kamu berani melanggar janjimu," ucap Frans dengan emosinya.
Al dan Kiara pun selesai latihan,Kiara cepat-cepat mengganti pakaiannya dan bersiap-siap untuk pulang.
Kiara sudah berada didepan untuk menunggu taxi,sementara Al masih didalam.Disaat Kiara sedang fokus sama Ponselnya,tiba-tiba ada yang membekap mulut Kiara dengan sapu tangan yang ada biusnya sehingga Kiara langsung tak sadarkan diri.
Tanpa sadar Ponsel Kiara terjatuh di parkiran tempat latihan Boxing itu,Kiara dibawa kedalam mobil oleh orang-orang berpakaian serba hitam itu.
Sedangkan Al yang baru saja selesai tampak celingukan diluar mencari keberadaan Kiara.
"Dimana Kiara?apa dia sudah pulang ya?" gumam Al.
Al mencoba mengotak-ngatik Ponselnya dan berniat menghubungi Kiara untuk menanyakan keberadaannya.
Disaat tersambung,Al mendengar bunyi sesuatu ditempat parkiran itu dan ternyata Al hampir saja menginjak Ponsel Kiara.
"Ini kan Ponsel Kiara,ga beres nih pasti sudah terjadi sesuatu nih," gumam Al yang langsung masuk kedalam mobilnya.
***
Sementara itu Kiara dibawa kesebuah tempat dan disana Frans sudah menunggunya,orang-orang itu membaringkan Kiara diatas ranjang lalu kemudian meninggalkannya berdua dengan Frans.
Frans memperhatikan wajah cantik Kiara kemudian duduk disamping Kiara,Frans mengusap pipi Kiara dengan punggung tangannya.
"Aku itu sangat mencintaimu Kiara,kenapa kamu mempermainkan perasaanku,kenapa kamu mengingkari janji kamu Kiara?aku tidak akan mengingkari janjiku Kiara jadi maafkan aku," gumam Frans dengan terus mengelus pipi Kiara.
Tidak lama kemudian Kiara mulai sadar dan sangat terkejut saat Frans sedang berada didekatnya dan mengelus pipinya.
Dengan cepat Kiara bangun dan hendak pergi tapi dengan sigap Frans mencengkram lengan Kiara.
"Mau kemana kamu Kiara?"
"Lepaskan aku Frans."
"Kamu sudah mengingkari janji kamu jadi sekarang kamu harus menerima akibatnya," ucap Frans.
"Janji apa?aku tidak pernah mengingkari janji aku," sahut Kiara.
"Oh iya,lalu ini apa!!" bentak Frans dengan melempar beberapa foto keatas ranjang.
Kiara melihat foto-fotonya bersama Al saat di tempat latihan Boxing.
"Sekarang kamu mau bilang kalau kamu tidak pernah mengingkari janji kamu sementara foto-foto itu mengatakan hal sebaliknya," bentak Frans.
Kiara mulai mundur sedikit demi sedikit karena melihat tatapan Frans yang memerah menandakan saat ini Frans begitu sangat emosi.
Frans terus maju mendekati Kiara hingga Kiara terpojok karena langkahnya terhenti ada dinding dibelakangnya.
"Al adalah pelatih Boxingku jadi wajar kalau aku dekat dengan Al,apa yang salah?" seru Kiara dengan nada yang bergetar.
Frans mencengkram pipi Kiara,rahangnya mengeras.
"Aku tidak suka melihat kamu dekat dengan dia,jadi kamu berhenti latihan dengan dia karena aku akan mencarikan pelatih baru buat kamu," bentak Frans dan melepaskan cengkramannya.
Akhirnya air mata Kiara menetes karena saking takutnya melihat kemarahan Frans,bukan keselamatan dirinya yang Kiara takutkan tapi keselamatan semua orang terutama Al.
"Aaaaaaa....." teriak Frans.
Frans melempar gelas kedinding tepat kesamping Kiara,membuat Kiara lemas dan terduduk dilantai dengan tubuh bergetar dan deraian air mata.
"Berhenti Kiara,jangan menangis aku tidak sanggup kalau melihat kamu menangis seperti itu," teriak Frans.
Bukannya berhenti menangis,Kiara malah semakin sesegukan.
Frans dengan paksa membuat Kiara berdiri dan kembali mencengkram pundak Kiara dengan kuat sehingga membuat Kiara meringis kesakitan.
"Diam Kiara jangan menangis lagi," bentak Frans.
Tapi Kiara tidak berhenti menangis,Frans yang sudah naik pitam karena tidak menuruti perintah Frans akhirnya Frans menampar Kiara dengan kerasnya sehingga membuat Kiara tersungkur kelantai dan sudut bibirnya pun mengeluarkan darah.
Kiara bangkit dari duduknya dan terlihat meremas baju Frans.
"Bunuh saja aku sekalian Frans kalau itu bisa membuatmu senang," teriak Kiara.
Frans pun kembali emosi dan kembali menampar Kiara,Kiara jatuh dan keningnya yang terluka terbentur ke ujung meja yang mengakibatkan keningnya kembali berdarah dan seketika Kiara jatuh tak sadarkan diri.
Frans sangat emosi karena Kiara begitu keras kepala tidak mau mendengarkan perintahnya.
"Bangun Kiara kamu jangan seperti itu," seru Frans.
Tapi Kiara tak kunjung bangun juga,akhirnya Frans memvalikan tubuh Kiara dan betapa terkejutnya mendapati kening Kiara berlumuran darah dan juga kedua pipi Kiara lebam akibat tamparannya.
"Kiara bangun Kiara," Frans mulai panik dan mengangkat tubuh Kiara dan segera membawanya ke Rumah Sakit.
Sedangkan disisi lain,Al tampak bingung harus mencari Kiara kemana dia hanya berkeliling dijalanan hingga akhirnya Ponsel Al pun berbunyi dan tertera nama Boby disana.
"Hallo Bob,ada apa?" tanya Al.
"Arya kecelakaan Al,sekarang dia ada di Rumah Sakit," seru Boby.
"Apa..kok bisa?" tanya Al kembali.
"Ada yang dengan sengaja memotong kabel rem mobil Arya."
"Brengsek,ya sudah aku segera kesana."
Al pun segera memutar balik mobilnya menuju Rumah Sakit,sesampainya di Rumah Sakit Al langsung berlari mencari keberadaan ruangan tempat Arya dirawat.
Sesampainya disana,Boby dan Riki sudah ada menemani Arya dan beruntung sekali keadaan Arya baik-baik saja hanya kepala dan tangan yang terluka.
"Ada apa ini sebenarnya?" tanya Al yang langsung bertanya kepada ketiganya.
"Tadi ada yang motong kabel rem aku Al,untung aku jalanin mobilnya pelan jadi ga terlalu parah,mobil aku juga cuma penyok depannya saja," jelas Arya.
"Siapa yang berani ngelakuin semua itu?" tanya Al.
"Justru itu Al,aku juga ga tahu," sahut Arya.
Tiba-tiba Ponsel Al berbunyi itu tandanya ada notifikasi pesan yang masuk.
"Itu baru permulaan,kalau sampai kamu mendekati Kiara lagi,teman-teman kamu yang lainnya akan habis."
Al tampak mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya.
"Ada apa Al?" tanya Riki.
"Tidak apa-apa."
"Kalian mau kopi ga?biar aku beli kopi keluar," ucap Boby.
"Boleh," sahut Al.
Boby pun berniat akan membeli kopi untuk dirinya dan sahabat-sahabatnya,tapi baru saja Boby beberapa langkah dari kejauhan Boby melihat seseorang yang dia kenal,dengan cepat Boby bersembunyi dibalik dinding.
Betapa terkejutnya Boby saat melihat Frans sedang mendorong blangkar dan diatas blangkar itu terbaring wanita yang Boby kenal dan keadaan wajah putih dan mulusnya Kiara terlihat lebam dan kepalanya terluka.
Frans terlihat panik dan kebetulan ruangan rawat Kiara bersebelahan dengan ruangan rawat Arya,setelah Frans masuk kedalam Boby pun kembali keruangan rawat Arya dan tidak jadi membeli kopi.
"Gawat guys..gawat," seru Boby.
"Ada apa Bob?" tanya Al bingung.
"Kiara Al."
"Kenapa dengan Kiara?" Al langsung berdiri dari duduknya.
"Kiara barusan dirawat diruangan sebelah,wajahnya lebam semua Al kepalanya pun terluka," seru Boby.
"Apa??" jawab semuanya serempak.
Al cepat-cepat hendak keluar tapi Boby menahannya.
"Jangan Al,yang bawa Kiara kesini Frans lebih baik kita tunggu dulu sampai Frans pergi," cegah Boby.
"Boby ada benarnya Al,terlalu bahaya aku takutnya nyawa Kiara bakalan lebih terancam lagi," sahut Arya.
"Sial dasar Frans bresengsek,jadi dia yang sudah membawa Kiara," Al tampak geram.
"Maksud kamu apa Al?" tanya Riki.
"Tadi Kiara itu latihan Boxing sama aku,tapi pas pulang aku cari-cari Kiara ga ada aku pikir Kiara sudah pulang duluan tapi nyatanya aku menemukan Ponsel Kiara tergeletak di Parkiran,jadi ternyata Frans yang sudah membawa Kiara," jelas Al.
"Astaga,maksud kamu Frans menculik Kiara gitu?" tanya Arya.
"Ya iyalah,siapa lagi yang nyulik Kiara buktinya sekarang Kiara ada bersamanya," Al mulai gelisah dan khawatir dengan keadaan Kiara.
"Aku ga tahu apa yang sudah terjadi,tapi apa mungkin Frans sudah menyiksa Kiara?wajah Kiara pada lebam semua kaya bekas pukulan gitu," sahut Boby.
"Kurang ajar kamu Frans,berani-beraninya kamu mukul Kiara."
Al tampak beberapa kali memukul dinding dengan tangannya tapi Boby dan Riki menahannya,mereka tahu saat ini Al sedang emosi dan marah.
"Tenang Al,aku juga emosi melihat Kiara sampai seperti itu bagaimana pun juga Kiara teman aku juga,aku ga bisa melihat seorang wanita sampai luka-luka seperti itu," seru Boby.
"Om Alex,pasti Om Alex sangat khawatir dengan keadaan Kiara,aku harus segera menghubunginya," seru Al.
Al pun memutuskan untuk menghubungi Alex dan memberi tahukan tentang keadaan Kiara.
Al sengaja menyuruh Alex untuk masuk kedalam ruangan rawat Arya karena mereka akan membuat strategi.
Setengah jam kemudian Alex sampai diruangan rawat Arya,sesampainya didalam Alex tampak bingung ternyata yang ada diatas ranjang bukan Kiara melainkan Arya.
"Lho,mana Kiara?" tanya Alex bingung.
"Sini Om duduk dulu kami akan jelaskan semuanya," seru Boby.
"Begini Om,tadi pagi kan Om tahu kalau Kiara berangkat bareng sama Al kita memang latihan bersama tapi pas saat pulang,tiba-tiba Kiara menghilang bahkan Ponselnya pun tergeletak di Parkiran dari tadi juga Al mencari Kiara tapi Al bingung harus mencari kemana,tapi barusan kata Boby Kiara dirawat diruangan sebelah dalam keadaan tidak sadarkan diri dan wajahnya penuh dengan lebam," jelas Al.
"Apa..terua siapa yang bawa Kiara kesini?" tanya Alex khawatir.
"Frans," jawab Boby.
"Kurang ajar,pasti dia yang sudah menganiaya Kiara,aku harus kesana menemui Kiara."
Alex pun pergi keluar dan hendak menemui Kiara,semua orang tidak ada yang mencegahnya karena Alex memang berhak menemui Kiara.
Dilihatnya dua pengawal Frans berdiri dengan tegapnya didepan pintu ruangan rawat Kiara.Tanpa basa-basi Alex langsung masuk tapi dengan sigap kedua pengawal Frans menahannya.
"Maaf Tuan anda mau kemana?" tanya salah satu Pengawal itu.
"Saya mau menemui Kiara."
"Maaf Tuan tidak ada yang bisa menemui Nona Kiara,Bos kami melarang siapapun jangan ada yang masuk keruangan ini," sahut sang Pengawal.
"Kalian tahu,saya ini Ayahnya Kiara kalian mau saya laporkan karena sudah melarang Ayahnya sendiri untuk tidak menemui anaknya," bentak Alex.
Frans yang mendengar kegaduhan diluar,memutuskan untuk melihatnya.
"Ada apa ini?" tanya Frans.
"Maaf Tuan,ini ada orang yang mengaku-nagku Ayahnya Nona Kiara memaksa masuk ingin melihat Nona Kiara," seru sang Pengawal dengan menundukan kepalanya.
"Hei,saya memang Ayahnya Kiara bukan ngaku-ngaku," bentak Alex.
"Maaf Pak Alex,Pak Alex tahu dari mana kalau Kiara dirawat disini?padahal kan saya belum memberi tahu siapapun," tanya Frans yang mulai curiga.
"Ehmm..ehmm..saya..saya tahu dari teman saya yang bekerja disini dan dia mengenal Kiara kebetulan tadi dia melihat Kiara dibawa kesini," ucap Alex.
Alex terlihat sangat gugup ternyata Frans tidak sebodoh yang Alex bayangkan,sementara Frans menatap tajam kearah Alex yang terlihat salah tingkah.
"Siapa teman anda Pak Alex?" pertanyaan Frans sangat membuat Alex terkejut,Alex tidak tahu harus menjawab apa.
"Itu..dia..ehmm..dia seorang cleaning servis dan yang pastinya anda tidak akan mengenalnya Tuan Frans," jawab Alex dengan gugupnya.
Frans semakin curiga dengan jawaban dan kegugupan Alex.
"Ok,Pak Alex boleh masuk," seru Frans.
Alex tampak menghela nafasnya merasa lega karena Frans tidak menyadari kebohongannya.
Alex pun masuk dan betapa terkejutnya Alex melihat keadaan Kiara seperti itu,Alex mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya.
"Kurang ajar kamu Frans,kamu buat wajah Kiara lebam seperti ini,apa yang sudah kamu lakukan sama Kiara?" batin Alex.
Alex hanya bisa menahan amarahnya karena Alex takut kalau Frans akan melakukan hal yang lebih gila lagi daripada ini.
"Kiara kenapa?" tanya Alex dengan menahan amarahnya.
"Tadi dia jatuh terpeleset," jawab Frans dengan santainya.
"Gila kamu Frans,memangnya aku bodoh wajah Kiara itu terlihat seperti habis terkena pukulan,brengsek kamu Frans," batin Alex.
Tiba-tiba Ponsel Frans berbunyi,Frans segera keluar untuk menerima telpon.
"Awas kamu Frans,kamu sudah membuat Kiara seperti ini," gumam Alex.
Tidak lama kemudian,Frans masuk kembali keruangan rawat Kiara.
"Pak Alex,maaf saya harus segera pergi dan Pak Alex tidak usah khawatir semua biaya Kiara sudah saya bayar."
"Terima kasih Tuan Frans."
Frans pun dengan terburu-buru segera meninggalkan ruangan rawat Kiara tapi disaat didepan pintu Frans terlihat menghentikan langkahnya.
"Jaga Kiara dengan baik jangan sampai orang-orang ini masuk kedalam ruangan Kiara,ingat itu," tegas Frans.
"Baik Tuan."
Frans menyerahkan foto Al dan teman-temannya dan kemudian Frans meninggalkan Rumah Sakit.
"Kiara,apa yang sudah terjadi kenapa kamu seperti ini?maaf Om tidak bisa menjaga kamu,Om memang orang yang tidak berguna," gumam Alex dengan mengusap kepala Kiara.
Alex tampak sangat sedih melihat keadaan Kiara yang seperti itu,Alex terus saja menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga Kiara seperti yang sudah diamanatkan oleh Papahnya.
🔪
🔪
🔪
🔪
🔪
Hai..hai,,ayo dong mana dukungannya jangan sampai kendor🙏🙏🤗🤗
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU💕💕💕