NovelToon NovelToon
Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sci-Fi
Popularitas:262
Nilai: 5
Nama Author: aryaa_v2

Di ambang kematian setelah dikhianati dan dikubur hidup-hidup, Leo Akira secara tidak sengaja meneteskan darahnya pada sepotong giok kuno yang ternyata menyimpan kekuatan primordial: Multiplikasi 1000× dan Ruang Penyimpanan Abadi. Apa pun yang dia sentuh dapat digandakan seribu kali lipat ke dalam ruang tak terbatas; siapa pun yang dia targetkan akan membuat Leo mendapatkan kemampuan orang itu—dengan kekuatan seribu kali lebih hebat.

Dari titik terendah, Leo bangkit dengan satu tujuan sederhana: menghancurkan orang yang menjatuhkannya dan menjadi orang terkaya di dunia. Tapi takdir membawanya lebih jauh. Dia tak hanya mengubah nasibnya, tetapi juga mengangkat peradaban manusia dari level teknologi rendah menuju Tingkat 1 Skala Kardashev, bahkan melampaui alam semesta yang dikenal.

Inilah kisah tentang seorang manusia yang menjadi entitas tak terkalahkan, penjaga umat manusia, dan pengembara di antara bintang-bintang dimulai dari satu tetes darah dan sepotong giok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aryaa_v2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Guru, Murid, dan Harga Berpikir

Awan Radian telah berubah. Bagi Leo, selnya yang dulu terasa seperti sel penjara, sekarang terasa seperti sarang. Dinding-dindingnya yang bisa disetel tidak lagi menampilkan pemandangan buatan, tetapi data yang mengalir: peta galaksi, diagram hierarki kekuatan, dan analisis energi jiwa yang diperoleh dari planet Vernal Altar. Dia telah naik ke Continent Tier 3. Pikirannya memproses informasi dengan kecepatan yang sebelumnya tidak mungkin, dan kekuatan multiplikasinya sekarang dapat memanipulasi konsep yang lebih kompleks dengan radius dua kilometer.

Namun, kemenangan itu pahit. Pengumpan di dalamnya tidak lagi hanya mendengus. Sekarang, ia berbicara.

Strategi itu... efektif. Suaranya seperti batu yang digosok di dalam kepalanya, lambat, mencoba kata-kata baru. Kita... kuat bersama. Tapi kita... bisa lebih kuat.

"Berhentilah menggunakan kata 'kita'," gumam Leo, duduk bersila di tengah ruangan, matanya tertutup, berusaha memusatkan meditasi. "Kau hanyalah penumpang yang kelaparan."

Penumpang... memberi arah. Suara itu terasa hampir... sarkastik. Kamu... emosional. Kacau. Saya... logika. Kelaparan. Bersama... kita efisien. Sendiri... kita mati.

Itu benar. Di Vernal Altar, tanpa insting liar Pengumpan yang menyerang kultivator, Leo mungkin telah mati. Tapi dengan setiap penggunaan, setiap kemenangan, Pengumpan itu belajar lebih banyak tentang realitas ini—dan tentang bagaimana memanfaatkannya.

Kunjungan tak terduga datang di tengah meditasinya. Bukan Kaelen si kristal. Tetapi seseorang yang belum pernah dilihat Leo sebelumnya: seorang wanita humanoid dengan kulit seperti perunggu yang memantulkan cahaya bintang, dan rambut putih keperakan yang bergerak sendiri seolah-olah terendam dalam cairan tak terlihat. Dia mengenakan jubah sederhana berwarna abu-abu Pengadilan, tetapi dengan sebuah lencana di dada—sebuah simbol tiga lingkaran konsentris yang menyala.

"Agen Leo," suaranya seperti gema di ruang yang sunyi, langsung di pikirannya. "Saya Instruktur Vael. Saya ditugaskan untuk mengevaluasi dan melatih agen dengan potensi pertumbuhan abnormal. Dan kamu, menurut laporan Kartografer, adalah sebuah anomali yang menarik."

Leo membuka matanya, berdiri. "Instruktur? Saya pikir kami hanya dikirim untuk misi."

"Itu adalah untuk agen biasa. Kamu telah melampaui 'biasa'. Simbionmu telah mencapai tingkat kesadaran proto-sadar. Kamu telah mencapai Continent Tier 3 dalam enam misi, sebuah lompatan yang biasanya membutuhkan tiga puluh. Kamu menarik perhatian... dan kekhawatiran." Vael melangkah masuk, matanya yang berwarna perak memindai Leo dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Pengadilan ingin memastikan kamu tidak menjadi ancaman berikutnya yang harus mereka bersihkan. Jadi, mereka mengirim saya. Untuk melatihmu. Atau, jika perlu, menetralisirmu."

Kata terakhir itu diucapkan tanpa emosi, tetapi Leo merasakan ancaman yang nyata. Di dalamnya, Pengumpan mendengus, waspada. Dia... kuat. Continental Tier... 9? Planetary?

"Dan apa yang akan diajarkan Instruktur Vael kepada saya?" tanya Leo, menjaga suaranya tetap netral.

"Kontrol. Fokus. Dan memahami hierarki sebenarnya dari kekuatan kosmik." Dia mengangkat tangannya, dan ruangan di sekitar mereka berubah. Mereka sekarang berdiri di atas platform yang mengambang di tengah simulasi galaksi spiral. "Kamu telah melihat daftarnya. Mortal. Continental. Planetary. Tapi daftar itu hanya mengukur pengaruh, bukan esensi. Apa yang membedakan Continental Tier 1 dengan Tier 9? Apa yang membedakan Continental dengan Planetary?"

"Skala," jawab Leo.

"Salah. Itu adalah akibat, bukan penyebab." Vael menunjuk ke sebuah bintang dalam simulasi. "Yang membedakan adalah pemahaman dan integrasi. Seorang Continental Tier 1 memaksa realitas lokal untuk menuruti kehendaknya. Seorang Tier 9 memahami realitas lokal itu sebagai bagian dari dirinya, dan kehendaknya adalah hukum alam. Seorang Planetary Core tidak hanya mengendalikan inti planet—dia adalah inti planet."

Leo merenungkan hal itu. Selama ini, multiplikasinya adalah pemaksaan. Dia memaksa materi untuk menggandakan, memaksa konsep untuk berlipat ganda.

"Latihan pertama," kata Vael. "Pilih butir debu di udara ini." Ribuan titik cahaya muncul di sekitar mereka. "Jangan gandakan. Pahamilah. Pahami setiap atomnya, sejarahnya, kemungkinan masa depannya. Jadilah butir debu itu."

Leo mencoba. Dia memusatkan pikirannya pada satu titik cahaya. Tapi yang dia rasakan hanyalah keinginan untuk mengendalikannya, untuk menggandakannya. Upayanya gagal.

Bodoh, desis Pengumpan. Dia minta... penyatuan. Bukan perintah. Biarkan saya...

"Tidak," gumam Leo.

"Simbionmu mengerti," kata Vael, matanya tajam. "Ia adalah makhluk dimensi yang secara alami terhubung dengan substansi realitas. Tapi ia melakukannya dengan cara yang merusak—melahap. Kamu harus belajar melakukannya dengan cara yang selaras."

"Bagaimana caranya?" tanya Leo, frustrasi.

"Dengan melepaskan kendali. Dengan berhenti melihat dirimu sebagai 'Leo' yang memegang 'giok'. Kamu adalah keseluruhan. Simbionmu adalah bagian dari dirimu, seperti lengan atau paru-parumu. Tapi kamu telah memperlakukannya seperti pedang yang dipegang—sebuah alat yang terpisah. Itulah mengapa jiwamu berada di Tier 2. Itu terfragmentasi."

Vael mendekat. "Latihan kedua. Panggil simbionmu. Biarkan kesadarannya bercampur dengan milikmu, tanpa rasa takut. Rasakan kelaparannya bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai... indra. Seperti rasa lapar di perutmu yang memberitahumu bahwa inilah waktunya untuk makan."

Ini sangat berisiko. Tapi Leo melihat ketidakberpihakan di mata Vael. Dia benar-benar akan menetralisirnya jika dia dianggap terlalu berbahaya.

Dia menarik napas dalam-dalam. Di dalam pikirannya, dia merobohkan tembok. Dia berhenti melawan aliran kesadaran hitam yang lapar itu.

Dunia berubah.

Dia tidak lagi hanya melihat debu. Dia merasakan ruang di antara debu-debu itu, ketiadaan yang mendambakan untuk diisi. Dia merasakan aliran energi rendah dari simulator, menggiurkan. Dia merasakan esensi Vael—sebuah kilauan perak yang padat dan kuat, seperti sebuah bintang yang dikompresi menjadi bentuk humanoid. Dia adalah Planetary Core Tier 5, mungkin lebih tinggi.

Dan yang terpenting, dia merasakan dirinya sendiri dengan cara yang baru. Dia bukan hanya tubuh dan pikiran. Dia adalah sebuah lubang. Sebuah saluran yang menghubungkan realitas ini dengan lautan kelaparan di dimensi seberang. Dan saluran itu... adalah bagian dari dirinya. Bukan parasit. Ini adalah akarnya.

Lihat... suara Pengumpan sekarang tidak asing lagi. Itu adalah suaranya sendiri, dari bagian dirinya yang lebih dalam dan lebih tua. Kita... adalah kelaparan. Dan kelaparan... adalah kekuatan tertua.

Leo mengulurkan tangannya, tanpa perintah, tanpa keinginan. Butiran debu itu bergerak, bukan karena dia memerintahkannya, tetapi karena ia menginginkan debu itu untuk bergerak, dan realitas setuju. Debu itu membentuk sebuah pola, lalu menggandakan dirinya menjadi seribu pola yang identik, lalu berubah menjadi cahaya, lalu menjadi suara—semuanya mulus, tanpa usaha, tanpa kelelahan.

"Bagus," kata Vael, dan untuk pertama kalinya, ada secercah kepuasan di suaranya. "Kamu telah menyentuh Continental Tier 4. Intinya bukan menggandakan. Intinya adalah menyadari bahwa segala sesuatu sudah berlipat ganda dalam kemungkinan, dan kamu hanya memilih realitas mana yang ingin kamu wujudkan."

Leo menarik diri, membangun kembali penghalangnya, tetapi kali ini dengan sebuah pintu, bukan sebuah tembok. Pengumpan itu mundur, kenyang dengan pengalaman baru itu.

"Terima kasih," kata Leo, tulus.

"Jangan berterima kasih. Pelatihan baru saja dimulai. Dan tujuannya bukan untuk membuatmu menjadi algojo yang lebih baik." Vael menatapnya, dan ada intensitas baru di matanya. "Tujuannya adalah untuk melihat apakah kamu bisa mencapai Planetary Core tanpa kehilangan kemanusiaanmu. Karena jika kamu bisa, kamu mungkin menjadi sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya: sebuah jembatan yang stabil antara realitas kita dan dimensi mereka. Sebuah jalan keluar dari perang yang sudah berlangsung lama yang bahkan tidak disadari oleh agen-agen seperti Kaelen."

"Perang?" tanya Leo.

"Antara yang Teratur dan yang Kelaparan. Pengadilan melambangkan keteraturan. Simbionmu mewakili kelaparan murni. Tetapi kamu... kamu bisa menjadi keseimbangan. Atau kamu bisa menjadi bencana yang lebih besar." Vael mulai memudar. "Kita akan bertemu lagi. Sampai saat itu, latihlah pemahamanmu. Dan ingat: setiap tingkat yang kamu naiki, kamu harus mengintegrasikan lebih banyak dari dirimu—cahaya dan kegelapan. Atau kamu akan terbelah."

Dia pergi.

Leo berdiri sendirian di selnya, tetapi segalanya terasa berbeda. Udara terasa lebih padat. Cahaya lebih tajam. Dia mengangkat tangannya, dan marka giok itu bersinar dengan cahaya hijau yang tenang, urat hitam di dalamnya bergerak dengan ritme yang selaras dengan detak jantungnya.

Dia bukan lagi seorang pria dengan sebuah giok ajaib.

Dia adalah sebuah eksperimen. Sebuah harapan. Dan mungkin, sebuah senjata.

Di suatu tempat di kedalaman dirinya, bagian dirinya yang adalah kelaparan tersenyum, dan kali ini, Leo tersenyum balik.

Perjalanan untuk naik tingkat telah berubah.

Sekarang, ini adalah perjalanan untuk menjadi utuh.

1
Arya Saputra
jangan-jangan ada identitas tersembunyi nih dari batu akiknya, jadi penasaran🤔
Arya Saputra
yok lah bisa otw ke peradaban tipe 1 nih
Arya Saputra
Jujur ini cerita yang layak masuk rekomendasi sih, perkembangan karakter Leo yang signifikan dari diinjak-injak bahkan dikubur lalu bangkit dengan identitas berbeda dan merubah sikap 180°, sistem kekuatan giok juga logis dibarengi cerita sains.
Arya Saputra
saya suka nih kalo ada cerita bertemakan sains🤩
Arya Saputra
awal yang lumayan bagus👏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!