NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Racun No 1

Legenda Pendekar Racun No 1

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Action / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Xiao Chen kehilangan seluruh keluarganya akibat sebuah rumor tentang Buku Racun Legendaris yang sebenarnya tidak pernah ada. Keserakahan sekte-sekte besar dan para pendekar buta membuat darah tak bersalah tumpah tanpa ampun.

Dihantam amarah dan keputusasaan, Xiao Chen bersumpah membalas dendam. Ia menapaki jalan terlarang, memilih menjadi pendekar racun yang ditakuti dunia persilatan.

Jika dunia hancur karena buku racun yang tak pernah ada, maka Xiao Chen akan menciptakannya sendiri—sebuah kitab racun legendaris yang lahir dari kebencian, kematian, dan dendam abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Tanah Asing dan Gadis di Pinggir

​Setelah meratakan Aliansi Pusat, nama Xiao Chen menjadi momok yang membuat seluruh daratan bergetar.

Namun, baginya, puncak kekuatan yang ia capai saat ini barulah fondasi. Di dalam tubuhnya, Bai—ular peraknya—masih tertidur dalam proses hibernasi untuk memulihkan luka dari pertarungan melawan Kaisar Qin.

Xiao Chen menyadari bahwa untuk benar-benar mencapai ranah Kaisar Racun, ia memerlukan bahan-bahan yang tidak ada di negaranya saat ini.

​Langkahnya membawanya menyeberangi Samudera Hitam menuju Negara Barat Laut, Kekaisaran Wan, sebuah negeri yang terkenal dengan alkimia tingkat tinggi dan perdagangan budak yang kejam.

Di sini, udara tidak lembap seperti di kampung halamannya, melainkan kering dan berdebu, penuh dengan energi api yang liar.

​Xiao Chen berjalan di sepanjang jalan setapak di pinggiran kota perbatasan, Kota Pasir Besi. Penampilannya masih sama: jubah abu-abu sederhana dengan caping bambu, menyembunyikan aura Ranah Raja Roh miliknya dengan sempurna hingga ia tampak seperti pengelana biasa.

​Saat ia melewati sebuah pasar budak yang riuh, telinga tajamnya menangkap suara cambukan yang diikuti oleh erangan tertahan.

Di sebuah kandang besi yang berkarat, seorang gadis kecil berusia sekitar dua belas tahun sedang meringkuk. Tubuhnya kurus kering, penuh dengan bekas luka bakar dan memar.

​Yang menarik perhatian Xiao Chen bukanlah penderitaannya, melainkan warna kulit di sekitar luka-luka gadis itu. Bukannya merah atau biru, luka-lukanya justru berwarna hijau kebiruan dan mengeluarkan uap samar.

​"Sampah tak berguna!" teriak seorang pria bertubuh kekar, sang penjual budak, sambil kembali mengayunkan cambuknya. "Kau memiliki Tubuh Terkutuk Sembilan Racun, setiap kali aku mencoba menjualmu, pembelimu mati terkena racunmu! Kau hanya membuatku rugi!"

​Gadis itu tidak menangis. Matanya yang berwarna kuning kusam menatap kosong ke tanah, seolah-olah jiwanya sudah lama mati sebelum tubuhnya.

​Xiao Chen berhenti di depan kandang tersebut. Ia bisa merasakan resonansi dari darahnya sendiri.

Gadis ini bukan "terkutuk"; ia lahir dengan konstitusi langka yang hanya muncul sekali dalam seribu tahun—Tubuh Roh Racun Alami. Di tangan yang salah, dia adalah kutukan. Di tangan Xiao Chen, dia adalah permata mentah yang tak ternilai.

​"Berapa harga untuk bocah ini?" tanya Xiao Chen datar.

​Pria penjual budak itu menoleh, menyeringai saat melihat "pelajar miskin" di depannya. "Kau ingin membelinya? Hati-hati, Nak. Sentuh kulitnya, dan kau akan mati dalam tiga hitungan. Berikan aku seratus keping perak, dan ambil sampah ini dariku."

​Xiao Chen tidak menjawab. Ia hanya menjentikkan jarinya. Sebuah keping emas murni mendarat di tangan pria itu. Sebelum pria itu sempat berterima kasih, keping emas itu tiba-tiba berubah menjadi cairan hitam yang menyerap ke dalam telapak tangannya.

​"Argh! Tanganku! Apa yang kau—"

​"Harganya adalah tanganmu karena telah menyentuhnya dengan kasar," ucap Xiao Chen dingin. Ia menghancurkan gembok kandang besi itu hanya dengan satu tatapan mata.

​Xiao Chen mengulurkan tangannya ke arah gadis itu. "Ikutlah denganku. Kau bisa mati di sini sebagai sampah, atau ikut denganku dan menjadi alasan dunia ini gemetar."

​Gadis itu mendongak, matanya yang kuning bergetar. "Kenapa... kenapa kau tidak takut padaku? Semua orang yang menyentuhku... membusuk."

​Xiao Chen justru memegang tangan gadis itu dengan mantap. Seketika, racun hijau kebiruan dari kulit gadis itu mencoba menyerang Xiao Chen, namun energi ungu di tubuh Xiao Chen justru menelannya dengan rakus, seolah-olah mendapatkan camilan kecil.

​"Karena aku adalah racun yang lebih besar darimu," jawab Xiao Chen.

​Gadis itu tertegun. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, seseorang memegang tangannya tanpa mati atau menjerit ketakutan. Ia merangkak keluar dari kandang, berlutut di kaki Xiao Chen, dan bersujud hingga dahinya menyentuh debu.

​"Nama... namaku Yue... Tuan, tolong ajari aku cara membunuh mereka semua," bisiknya dengan suara yang penuh kebencian yang murni.

​Xiao Chen menatap langit Kekaisaran Wan yang gersang. "Namamu bukan lagi Yue. Mulai hari ini, kau adalah murid pertama dari Legenda Pendekar Racun. Aku akan menamaimu Ling, karena kau akan menjadi lonceng yang membunyikan kematian bagi musuh-musuhmu."

​Xiao Chen memakaikan jubah tipis ke bahu kecil gadis itu. Perjalanannya di negara baru ini baru saja dimulai. Ia datang mencari tanaman racun, tapi ia justru menemukan sesuatu yang jauh lebih berbahaya: seorang penerus yang memiliki dendam sedalam miliknya.

1
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Dendam yg tumbuh menjadi sebuah obsesi..
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Muantebz 🔥🌽
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor lanjut
Aman Wijaya
jooooz jooooz pooolll lanjut terus Thor
Agen One: 👍🤣😭🔥🔥😭🤣😱😱🤣🔥💪💪👍😭🤣😱🤭🤣👍🔥🔥🔥💪💪🔥🔥
total 1 replies
JUWANTO
🔥 Jejak Silat di Puncak Dimensi 🔥
Silat Nusantara • Kultivasi • Dunia Purba • Dimensi

MC tidak naif.
Kekuatan dibangun dari raga, napas, dan kehendak.

👉 Jika suka progres nyata & cerita panjang,
jangan lupa favorit & komentar.
Agen One: semangat teruzzz💪💪💪
total 1 replies
momoy
cuma mau tanya Thor umur Xiao Chen berapa waktu orang tua nya mati,trs di dalam gua ya ada di lembah beracun berapa taun kok bisa dah 25 taun aja
Agen One: 15 tahun
total 1 replies
Aman Wijaya
mantab xiao Chen
Agen One: terima kasih💪💪💪💪💪
total 1 replies
Aman Wijaya
xiao Chen kok gak bawa harta rampasan dari sektenya mu rong sekte pedang langit
Agen One: udah di ambil, cuma gak di jelaskan
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut
Aman Wijaya
mantab xiao Chen
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Hadir.. Tetap semangat Thor 💪💪
Agen One: Terima kasih mbah sudah hadir/Pray/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!