seorang pria kaya yang tak sengaja bertemu dengan seorang wanita muda yang tak jelas asal usul nya kini menjalin sebuah asmara,namun hal yang tak terduga terjadi setelah pria tersebut tahu bahwa wanita yang ia cintai ternyata sudah hamil muda sebelum mereka bertemu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sudawirat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
masih belum terbuka
Bram dan sekar mengobrol banyak hal sambil menunggu datang nya makanan yang telah di pesan oleh bram,di tengah-tengah obrolan nya bram tiba-tiba menanyakan sesuatu kepada sekar,
"oh iyaa sekar,aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu,namun jika kamu tak mau menjawab itu terserah kamu" ucap bram kepada sekar,dengan wajah sedikit serius,tatapan nya dalam kepada sekar,
" apa yang ingin kamu ketahui dariku,mengapa kamu menatapku seperti itu?"balas sekar,sedikit merasa aneh dengan tatapan yang bram berikan padanya,
" sebenarnya apa yang terjadi denganmu dan suami mu,dari semua cerita yang kamu ungkapkan padaku, hanya satu garis besar yang mengerti,kondisi rumahtangga mu sedang tidak baik-baik saja" ujar bram kepada sekar,bram mencoba menggali sebuah kebenaran lagi pada sekar,
sekar pun terdiam,dalam hati ia merasa bram telah menyadarinya,
"aku tahu kalau kamu pasti sudah mengerti,namun sebenarnya aku tak ingin mengumbar hal ini padamu" gumam sekar dalam hati,sesaat terdiam akhirnya sekar mengatakan sesuatu kepada bram,
" maafkan aku, aku tak ingin membicarakan hal ini" ujar bram kepada sekar,bram yang mendengar hal itu sedikit kecewa namun mau bagaimana lagi,ia menyadari dan harus menghargai privasi sekar,meski sebelumnya sekar sendiri sudah membuka hal tersebut,dengan mengatakan bahwa suaminya memaksanya untuk bekerja,bahkan mengancam akan mengusir orang tua sekar jika tak segera membayar hutang,
" baiklah sekar, tidak apa-apa ,aku tidak memaksamu, namun jika kamu agak tertekan mengenai hal itu,kamu bisa bercerita padaku" ujar bram kepada sekar.masih dengan tatapan nya yang begitu dalam kepada sekar,sekar hanya terdiam membeku memandang bram,
" matamu sangat indah,pandangan mu begitu dalam menusuk,oh astaga,,,mengapa aku kembali deg deg an begini ketika kamu pandangi om" gumam dalam hati sekar,sebagai seorang perempuan hati nya meleleh dihadapan bram,namun tak bisa di pungkiri sekar adalah wanita yang sudah bersuami,ia masih menjaga hatinya,
"kenapa kamu diam saja?" ujar bram kepada sekar yang masih terdiam,
" haa,,tidak,,tidak apa-apa kok," balas sekar kepada bram sedikit tersipu,
Bram sadar akan hal itu,namun ia bersikap biasa,dan tak lama setelah itu terdengar suara bell rumah kembali berbunyi,seorang kurir makanan sedang berdiri didepan pintu gerbang rumah,bram yang sadar itu adalah seorang kurir makanan langsung beranjak dari kursi lalu berjalan keluar untuk mengambil makanan tersebut,
Sementara itu sekar kembali terdiam memikirkan sesuatu,karena sikap bram ia jadi teringat oleh suaminya,
"haruskah aku memberi kabar padanya,apakah dia akan perduli,tapi tidak mungkin rasa nya,yang ia harapkan adalah uang, bukan aku atau anak nya,apakah nanti setelah aku melunasi hutang ku, dia akan berubah menjadi seperti dulu" gumam sekar sembari membayangkan sosok suaminya,
Sementara itu bram pun kembali setelah mengambil makanan yang telah ia pesan,dengan membawa dua bungkus makanan ia berjalan ke arah sekar,namun untuk kedua kali nya bram mendapati sekar sedang merenung,
"ia kelihatan sedih,sebenarnya aku mengerti kamu ada tekanan sekar,namun mengapa kamu tak mau bercerita padaku" gumam bram dalam benak nya,sembari melangkah mendekat ke arah sekar,
Sesaat kemudian sampailah bram di dekat sekar,ia meletakan dua bungkus makanan tersebut di atas meja,
" mari kita makan sekar" ucap bram kepada sekar,sekar yang diam pun hanya mengangguk kan kepalanya,setelah itu mereka membuka makanan mereka lalu mulai makan bersama,mereka saling diam sekar tak memandang bram sama sekali,namun bram sesekali memandang sekar,bram merasa meski tubuh sekar sekarang sedang berada di dekat nya,namun tidak dengan hati dan pikiran nya,meski sekar tampak sedang menikmati makanan nya,namun ia juga tampak sedang memikirkan sesuatu.
Bram selesai duluan,sedangkan sekar baru menghabiskan separuh dari makanan nya,hal tersebut membuat bram bertanya kepada sekar;
" apakah kamu tidak menyukainya sekar?" tanya bram kepada sekar,sembari menatap wajah nya,sekar pun menjawab
" aku suka ,makanan ini enak kok" balas sekar sedikit tersenyum kepada bram,masih dengan senyuman palsunya,
" apakah kamu sedang memikirkan sesuatu sekar?" tanya bram lagi kepada sekar,
" tidak,aku tidak sedang memikirkan apapun,hanya saja aku ingin segera sembuh ,itu saja" balas sekar kepada bram,bram pun tersenyum,karena tahu bahwa sekar sedang berbohong,meski begitu bram tak berusaha mendesak sekar untuk bicara,bram memilih untuk mengiyakan perkataan sekar saja,
" hemm,,sabarlah sebentar,kamu pasti segera sembuh sekar" ucap bram tersenyum kepada sekar,setelah itu bram berdiri membawa bekas kotak makan yang sudah tak ada isinya tersebut,lalu berjalan ke dapur untuk membuang nya ke tempat sampah,dan mengambil minum untuk dirinya dan juga sekar
Tak lama setelah itu bram kembali ke pada sekar lalu berkata;
" ini untuk mu sekar,oh iyaa,,aku akan membawa semua barang mu ke dalam kamar yang sudah ku siap kan untuk mu,setelah makan ,kamu bisa beristirahat di sana," ujar bram sambil meletakan segelas air di atas meja, sementara sekar sedang makan
" terima kasih banyak atas semua kebaikan mu ini" balas sekar kepada bram,bram hanya tersenyum manis mendengar hal tersebut,sekar pun melanjutkan makan nya,sementara bram pergi membawa barang-barang baru yang telah ia beli untuk sekar ke dalam kamar.
Beberapa menit berlalu,dan kini sekar telah menghabiskan makanan nya,dan setelah meminum segelas air,sekar melihat ke arah kamar yang tak jauh dari tempat nya,kamar yang di sediakan bram untuk nya,ia melihat bram masih belum keluar dari kamar tersebut,
" kenapa dia lama sekali,?" gumam sekar dalam batin,namun tak lama setelah itu,bram keluar dari kamar tersebut,sambil membawa beberapa kantong plastik bekas wadah pakaian sekar,bebeapa plastik berlogo supermarket tersebut bram bawa ke dapur untuk membuang nya ke tempat sampah,sekar terus memandangi langkah demi langkah yang bram lakukan,ia merasa takjub dengan bram,
" bagaimana bisa pria baik,kaya dan setampan dia belum menikah hingga saat ini?" gumam sekar dalam batin,
bram yang merasa dirinya sedang di perhatikan oleh sekar pun berkata;
" mengapa kamu melihat ku seperti itu sekar?" tanya bram sembari melangkah ke arah sekar setelah membuang sampah,
" tidak papa,kamu terlalu baik" ujar sekar pada bram ,sekar hanya bisa berkata demikian kepada bram saat dirinya di buat takjub oleh bram,
" aku merasa capek mendengar kalimat itu darimu sekar,bisakah sesekali kamu bilang, kalau aku tampan atau sebagainya,agar aku tak bosan he,,he,he" balas bram sedikit tertawa.