NovelToon NovelToon
Satu Derajat Celcius

Satu Derajat Celcius

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Anak Genius / Diam-Diam Cinta / Fantasi Wanita / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bagi Zayden Abbey, dunia adalah medan tempur yang bising dan penuh amarah, sampai suatu siang di perempatan kota, ia dipaksa berhenti oleh lampu merah. Di tengah deru mesin motor yang memekakkan telinga dan kepulan asap knalpot yang menyesakkan, Zayden melihatnya—Anastasia Amy.
Gadis itu berdiri tenang di trotoar, seolah memiliki dunianya sendiri yang kedap suara. Saat Amy menoleh dan menatap Zayden dengan pandangan dingin namun tajam, jantung Zayden yang biasanya berdegup karena adrenalin tawuran, tiba-tiba berhenti sesaat. Di mata Zayden, Amy bukan sekadar gadis cantik; dia adalah "hening yang paling indah." Dalam satu detik itu, harga diri Zayden sebagai penguasa jalanan runtuh. Pemuda yang tak pernah bisa disentuh oleh senjata lawan ini justru tumbang tanpa perlawanan hanya karena satu tatapan datar dari Amy. Zayden menyadari satu hal: ia tidak sedang kehilangan kendali motornya, ia sedang kehilangan kendali atas hatinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Deklarasi Sang Panglima

Keesokan harinya, SMA Garuda menyaksikan fenomena alam yang lebih langka daripada gerhana matahari total. Zayden Abbey, sang Panglima Jalanan yang biasanya hanya peduli pada oli dan tawuran berjalan di koridor sekolah dengan kepala tegak, namun tangannya membawa tas sekolah berwarna soft pink milik Amy di satu sisi, dan tas hitamnya sendiri di sisi lain.

Ia tidak lagi sembunyi-sembunyi.

Zayden berjalan tepat di samping Amy, menjaga jarak yang sangat protektif, seolah-olah siapa pun yang berani menatap Amy lebih dari tiga detik akan berurusan dengan tinjunya.

Di tengah koridor yang ramai, langkah mereka terhenti oleh sekumpulan siswa yang sedang bergosip. Suasana mendadak senyap. Semua mata tertuju pada tangan Zayden yang sesekali bersentuhan dengan tangan Amy.

"Woi, liat tuh! Si Abbey beneran jadi budak cinta si anak baru?" bisik salah satu siswa cukup keras.

Zayden berhenti. Ia menoleh perlahan, tatapan matanya berubah menjadi sedingin es, mode "The Untouchable" kembali aktif.

"Siapa tadi yang bilang budak?" tanya Zayden, suaranya rendah namun menggema di koridor.

Siswa itu langsung menunduk, nyalinya menciut hingga ke dasar sepatu.

"Denger ya semuanya," Zayden merangkul bahu Amy dengan lembut tapi tegas, sebuah deklarasi tanpa kata-kata.

"Mulai hari ini, siapa pun yang berani nyenggol Anastasia Amy, siapa pun yang berani bikin dia nangis, atau sekadar bikin dia nggak nyaman... berarti lo semua lagi pesen tiket VIP buat ketemu gue di ring."

Zayden lalu menatap Amy, suaranya mendadak berubah manis dalam hitungan detik.

"Aman kan, Tuan Putri? Kalau ada yang ganggu, bilang ya. Biar gue kasih mereka sajak kematian."

Amy, yang biasanya akan merasa risih, kali ini justru tersenyum tipis. Ia merasa memiliki perisai yang nyata. "Jangan berlebihan, Zayden. Kita mau ke kelas, bukan mau perang."

Kejutan tidak berhenti di situ. Saat jam istirahat, Zayden membawa Amy ke meja tengah kantin, meja yang selama ini dikeramatkan hanya untuk geng Zayden.

Dio, Hendi, Bima, dan Gara sudah berdiri di sana, mengenakan kemeja sekolah yang dikancing rapi (instruksi mendadak dari Zayden agar mereka terlihat sopan di depan Amy).

"Silakan duduk, Nyai Panglima," ucap Bima sambil menarik kursi untuk Amy. "Menu hari ini adalah Bakso Sastra dan Es Teh Puitis, khusus disiapkan oleh Bos kami yang sedang mabuk asmara."

Amy tertawa kecil, suara yang membuat seisi kantin terpana. "Kalian nggak perlu se formal ini."

"Harus, Amy!" sahut Dio semangat. "Zayden bilang, kalau kita nggak sopan sama lo, kita bakal disuruh ngafalin kamus Bahasa Indonesia dari huruf A sampai Z. Gue mending disuruh push-up seribu kali daripada harus baca buku."

Zayden duduk di samping Amy, mengabaikan tatapan sinis dan iri dari siswi-siswi lain. Ia membukakan tutup botol minum Amy, memotongkan baksonya, dan memastikan tidak ada satu pun debu yang hinggap di makanan gadis itu.

"Zayden, semua orang liatin kita," bisik Amy.

"Biarin aja. Biar mereka tahu kalau Satu Derajat Celcius gue ini udah punya pemilik sah," jawab Zayden sambil nyengir.

"Gue mau seluruh dunia tahu kalau gue cinta sama lo, Amy. Gue nggak mau lagi ada yang berani deketin lo dengan niat busuk kayak... ya, kayak yang lo takutin itu."

Namun, ketenangan itu terusik saat Chyntia lewat bersama gengnya. Ya Chyntia sudah pindah sekolah, Ia berhenti tepat di depan meja mereka, melipat tangan di dada dengan tatapan merendahkan.

"Wow, berani banget ya terang-terangan di sini?" Chyntia tertawa sinis. "Kak Zayden, kamu lupa ya kalau Papa Amy itu punya mata-mata di mana-mana? Dan kamu, Amy... kamu yakin mau mempertaruhkan reputasi anak baik-baik kamu demi cowok yang bau bengkel ini? Kasihan ya kalau Papa kamu tahu, mungkin kamu bakal dikurung di kamar mandi kayak..."

BRAK!

Zayden menggebrak meja, berdiri tegak hingga Chyntia tersentak mundur.

"Mulut lo dijaga, Chyntia," desis Zayden. "Gue nggak peduli lo adik tiri gue atau bukan. Kalau lo berani bawa-bawa keluarga Amy lagi, gue bakal pastiin Papa bakal tahu semua kelakuan busuk lo di luar rumah."

Amy memegang tangan Zayden, mencoba menenangkannya. Amy menatap Chyntia dengan tenang, tanpa rasa takut sedikit pun.

"Terima kasih atas perhatiannya, Chyntia," ucap Amy datar. "Tapi saya lebih suka bau bengkel yang jujur daripada bau parfum mahal yang penuh kepalsuan. Silakan pergi, kamu mengganggu waktu makan kami."

Chyntia mendengus kesal dan pergi dengan kaki yang Dihentak-hentakkan. Zayden kembali duduk, menatap Amy dengan rasa kagum yang luar biasa.

"Gila... lo keren banget, Amy," puji Zayden. "Gue rasa suhu lo baru aja naik jadi lima puluh derajat. Berani banget!"

Amy tersenyum, lalu menggenggam tangan Zayden di bawah meja, kali ini dengan penuh keyakinan. "Karena aku punya alasan untuk berani, Zayden."

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading 🥰🥰😍

1
Marine
mantap kak buat chapter pembukaannya, janlup mampir yaww
Marine
mantap kak buat chapter pembukaannya, janlup mampir yaww
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!