NovelToon NovelToon
Dinikahi Sahabat Ayah

Dinikahi Sahabat Ayah

Status: tamat
Genre:Cinta Beda Dunia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Katya dan Donny dipertemukan bukan oleh cinta, melainkan oleh keputusan orang dewasa, norma, dan takdir yang berjalan terlalu cepat. Mereka datang dari dua dunia berbeda—usia, cara pandang, dan luka—namun dipaksa berbagi ruang paling intim: pernikahan.

Novel ini bukan sekadar kisah beda usia.
Ia adalah cerita tentang pertumbuhan, batas, rasa bersalah, dan kemungkinan cinta yang datang paling tidak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyelamatan Arkan

Angin malam menusuk hingga ke tulang saat Katya melangkah masuk ke dalam kompleks gudang tua di pinggiran dermaga yang sudah lama terbengkalai. Bau karat, air laut yang payau, dan kayu lapuk menyatu dalam udara yang menyesakkan. Di tangannya, ia mencengkeram map berisi surat penandatanganan aset—sebuah tebusan untuk nyawa putra kecilnya.

"Ian! Aku sudah di sini! Lepaskan Arkan!" teriak Katya, suaranya bergema di antara dinding seng yang berderit tertiup angin.

Sebuah lampu sorot tunggal tiba-tiba menyala, menyinari bagian tengah gudang. Di sana, Arkan terikat di sebuah kursi kayu kecil, mulutnya dibekap, dan matanya yang sembab membelalak ketakutan saat melihat ibunya. Di belakang Arkan, Ian berdiri dengan angkuh, sementara Clarissa duduk di sebuah peti kayu sambil menyesap air mineral, seolah sedang menonton pertunjukan teater.

"Tepat waktu, Tante," sahut Ian dengan senyum miring. "Mana dokumennya?"

Katya mengangkat map itu tinggi-tinggi. "Biarkan Arkan berjalan ke arahku lebih dulu, baru aku akan memberikan ini padamu."

Clarissa tertawa, sebuah suara yang terdengar begitu dingin di tengah kesunyian dermaga. Ia berdiri dan berjalan mendekati Katya. "Kamu masih saja mencoba bernegosiasi di saat posisimu sudah di ujung tanduk, Katya. Kamu pikir Donny akan datang menyelamatkanmu? Suami tercintamu itu mungkin sedang mengembuskan napas terakhirnya sekarang."

"Jangan sebut nama suamiku dengan mulut kotormu, Clarissa!" bentak Katya. "Aku tahu segalanya. Aku tahu kalian yang menyabotase mobilnya!"

Clarissa berhenti tepat di depan Katya, menatapnya dengan pandangan penuh kebencian yang mendalam. "Oh, kamu tidak tahu apa-apa, Gadis Kecil. Kamu hanya pion dalam permainan yang sudah kumulai sejak Donny membuangku demi 'citra' perusahaannya dua puluh tahun lalu."

Ian melangkah maju, berdiri di samping Clarissa. Katya memperhatikan kedekatan mereka yang tidak biasa bagi seorang pengacara dan klien. Ada kemiripan pada garis rahang mereka, pada cara mereka menyipitkan mata saat merasa menang.

"Donny bercerita padaku tentang Sarah, ibu kandung Ian," ucap Katya, mencoba memancing reaksi. "Dia bilang Sarah meninggal karena kecelakaan."

Clarissa tertawa terpingkal-pingkal, sebuah tawa yang terdengar histeris. "Sarah? Nama itu hanyalah karangan Donny untuk menutupi jejaknya. Sarah tidak pernah ada, Katya. Wanita di foto tua itu? Itu adalah aku!"

Jantung Katya seolah berhenti berdetak. "Apa?"

"Namaku Clarissa Sarah Mahendra," lanjut Clarissa dengan suara yang kini penuh amarah. "Donny mencintaiku, tapi dia terlalu pengecut untuk meluncurkan hubungannya dengan putri dari seorang narapidana kasus korupsi. Dia menyembunyikanku, dia menghamiliku, lalu dia membuangku ke luar negeri dan mengambil putraku. Dia memberitahuku bahwa Ian meninggal saat lahir, dan dia memberitahu Ian bahwa ibunya sudah mati. Dia memisahkan kami selama dua dekade!"

Katya menggelengkan kepala. "Tidak... Mas Donny tidak mungkin sekejam itu."

"Dia lebih kejam dari yang kamu bayangkan! Dia menciptakan sosok 'Sarah' yang suci dan mati muda agar dia bisa terus memuja bayanganku tanpa harus menanggung risikonya," Clarissa mencengkeram dagu Katya dengan kasar. "Lalu dia menemukanmu. Seseorang yang memiliki wajah yang sama denganku saat muda. Dia menjadikanmu alat untuk menebus rasa bersalahnya padaku. Kamu hanya pengganti, Katya! Kamu hanya boneka pemuas rindu untuk wanita yang dia buang!"

Ian menatap Clarissa dengan pandangan yang kini penuh pengabdian. "Dan sekarang, aku dan Ibuku akan mengambil kembali semua yang dia curi dari kami. Termasuk nyawa ahli waris kesayangannya ini." Ian menarik rambut Arkan, membuat bocah itu mengerang kesakitan di balik bekapannya.

"Cukup!" teriak Katya sambil melemparkan map dokumen itu ke lantai. "Ambil hartanya! Ambil semuanya! Tapi biarkan Arkan pergi!"

Ian mengambil map itu, memeriksanya sebentar, lalu memberikan kode pada dua orang pria berbadan besar yang muncul dari kegelapan. Mereka melepaskan ikatan Arkan. Bocah itu segera berlari ke pelukan Katya.

"Ibu... Arkan takut..." isak Arkan sambil memeluk leher Katya erat-alih.

"Sstt, Ibu di sini, Sayang. Kita pergi sekarang," bisik Katya. Ia berbalik untuk lari menuju pintu keluar.

Namun, langkah mereka terhenti saat terdengar suara bip yang ritmis dan nyaring. Suara itu berasal dari bawah kursi tempat Arkan tadi diikat.

Ian dan Clarissa sudah berjalan menjauh menuju sebuah mobil yang menunggu di pintu belakang gudang. Ian menoleh ke arah Katya dengan tatapan yang sangat gelap.

"Kau pikir aku akan membiarkan kalian hidup setelah kalian memiliki semua bukti pengakuanku?" tanya Ian dingin. "Harta Adiwangsa akan lebih mudah dikelola jika seluruh keluarganya tewas dalam sebuah 'kecelakaan ledakan gas' di dermaga."

Katya menunduk dan melihat ke bawah kursi kayu itu. Di sana, tertempel sebuah kotak hitam dengan kabel-kabel yang rumit dan sebuah layar digital kecil yang angkanya terus bergerak mundur.

09:59... 09:58...

"Tidak... tidak!" Katya mencoba menarik kursi itu, namun kursi tersebut sudah disekrup mati ke lantai beton, dan kabel-kabelnya terhubung ke beberapa tangki bahan bakar tua di sudut gudang.

"Ian! Jangan lakukan ini!" jerit Katya, namun suara deru mesin mobil Ian yang menjauh adalah satu-satunya jawaban. Pintu gudang utama tiba-tiba tertutup secara otomatis dan terkunci dari luar dengan rantai besi yang berat. Katya terjebak di dalam gudang yang akan segera menjadi neraka, sementara waktu terus berdetak menuju angka nol.

1
Agriphina Amoretta
keren 👍😍
Luwi Utami
maju terus.. restu udah di depan mata Donny.. usia bukan jd masalah dlam. suatu hubungan..
Luwi Utami
menarik sih judulnya.. baru mulai baca.. seru juga mnikah sm sahabat ayahnya
Perempuan
Ceritanya cukup mendebarkan
Perempuan
Gak ada kelanjutannya yaa?
Erna Na
sangat Bagus
awesome moment
sll bgitu kn?
awesome moment
g salah koq. p lg tanpa ikatan darah
Alvaraby: 👌👌👌 ok lanjut kak bacanya. selamat menikmati
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!