NovelToon NovelToon
Dibuang Sersan Dipinang CEO

Dibuang Sersan Dipinang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Single Mom / Hamil di luar nikah / Konflik etika / Ayah Darurat
Popularitas:217.3k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Aisyah yang mendampingi Ammar dari nol dan membantu ekonominya, malah wanita lain yang dia nikahi.

Aisyah yang enam tahun membantu Ammar sampai berpangkat dicampakkan saat calon mertuanya menginginkan menantu yang bergelar. Kecewa, karena Ammar tak membelanya justru menerima perjodohan itu, Aisyah memutuskan pergi ke kota lain.

Aisyah akhirnya diterima bekerja pada suatu perusahaan. Sebulan bekerja, dia baru tahu ternyata hamil anaknya Ammar.

CEO tempatnya bekerja menjadi simpatik dan penuh perhatian karena kasihan melihat dia hamil tanpa ada keluarga. Mereka menjadi dekat.

Beberapa waktu kemudian, tanpa sengaja Aisyah kembali bertemu dengan Ammar. Pria itu terkejut melihat wajah anaknya Aisyah yang begitu mirip dengannya.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Ammar akan mencari tahu siapa ayah dari anak Aisyah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Ada apa denganku?

Aisyah terus berpikir, kenapa akhir-akhir ini dia sering merasa pusing, mual dan bahkan muntah. Dia telah minum obat asam lambung, berpikir jika semua karena penyakitnya yang sedang kambuh.

"Ya, Tuhan. Semoga bukan penyakit yang berbahaya," doa Aisyah dalam hatinya.

Aisyah membasuh wajahnya. Dia tak mau ada orang yang tahu, apa lagi Alby, jika dia baru saja muntah.

Setelah merasa agak baikan, Aisyah langsung keluar. Tak mau Alby menunggu lama. Dia membuka pintu kamar mandi. Saat terbuka, gadis itu terkejut melihat atasannya telah berdiri dihadapannya saat ini.

"Kamu tak apa-apa?" tanya Alby.

Dengan dahi berkerut Aisyah balik bertanya, "Memangnya aku kenapa, Pak?"

"Aisyah, maaf. Tadi aku melihat wajahmu yang memerah, seperti menahan sesuatu. Aku jadi takut terjadi sesuatu. Aku lalu mengekor. Aku dengar sendiri kamu muntah-muntah."

Aisyah terkejut mendengar penuturan atasannya itu. Ternyata dia mengetahui semuanya. Bagaimana mungkin dia berbohong lagi, dengan mengatakan tak terjadi apa-apa.

"Aku hanya merasa mual, dan akhirnya muntah," jawab Aisyah akhirnya.

"Apa mungkin ikan itu mengandung racun? Aku akan tuntut restoran ini," geram Alby.

Aisyah yang merasa kalau itu bukan karena makanan, langsung menahan tangan pria itu saat dia hendak berjalan. Dia tak mau terjadi kesalahpahaman.

"Jangan, Pak. Aku rasa bukan karena makanannya. Sudah tiga hari ini aku memang merasa mual dan muntah. Jadi aku rasa bukan salah restoran ataupun salah lauknya. Tubuhku aja yang kurang sehat," jawab Aisyah.

Aisyah tak mau nanti Alby salah menuntut. Apa lagi nanti dia bisa saja di tuntut balik karena pencemaran nama baik.

"Apa ...? Sudah tiga hari kamu merasakan ini, tapi tak berobat?"

"Tak apa, Pak. Nanti juga sembuh," jawab Aisyah.

Alby menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya dengan ucapan gadis itu. Dia lalu menarik tangan Aisyah.

"Jangan pernah meremehkan suatu penyakit. Sekarang juga kita ke rumah sakit!" perintah Alby.

Aisyah terkejut dan berusaha menarik tangannya kembali, tapi Alby memegangnya dengan kuat. "Tapi, Pak ... aku tidak ingin merepotkan. Nanti di rumah saja aku minum obatnya," tolak Aisyah dengan suara yang lembut.

Alby tidak peduli dengan keberatan Aisyah dan terus menariknya menuju mobil. "Aku tidak ingin kamu semakin parah. Kita harus segera ke rumah sakit. Kamu itu karyawanku, apa nanti yang orang katakan jika tau aku membiarkan karyawan yang sakit untuk tetap bekerja," balas Alby dengan suara yang tegas.

Aisyah tidak bisa menolak lagi dan akhirnya mengikuti Alby ke rumah sakit. Dia merasa sedikit khawatir tentang apa yang akan terjadi, tapi juga merasa lega karena Alby peduli dengan kesehatannya.

Dalam perjalanan keduanya saling diam. Tak ada yang bersuara. Aisyah takut jika memang ada penyakit yang berbahaya sedang diidapnya.

Aisyah terdiam dalam mobil, jantungnya berdebar. Dia tidak tahu apakah yang dia rasakan saat ini lebih dikarenakan rasa khawatir tentang kesehatan ataukah tentang kemungkinan yang lain. Tatapan Alby di sampingnya tampak serius. Dia tidak bisa mengalihkan pikirannya dari rasa mual yang masih menyelimuti perutnya.

Sesampainya di rumah sakit, Alby tidak membiarkan Aisyah menunggu lama. Dia langsung melangkah menuju bagian pendaftaran dan memastikan Aisyah segera diperiksa. Setelah beberapa saat menunggu, panggilan untuk Aisyah pun tiba. Alby mengantarnya hingga ke ruang periksa.

Dokter yang memeriksa merupakan seorang perempuan yang terlihat berpengalaman. "Selamat Siang. Silakan duduk, Aisyah. Apa yang membuatmu datang ke sini? Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Dokter itu dengan lembut.

Aisyah yang merasa agak canggung menjelaskan keluhannya. "Dokter, saya sudah tiga hari merasa mual, muntah, dan kadang merasa pusing."

Dokter mendengarkan dengan seksama lalu meminta Aisyah untuk berbaring di meja pemeriksaan. Selama pemeriksaan fisik, Aisyah merasa seperti ada yang salah jika dia tidak jujur. Dia melihat Alby duduk dengan tenang di ruangan, wajahnya menunjukkan kekhawatiran yang tulus.

Setelah beberapa menit, dokter selesai memeriksa dan kembali ke meja kerjanya. "Baik, Aisyah. Saya melihat ada beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan gejala yang kamu alami. Namun, saya rasa kita perlu melakukan pemeriksaan tambahan. Tapi sebelum itu, saya ingin bertanya, apakah kamu sudah mentruasi bulan ini?" tanya Dokter. Alby yang duduk di sebelah Aisyah hanya diam mendengar.

Aisyah coba berpikir. Setelah beberapa saat, akhirnya dia sadar jika memang bulan ini dia belum kedatangan tamu bulanan. Gadis itu menggeleng sebagai jawaban. "Aku rasa belum, Dok. Ada apa ya, Dok?"

"Menurut pemeriksaan awal, ada kemungkinan kamu hamil," ucap dokter sambil tersenyum.

Suasana di ruangan seketika menjadi canggung. Aisyah merasa seperti ada batu besar yang menghempas dadanya. "Hamil? Saya ... saya hamil. Itu tak mungkin, Dok!"

Tangan Aisyah tampak gemetar. Tubuhnya terasa lemah. Dia tak pernah membayangkan jika ini akan dia alami. Dia belum siap untuk hal tersebut.

Alby yang melihat perubahan wajah Aisyah menjadi iba. Entah dari mana datang keberanian itu, dia menggenggam tangan gadis itu sebagai penguat.

"Apakah ini sudah pasti, Dok?" tanya Alby. Melihat Aisyah hanya diam, pria itu berinisiatif bertanya.

"Menurut pemeriksaan awal, kemungkinan itulah yang dialami istri Bapak. Tapi, untuk memastikan, Bapak bisa periksa ke dokter kandungan," saran dokter itu.

Alby mengangguk tanda setuju. Aisyah tak bisa lagi menahan air matanya. Dokter yang melihat itu jadi bingung. Apakah dia bahagia atau sedih.

"Baiklah, Dok. Kalau begitu kami pamit," ujar Alby selanjutnya.

Alby masih menggenggam tangan Aisyah. Dia menyalami dokter sebelum akhirnya pamit. Sedangkan gadis itu masih terdiam tak percaya dengan apa yang dia dengar.

Aisyah masih terisak-isak, air matanya terus mengalir tanpa bisa dihentikan. Alby memeluknya dengan hangat, berusaha menenangkannya. "Tidak apa-apa, Aisyah. Kita akan tahu pasti nanti," kata Alby dengan suara yang lembut.

Saat keluar dari ruang dokter, Aisyah masih dalam keadaan terkejut dan syok. Dia tidak bisa memproses informasi yang baru saja dia dengar. Alby terus memegang tangannya, memberikan dukungan dan kenyamanan.

Saat mereka berjalan menuju lorong yang akan membawa ke ruangan dokter kandungan, Aisyah akhirnya berbicara dengan suara yang terisak-isak. "Pak ... apa benar ...?" Dia tidak bisa menyelesaikan kalimatnya, tapi Alby sudah mengerti apa yang dia maksud.

Alby memandang Aisyah dengan mata yang penuh kasih sayang. "Kita akan tahu pasti nanti, Aisyah. Jangan khawatir," kata Alby dengan suara yang menenangkan. Dia membawa gadis itu mendaftar di dokter kandungan.

1
darsih
masa Lalu yg harus d bayar mahal sampe adik nya yg kena hukum Karma
Ida Nur Hidayati
ayo Alby jujur dan ceritakan pada Aisyah
Ida Nur Hidayati
lebih baik Alby jujur pada Aisyah sebelum Aisyah tahu dati orang lain. apalagi orang itu Ammar
Nar Sih
lebih baik jujur pada aisyah alby ,sblm aisyah dgr dri amar yg pasti beda cerita dri yg asli nya ,yakin lah pasti aisyah bisa terima msa lalu mu
Riskiya ahmad
alby cuba bicarakan baik2 dgn aisyah masa lalu mu,biar nanti kalu amar bukar rahasia mu,aisyah tidak kagit lgi,setiap org pasti punya masa lalu, aisyah pasti gerti alby/Grin//Grin//Grin/
🌷💚SITI.R💚🌷
jangan mengorori tangan kamu lg alby nanti kamu akan lbh menyesal
🌷💚SITI.R💚🌷
mending trs terang dr sekarang jangan smp ke duluan sm ammar dan apapun nanti kepilutusan aisyah pasti yg trbaik
Citra
Alby lebih baik ceritakan aja yg sebenar nya sama Aisyah sebelum Ammar yg duluan menceritakan kisah mu
🌷💚SITI.R💚🌷
apa benar kenyataan alby dulu pernah seperti itu..smg kamu bisa trs terang sm aisyah tentang masa lalu kamu
🌷💚SITI.R💚🌷
sayang sekali ammar bkn kepercayaan aisyah yg kamu dapat tp malah semakin rasa tdk suks sm kamu
☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ🍉
yok al mo ngomong sendiri sm aisyah apa kita bantuin ngomong
Rahma Inayah
lbh baik km cerita kan sejujur nya dgn aisyah sblm amar yg bercerita
☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ🍉
makanya jujur al sm aisyah sebelum aisyah tau dr org lain
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
ken darsihk
Pasti Aisyah bisa menerima dan memaafkan masa lalu mu Alby , saat nya terbuka dan menceritakan semua nya ke Aisyah
ken darsihk
Sebelum semua nya terkuak , ada baik nya kamu bicara jujur ke Aisyah By karena pengakuan dari dirimu itu yng terpenting
Cindy
lanjut kak
watini
wes ora usah kakean cing Cong,gagean jujur ke aisyah.dari pada keduluan Ammar malah makin riweh urusannya.sdmangat alby....lanjut thor
Ilfa Yarni
ayo alby ceritakan yg sebenarnyaa pd aisyah waktu itu km terlalu muda blom bisa berfikir dan km jg udah nerima karnamu adikmu jg hamil diluar nikah dan bundir aku rasa hukumanmu udah setimpal semoga aisyah bisa memahamimu dan aisyah tidak akan pergi dr sisimu klo km jujur percayalah ini jln yg terbaik agar kau bisa melawan ammar
Suanti: hancur kan pekerjaan ammar sekalian sama dengan pekerjaan dokter mia biar sekalian hancur rumah tangga nya 😅
total 1 replies
Oma Gavin
jujurlah alby sama aisyah jgn ada yg ditutupi minta maaf selama ini blm.bisa terbuka dgn kamu jujur lebih dulu akan menyelamatkan kamu saat ammar membongkar masa lalu mu yg kelam, semoga aisyah berlapang dada memaafkan mu itu hanya masa lalu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!