Di dunia yang mengandalkan kekuatan sebagai hal utama, Yan Jian— seorang Tuan Muda yang terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri. Namun, di saat ia benar-benar berada pada titik terendah, ia mendapatkan kepercayaan dari Permaisuri Es, sehingga Permaisuri Es pun mengorbankan dirinya untuk menjadi Roh Bela Diri Yan Jian.
Setelah mendapatkan Roh Bela Diri Permaisuri Es dan Salju, Yan Jian pun bertekad untuk membalaskan dendamnya terhadap kedua pamannya yang telah membunuh orang tuanya. Namun, perjalanannya di dunia kultivasi tidaklah mudah. Berulang kali terjatuh dan hampir mati.
Bagaimana kisah Yan Jian untuk bertahan di kerasnya kehidupan ini? Yuk, ikuti keseruan petualangan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membawa Yan Jian pergi
"Yan Hong! Kedatanganku kesini untuk menjemput keponakan Yan Jian." ucap Xiao Lang dengan nada yang tegas dan penuh wibawa.
Yan Hong nampak bertingkah aneh di saat Xiao Lang berbicara seperti itu. Namun, ia pun menolak untuk menyerahkan Yan Jian kepada Xiao Lang.
Yan Hong berkata; "Kakak Ipar! Yan Jian masih sangat kecil! Dia tidak akan bisa mengikuti kerasnya kehidupan di Lembah Hitam, biarkan dia berada di sini untuk beberapa tahun lagi. Bagaimanapun, Yan Jian adalah Putra Kakak Yan Wei, dan dia adalah calon penerus kepala Keluarga Yan ini di masa depan." ujar Yan Hong, mencoba untuk membujuk Xiao Lang untuk mengurungkan niatnya.
Namun, Xiao Lang menoleh dan menatap Yan Hong dengan tatapan yang tajam. Bahkan, di saat ia memalingkan pandangannya, menyebabkan hempasan udara yang sangat kuat, membuat semua budak-budak yang berada di lapangan terdorong mundur, beberapa dari mereka terjatuh ke lantai lapangan.
Tidak hanya para budak! Bahkan Yan Hong pun sedikit melangkah mundur, terkena hempasan udara yang kuat itu. Namun, segera Yan Hong kembali berdiri dengan tegak, pandangannya fokus menatap Xiao Lang yang tengah menatapnya dengan tajam.
"Kakak ipar, apa maksudnya ini?" Xiao Lang bertanya dengan nada yang serius.
Pertanyaan itu, membuat Xiao Lang terkekeh. Xiao Lang berjalan ke depan, setiap langkahnya cukup tenang, tetapi setiap langkahnya mengeluarkan tekanan udara yang sangat begitu mengintimidasi, membuat Yan Hong menurunkan tubuhnya, seolah-olah ada sebuah gunung yang tengah menindih tubuhnya.
"Yan Hong!" bentak Xiao Lang, "Kau terlalu meninggikan dirimu. Kau pikir aku ini bodoh? Kau pikir aku tidak tahu atas apa yang telah kau dan juga Yan Chen lakukan terhadap Yan Wei! Yan Hong, oh Yan Hong! Kau bahkan sangat kejam hanya untuk sebuah kekuasaan sesaat." kata Xiao Lang, dengan nada yang dingin dan menekan.
Tiba-tiba, Yan Chen datang membawa lebih dari seratus pasukan yang bersenjatakan lengkap. Perisai, tombak, dan pakaian mereka terbuat dari lapisan kulit besi hitam yang tebal.
"Ada apa ini, kak?" tanya Yan Chen kepada Yan Hong dengan nada yang begitu panik. Namun, melihat pandangan Yan Hong yang terus tertuju ke depan, Yan Chen pun sontak mengikuti arah pandangan Yan Hong, dan mendapati Xiao Lang yang tengah berjalan ke arah mereka.
"Xi— Xiao Lang...!?" Yan Chen tak kalah terkejutnya dari Yan Hong, di saat ia melihat Xiao Lang yang berada di sini.
"Kenapa dia datang?" tanya Yan Chen. Ia tidak bisa untuk tidak membuka lebar-lebar kedua matanya.
Xiao Lang yang tadinya berjalan mengarah kepada Yan Hong, tiba-tiba mengganti arah tujuannya. Xiao Lang pun berjalan menghampiri Yan Jian, yang saat itu tengah berdiri dengan tubuh yang bergetar hebat, merasa ketakutan.
Setibanya di hadapan Yan Jian, Xiao Lang pun menatap Yan Jian dengan tatapan yang serius.
"Pa— Paman Xiao." sapa Yan Jian, tetapi di saat ia berbicara, kepalanya menunduk ke bawah, menyapu lantai tembok batu bata, seolah-olah ia tak mempunyai keberanian untuk bertatap muka dengan Xiao Lang.
"Anak yang malang! Mulai saat ini, tidak akan ada lagi yang berani menyakitimu, Jian!" ucap Xiao Lang dengan nada yang tegas. Bahkan membuat Yan Jian yang hanya mendengar suaranya saja pun sangat begitu merasa ketakutan. Walaupun Xiao Lang tidak memiliki niat buruk terhadapnya.
Di sela-sela rasa takut yang menghantuinya, Yan Jian pun mengangguk kaku, kedua tangannya mencengkram pakaian lusuhnya dengan sangat kuat. Dan saat itu, tanpa sedikitpun berbicara, Xiao Lang pun menarik tangan Yan Jian, membuat Yan Jian yang tak siap pun nyari terjatuh.
Xiao Lang pun membawa Yan Jian pergi. Dia terbang dengan sayap spiritual putih seperti asap yang pekat di punggungnya.
Namun, Yan Hong merasa sangat begitu khawatir. Walaupun Yan Jian terlahir dengan bakat yang buruk, dan itu terbukti dengan dirinya Yan Jian yang saat ini telah berusia tiga belas tahun, tetapi belum membangkitkan roh bela dirinya. Tetapi, Yan Hong khawatir akan Yan Jian yang akan tumbuh dengan kuat dibawah bimbingan Xiao Lang.
Saat itu, Yan Hong pun memerintahkan Yan Chen untuk mengirimkan pembunuh bayaran untuk membunuh Xiao Lang dan juga Yan Jian.
Namun, Yan Chen menolaknya. Dia berkata; "Kak! Kau sudah gila! Kau pikir... Siapa yang bisa membunuh Xiao Lang di Kabupaten Tian Nan ini? Bahkan di Provinsi Cang Yuan pun hanya mereka yang memiliki gelar Raja Surgawi yang memiliki kemampuan untuk menandingi Xiao Lang, aku tidak ingin mengambil resiko ini! Biarkan saja dia membawa bocah sampah itu," ujar Yan Chen dengan keras, menolak perintah Yan Hong.
Yan Hong pun mengepalkan kedua tinjunya dengan kuat. Dia benar-benar mengumpulkan seluruh energi spiritualnya pada tinjunya yang kemudian ia lepaskan untuk memukul Yan Chen.
Buk!
Suara pukulan itu sangat keras. Tinju Yan Hong mendarat tepat di wajah Yan Chen, membuat Yan Chen pun seketika terjatuh tak berdaya.
"Yan Chen! Dasar bajingan tengik! Kau pikir... Kau bisa menanggung kemarahan kakak pertama? Ditambah lagi dengan Xiao Lang! Bayangkan saja jika Kakak pertama 'Yan Rui', kembali ke kediaman dengan marah besar, kita tidak lebih hanya akan menjadi serpihan tulang yang patah dibawah tanah." kata Yan Hong, berbicara dengan nada yang keras, memaki Yan Chen.
Yan Chen pun tak bergerak, ia yang tersungkur di tanah sembari memegangi kedua pipinya yang terasa sakit.
"Cepat! Pergilah! Temui Ketua geng Kapak Darah, perintahkan mereka untuk membunuh Yan Jian! Aku tidak percaya bahwa mereka akan menolak uang dalam jumlah besar." perintah Yan Hong dengan nada yang lantang.
Tetapi Yan Chen masih nampak sangat ragu. Dia tahu betul bagimana kengerian Xiao Lang di saat dia sedang marah.
"Cepat, Yan Chen! Sebelum bocah itu membuka mulutnya untuk bercerita kepada Xiao Lang!" bentak Yan Hong dengan nada yang getir.
Yan Chen pun tak mempunyai pilihan lain. Ia pun segera bangkit dan pergi menuju tempat Geng Kapak Darah berada.
seorang Xiao Lang kaisar tempur masa kalah sama raja tempur.
sudah jekas tingktan nya lebih tinggi Kaisar tempur dri raja tempur.!!
Raja tempur itu kan di bawah Kaisar tempur,masa menghadapi 2 orang raja tempur kalah si Xiao kang yg tingktan nta Kaisar tempur yg lebih tinggi.
Seru dan sangat mudah dimengerti alurnya Thor. Tapi agak lambat buat naikin kekuatannya Yan Jian. Semangat thor