Seorang murid sekte luar yang dianggap tidak berguna karena memiliki "Akar Spiritual Terkutuk" tanpa sengaja membangkitkan jiwa seorang jenius dari era kuno yang terperangkap dalam artefak misterius. Bersama, mereka merintis teknik kultivasi kuno yang membutuhkan perpaduan dua elemen yang saling bertentangan, menuntut mereka untuk menyatukan kekuatan dan hati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29: Menelan Badai dan Kebangkitan Sang Gerhana
Badai Jiwa Pedang itu melolong, suaranya perpaduan antara jeritan ribuan prajurit sekarat dan gesekan logam berkarat yang memekakkan telinga. Pusaran energi berwarna hijau kemerahan itu melesat menyapu jembatan batu, siap mencabik-cabik roh siapa pun yang berani menghalangi jalannya.
Xiao Ling memejamkan mata rapat-rapat, mencengkeram jubah belakang Li Jian seolah pemuda itu adalah satu-satunya pilar kokoh di tengah kiamat. Tekanan dari badai itu membuat jembatan batu hitam di bawah kaki mereka bergetar hebat, merontokkan kerikil-kerikil ke dasar jurang yang tak berujung.
"Mereka datang, Li Jian!" teriak Xiao Ling, suaranya nyaris tenggelam oleh deru badai.
Li Jian berdiri tegak tak tergoyahkan. Mata peraknya menatap pusaran hantu itu dengan ketenangan yang luar biasa. Di tangannya, Gerhana mendengung keras, seolah meronta ingin dilepaskan dari rantai tak kasat mata.
"Seni Bintang Pemakan Langit bukanlah teknik untuk menangkis, bocah," suara Yueyin menggema tajam, memandu aliran Qi di tubuh Li Jian. "Teknik ini diciptakan untuk menelan segala sesuatu yang menolak tunduk. Jadikan pedangmu sebagai mulut jurang, dan Dantian-mu sebagai perutnya. Telan mereka semua!"
Li Jian menyeringai. Senyum yang penuh dengan keangkuhan dan kehausan absolut.
Ia tidak mengangkat Gerhana untuk menebas. Sebaliknya, ia memegang gagang pedang itu dengan kedua tangannya, lalu memutar bilah tumpulnya secara horizontal di depan dada. Cairan Qi perak kebiruan dari Dantian-nya meledak keluar, menyelimuti pedang hitam tersebut layaknya pusaran galaksi mini.
"Domain Es Cermin Bintang: Pusaran Pemakan Langit!" raung Li Jian.
Sebuah lubang hitam pusaran energi Yin terbentuk tepat di ujung Gerhana. Gaya tarik yang dihasilkan begitu ekstrem hingga udara di dalam labirin itu terasa tersedot ke satu titik.
Saat gelombang pertama Badai Jiwa Pedang menghantam pusaran tersebut, tidak ada suara ledakan. Yang ada hanyalah jeritan keputusasaan dari roh-roh pedang yang mendapati diri mereka terperangkap. Energi hijau kemerahan itu ditarik paksa, dipelintir, dan disedot masuk ke dalam bilah hitam legam Gerhana.
Syuuuuut!
Setiap kali roh pedang tertelan, Gerhana bergetar hebat. Urat-urat biru yang sebelumnya hanya tampak seperti garis halus di permukaan pedang kini membesar dan berpendar menyilaukan. Rasa dingin yang dipancarkan pedang itu melonjak berkali-kali lipat, merambat ke kedua lengan Li Jian dan melapisi kulitnya dengan kristal es murni.
Li Jian menggertakkan gigi. Aliran energi kuno yang mengalir masuk melalui pedangnya dan masuk ke Dantian-nya begitu liar dan brutal. Namun, cairan Qi perak dari Mata Air Es Sejati dengan cepat membekukan keliaran tersebut, memurnikannya menjadi kekuatan murni yang langsung diserap oleh tubuhnya.
Pusaran badai hantu itu mencoba melawan, mencoba berbalik arah, menyadari bahwa pemuda di hadapan mereka bukanlah mangsa, melainkan predator kosmik yang jauh lebih mengerikan dari sejarah mereka.
"Mau lari kemana kalian?!" tawa Li Jian pecah, tawa yang menggetarkan dinding-dinding jurang. Ia melangkah maju satu langkah, menekan pusaran hisapnya menjadi lebih kuat.
Satu per satu, ratusan bayangan pedang hantu itu tersedot habis. Cahaya hijau kemerahan di atas jembatan perlahan memudar, hingga akhirnya seluruh badai itu tertelan tanpa sisa ke dalam pedang Gerhana.
Hening kembali turun ke atas labirin tersebut. Namun, keheningan kali ini terasa berbeda. Hawa Niat Pedang yang liar di sekitar mereka telah lenyap, digantikan oleh dominasi mutlak dari satu pedang.
Di tangan Li Jian, Gerhana sedang mengalami evolusi.
Bilah hitam legam yang selalu tumpul dan kasar itu mulai retak. Lapisan luar logamnya yang tampak seperti karat hitam berjatuhan ke lantai batu. Dari balik lapisan itu, terungkap wujud sejati dari Logam Bintang Jatuh yang telah dimurnikan oleh Niat Pedang dan Yin esktrem.
Pedang itu kini sedikit lebih ramping, namun bobotnya bertambah dua kali lipat. Permukaannya semulus cermin obsidian, memantulkan cahaya perak. Dan yang paling menakutkan, sisi tumpulnya kini dilapisi oleh bilah energi es setipis sayap jangkrik yang memancarkan pendaran biru absolut. Itu bukan ketajaman fisik, melainkan ujung tajam dari Sword Intent yang membeku.
Gerhana telah bangkit dari tidur panjangnya.
Li Jian memutar pergelangan tangannya. ZRAAAK! Hanya ayunan kecil di udara kosong, namun sebuah retakan spasial tipis tercipta dari tebasan itu, membekukan molekul udara di jalurnya.
"Kekuatan Tingkat Enam Puncak..." gumam Li Jian, merasakan Dantian-nya yang kini terisi penuh oleh cairan Qi perak yang sangat padat. Tinggal satu langkah lagi menuju Tingkat Tujuh.
Xiao Ling membuka matanya perlahan. Melihat badai hantu itu telah lenyap dan digantikan oleh pedang baru Li Jian yang luar biasa indah namun mematikan, ia menghela napas panjang yang gemetar.
"Kau menelannya... kau benar-benar memakan Jiwa Pedang," bisik Xiao Ling tak percaya.
Namun, sebelum mereka bisa merayakan kemenangan itu, suara retakan keras terdengar dari bawah kaki mereka.
KRAAAAK!
Jembatan batu hitam tempat mereka berdiri mulai hancur. Bukan karena serangan, melainkan karena Li Jian baru saja menyedot habis seluruh energi Yin dan Niat Pedang di area tersebut. Tanpa energi kuno yang mengikat molekul batunya selama ribuan tahun, jembatan itu tak lebih dari tumpukan debu yang kehilangan penopang.
"Jembatannya runtuh!" teriak Xiao Ling saat bongkahan batu raksasa di depannya jatuh ke dalam kegelapan.
Li Jian langsung bereaksi. Ia meraih pinggang Xiao Ling dengan lengan kirinya, menarik gadis itu erat ke tubuhnya.
"Pegang erat-erat!" perintah Li Jian.
Detik berikutnya, seluruh bentangan jembatan sepanjang puluhan meter itu hancur total. Gravitasi menarik mereka tanpa ampun. Keduanya terjerembab, jatuh bebas ke dalam jurang tanpa dasar yang gelap gulita.
Angin berdesir kencang di telinga mereka seiring dengan kecepatan jatuh yang semakin gila. Di kedalaman jurang yang gelap ini, Yueyin tiba-tiba bersuara, nadanya dipenuhi ketegangan yang langka.
"Bersiaplah, bocah. Kita akan mendarat langsung di pusat energi Netherworld. Dan sepertinya... benda itu memiliki penjaganya sendiri."
novel silat dari author yg kereen kapan nyambung nya
ayo ... semangat doong thor
semangat & lanjuuuut thor
pinginnya dihancurin pusat meridiannya kyk suruhannya biar jd sampah selama hidupnya
nanya bukan protes loo.. 🤭🙏