Kevin sanjaya adalah seorang pemuda pekerja keras yang berasal dari keluarga miskin. Demi menyambung hidup, ia bekerja sebagai kurir pengantar makanan untuk sebuah perusahaan Ojol Indonesia.
Suatu hari, dalam salah satu pengantaran malamnya, ia mengalami kejutan pahit. Kamar hotel yang menjadi tujuan pesanannya ternyata adalah kamar yang dipesan oleh pacarnya sendiri—bersama pria lain—untuk menghabiskan malam.
Tertangkap basah, sang pacar justru memutuskan hubungan mereka di tempat itu juga. Dengan dingin, ia mengatakan bahwa Kevin sanjaya terlalu miskin dan tidak mampu memberinya kehidupan yang diinginkan.
Saat amarah dan penghinaan hampir meluap, sebuah notifikasi tiba-tiba terdengar dari ponselnya:
“Pengantaran selesai. Hadiah sistem telah diperoleh!”
Berkat kebiasaannya membaca novel, Kevin sanjaya langsung menyadari satu hal,
ia telah mendapatkan sebuah sistem cheat.
Sistem ini memberinya hadiah luar biasa setiap kali ia menyelesaikan misi pengantaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 – Pesona Wanita Dewasa
Meskipun ada pepatah lama yang mengatakan “Dengan uang, segalanya bisa diatasi”, Kevin Sanjaya sama sekali tidak mempercayainya saat ini.
“Aku sering dengar orang kaya paling takut mati… ternyata memang benar.”
Kevin Sanjaya menoleh ke sekeliling dengan wajah tegang. Suaranya bergetar saat ia berbicara,
“Tolong… jangan persulit aku. Aku cuma kurir makanan, Bisa tolong tanda tangan pesananmu saja?”
“Jangan tiba-tiba meloncat dan menakutiku, ya. Cukup bilang ‘saya terima’ juga tidak apa-apa. Aku mohon…”
Dalam kondisi panik, Kevin Sanjaya mundur tanpa melihat jalan hingga tersandung gundukan rumput.
Detik berikutnya.....
Sret!
Pergelangan kakinya tiba-tiba dicengkeram sebuah tangan bercakar!
“astagfirullahalazim....!”
Kevin Sanjaya melompat ketakutan, wajahnya pucat pasi.
“Aku tidak bersalah! Jangan ganggu aku! Aku masih harus menafkahi adikku!”
Tangan itu perlahan muncul dari balik rumput. Kuku merah menyala dan jari-jari pucatnya membuat bulu kuduk Kevin Sanjaya berdiri.
Dengan gemetar, ia segera membaca Ayat Kursi. namun yang dia lafalkan malah Doa Makan, sambil gemeteran ketakutan, "Astaghfirullah.... Yaaaa Allah...!!"
“Berhenti berdoa.”
Sebuah suara wanita yang lemah namun penuh keluhan terdengar dari balik rumput.
“Aku kelaparan. Kalau kau tidak menyerahkan makanan itu sekarang juga, aku akan membunuhmu!”
“Jangan! Jangan! Tolong! Aku serahkan sekarang!”
Hampir menangis, Kevin Sanjaya segera menyodorkan makanan itu. Saat tangan kuntilanak tersebut menyentuh kotak makanan, suara Sistem langsung terdengar.
[Selamat, Host. Misi khusus telah diselesaikan.]
[Hadiah: Sebuah vila. Sertifikat kepemilikan telah dimasukkan ke dalam ruang penyimpanan.]
[Tambahan: 20 poin.]
Namun, meskipun hadiahnya luar biasa, Kevin Sanjaya sama sekali tidak merasa senang.
Kakinya masih gemetar akibat ketakutan barusan.
“Enak sekali… harum dan manis.”
Makanan itu ternyata paket sate ayam dengan bumbu kacang. Wanita itu memakannya dengan sekali lahap sambil perlahan berdiri dari balik rumput.
Saat sosoknya terlihat jelas, Kevin Sanjaya langsung terpaku.
Tinggi sekitar 175 cm, ia mengenakan kain putih yang membalut tubuhnya dengan sempurna. Kakinya jenjang, putih mulus, dan proporsional.
Wajahnya begitu memesona, bulu mata lentik, mata besar yang dingin namun menggoda. Hidungnya mancung, bibir merahnya penuh daya tarik.
Ia memancarkan aura wanita dewasa yang matang dan sensual.
Sama sekali berbeda dari Wanita lain yang ia temui semasa hidupnya.
Kevin Sanjaya melongo, detak jantungnya makin cepat.
“Kau ini sebenarnya manusia atau setan? Bagaimana bisa secantik ini?”
“Tentu saja aku manusia!”
Wanita itu memutar mata dengan kesal, menatap Kevin Sanjaya seolah meremehkannya.
“Dasar penakut! Aku hanya pingsan karena gula darahku rendah!”
“Hah?”
Kevin Sanjaya terdiam, lalu wajahnya memerah karena malu.
“Tadi aku sampai baca doa… memalukan sekali.”
Wanita itu mendengus dingin.
“Wajahmu tampan, tapi nyalimu kecil. Aku bahkan lebih berani darimu.”
“Aku benar-benar jadi bahan tertawaan di depan wanita secantik ini…”
Kevin Sanjaya mengusap hidungnya, lalu bersiap pergi dengan motor butut kuningnya.
Bagaimanapun juga, ia sudah mendapatkan vila mewah, dan yang terpentin, bagian pentingnya tidak berkurang satu sentimeter pun.
Namun, wanita itu tiba-tiba menghalangi jalannya.
“Hanya begitu saja? Kau menolongku lalu pergi?”
Kevin Sanjaya mengernyit.
“Ada apa? Kau tidak berniat merampokku, kan?”
“Aku tidak serendah itu,” ujar wanita dewasa itu sambil tersenyum penuh makna. Bibir merahnya melengkung menggoda.
“Ikut aku ke suatu tempat, Aku ingin berterima kasih dengan cara yang lebih pantas.”
Tatapan matanya perlahan mengarah ke hotel bintang lima yang berdiri tak jauh dari sana, penuh godaan dan isyarat yang sulit disalahartikan.
aku kasih kopi deh biar semngat trus😁