Vera merantau ke kota dan bisa di katakan bawa dia jarang pulang ke rumah karena memiliki hubungan yang tidak baik dengan Pak Darto Ayah kandung dia sendiri, namun kali ini Dia terpaksa harus pulang ketika mendengar kabar bahwa Bu Elma telah meninggal dunia.
semula Vera menganggap bahwa kematian Bu Elma adalah kematian yang biasa, namun beberapa malam saja dia tinggal di rumah itu malah menemukan keanehan yang tidak biasa.
benarkah Bu Elma meninggal karena sesuatu yang tak kasat mata?
mampukah Vera untuk mengungkap masalah tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10. Nabrak Nolan
Braaaaak.
"Aduh malah nabrak pula aku, ini jalan kok ya jelek sekali." keluh Vera saat tidak sengaja menabrak seorang pria yang sedang mancing di pinggir parit.
"Aduh hati hati dong, Mbak!" pria ini juga kesal bukan main karena punggung dia sakit.
"Maaf saya tidak sengaja, itu ada lobang dan niat mau menghindari." jelas Vera.
"Maka nya kalau naik motor jangan ugal ugalan!" bentak Nolan kesal bukan main.
"Heh ada apa ini kok kamu marah sampai membentak gitu?" Arya muncul dari balik semak karena mereka memang sedang mancing berdua.
"Ini ni ada gadis gila, masa punggung ku main tabrak saja!" kesal Nolan menunjuk wajah Vera.
"Aku tidak sengaja, Mas." Vera masih berusaha untuk membangunkan motor dia.
"Itu akibat nya bila naik motor ugal ugalan, coba tadi kau pelan maka tidak akan begini." sengit Nolan.
"Ya maaf, lagi pula saya tidak ada niat kok untuk menabrak kamu." kesal Vera karena sejak tadi pria ini terus saja membentak dia.
Arya menarik nafas panjang Karena dia juga menyadari bahwa mungkin saja sejak tadi Vera naik motor tidak terkendali sehingga Nolan yang sedang duduk di pinggir parit saja sampai terkena tabrak, itu kalau tidak ugal-ugalan maka pasti tidak akan tertabrak seperti itu sehingga wajar saja bila Nolan merasa kesal.
Terlebih lagi Arya juga menyadari bahwa gadis yang sudah menabrak adik Dia terlihat begitu arogan dan angkuh, emang sejak tadi dia sudah meminta maaf namun terlihat maaf itu seolah tidak tulus dari hati sehingga Arya dan Nolan sama sekali tidak ada membantu Vera untuk menegakkan motor ini.
Padahal motor sebesar itu pasti sangat berat sekali untuk Vera karena tubuh dia yang begitu kecil dan kurus, Vera kesal bukan main karena kedua pria itu hanya menatap dia dengan pandangan aneh seolah tidak ada niat untuk membantu sama sekali sehingga rasa kesal yang ada di rumah langsung terbawa saat ini juga.
Di rumah sudah kesal dengan tabiat para manusia itu dan sekarang justru dia harus merasa kesal lagi ketika bertemu dengan dua pria tak di kenal ini, dua pria yang bukan warga sini karena mereka memang dari desa lain dan datang ke sini hanya untuk memancing ikan saja.
Bila mereka warga sini maka pasti sudah sangat kenal dengan Vera walau selama ini Vera sudah merantau ke kota dengan waktu yang begitu lama, namun tetap saja bila warga asli pasti mengenali siapa anak Darto ini sehingga mereka tidak mungkin hanya diam menatap ketika Vera begitu kesulitan untuk menegakkan motor.
Arya yang biasanya kalem Dan lemah lembut saja malas untuk meladeni Vera karena terlihat gadis itu sangat keras kepala dan tidak tahu diri, jadi dia hanya diam saja memperhatikan berbagai macam tingkat Vera yang sedang mengusap kaki karena tadi dia juga sempat jatuh terbanting saat menabrak tubuh Nolan di sini.
Mulut Vera sudah komat kami tidak karuan karena dia ingin memaki dua pria itu karena tidak mau membantu dia, tapi sebisa mungkin ditahan agar umpatan yang selama ini selalu saja menjadi buah bibir tidak keluar dan para warga yang ada di sini pasti sangat syok ketika mendengar Vera mengumpat seperti itu.
"Mas ini enggak mau bantuin sama sekali?" Vera tidak tahan juga.
"Tidak Sudi aku membantu gadis tidak tahu diri seperti dirimu itu!" Nolan menjawab dengan suara kasar.
"Ya Kenapa kau marah seperti itu sedangkan aku tadi melakukannya secara tidak sengaja?" Vera juga mulai terbawa emosi.
"Sudah lah, tinggalkan saja dia tidak perlu untuk berdebat seperti itu." Arya langsung mengambil kail karena dia tidak mau semakin panjang.
"Dasar gadis kurang ajar!" Nolan sempat menunjuk Vera ketika dia akan pergi dari kawasan ini.
"Kau yang kurang ajar, bagaimana bisa tidak mau membantu gadis yang sedang kesusahan untuk menegakkan motor seperti ini." Vera menjawab dengan sangat kesal.
"Hei sudah lah, kau seharusnya yang bertanggung jawab dan mengobatkan dia karena kau yang sudah menabrak adik ku." Arya jadi emosi juga dengan Vera.
"Ya setidaknya bantu dulu aku udah nanti setelah selesai maka aku pasti akan meminta maaf kepada dia, bila memang ada yang perlu untuk di obatkan maka aku tidak akan lari." jelas Vera dengan emosi tinggi.
Melihat Vera yang sangat menggebu seperti itu maka Arya pun sama sekali tidak ada niat untuk berdebat lagi karena dia tahu bahwa Vera adalah gadis yang sangat keras kepala, dia sendiri memiliki saudara yang memiliki tabiat seperti ini sehingga Arya sudah paham dan memilih untuk menghindar saja dari pada semakin panjang berdebat tidak karuan.
"Gila, gadis edan tidak tau diri." Nolan masih sangat kesal.
"Kenapa kau kok marah seperti itu?" Amir yang sedang santai menajur jadi kaget juga.
"Aku habis kena tabrak oleh gadis gila dan dia sama sekali tidak minta maaf." kesal Nolan sambil membanting sandal.
"Astaga, ada saja nasib sial yang menghampiri kau ini." Amir agak tertawa melihat Nolan.
"Sudah membuat kesalahan seperti itu malah dia berbicara jauh lebih keras dibanding aku, memang kadang manusia sangat tidak memiliki adab!" Nolan masih menggerutu panjang lebar.
"Enggak semua manusia begitu tapi kebanyakan memang benar sih kalau manusia memang tidak memiliki adab." Amir sedikit tertawa.
"Ya aku sedang jongkok di pinggir dan mendadak saja motor dia langsung datang dan menabrak punggung ku, lalu setelah itu dia hanya terlihat kaget dan tidak ada reaksi lain." kesal Nolan.
Amir penasaran juga siapa yang sudah membuat ular satu ini menjadi begitu kesal, dia berdiri untuk mengintip siapa yang sudah membuat masalah tersebut dan di sana dia melihat ada gadis berambut pirang sedang berbicara kepada Arya panjang lebar namun Amir juga tidak mengetahui isi pembicaraan mereka berdua itu tapi yang jelas memang Arya memiliki kesabaran lebih besar bila di banding dengan yang lain.
"Apa kata dia, Ar?" Amir bertanya penasaran ketika Arya sudah datang mendekat.
"Ini Nolan dikasih uang lima ratus ribu untuk berobat." Arya memberikan lembaran kertas merah.
"Gila, Dia pikir aku ini miskin sekali sehingga memberi uang seperti ini." Nolan jadi tambah emosi.
Nolan ingin menghampiri gadis itu namun ternyata veera memang sudah pergi dan membawa motor dengan kecepatan tinggi, tadi sudah meminta maaf lewat Arya dan Arya mengatakan agar tidak usah terlalu dipikirkan tentang hal itu sehingga Vera merasa masalah ini sudah selesai dan dia tidak perlu untuk memperpanjang lagi.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
siti oh siti seperti namaku 🤣
othor ada di benua mana🤔🤔
wah kiara udah dtg aja kerumah Darto tuk mnyelidiki kasusnya vera..
ayo para member bantu Kiara membuka rahasianya Darto
mantap lah Kiara mah,langsung sat set tanpa nanti dulu👍👍🔥👻